Aaron Bradley, seorang pekerja konstruksi di Kota New York, mendapati keluarganya tewas terbunuh saat ia kembali bekerja. Tidak hanya sampai di situ, ia juga tertangkap tangan sedang memegang sebuah pistol yang menjadi senjata pembunuhnya.
Ia harus membuktikan dirinya tidak bersalah dengan mencari pembunuh sebenarnya. Selain itu, dendam di hatinya yang begitu besar membawanya pada liku liku kejahatan di Kota New York. Kehidupannya yang bahagia berubah 180 derajat karena ia sudah kehilangan semuanya.
Apakah ia bisa menemukan pembunuh sebenarnya? Hanya waktu yang akan menjawabnya.
Kisah ini mengandung sedikit adegan kekerasan dan juga action.
Salam,
PimCherry
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PimCherry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
APA KAMU SIAP?
"Apa kamu tidak ingin bekerja?"
"Dad, biarkan Kak Edward yang bekerja. Bukankah perusahaan itu akan menjadi milikku pada akhirnya."
"Tapi kamu juga harus tahu bagaimana perusahaan itu berjalan."
"Ahhh, Dad. Apa aku tidak bisa menikmati hidupku? Kak Edward yang mengerjakan dan aku menikmati hasil. Bukankah itu cukup adil?"
"Andrew!!" teriak Pierre.
"Apa? Apa Daddy mau mulai menceramahiku lagi dengan semua hal yang berhubungan dengan perusahaan? Atau mau membanding-bandingkan diriku dengan Kak Edward?"
"Daddy hanya ingin kamu belajar mengelola perusahaan. Edward hanya akan memegang perusahaan itu paling lama 3 tahun lagi. Kalau kamu sudah siap sebelum itu, kamu bisa mengambil alih."
"Mengapa wajah Daddy seperti tidak rela jika perusahaan itu diberikan padaku? Apa menurut Daddy aku tidak layak?"
"Kamu layak, sayang. Bahkan sangat layak. Momny sendiri yang akan memastikan perusahaan itu akan menjadi milikmu, seperti yang dijanjikan Daddymu pada Mommy," Sarah menghampiri ruang duduk dimana suami dan anaknya berada.
"Tapi sepertinya Daddy tidak menganggapku seperti itu. Daddy tenang saja, aku pasti akan menghasilkan uang jauh lebih banyak dari yang Kak Edward hasilkan. Apa Daddy tidak lihat bagaimana Kak Edward sekarang? Investor pergi meninggalkannya karena ia tidak punya kemampuan untuk mengelola perusahaan."
"Cukup Andrew!!" Pierre akhirnya meninggalkan ruang keluarga menuju ruang kerjanya. Ia tak ingin meneruskan perdebatan mereka yang pasti tidak akan ada habisnya.
"Mommy lihat sendiri bagaimana Daddy kan?"
"Tenang saja, sayang. Mommy pasti akan menyingkirkan wanita itu beserta anaknya dan kamu yang akan menjadi satu satunya pewaris perusahaan MonPro."
"Aku ingin bersenang senang, Mom. Sebenarnya perusahaan itu membuat kepalaku pusing."
"Andrew, perusahaan itu adalah masa depanmu, masa depan kita. Perusahaan Grandpa sedang dalam masalah dan kita harus segera mendapatkan MonPro. Mungkin benar kamu harus mulai bekerja di sana untuk belajar dan perlahan mengambil alih semuanya."
"Mom! Aku hanya perlu uang! Biarlah kak Edward yang bekerja, tapi akulah pemiliknya."
"Kamu akan mendapatkan uang jika kamu menjadi pemilik yang sah dari MonPro. Kamu bisa menghasilkan uang dari semua penjualan produk dan jasa yang kita tawarkan."
Dan aku akan menjualnya jika perusahaan itu sudah berada dalam genggamanku. Aku bisa bersenang senang tanpa harus pusing memikirkan perusahaan.
*****
"Aaron, kamu periksa laporan ini. Aku sudah berkali kali memeriksanya dan aku tidak menemukan posisi kesalahannya. Angka angka yang berada di sana terlihat baik, tapi kenapa seperti tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya."
"Baiklah, aku akan memeriksanya," Aaron meraih 1 map laporan keuangan yang diberikan oleh Edward dan berjalan keluar.
"Ar, apa kamu tidak mau pulang?" tanya Regina sambil melihat ke arah jam di tangannya.
"Aku akan memeriksa ini sebentar. Lagi pula Tuan Edward belum pulang, tidak etis rasanya jika aku pulang terlebih dulu."
"Apa aku bisa membantumu?"
"Tidak perlu, Gin. Kamu pulanglah, tidak aman seorang wanita pulang terlalu malam."
"Kan ada kamu yang bisa mengantarku," ucap Regina sambil tersenyum.
"Aku tidak memiliki kendaraan untuk mengantarmu. Baiklah, aku akan memeriksa ini dulu. Sampai jumpa besok," ucap Aaron sambil berlalu menuju ruangannya.
Ar, kenapa sejak dulu kamu tidak pernah melihat ke arahku. Bahkan dulu kamu memilih Mia dibanding aku. Tapi aku yakin kamu pasti akan melihatku karena sekarang tidak ada Mia di antara kita.
*****
"Puaskan aku sekarang, Luis."
"Aku harus pergi dan menemui seseorang," ucap Luis.
"Apa sekarang kamu ingin membantahku?"
"Tapi ini penting, aku tidak mungkin bersamamu sekarang."
"Jika kamu melangkahkan kaki keluar, maka aku akan memastikan kamu juga akan ditendang keluar dari MonPro. Apa kamu siap?"
Sialll!!! wanita ini semakin lama semakin egois dan mementingkan kepuasannya saja.
"Baiklah. Tapi aku tidak bisa lama lama. Aku benar benar harus pergi."
"Aku ingin kepuasan, Luis. Kamu tahu kan berapa ronde harus kamu berikan agar aku puas?"
Luis menahan amarah di dalam dirinya. Kenapa sekarang ia merasa seperti sedang diinjak injak.
"Tapi kamu tahu kan berapa bayaran yang harus kamu berikan?" tanya Luis.
"Tentu saja. Aku sudah menyiapkan cek di meja itu, dan juga bonus untukmu. Aku juga akan memintamu mengerjakan sesuatu untukku."
"Tenang ... aku akan membayarmu besar jika semua berhasil," lanjut Sarah sambil tersenyum tipis namun penuh makna.
"Baiklah. Mari kita mulai kalau begitu."
*****
**LIKE, COMMENT, FAVOURITE, BINTANG 5, VOTE
luph,
PimCherry**