Rara wijaya wanita yang cerdas, baik hati dan termaksud gadis pemberani. Dia harus menikah dengan Rendy Handoko seorang CEO muda. Pria yang memiliki penampilan yang tampan dan kepribadian yang sombong.
Dari awal pertemuan mereka sudah mengibarkan bendera perang.
Rendy merasa Rara menikahinya karena harta. Oleh karena itu Rendy selalu berkata kasar kepadanya.
Sementara itu Rara yang memiliki kepribadian ceria harus berubah seratus delapan puluh derajat untuk meruntuhkan kesombongan suaminya.
Tidak ada hari tanpa keributan dan kecemburuan di antara pasangan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ylfrna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 29
Satu jam lamanya Rendy duduk di bangku itu. Ia tersadar dari lamunannya. Dan Rendy masih ingin melihat Rara. Ia tidak ingin ini semua hanya menjadi mimpi.
Dan ketika Rendy kembali ke ruangan itu.
Rara sudah tidak ada di sana. Ruangan itu kosong. Bahkan Bu Shireen juga tidak terlihat.
Rendy mencoba mencari Rara mengelilingi rumah sakit itu. Dan kakinya berhenti mencari ketika melihat Rara bersama seorang pria. Ya, Rendy tahu siapa pria itu. Ia adalah Angga. Orang yang pernah Rara ceritakan.
Setengah jam yang lalu Angga datang mengunjungi . kata Mamanya dia adalah teman baik Rara dan mamanya juga memperbolehkan Rara keluar bersama Angga,
Rara dan Angga sedang berjalan-jalan di taman rumah sakit. Angga membantu mendorong kursi roda. Dan Rara mulai menikmati udara yang begitu menyejukkan. Tetapi tidak dengan hati dan pikirannya Hatinya masih memikirkan siapa pria yang memeluknya tadi. Pelukannya terasa menghangatkan.
"Ra..." Panggil Angga
"Rara!" Sambung Angga ketika menyadari Rara terlihat memikirkan sesuatu
"Kenapa?" tanyanya
"Apa kau sakit lagi?" ia melihat wajah khawatirnya
"Nggak!"
"Kalau sakit bilang"
"Iya"
"Angga aku mau di peluk" pintanya ingin memastikan apakah pelukan Angga sama dengan pria itu
"Iya" jawab Angga lalu ia membungkuk kan badannya, Angga memeluk Rara cukup lama dan di dalam pelukannya ia merasakan sedikit perbedaan
"Udah, ayo masuk aku capek" Ajak Rara merasa semuanya belum pantas ia pikirkan
Angga mengantarkan Rara kembali ke ruangan. Dan setelah menunggu beberapa saat, Angga juga berpamitan karena pekerjaannya yang banyak. Rara hanya mengangguk dan kembali mengalihkan pandangannya ke taman rumah sakit ketika Angga sudah pergi. Rara seorang diri dan beberapa menit kemudian Rendy mengintip ia dari celah pintu yang sedikit terbuka.
Sedangkan Angga membawa mobilnya ke rumah Raisa. Ia tidak mengerti kenapa kakinya mengajak untuk menemui Raisa.
Angga keluar dari mobil. Namun, saat itu ia juga melihat Raisa keluar dari rumahnya, Angga bersembunyi di sebuah batang pohon di dekat Rumah Raisa.
"Raisa!" Panggil Adam teman kerjanya Raisa yang cukup dekat dengannya
"Eh Adam ada apa?" Tanya Raisa tidak percaya pria itu mengunjunginya sampai ke rumah
"Hmmm, aku berniat mengajak kau untuk makan bersama?"
"Apa alasan aku harus menerima ajakan kamu?" Tanya Raisa tersenyum simpul dan menoleh ke sekitar rumahnya karena melihat mobil Angga
"Aku dengar kau lagi sendiri!"
"Ya aku sendiri sudah cukup lama, baiklah. Mari kita makan bersama" Sahut Raisa mengeraskan suaranya
Angga yang mendengar itu merasa geram. Dan ketika Raisa mau membuka pintu mobil Adam. Angga sudah lebih dulu mengangkat badan kecil Raisa dan merebahkannya di bahunya yang kuat
"Aku menculik dia dulu!" Ucap Angga ketika Adam ingin melakukan perlawanan, tetapi Adam tahu itu adalah mantan kekasih Raisa
Raisa memberontak tetapi Angga tidak juga menurunkannya.
"Apa? Sudah lama sendiri?" omel Angga
"Hi Raisa kau itu milik aku!" Ucap Angga tatkala sudah menurunkan Raisa yang terlihat cemberut
"Aku bukan barang yang harus di miliki!"
"Kau itu kekasih aku!"
"Kau sudah lupa kalau kau sudah memutuskan aku?" tanya Raisa sedikit kesal
"Wah... Perempuan satu ini selalu mengingat hal-hal yang buruk"
"Ya sampai kapan pun akan aku ingat!" Balas Raisa menyenggol dan pergi meninggalkan Angga
"Rara sudah sadar!" Ucap Angga
"Benaran?" Tanya Raisa membalikkan badannya
Tidak perlu menunggu lama, Angga dan Raisa langsung meluncur ke rumah sakit. Semangat Raisa menggebu-gebu karena ia begitu merindukan sahabatnya.
Namun, ketika mereka membuka pintu kamarnya. Rara sudah menghilang. Rara sudah tidak ada lagi di tempat tidurnya.
Angga dan Raisa saling bertatapan, tidak mungkin ia pulang. Sedangkan barang-barangnya masih ada di sana.
Angga dan Raisa berlarian mencari perawat. Dan ketika para perawat mengetahui itu mereka juga mencari Rara keliling rumah sakit. Satu jam mereka juga tidak menemukan Rara. Angga langsung melihat CCTV rumah sakit dan melihat ia di bawa oleh seorang pria yang menutupi kepalanya dengan topi hitam dan Kacamata hitam.
Angga langsung mengabari keluarga Rara begitu juga keluarga ia langsung menghubungi Pak Harris.
Setengah jam kemudian Pak Adit dan Pak Harris sampai di rumah sakit. Setelah melihat rekaman CCTV itu, mereka semakin yakin kalau Rara di bawa oleh Rendy.