Aderson yang sering dipanggil Derson adalah laki-laki yang sangat kejam, suka kekerasan dan juga sangat membenci yang namanya perempuan.
Olivia yang kerap disebut Via datang kekehidupan Derson, Via mampu mengobrak abrik hati Aderson yang dingin dan sangat susah untuk dijangkau.
Jangan lupa dukung karya ini dengan tinggalkam jejak kalian ya, cukup dengan like, komen, vote, kasih hadiah mawarnya.
Terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linasolin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
🌛🌛🌛
"Ide seperti apa yang kamu maksud?" Tanya Derson mulai merasa ada jalan keluar.
"Aku harap kamu setuju dengan ide ku, rencananya aku mau buat markas satu lagi yang menjadi markas utama kita, dan ini hanya orang2 terpercaya yang akan kita pekerjakan disana, tapi markas yang kemaren diserang para musuh tetap kita pakai untuk beroperasi, dan tujuan utama kita mengalihkan para musuh".
"Baiklah akan aku pertimbangkan lagi, tapi sebelum itu kamu cari tempat yang paling aman, aku tidak mau kejadian kemaren terulang lagi dimarkas kita yang baru" ucap Derson.
"Baiklah aku mengerti, apa masih ada yang perlu dibahas?" tanya James to the poin.
"Tidak ada kamu pergilah istirahat supaya lebih cemerlang otakmu saat bekerja nanti siang" ejek Derson sengaja menekankan kata otak.
Derson juga mulai melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan berjalan terus menuju balkon, ternyata langkah kaki Derson tidak berhenti disana Derson membuka pintu satu lagi untuk memasuki kolam berenang milik pribadi Derson.
Sebelum berenang Derson menangkalkan baju yang melekat ditubuhnya hingga tersisa c*lana dalam, karena tidak terbiasa dengan pakaian seperti itu Derson kembali melangkah menuju lemari kecil yang ada disamping kolam renang, untuk mengambil boxer yang menjadi favoritnya saat berenang.
Diarea kolam renang milik Derson ada sebuah kursi yang terbuat dari kayu yang dulapisi oleh busa yang tebal untuk bersantai sesudah atau sebelum berenang.
Tidak menunggu lama Derson langsung menceburkan badannya kekolam berenang dan mulai berenang dari ujung ke ujung lagi, saat asik dalam berenang derson tidak sadar ternyata dia sudah 1jam lebih didalam kolam renang.
Dengan gagahnya Derson keluar dari dalam kolam renang, terlihat sangat seksi, dan juga tampan, Derson kemudian mengambil handuk dari lemari dan memakainya lalu melihat jam dipergelangan tangannya sudah jam 10 pagi.
"Lama sekali anak itu pulang padahal sudah aku ingatkan cepat pulang" batin Derson sambil mengambil hpnya lalu menghubungi Via.
"Via kenapa belum pulang?" tanya Derson saat Via sudah mengangkat telefonnya.
"Ini aku mau pulang, tapi mau mampir ke mall dulu" jawab Via dari seberang telfon.
"Ngapain?".
"Mau beli sesuatu".
"Kan ada namanya yang mau beli apa".
"Mau beli soft*k, puas kamu" jawab Via kesal.
"Nanti pelayan aja yang membeli sekarang kamu pulang".
"Iya bawel".
Klik.... Via langsung mematikan telfon secara sepihak merasa kesal dengan ucapan Derson yang selalu menyuruhnya sesuka hati.
"Buk kita nggak jadi ke mall beli baju tadi, soalnya beruang kutub sudah menelfon katanya harus cepat pulang" ucap Via pada Chloe dengan lemas.
"Nggak usah lemas gitu non kapan-kapan kita ke mall" ucap Chloe menyemangati Via.
"Yaudah buk kita pulang saja" jawab Via sambil mengambil tasnya dari meja kasir hendak pergi dari sana, tapi langkah Via berhenti kala melihat Mawar beserta suaminy Alfi datang kesana.
"Via kamu sudah datang, setiap hari ibu menunggu mu disini" ucap Mawar bahagia lalu memeluk tubuh Via dengan kuat. Via yang heran dengan sikap Mawar hanya bisa diam dan menerima pelukan Mawar dengan pasrah.
"Ada apa bu kok sampe nungguin Via tiap hari kesini?" tanya Via heran.
"Mulai hari panggil Mama saja sayang, Mama ini mertua kamu" ucap Mawar terharu.
"Maksudnya bagaimana Via tidak mengerti bu" ucap Via sambil membawa Mawar duduk dikursi yang kosong.
"Begini sayang, suami kamu bermama Aderson dan adik ipar kamu bernama Lily itu anak mama, tapi karena ada masalah dimasa lalu membuat Aderson membenci mama, setiap mama menemuinya dia tidak pernah menganggap saya mamanya" ucap Mawar sedih sambil menghapus air mata yang mengalir dipipinya.
"Owhh jadi ibu adalah mama Derson" Via hanya bisa manggut-manggut.
"Mama mau kamu bantu Mama membujuk derson supaya mau berbicara dengan Mama" ucap Mawar dengan sedih.
"Ma Via tidak bisa melakukannya, hubungan kami tidaklah seperti yang mama kira, Via sama Derson bukanlah sepasang suami istri pada umumnya, Derson menikahi saya karena desakan Lily".
"Mama yakin kamu pasti bisa sayang, semuanya mama serahkan padamu dan Mama akan menunggi kapan waktu itu akan tiba" Mawar memberikan kepercayaannya kepada via walau hasilnya 50% kebawah.
"Mama yang sabar ya, Mama mau pesan apa biar via buatkan soalnya Via bentar lagi mau pulang kerumah".
"Mama hari ini nggak mau pesan makanan, kamu pergilah duluan nanti zderson marah padamu".
"Baiklah Ma, Via pergi dulu ya, mari pak" ucap Via sopan kepada mertuanya itu. lalu berjalan meninggalkan rumah makan sederhana itu menuju ojek online yang telah ia pesan.
Akibat lama berbincang-bincang dengan mawar Via baru sampai dirumah pukul 12 siang, Via dan Chloe memasuki rumah yang sangat besar itu, keduanya berjalan menuju kamar masing-masing.
Saat Via hendak membuka pintu kamarnya suara bariton laki-laki itu menghentikan gerakannya.
"Kenapa baru pulang? ini sudah jam 12 siang. tadi aku telfon masih jam 10, apa perjalanan dari rumah makan itu 2 jam kerumah ini? tanya Derson sambil berjalan kearah Via berdiri.
"Kebetulan tadi saat aku dan bu Chloe mau berangkat pulang mama mawar datang" jawab Via dengan jujur.
"Sejak kapan dia jadi mama mu, apa kamu anaknya atau anaknya jadi suamimu? nggak kan jadi jangan panggil dia mama".
"Bukankah mama Mawar itu mama kamu? dan mama Mawar yang menyuruhnya untuk memanggilnya mama" jawab Via lagi.
"Dia bukan mama ku, aku tidak punya mama aku hanya punya ayah yang sudah meninggal dunia" jawab Derson dengan rahang yang mengeras. Via yang tau betul kalau Derson mulai marah hanya bisa diam dan mengajak Derson masuk kedalam kamar.
"Yaudah terserah padamu saja, ayok masuk dulu aku ingin istirahat siap mandi" ucap Via melangkahkan kakinya masuk kedalam, dan setelah meletakkan tasnya Via mengambil baju dari lemari untuk ia pakai siap mandi.
Derson yang tidak mau membuat Via menangis lagi kalai sampai ia membentaknya mencoba menahan amarahnya, Derson mengikuti langkah Via kedalam kamar dan mendudukan dirinya diatas sofa yang baru itu.
Saat via sudah selesai dengan ritual mandinya, Via keluar dengan baju rumahan yang hanya menutupi badannya sampai kelutut. Via heran saat Derson duduk diatas sofa dengan memejamkan matanya.
"Sejak kapan disini ada sofa?".
"Baru tadi pagi" jawab Derson tanpa membuka matanya.
"Untuk apa?".
"Selain untuk diduduki, untuk apalagi?" tanya Derson kesal.
"Maksudku untuk apa ada sofa disini ada kasur aja aku sudah syukur" ucap Via menjatuhkan bokongnya disamping Derson.
"Karena aku bakal sering datang kekamar ini, jadi ini khusus untukku. kalau kamu tidak mau duduk sana duduk dikasur aja kalau nggak duduk dikursi depan meja rias aja" kesal Derson saat Via banyak bertanya hal sepele kepadanya.
Derson kembali menarik tangan via saat Via berdiri dari sofa hingga Via terjatuh diatas panggkuan Derson.
🌛🌛🌛
jangan lupa tinggalkan jejak ya makasih