NovelToon NovelToon
Cinta Airin

Cinta Airin

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Patahhati
Popularitas:173.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Venus

Novel ke tiga ini hanya kisah fiktif khayalan penulis semata, jika ada kesamaan nama, tempat semua itu hanya kebetulan.

Gadis bernama Airin Nurani usia 21 tahun, yang nekat ke kota Metropolitan untuk merubah nasib dan menyekolahkan adik nya, setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan.

Berbekal Ijazah SMA dan selembar kertas bertuliskan alamat seorang teman di desa yang sudah lebih dulu kerja di Jakarta, dan mendapatkan pekerjaan sebagai Pramusaji.

Airin yang akhirnya bertemu dengan kekasihnya ketika masih di desa begitu bahagia, hingga sang kekasih meminta sesuatu dari dirinya...

Apakah Airin akan memberikan permintaan sang kekasih? Bagaimana kelanjutan kisah nya,,,

Simak terus di hari Rabu dan Sabtu jam 20:00 mlm.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Venus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 - Siapa Dia?

Heyowww Guyssss,,,,

Morning Readersss, baca lagi yuk, like lagi yuk, komen lagi yuk, gift lagi yuk, vote lagi yuk 🤭 Telimikici yang selalu terdepan.

**********🌹🌹🌹🌹**********

Ke esokan harinya, Rachel yang sepulang dari rumah Ki Jambrong sudah merasa gelisah, antara ragu dan yakin. "Aduh apa iya gue harus kesana sendiri, tapi ko ngeri ya. Tapi kalau gak kesana gimana Daffa bisa tergila-gila sama gue? Gak gue harus yakin dengan rencana ini Daffa harus bisa kembali ke pelukan gue." setelah meyakinkan diri dengan perasaan yang masih gamang, Rachel mengambil tas nya lalu keluar dari rumah dengan mobil nya.

Sekitar hampir dua jam perjalanan, akhirnya Rachel tiba di rumah Ki Jambrong hatinya kembali ragu. Masih enggan turun dari mobil, menatap sekitar rumah yang meski menjelang siang suasana tetap terasa menakutkan.

Tok..Tok..Tok..

"Ki..Ki Jambrong, permisi Ki..!" panggil Rachel.

"Eh, sudah datang. Mari masuk," Ki Jambrong membuka pintu dan menepi sedikit membiarkan Rachel masuk, mata Ki Jambrong tak lepas menatap dua bokong sintal Rachel yang bergerak naik turun ketika si empunya berjalan menuju kursi, tanpa sadar ia menelan air liur nya.

"Mbak nya mau minum apa?" tanya Ki Jambrong dengan tatapan tepat dimatanya.

"Apa aja Ki." Rachel pun tak lepas menatap mata.

"Tunggu ya." dibalas dengan anggukan dan seketika ki Jambrong masuk kedalam entah kenapa Rachel seperti kaget.

"eh, tadi gue kenapa ya.?" gumam nya lirih.

"Silahkan diminum." ucapan Ki Jambrong lagi lagi seperti menghipnotis Rachel tak bisa mengatakan selain iya. Diminum beberapa teguk air putih yang ada di depannya.

"Kalau sudah ayo kita mulai ritual nya, ikuti saya!" berdiri dari kursi menuju ke sebuah kamar, diikuti Rachel di belakang. Sampai di depan pintu Ki Jambrong berbalik badan, kini tatapan mereka bertemu tapi itu tak lama karena mata ki Jambrong cepat melihat lama kearah dua bukit besar didepannya.

"Silahkan masuk, tunggu didalam sebentar." tanpa membantah Rachel pun masuk lalu karena hanya ada ranjang saja di dalam sana akhirnya dia pun duduk diatasnya, lalu ditutup kembali pintunya.

Sama seperti tadi aneh tiba-tiba kesadarannya kembali, "lho, ini dimana? Ko gue ada di kamar?" baru saja ia bangun ingin lari dari sana, bersamaan dengan dirinya yang sudah siap membuka pintu, ternyata dari luar pintu sudah dibuka lebih dulu.

"Kenapa?" setiap Ki Jambrong bertanya selalu menatap mata Rachel dan Rachel masih belum menyadari jika dirinya terhipnotis.

"Gak kenapa-kenapa Ki. Ayo mulai ritual nya?"

"Wah,,, kamu sudah gak sabar ya? Aku pun sama, mari kita naik ke ranjang bersama." setelah mengatakan itu tubuh Rachel disergap, dipeluk, dicium mulai dari kening, hidung, bibir hingga turun ke leher.

Tak bisa dihindarkan lagi pergumulan intim pun terjadi, tanpa disadari Rachel yang sudah terkena aji ajian Ki Jambrong. Yang ada hanya wajah-wajah nikmat diantara mereka. Rupanya Ki Jambrong selain memberikan hipnotis, dalam minuman dia sudah berikan bubuk perangsang, serta ajian jaran goyang. Rachel yang semula sadar, setelah reaksi tubuhnya yang dilihat di matanya jika dia sedang berhubungan dengan lelaki pujaannya Daffa.

*****🌹

Tanteee,, Widyaaaa,!" suara Delia sudah terdengar didepan pintu.

"Eeehhh sudah sampai ya, selamat siang pak, bu, mari silahkan masuk!" mama Widya segera mengajak tamu nya masuk ke ruang keluarga.

"Daffa mana tante?" tanpa basa basi menanyakan Daffa.

"Ads dikamar nya, nanti juga turun. Kita tunggu di meja makan aja yuk." kembali mereka mengikuti mama Widya ke meja makan yang dimana sudah tersaji banyak sekali menu makanan.

"Mah, Daffa mau jemput Airin ya.!" ucapnya ketika masuk ke ruang makan.

"Daffa,,, kamu gak liat ada aku disini?" rengek Delia manja sembari berjalan menghampiri Daffa dan bergelayut di lengannya.

"Oh ada kamu, sory gak liat. Om, Tante silahkan nikmati makanan nya, saya ada urusan di luar, permisi!" lalu melepaskan kaitan jemari Delia dan berbalik pergi.

"Daffa tunggu,,, aku ikut!!"

"Deliaaaa...!!" mamanya memanggil.

"Sudah jeng, gak pa pa. Biarkan mereka lebih dekat." jawab mama Widya.

Sampai di parkir mobil, "mau ngapain kamu, ko malah kesini?"

"Aku mau ikut ya?"

"Gak bisa, aku mau jemput Airin. Tunggu aja dirumah." Daffa berputar menuju pintu kemudi membuka dan masuk, dengan cepat Delia pun melakukan hal yang sama, sudah duduk disamping Daffa.

"Pokoknya aku mau ikut.!" dengan melipat tangan di dada.

"Terserah lah." Daffa pun memutar kunci dan melesatkan mobilnya, Delia yang lupa belum menggunakan setbelt sampai kaget dan menahan dashbord.

"Daffa, pelan-pelan!! Aku kan belum siap!" teriaknya kesal tapi Daffa cuek.

Sampai di rumah sakit, cepat turun dan meninggalkan Delia yang dibelakangnya berteriak memanggil.

"Kurang ajar si Daffa, gak nungguin, gak liat apa gue pake hells gini, mana bisa jalan cepet-cepet yang ada gue kepeleset." umpatnya kesal tapi masih mengekor dibelakang.

"Assalamualaikum,,," ucapnya ketika masuk ke kamar.

"Waalaikumsalam, pak Daffa ko udah jemput sih, kirain mau jemput sore."

"Iya soalnya udah pengen ketemu kamu, eh.."

"Daffa ya ampun, kenapa aku di tinggalin?" tiba-tiba suara manja dibelakang membuyarkan ke Ge Er an Airin.

Huuu,,dia datang bawa pacarnya. Inget Rin jangan geer, kamu bukan siapa-siapa.

"Ayo Sih, pulang kita udah dijemput," aku membantu Asih duduk di kursi roda, Asih pun seperti sadar menatap ku heran, karena aku menjadi kesal.

"Kamu suka ya sama majikan mu,?" bisik Asih ketika ku dorong kursi roda nya.

"Gak,,,!"

"Gak apa nih, gak salah lagi, apa gak mungkin salah hahaha...mau ngaku aja susah!" ledek Asih pelan.

"Mau ditinggal disini, apa dianter sampe kosan?" ku balas aja.

"Ya elahhh gitu aja marah xixixi,, kamu tuh gak bisa bohong Rin."

"Diem bawel." Aku menoleh ke belakang kulihat Daffa menenteng tas besar Asih, sementara perempuan yang kemarin ketemu di kantin masih bergelayut disebelahnya, berkali-kali ku dengar Daffa mengomel. Tapi kenapa aku malah jadi kesal, aneh?!

Didalam mobil kembali terjadi perdebatan yang lagi-lagi membuat aku kesal.

"Eh,,, kamu kan di rumah Daffa cuma pembantu kan, jadi kalau bisa jangan minta aneh-aneh. Kerja aja yang bener, jangan kebanyakan libur."

"Kebanyakan libur gimana ya? Selama saya kerja di rumah pak Daffa, emang mbak nya tau saya udah libur berapa kali?!"

"Ngapain juga saya tau, urusan pembantu gak penting kan, saya cuma mau ngebuka mata kamu aja. Kamu kan janda, lagi hamil, jangan ganjen apalagi ganjen m majikan. Itu namanya mimpi ketinggian, gak cocok. Biar gak sampe sakit hati aku bantu buat sadar."

"DELIAAA..!!! STOP BICARA ATAU TURUN DARI MOBIL KU!!" Daffa membentak kesal.

"Lagian mbak nya kenapa, kaya takut amat bersaing sama pembantu? Takut kalah ya mbak?!"

"SEKALI KAMU NGOMONG, AKU TENDANG KAMU KELUAR!!" belum sempat Delia menjawab sindiran ku, Daffa sudah lebih dulu menggertak.

Sampai di kosn Asih, aku membantu memapahnya masih dengan menggendong bayinya turun dari mobil, para tetangga kosan sudah berdatangan begitu melihat kami datang, mereka menunggu Asih ingin melihat bayi mungilnya.

Diantara beberapa orang ku lihat seorang pria berkaos merah memakai topi, menatap kearah kami dan mendekat.

"Arin..!!" panggilnya dan sukses membuat kami semua menoleh kearahnya.

**********🌹🌹🌹🌹🌹**********

Siapa yaaaa cowok ituuu??? Bakal terjadi apa lagi selanjutnya??

Setiap hari Senin - Sabtu ya.

1
⃟ ⃟🐬🅿!💤©€$™_- 🐟
ehekk..ter...ter terbanggg 😂
Hafiz Ghany
Airin jujur aja nape,biar sama-sama enak gitu☺️☺️
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺Idha
koq ini ga up lagi ya .jd ngegantung
𝕸y💞Uʟғᴀ ིྀ༙࿐
waahhhhh dukun cabul itu lagi pakek ajian maleh rupo 🤭🤣🤣coba delia sadar itu yang jamah bukan daffa tapi dukun cabul gimana reaksi nya yaaa😂
𝕸y💞Uʟғᴀ ིྀ༙࿐
kenapa baru sekarang kamu ambil sikap harusnya klo emang ga iyaa gak usah terlanjur nikah sekalian daf bikin repot aja ngurus surat cerai
𝕸y💞Uʟғᴀ ིྀ༙࿐
klo kamu punya skill punya ke ahlian kenapa harus takut ga bisa hidup tanpa harta warisan daffa, orang sukses di lihat dari keuletaanya dalam bekerja dan usaha.
𝕸y💞Uʟғᴀ ིྀ༙࿐
ku kira ayahnya debay yang mau di unboxing rin 🤣🤣
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺Idha
ini koq blm up lgi ya
.
Delia di boongin dukun 🫢
apa reaksi bapak Faisal jumpa dengan mantan istrinya dan apa sebenarnya niat Bu Widya mau jumpa ya
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
wahh yg dteng itu jelmaan pasti..
tp kok zaman dah modern gini masih aja ada hal² yg berbau nganu..
hmm 🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
karena sebuah obsesi, apapun akan dilakukan..
wlopun cara itu diluar nalar sekalipun 🤦‍♀️
aduh Del, km ini wanita masa kini kok percaya hal kek gitu sih 😶
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
tenang aja Fai, dia gak bakal jadiin km pacarnya krna kemungkinan dia sndiri adalah ibu kandung mu..
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
aduhh lagian ngeyel amat pertahanin kandungan mu yg jelas beresiko tinggi..
inget lho, nyawamu sndiri yg jd taruhannya itu..
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
hmm, apa motif Amelia mau nolong Delia??
smua masih abu².. aku nunggu jd merah muda dan biru aja deh 🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
sopo iki Amelia??
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
kok km ngomongnya kek tanda² nganu sih Fai..
km baik² aja kn?!
klo smpe terjadi sesuatu sm km kelak, apa Airin bakal kembali sm Daffa??
hmm, bolak balik dekok w mren ieu mh
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
ehh siapa itu yg kasih kartu nama??
kek nya 11 12 sm Delia..
apa mungkin Rachel yaa??
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
makanya jgn memaksakan kehendak..
jadinya gini kan..
km sndiri yg tersiksa krna jelas² km yg berjuang sndiri
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
tak semudah itu yaa Marimar😒😒😒
km hrus berusaha lebih keras lagi utk mencari Airin dan mendapat maaf darinya..

ehh ini Faisal sakit apa sih..
jgn bilang dia mengidap penyakit berbahaya yg mengancam nyawanya.. halahhh klo kek gitu, bisa jd angin segar buat Daffa..
usnani
gmn reaksi faisal y jk tau...🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!