NovelToon NovelToon
Anggun Bidadariku Season 2

Anggun Bidadariku Season 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:374.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Erna Wati

Anggun yang mengira hidupnya sudah bahagia dengan mendapat cinta Adrian,, namun ternyata itu hanya mimpi sesaat baginya. Kenyataan pahit menghempaskannya kembali pada kehancuran dimana Adrian harus terjerat kembali pada wanita di masa lalunya.
Dan kali ini dia harus menghadapi badai yang lebih berat dari sebelumnya. Adrian melayangkan gugatan cerai padanya di saat dia sendiri sudah menanggalkan cintanya pada pria tersebut. Dan disaat yang bersamaan,, muncullah pria yang sebelumnya selalu memberikan dukungan untuknya. Apa yang akan terjadi selanjutnya?? Akankah Anggun memperoleh kebahagiaannya kembali?? Simak kisahnya di "Anggun Bidadariku Season 2"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Pada akhirnya Adrian tetap kembali ke rumahnya meski malam sudah larut bahkan menginjak dini hari. Dan meski ia berusaha untuk tidur malam itu, namun sepertinya percuma karena kedua matanya tidak bisa di ajak kompromi. Pikirannya yang bercabang membelah menjadi dua bagian. Sebagian memikirkan masalahnya dengan Andini, dan sebagian lagi terpecah pada mantan istrinya.

Sungguh, di akui atau tidak, Adrian sangat tidak suka melihat kebersamaan Anggun dan sahabatnya, Dion. Ah, apakah itu berarti dia sedang cemburu? Mungkin saja. Belum lagi desakan sang Ibu. Meski tak langsung, tapi Adrian tau kalau Ibunya berusaha mendekatkan kembali dirinya dengan Anggun. Dan kedua permasalahan ini membuatnya sangat pusing.

Dan pria itu baru bisa tidur setelah jam menunjuk angka 03.30, menjelang waktu subuh. Dan belum sampai satu jam dia tertidur, suara berisik dari ponselnya membangunkan tidur lelapnya. Adrian bangun dengan ogah-ogahan. Matanya yang masih melekat erat tampak enggan untuk terbuka, sehingga hanya tangannya saja yang meraba-raba dimana gerangan ia letakkan ponselnya semalam.

"Hmm....halo...." Suaranya yang tampak malas dan masih dengan posisinya yang berbaring di atas ranjang. Namun itu hanya berlangsung sesaat karena sebuah seruan keras terdengar di telinganya dan membuat ia mau tak mau harus membuka mata.

"I...Ibu...." ucapnya tergagap dan bangun seketika. Matanya mengerjap-ngerjap perlahan.

Adrian diam tak bersuara dan hanya mendengar rentetan panjang dari kalimat yang di ucapkan sang Ibu. "Iya Bu, tapi...." Kalimatnya tak berlanjut karena Ratih memotongnya cepat seakan dia tak mau di bantah. "Baiklah Bu, nanti aku ke sana, tapi ini masih terlalu pagi. Aku bahkan baru saja tidur. Jadi tolong biarkan aku istirahat sejenak " ucapnya dengan berat hati lalu menutup telfon setelah mendengar sedikit omelan dari ibunya.

Adrian mengacak rambutnya frustasi. Pikirannya yang semalam kalut dan belum sembuh, kini bertambah lagi. Ada apa memangnya?

👇

👇

👇

Sekitar pukul setengah enam pagi, Adrian sudah sampai di rumah ayahnya. Pak Sujono yang tengah memberi makan ayam di samping rumah terlihat tertegun mendapati putranya pagi-pagi buta sudah datang. Ada apa lagi dengan anak itu?

Ratih tentunya menyambut putranya dengan senyum lebar. Menyuruhnya segera ke meja makan untuk sarapan bersama. Sementara itu Anggun masih berdiam di kamarnya. Rupanya dia sedang bersiap juga. Dan sekitar pukul enam barulah wanita itu keluar dari kamar dimana di ambang pintu sudah menunggu Dinda dengan setia.

"Eh....kamu, Din?" serunya agak terkejut.

"Aku menunggu mbak Anggun untuk sarapan lo," ujar gadis remaja itu sedikit cengengesan.

"Oh...ya? Sejak tadi berdiri disini? Kenapa gak masuk aja langsung?"

"Ndak ah, takut ganggu mbak Anggun dandan," Dinda menyengir kuda.

"Isshhhh, bisa aja kamu. Ya enggak kali kalau ganggu. Sudahlah, yuk sarapan." Dinda pun mengangguk setuju. Namun belum ada dua langkah mereka berjalan, Dinda tampak menghentikan langkah Anggun. Wanita itu pun berhenti dan memandang Dinda dengan heran.

"Mbak, jangan kaget ya. Hmmmm, di meja makan ada....." Anggun mengerutkan keningnya.

"Siapa?" desaknya.

"Mas.....Rian...." ucap Dinda penuh hati-hati karena takut menyinggung Anggun. Tak ada reaksi apapun yang di tunjukkan Anggun selain kebungkaman.

"Bukankah sejak kemarin kakakmu ada disini? Kenapa aku harus kaget?" ujar Anggun kemudian.

"Eh, sebenarnya semalam mas Rian balik ke rumahnya. Tapi nggak tau kenapa pagi hari ini sudah ada disini lagi," Dinda menjelaskan. Bahkan Anggun sendiri pun tak tahu kalau semalam Adrian memang pulang. Dia berpikir kalau pria itu akan menginap di rumah orang tuanya.

"Ya sudah. Tidak perlu cemas soal apapun. Aku dan Adrian tidak ada permasalahan apa-apa kok. Jadi meski ada kita berdua, jangan khawatir akan terjadi sesuatu yang meributkan." Anggun tersenyum tipis. Dia lalu mengajak Dinda kembali untuk pergi ke ruang makan.

10 menit kemudian.....

Suasana ruang makan tampak mencekam. Yang terdengar hanya dentingan garpu dan sendok pagi itu. Dan saat ini bi Inem membuat nasi goreng telur asin dengan mix vegetable sebagai sarapan untuk mereka.

"Ada perlu apalagi kamu kesini, Le?" Suara Pak Sujono menengahi kesunyian.

Adrian hampir tersedak mendengar pertanyaan tiba-tiba dari ayahnya. "Hmmm, itu...." dia mencoba mencari sebuah alasan yang logis. Karena tak mungkin kalau dia akan mengaku jika dia kesana atas perintah sang Ibu. "Ada barang saya yang ketinggalan, Pak," lanjutnya dengan nada suara senormal mungkin agar tak terkesan mencurigakan. 

"Kenapa sih memangnya, Pak? Ini kan rumah Adrian juga. Terserah dia dong mau kesini kapan saja," Ratih mulai membela sang anak. Di seberang meja, Anggun dan Dinda yang duduk saling berdampingan hanya tertunduk sambil tetap menikmati sarapan mereka.

Pak Sujono menghela napas berat. Meletakkan sendok dan garpunya di atas piring dan mulai meneguk air minumnya. Sepertinya pria itu sudah usai dengan aktifitasnya. Dan pada saat itulah muncul seseorang dari balik pintu.

"Mas Bagas?" Suara Dinda yang lebih dulu mengetahui kedatangan kakaknya. Dan semua mata sontak tertuju pada orang yang di maksud.

"Loh, Le? Kamu?" Ratih melatahi dari belakang. Bagas hanya tersenyum tipis lalu berjalan menuju kedua orang tuanya dan mengucap salam pada mereka. Selanjutnya ia duduk di sebelah Adrian.

"Kamu datang sendiri? Mana anak dan istrimu?" Kini Pak Sujono mulai mendikte.

"Eh, saya ke sini sendiri, Pak." Bagas tak memandang wajah ayahnya. Dan entah kenapa Pak Sujono merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh putra sulungnya itu. "Eh....saya boleh bergabung sarapan kan?" Dia mencoba mengalihkan perhatian.

"Yo mesthi lah, Le. Tunggulah, Ibu akan menyuruh mbok Inem menyiapkan piring lagi." Ratih buru-buru pergi ke dapur.

Dan di sinilah, pandangan Bagas tertumbuk pada Anggun. Wajahnya jelas menunjukkan keterkejutan. "Anggun? Kau disini?"

Anggun hanya tersenyum pahit tanpa berniat menjelaskan yang sebenarnya. Ah, kenapa harus seperti ini? Dua orang yang pernah masuk dalam hidupnya, kini duduk satu meja dengan dirinya. Bagas lalu mengalihkan pandangannya pada adik laki-lakinya. "Kau juga kenapa bisa kebetulan disini? Apakah kalian sedang mengadakan reuni keluarga?" selidiknya dengan pandangan memicing pada Anggun dan Adrian bergantian. "Tidak adakah yang ingin menjelaskan padaku kenapa kalian berdua bisa kebetulan ada disini?"

Semua membeku. Tak ada yang ingin menjawab pertanyaan Bagas tersebut termasuk sang kepala keluarga. Bertepatan dengan itu, Ratih kembali dengan membawa peralatan makan. Menyodorkannya pada Bagas dan menyuruhnya sarapan. Sementara itu Pak Sujono yang sudah selesai lebih dulu, lebih memilih menyingkir dan berjalan perlahan menuju taman belakang. Berdiri mematung sambil memusatkan pandangannya ke depan ke arah perkebunan.

Apa lagi yang akan terjadi? Jangan sampai kedatangan Bagas akan menambah rumitnya permasalahan.

🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺

1
Mom Q
bagus awalnya cma maaf endingnya agak janggal kya blm selesai.
kecuali klo ada bonus nya
Erna Wati: Emang belum karena masih ada yg season 3. "Anggun Bidadariku Ending Story". kalau mau baca di platform sebelah. WP
total 1 replies
abu😻acii
nyimak dulu
Azzuraaa
aku suka tulisan bagus begini, tapi kok yang baca sepi ya? tetep semangat thor
Lili Lintangraya
ditunggu lanjutannya,gmn kehidupan dion&anggun.adrian jg,penasaran kehidupanny selanjutny
Neni Anggraini
angun dh ambil tuh batang emas (Dion).... buang batang kayu (Adrian) bikin dia nyesal lemepas kamu.... 🤣🤣
Yudhiari Denada
kayaknya masih nggantung?
tapi seru c
semua dpt porsinya, Andini & andrian g bersatu,, Andini suka mempermainkan, andrian blm dewasa, cepat kebawa emosi, labil, kasih yg jadii pasangannya, gampang terombang ambing. baca ceritanya yg ending part 1 aja udah jelas hambar rumahtangga nya, cuma main² aja. memang baik anggun sama dion, cuma agak aneh, klo habis kena serangan jantung atau apalah yg keliatan sakit, knp habis ijab kabul gak istirahat aja?
Erna Wati: season 3 ada platform sebelah. sudah end juga kok disana.
total 2 replies
rumah kazuya
end nya koq gak enak amat yaa...
Yulianna Novia
aihhh... kok aku tak puas niiii, lanjut donk
Erna Wati: ada yang season 3 di pf sebelah.
total 1 replies
Nenk Kwr
ceritanya sudah tamat. tapi pelakor andini tidak diceritain dapat karma.
Ar Syaina Syaina
penyesalannn ayoo mendekatlah adrian sdh menunggu,,semoga RSJ,,masih menerima adrian
Ar Syaina Syaina
hmmm adrian terllalu percaya diri,,,,ingat penyesalanmu sdh mulai merapat,,,ayoo thoor semangat critamu baguss jempol yg bnyk utkmu👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👌🏼👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👌🏼👌🏼👌🏼👌🏼👌🏼👌🏼
bunga seroja
👍👍👍👍👍👍👍
Mawar berduri
benar2 cerita yg byk memguras airmata & emosi jiwa dgn tingkah lelaki bagas & adrian. kok bs orgtua mrk yg sgt baik & penuh kasih bs punya 2 anak lelaki yg berengsek bin pecundang🤦‍♀️
Rai Ayi Rohayati
ih jd gemes thuu c andrian, buktikan anggun kau bisa lebih hebat dr pelakor....
Efan Zega
koq dah end sih. aq penasaran dion sakit apa sih. trus bagas gak datang ya kepernikahan anggun
Erna Wati: Ada Anggun season 3
total 1 replies
Efan Zega
loh katanya u gak mencintai anggun rian
Efan Zega
wahhh anggun tambah cantik nih....nyesel u rian
Efan Zega
2 bersaudara sama aja,,,biadab smua
Efan Zega
nyesek bgt lihat nasibmu gun..
dulu bagas dan niken skrg rian dan andini
Efan Zega
sakit banget kelakuan smua keluarga bagas dan rian. kalo mertuanya gak cerita keandini pasti smua gak sekacau ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!