Charlotte Mikaela Vanhoiren, yang ditetapkan sebagai Ratu dari Kaisar Vanhoiren ke-XX, dieksekusi gantung oleh Kaisar yang adalah suaminya sendiri dan dicap sebagai pengkhianat.
Saat berpikir tidak ada lagi kesempatan bagi Charlotte untuk membalaskan dendamnya, dia malah kembali ke saat di mana dia belum menjadi seorang Ratu.
Season 2:
Setelah Charlotte berhasil naik takhta menjadi seorang Kaisarina Vanhoiren I, Charlotte pun memulai rencananya untuk menyatukan keempat wilayah, termasuk Vanhoiren.
Selain itu, Charlotte juga harus mencari cara untuk menyatukan hubungannya bersama dengan Lucas. Berhasilkah Charlotte menggapai rencananya? Apakah Charlotte dan Lucas bisa bersama?
Rilis : Dua hari sekali (Sesuai kondisi author)
Cerita original Nojaelin
Cover The Second Life hanyalah visualisasi dan bukan milik Nojaelin
Kata per Chapter (kecuali Prolog dan Epilog) : 1000 - 1
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nojaelin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
XXVIII - Anak Marquess
Lucas akhirnya pamit pulang dan meninggalkanku sendirian di kamarku. Menangis membuatku menjadi sedikit lega. Aku menyimpan sapu tangan Lucas di dalam laci. Aroma sapu tangan itu sama seperti pemiliknya. Sedikit ada bau lavender yang samar.
Pintu kamarku diketuk dan Holly pun masuk. Aku tahu jika dia telah menemukan kesatria yang kuminta dan hendak memberitahukannya padaku.
“Maaf mengganggu Anda, Nona Winston. Saya telah membawa ksatria terbaik dari Kamp Kesatria Kekaisaran,” kata Holly.
“Baiklah, ayo kita lihat kesatria itu,” ucapku seraya beranjak dari kamar dan mengikuti Holly turun ke bawah.
Dari atas aku bisa melihat laki-laki berbadan tegap berdiri membelakangi tangga yang kami turuni. Saat mendengar bunyi langkah kaki, laki-laki itu menoleh padaku dan tersenyum. Wajahnya terasa tidak asing di ingatanku. Mata ungu yang senada dengan warna rambutnya.
“Ini orangnya, Nona Winston,” kata Holly.
“Wah, jadi ini pasangan Yang Mulia Putra Mahkota ...,” ucap laki-laki itu lalu kemudian menunduk untuk memberikan salam. “Perkenalkan Nona, aku Hendery Dylan Franklin.”
Oh, salah satu anak Marquess Franklin.
Aku tidak begitu dekat dengan mereka dulu. Idris tidak membiarkanku bicara dengan mereka. Apa jadinya sekarang jika aku sendiri yang membuka pintu istana lebar-lebar untuknya? Mungkinkah Idris akan marah besar?
“Apakah Anda sudah tahu apa yang kuinginkan, Tuan Franklin?”
“Benar, Nona Winston. Aku dengar jika Nona membutuhkan ksatria untuk latihan pedang. Aku jadi tertarik dan mengajukan diri,” ungkap Hendery. “Apa Nona tidak keberatan jika kita bicara lebih banyak lagi?”
Aku menatap Holly. “Bawakan teh untuk aku dan Tuan Franklin ke ruang tamu.” Lalu pandanganku beralih pada Hendery. “Silahkan ikuti saya.” Kulangkahkan kakiku menuju ruang tamu Istana Perunggu dengan diikuti oleh Hendery.
Kami masuk dan duduk saling berhadapan untuk bicara lebih jauh lagi. Usai Holly memberikan teh untuk kami, Hendery pun mulai bicara.
“Kabar tentang penyerangan Salamander Raksasa di hutan Beck mulai terdengar sampai ke telinga rakyat Vanhoiren.” Hendery menatapku. “Apakah karena pernah terlibat bahaya, Nona Winston jadi ingin mendalami pedang?”
Aku tersenyum. “Tuan Franklin, saya hanya ingin mendengar tanggapanmu tentang permohonanku. Bukan mendengar topik di luarnya.”
“Aku pikir Nona Winston adalah tipe wanita yang pendiam. Bayanganku berbeda dari yang diceritakan Ibuku,” kata Hendery.
Tak!
Aku meletakkan cangkir tehku dengan kasar. “Jika Anda kemari hanya ingin berkomentar tentang saya, lebih baik Anda pergi sekarang juga.”
“Ya ampun, Nona Winston. Aku ke sini tentu saja karena bersedia menjadi lawanmu,” kata Hendery.
Aku pun berdiri dan menghela napas. “Tunggulah di halaman belakang, saya akan mengganti pakaian.”
“Baiklah, Nona Winston. Dengan senang hati aku akan menunggumu.” Smirk di bibir Hendery memuakkan.
Jika aku tidak menerimanya, aku akan kehilangan orang yang memiliki potensi baik sepertinya. Tingkah menyebalkannya pasti menurun dari Ibunya, Marchioness Franklin.
*
Aku sudah memakai kemeja dan celana latihan pedangku. Di halaman belakang istana, Hendery sudah berdiri di tengah-tengah halaman. Aku tidak bicara apapun dan mendekatinya.
Kuregangkan sedikit tubuhku agar tidak kaku. Hendery menatapku. Dia lalu mengeluarkan pedangnya dan tersenyum.
“Bisa kita mulai, Nona Winston?” tanya Hendery.
Aku ikut mengeluarkan pedangku. “Ya, jangan menahan diri.”
Dia maju duluan dan mengayunkan pedangnya ke arahku. Aku menghindar ke belakang dan mengarahkan pedangku pada lehernya. Semua gerakanku terbaca olehnya. Bunyi pedang yang saling beradu memekakkan telinga. Aura pembunuhnya amat terasa.
Hendery serius.
Aku melompat ke belakang saat Hendery hendak menusukkan pedangnya ke perutku. Kulihat dia tersenyum meremehkanku. Ah, dia berusaha membuatku marah agar konsentrasiku terganggu dan kalah.
Itu tidak berguna. Aku sudah biasa dipermalukan lebih dari ini.
Tapi yang namanya kesatria terlatih dari kecil bukanlah orang yang bisa kutandingi. Aku kalah ketika pedangku terlepas dari tanganku sendiri.
“Nona Winston lumayan juga,” kata Hendery. “Tapi kurang berpengalaman dalam pertarungan satu lawan satu. Sebelumnya, siapa yang mengajari Nona?”
Aku mengambil pedangku yang jatuh dan memasukkannya kembali ke dalam sarungnya. “Tangan kanan Ayah saya yang mengajari saya.” Dan juga Lucas.
“Pasti dia tidak ingin Nona terluka. Dilihat dari performa Nona sekarang pun, Nona dilatih dengan cara lembek.”
“Benarkah?” Aku menatapnya.
“Apakah Nona bersedia jika kulatih dengan pengalamanku selama jadi seorang murid?” tanya Hendery.
Tidak ada jalan untuk kembali. “Ya, kita bisa berlatih di sini setiap hari.”
“Dan mengenai bayarannya, aku punya permintaan.” Hendery mendekatiku. “Aku harap jika Nona Winston mempertimbangkan diriku menjadi kesatria pribadi Nona saat naik takhta nanti.”
Jadi itu tujuannya?
Jadi kesatria pribadi berarti mendapatkan imbalan yang besar. Apa dia punya tujuan tertentu menyangkut kekuasaan?
“Itu adalah kuasa Yang Mulia Putra Mahkota nantinya. Saya tidak bisa memilih kesatria pribadi sendiri tanpa campur tangannya,” kataku. Dulu aku tidak mendapatkan kesatria pribadi karena Idris mengatakan jika Prajurit Kekaisaran sudah cukup untuk menjagaku. “Apa Anda punya tujuan tertentu?”
Hendery mengusap leher belakangnya. “Nona Winston tahu sendiri jika menjadi kesatria seorang Ratu adalah pekerjaan paling terpandang di Vanhoiren.” Dia menatapku. “Dan untuk itulah aku ingin menjadi kesatria Nona Winston nantinya agar bisa mengalahkan Kakakku.”
“Tuan Franklin, sebenarnya saya belum mempercayai Anda seratus persen karena tingkah Anda sebelumnya,” ujarku jujur. “Saya juga tidak yakin jika Tuan Franklin menginginkan posisi sebagai kesatria pribadi seorang Ratu dengan alasan kekanakan seperti itu.”
“Kekanakan?”
“Bersikap kompetitif pada Kakak Tuan Franklin sendiri. Apakah karena Tuan Franklin ingin posisi Marquess yang selanjutnya menjadi milik Tuan?” tanyaku dengan menatapnya tajam.
Raut wajah Hendery menggelap. Sepertinya aku benar soal hal itu. Hendery sebenarnya bukanlah orang yang baik dan bukan juga orang yang jahat. Apakah aku akan baik-baik saja berada di sekitar Hendery?
“Jika Tuan Franklin memang menginginkan hal itu, saya bisa dengan mudah meminta Yang Mulia Putra Mahkota memasukkan Tuan Franklin ke dalam daftar orang pilihan untuk dijadikan kesatria pribadi saya,” kataku. Lalu aku mendekatinya dan menatapnya tajam. “Tapi ... jika Tuan Franklin berbuat sesuatu yang mencurigakan dan membuat saya dalam masalah. Saya tidak bisa berbuat baik lagi.”
“Tidak, Nona Winston.”
Aku tersenyum. “Kalau begitu, saya akan menunggu Tuan Franklin besok di sini untuk melatih saya.”
“Baiklah, Nona Winston. Kalau begitu kita sepakat, oke?”
“Sepakat.”
Kami pun berjabat tangan. Tanda setuju pada semua hal yang telah disepakati sebelumnya.
Hendery pergi meninggalkan Istana Perunggu dengan perasaan bahagia. Aku melihat kepergiannya bersama Holly. Laki-laki yang haus kekuasaan itu sebentar lagi akan kubuat berada di pihakku.
“Siapkan kertas dan pena di kamarku. Aku ingin mengirim surat ke Kediamanku,” perintahku pada Holly.
“Baik, Nona Winston.”
Aku pun masuk ke dalam kamarku dan menunggu Holly. Aku harus menemui Jayden dan meminta beberapa informan terbaiknya.