NovelToon NovelToon
Antara Dendam Dan Cinta

Antara Dendam Dan Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Perjodohan / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:161.6k
Nilai: 5
Nama Author: naya siswanto

Hanya karena kesalahan yang dilakukan oleh kakaknya,Jamilah harus rela dihina,diperlakukan dengan tidak baik.

Harus membayar hutang-hutang kakaknya pada seorang bos besar dan sangat berkuasa.

Dapatkah Jamilah melepaskan diri dari belenggu yang merantai hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon naya siswanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ADDC 29

" Apa aku harus meninggalkan pekerjaan ini?" tanya Bramasta.

" Sudah banyak nyawa yang terbuang sia-sia,banyak istri menjadi janda dan anak menjadi yatim.Itu semua karena aku" lirih Bramasta.

" Semua keputusan ada di tanganmu,Bram. Kami sebagai teman hanya bisa mendukungmu" jawab Jack.

" Kami semua akan selalu ada untuk Tuan" kata Seno.

" Tapi,bagaimana dengan mereka yang menggantungkan hidupnya padaku?" Bagaimana nasib mereka jika kita berhenti?" tanya Bramasta.

" Kita masih bisa memperkerjakan mereka di pertambangan milik kita,mereka bisa jadi kuli juga menjadi penjaga keamanan" jawab Jack.

" Kenapa Tuan berniat untuk berhenti?" tanya Seno.

" Aku ingin menjadi orang baik.Aku tidak ingin saat anakku lahir nanti,aku masih bergelut di dunia hitam" jawab Bramasta.

Sudah dua hari dia tidak pulang,pesan singkat yang di kirim oleh Tari tidak satu pun dia balas.Bukan karena tidak peduli pada Jamilah,tapi dia mau menyelesaikan semua urusannya dan saat pulang nanti tidak ada satu pun masalah yang tersisa.

Bramasta sudah bertekad untuk mengakhiri bisnis gelapnya dan meneruskan bisnis yang tidak membahayakan nyawa para anak buahnya.Dia ingin hidup bahagia,bebas pergi kemana saja tanpa bayang-bayang musuh yang setiap saat mengintainya.

" Kumpulkan semua anggota" perintah Bramasta pada Seno.

Seno keluar dari ruangan itu lalu menyuruh seluruh anak buah Bramasta untuk berkumpul.Setelah itu dia kembali masuk untuk menemui Bramasta.

" Semua sudah berkumpul,Tuan" lapor Seno.

Huft...Bramasta menghela nafasnya sambil memandang ke arah Jack.

" Pergilah,akhiri jika kamu ingin mengakhirinya.Kami akan selalu bersamamu" dukung Jack.

Bramasta keluar dari ruangan itu dengan langkah tegap dan terlihat sangat gagah,walau yang sebenarnya terjadi,jauh di dalam lubuk hatinya terdapat kebimbangan.Tapi,dia tetap harus mengakhiri semua ini.Sudah cukup jauh dia melangkah dan kini adalah saat yang tepat untuk berhenti.

Bramasta berdiri tegak di hadapan anak buahnya,yang dia sendiri tidak tau berapa banyak jumlahnya,siapa namanya,yang Bramasta ingat hanya wajah mereka saja.

Bramasta memandangi wajah-wajah anak buahnya dengan sorotan mata yang teduh,tidak seperti biasanya yang selalu menatap dengan tajam dan mata yang menyala.

" Saya tidak tau harus memulai darimana,saya hanya ingin mengucapkan banyak terima kasih pada kalian semua yang sudah setia mengabdi pada saya.Saya rasa sudah waktunya kita berhenti dan keluar dari kegelapan.Saya pribadi mohon maaf pada kalian semua,jika selama ini saya sudah bersikap kejam dan semena-mena."

" Hari ini,saya putuskan untuk berhenti dari bisnis gelap yang kita lakukan.Saya tidak mau ada korban lagi yang berjatuhan,saya tidak mau ada yang meregang nyawa hanya demi merebut kekuasaan.Saya tidak memaksa kalian untuk terus bekerja pada saya,tapi jika ada yang masih ingin bekerja,kalian semua bisa hubungi Jack dan jika kalian ingin berhenti dan memilih untuk mencari Tuan yang baru,Jack akan memberikan hak kalian.Kalian bisa menemuinya besok di benteng" ujar Bramasta mengakhiri perkataannya.

" Kami akan selalu bersamamu Tuan,kami akan selalu mengabdi hingga nafas terakhir" seru anak buah Bramasta.

Bramasta pun membungkukkan tubuhnya membuat semua anak buahnya terkejut.Selama bertahun-tahun mereka mengabdi,ini kali pertama mereka melihat Bramasta membungkukkan badannya pada mereka.Mereka serempak membungkuk saat Bramasta berjalan ke arah mobilnya diiringi oleh Seno.

" Dimana kalian menguburkan jasad Gara?" tanya Bramasta.

" Di antara anak buah kita yang gugur di medan tempur" jawab Seno.

" Apa kalian yakin,kalo yang kalian kuburkan adalah jasad Gara?" tanya Bramasta lagi.

" Yakin Tuan,saya dan Tuan Jack menyaksikan langsung prosesi pemakamannya.Kami tidak mau melakukan kesalahan yang sama seperti kejadian di pulau tempo hari" jawab Seno.

Bramasta menyandarkan tubuh lelahnya,sudah beberapa hari dia tidak bisa tidur baik

" Lebih cepat" pinta Bramasta.

" Baik Tuan"

Seno menambah kecepatan laju mobilnya.Bramasta mencoba untuk memejamkan matanya,bayangan Jamilah yamg tersenyum menyambut kepulangannya pun berputar diangannya.Tapi,itu tidak mungkin terjadi,karena saat mereka tiba di rumah,jam menunjuk ke arah pukul dua,itu tandanya Jamilah sudah terbang ke alam mimpi.

" Kalian istirahatlah,pulihkan tenaga kalian" titah Bramasta sebelum masuk ke rumahnya.

" Baik Tuan" sahut Seno dan teman-temannya.

Bramasta melangkahkan kakinya menuju ke rumahnya.

" Mas" Jamilah berlari kecil menyambut kedatangan suaminya.

Hati Bramasta pun berbunga-bunga,angannya tercapai.Istri yang sangat di rindukannya kini hadir di depan mata,menyambutnya dengan senyuman hangat yang penuh kerinduan.

" Sayang,kenapa masih melek jam segini?" tanya Bramasta lalu menggendong Jamilah ala bridal style.

" Aku tidak bisa tidur,aku memikirkan mas terus.Aku khawatir" jawab Jamilah sambil mengelus pipi Bramasta.

Bramasta merebahkan tubuh Jamilah di kasur," Mas mandi dulu ya,baru setelah itu kita tidur.Mas capek banget" ujar Bramasta.

" Oke" balas Jamilah sambil menyatukan ibu jari dan telunjuknya.

Bramasta masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket.Setelah mandi dan memakai celana pendek saja,Bramasta naik ke kasur dan berbaring di samping Jamilah.

" Tidurlah,besok baru kita saling bertukar cerita" ujar Bramasta yang sudah sangat mengantuk.

Wajah ceria Jamilah berubah masam,tapi Bramasta tidak sempat melihatnya karena dia sudah tertidur.Mau tidak mau Jamilah pun menyusul Bramasta,menyelami mimpi indahnya.

Pagi harinya,

Matahari sudah tinggi sepenggalah,sinarnya menerobos masuk melalui celah-celah tirai hingga menyilaukan mata Bramasta.Bramasta mengerjapkan matanya berkali-kali,lalu melihat ke sekeliling.Kamar kosong,jamilah tidak ada di sampingnya.

Bramasta turun dari kasur lalu keluar dari kamarnya,Bramasta berdiri di pagar pembatas lalu melihat ke lantai bawah.

" Sayang" panggilnya.

Salah satu pelayan datang tergopoh-gopoh," Nona sedang bersama Tuan besar di ruang baca,Tuan" ujar Pelayan itu sambil mendongkak.

" Pukul berapa sekarang?" tanya Bramasta.

" pukul satu siang,Tuan" jawab pelayan itu lagi.

Bramasta kembali masuk ke dalam kamar,lalu mengambil kimono miliknya.Bramasta memakai kimono itu sambil berjalan menuju kearah ruang baca.Dari balik dinding kaca,Bramasta bisa melihat Jamilah sedang terlibat pembicaraan ringan dengan Papanya.Jamilah terlihat tertawa lepas hingga matanya yang sipit tertutup sempurna.

" Sayang" panggil Bramasta.

Jamilah yang posisi duduknya membelakangi Bramasta pun menoleh seraya tersenyum." Mas, kamu sudah bangun" ujar Jamilah.

" Sudah lama datang,Pa?" tanya Bramasta lalu duduk di samping Jamilah.

" Belum terlalu lama.Kebetulan papa lewat daerah sini,lalu papa mengajak Pras untuk mampir" jawab Tuan Farhan.

" Kenapa tidak membangunkan aku,sayang?" tanya Bramasta.

" Tidur mas nyenyak sekali,aku tahu mas sangat lelah.Jadi,aku tidak tega membangunkanmu dari tidur yang pules itu" jawab Jamilah.

Bramasta menarik lembut kepala Jamilah lalu mengecupnya.

" Aku tidak salah menyuruh Bram untuk menikahi Jamilah.Harapanku terkabul,Jamilah sudah berhasil merubah sikap dingin Bramasta.Jamilah juga sudah berhasil menyingkirkan dendam yang ada dan merubahnya menjadi cinta." gumam Tuan Farhan dalam hati.Dia turut bahagia melihat kebahagiaan anak dan menantunya.

1
Anita Juwita
/Good/
Sahiroh
ceritanya ok
Iges Satria
aku suka 😀😀
naya siswanto: terima kasih🙏🥰
total 1 replies
Patrick Khan
.lanjut kesini kak😁
naya siswanto: semoga suka ya,
cerita yang ini bagiku sgt memalukan😅
total 1 replies
Sedang Sibuk
Yah kok wanitanya lumpuh kak 😭 Jangan begitu dong kak nay 🤧 Tapi enak juga sih bakalan di gendong pasti kemana² 🤣🤣
Sedang Sibuk: Bramasta be like : Tak gendong kemana²
total 2 replies
Patrish
mbok Parmi dan pak Parjo cerdas banget... 👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽❤❤❤❤
Patrish
hukuman ya.... 🤭🤭
Patrish
👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽
Patrish
Jamilah:"ya aku tidak tahu.. karena aku datang dadakan.. "😩😩
Patrish
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Patrish
YEZ!!!!!!
Patrish
mati sama Bramastya..??? 🤔🤔🤔🤔
Patrish
yen berani ngomongnya yang keras Jack... 😄😄😄
Patrish
baru buka... ❤
Sedang Sibuk
Uhuk, Cinta gak tuh?? Ngomong kok pas orangnya koma, Lah ngomong pas dia sadar dong Bram 🤭
Sedang Sibuk
Cie, Pengen mati kok sebut sebut nama Bramasta 🤭 Ya gak jadi matilah 🤣🤣
Sedang Sibuk
Cewe pun ngelawak, Kimbek 🤣🤣
naya siswanto: siapa tau aja kena sensor dek🤣🤣🤣
total 3 replies
Sedang Sibuk
Astaga, Scene ini bikin sakit perut 🤣🤣 Ya allah ngakak anjaayy, Bawahan tukang lawak, Atasan lebih lawak 🤣
Sedang Sibuk: Ho'oh, Bener itu 🤣🤣
total 6 replies
Sedang Sibuk
Ya allah ngakak 🤣🤣🤣
Sedang Sibuk
Apa lagi sih parjo ini 🤣🤣Mala Ikutan ngelawak 🤣 Awokawok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!