Menceritakan tentang perjuangan wanita untuk menahlukan hati seorang Pria dingin dan pendiam, cerita ini berbau humor yang bisa membuat para pembaca cekikikan, tetapi juga ada beberapa part yang bikin naik darah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
" Tania!!" Rayhan merasa bersalah karena sudah lancang mencium Tania.
Rayhan mundur beberapa langkah melepas rengkuhannya.
Tania menatap bingung Rayhan yang menyingkir tiba-tiba.
" maaf aku, aku, aku tadi aku..
Tania tertawa melihat Rayhan yang gugup begitu.
Tania kembali duduk manis, meraih cangkir tehnya dengan santai seperti tak terjadi apa-apa sebelumnya.
Rayhan menatap Tania lurus, melihat Tania yang biasa saja membuatnya emosi.
"apa itu?? kenapa wanita itu tak bereaksi apapun?? aku disini setengah mati menahan malu, dia... kenapa dia tampak biasa saja??"
" mas Ray minum lah!! tehnya hampir dingin!!" ucap Tania
Rayhan menipiskan bibir merasa telah salah menyukai Tania, Rayhan berfikir Tania wanita yang sudah biasa melakukan kontak fisik dengan pria, terbukti bahwa Tania Merasa biasa saja setelah Rayhan menciumnya, berbeda dengan Rayhan . karena Rayhan baru pertama kalinya mencium wanita, pengalaman ini membuat Rayhan panas dingin dan juga menimbulkan debaran jantung yang tidak biasa.
tanpa Rayhan tau, sesungguhnya Tania pun tak beda jauh dengan nya, hati Tania bergemuruh, tubuhnya terasa panas, ciuman Rayhan bak sengatan listrik yang membuat tubuh Tania mati rasa, tetapi karena tak ingin Rayhan tau Tania mencoba biasa saja, toh efek nya membuat Tania merasa bahagia juga.
Rayhan mengelap bibirnya kasar dengan lengannya, dengan gemuruh hatinya Rayhan kembali duduk di hadapan Tania.
Tania mencuri pandang ke arah Rayhan yang tampak bad mood.
" mas Ray kenapa??" tanya Tania blak-blakan.
Rayhan hanya menatap sekilas
Tania menjangkau tangan lelaki itu, tetapi Rayhan menolak sentuhan Tania.
" harusnya aku tak menahan mu pergi!!" ucap Rayhan tiba-tiba.
Tania yang tadi hendak mengatakan permohonan nya jadi ragu, jemari Tania saling meremas di atas meja.
Rayhan yang melihat itu sedikit merasa bersalah, ketenangan Tania setelah mereka berciuman membuat otaknya kacau balau, Rayhan jadi berfikiran yang tidak-tidak pada Tania
" kau ingin mengatakan sesuatu??"
Tania menggigit bibirnya karena ragu
Tania meresapi perasaan nyaman yang melingkupi hatinya saat Rayhan menciumnya ingin mengajukan permintaan pada Rayhan, tapi melihat tatapan Rayhan padanya Tania jadi ragu.
sebenarnya bukan karena takut, tetapi Tania tidak mau Rayhan ilfill padanya nanti.
" sudahlah!!" Rayhan mengibaskan tangannya.
" mas' Ray mau ngak jadi calon suami ku??"
mata Rayhan melebar, raut wajah Rayhan menampakkan kebingungan dan rasa tidak percaya yang kental, berbagai pertanyaan saling tumpang tindih di benaknya.
" berhentilah berbicara konyol Tania!!" interupsi Rayhan.
tetapi Rayhan menatap wajah Tania yang terlihat sangat serius.
" tolong jangan bercanda Tania!!"
" aku tidak sedang bercanda mas Ray, Jujur aku bingung dengan perasaanku, awalnya aku tidak percaya kata jatuh cinta, tapi setelah tadi apa yang kita lakukan, aku merasakan apa yang sering rekan ku ceritakan, debaran dada, rasa nyaman, gugup , senang, segalanya melingkupi hatiku, mana kala mas Ray mencium ku, mas Ray adalah pria pertama' yang mencium bibirku dan .. aku rasa . aku jatuh cinta pada mas Ray!!"
Rayhan mendengus
" hentikan omong kosong tidak berguna ini!!"
" aku tidak sedang bicara omong kosong!!" sergah Tania tidak mau kalah
pernyataan Tania membuat hati dan otak Rayhan berkejolak ada rasa senang saat Tania mengungkap perasaan nya terlebih ungkapan Tania tentang dirinya lah pria yang pertama kali mencium Tania
namun di sisi lain, Rayhan masih ragu.
" aku tidak ingin menikah dengan orang yang tidak aku cintai dan mencintaiku !!" ucap Rayhan membalas tatapan Tania.
Tania membuang muka.
" baiklah!!" ucap Tania yang membuat Rayhan menyergit, Rayhan berharap Tania akan mengatakan sesuatu atau gencar membujuk dirinya untuk mau menerima tawaran untuk menjadi calon suaminya.
Tania kembali menyeruput teh nya.
" kalau bisa besok mas Carikan aku penerbangan sore Saja, biar besok setelah sampai Jogja aku bisa langsung beristirahat, sebelum memantapkan hati untuk menerima siapa pun calon suami ku dari Bapak!!"
DEG'
ucapan Tania seperti bom merang di hati Rayhan kini hatinya seperti mengeluarkan kepulan asap panas yang siap membakar seluruh perasaan nya, ada apa dengan Rayhan??