NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Simpanan

Menjadi Istri Simpanan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:8.9M
Nilai: 5
Nama Author: violla

Di malam pertunangan Daniel dan Moza, Tiara kehilangan kesuciannya. Kehormatan Tiara direnggut oleh Daniel calon kakak iparnya sendiri.

Sejak malam itu Daniel tidak mau melepaskan Tiara malah memaksa Tiara untuk menjadi istri simpanannya. Tidak ada cinta atau kehamilan, Daniel hanya menginginkan tubuh Tiara semata.

Apa yang terjadi kalau akhirnya Tiara hamil?

Tamat perseason.
1-55 Daniel dan Tiara

Diko dan Laura

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hamil

Benar, kekhawatiran yang sempat menyelimuti hati Daniel kini terbukti. Pasti Moza sengaja menyembunyikan Tiara.

"Kau di mana, Tiara!" Daniel geram, matanya bergerak cepat mengekori pengguna jalan di luar sana, berharap bisa menemukan Tiara, namun tidak ada tanda-tanda keberadaan Rubah kecilnya di sana.

"Apa kau sengaja pergi?" Daniel semakin resah, ia belum siap kehilangan Tiara, tidak untuk saat ini ataupun mungkin tidak untuk selamanya.

"Dari mana Moza tau semuanya?" Daniel pikir bisa menyimpan rahasia ini, namun ia lupa bahwa tidak ada seorangpun yang bisa menyimpan bangkai rapat-rapat.

***

Di tempat lain, pepohonan rindang dan tanaman hujau membuat suasana asri kian begitu terasa ditambah lagi udara sejuk membuat sebagian orang memilih tempat ini untuk mengasingkan diri jauh dari kota metropolitan yang penuh dengan polusi kendaraan.

Seorang wanita membalut tubuhnya dengan sweater yang terbuat dari bahan rajut ini tengah menikmati pemandangan alam dari balkon kamarnya, semilir angin meniup suir rambut halus hingga hampir menutupi paras ayunya, Tiara sengaja memilih tempat ini untuk melupakan masalah yang membalut hidupnya. Termasuk melupakan Daniel.

"Sayang, buka pintunya!"

Perhatian Tiara teralihkan ketika pemilik Wisama atau penginapan itu memanggilnya, Tiara bergegas membuka pintu.

"Ada apa, Nek?" tanya Tiara.

"Ini nenek bawakan bubur kacang hangat untukmu, ayo dimakan," tawar Nek Ami.

Sejak awal Tiara terharu dengan cara Nek Ami menyambutnya, mereka tidak saling mengenal terapi Nek Ami menganggapnya seperti cucu sendiri.

"Nenek nggak perlu repot-repot bawa makanan ke kamar Tia. Biar Tia aja yang turun ke dapur, Nek," jawab Tiara.

"Nenek nggak merasa direpotkan, ayo makan." Nek Ami mengajak Tiara duduk di bibir tempat tidur.

"Biar Tia makan sendiri saja, Nek." Tiara mengaduk dan meniup bubur yang masih hangat tersebut dan mulai menikmatinya.

Nek Ami memerhatikan wajah Tiara. "Kamu tampak pucat, apa kamu sakit?" Nek Ami menempelkan telapak tangannya di kening Tira untuk memeriksa suhu tubuhnya. "Suhu tubuhmu naik, kamu sakit?"

Tiara menggeleng. "Cuma masuk angin, nanti juga sembuh, Nek," jawab Tiara, memang sedari tadi sekujur tubuhnya terasa lemas.

"Kamu demam, istrahatlah biar nenek panggilkan bidan Desa."

"Jangan, Nek. Tiara nggak sakit," jawab Tiara, namun nek Ami tetap pergi memanggil Bidan Desa.

Tiga puluh menit sudah berlalu, bubur kacang ijo itu sudah tandas dari wadahnya, bahkan Tiara sudah memuntahkannya lagi seolah perutnya menolak makanan itu. Tiara yakin jika saat ini ia tengah demam, hingga memilih berbaring di atas tempat tidur.

Nek Ami dan seorang Bidan Desa masuk ke kamar dan melihat Tiara tengah meringkuk di bawah selimut.

"Dia wanita yang cantik," ucap Bidan sembari membuka tas berisi alat-alat medis miliknya.

Nek Ami tersenyum dan membuka selimut Tiara, hingga Tiara membuka mata.

"Tiara ... biarkan Bidan memeriksamu," ucap Nek Ami.

"Tiara nggak sakit. Ini cuma demam biasa, setelah minum obat demam pasti sembuh ... jangan disuntik, Nek."

"Tidak disuntik, kita chek tekanan darahnya saja, ya!" Bidan mulai merekatkan Tensimeter di lengan Tiara, normal seperti pada umumnya. "Bagus, normal tetapi suhu badannya memang sedikit naik, wajah kamu juga nampak pucat. Biar saya siapkan obat demam, ya!" Bidan mengajak Tiara bicara sembari memeraba bagian perutnya, keningnya mengkerut setelah meraba sesuatu yang ia yakini menjadi penyebab Tiara tidak enak badan.

"Sudah menikah?" tanya Bidan, Tiara hanya diam, lalu ia mengambil benda kecil di dalam tasnya. "Coba kamu tes urine pakai ini," titahnya sembari menyerahkan alat tes kehamilan kepada Tiara.

"Untuk apa? Tia nggak hamil," tolak Tiara hatinya was-was menolak kemungkinan yang ada. "Aku cuma demam," kilahnya.

"Tapi ini bukan demam biasa, jangan takut biar saya bantu." Bidan membantu Tiara duduk di tempat tidur.

"Nek, Tia nggak mau pakai alat itu," ucap Tiara lirih. "Tiara nggak mungkin hamil, 'kan?" imbuhnya lagi, matanya sudah berkaca-kaca bagaimana kalau ia memang hamil? Tolong jangan hamil dalam keadaan seperti ini, pikirnya.

"Tia jangan takut, ada nenek di sini."

Tiara tidak punya pilihan lain selain menuruti perintah nenek dan Bidan, nenek menunggunya di depan pintu.

"Aku nggak mungkin hamil." Tiara hampir terjatuh saat melihat garis dua yang terpampang nyata di benda kecil tersebut. "Jangan hamil ... aku ngak mau. Gimana kalau Daniel tau, dia pasti akan membunuh anak ini! Aku nggak mau!" Tiara histeris, ia menolak kebenaran jika sudah ada mahkluk Tuhan di dalam rahimnya.

Di luar kamar nenek dan Bidan terkejut mendengar Tiara menangis, lalu nenek membuka pintu kamar mandi.

"Tiara, kamu kenapa?" tanya nenek dilihatnya Tiara sudah terduduk di lantai yang licin, nenek mengambil tespeck dari tangan Tiara. "Kamu hamil?"

"Tiara nggak mau anak ini! Harusnya Tia nggak hamil, Nek. Daniel pasti marah besar kalau tau Tia hamil." Kenapa harus hamil dalam keadaan seperti ini? Tiara ketakutan setengah mati.

"Jangan bicara begitu, anak ini rezeki dari Tuhan yang tidak ternilai harganya, kabarkan berita bahagia ini sama suamimu, kalau suamimu menolak, biarkan kita rawat anak ini sama-sama."

"Nggak, nek. Daniel nggak boleh tau tentang anak ini. Dari awal dia nggak menginginkan anak dari rahimku." Tiara memegang tangan nenek. "Tiara mohon jangan bicarakan tentang kehamilan Tiara sama siapapun termasuk kak Moza, tolong jaga rahasia ini, Nek!"

Nenek tidak punya pilihan lain, Moza sudah berulang kali menginap di Wisama miliknya, dan beberapa jam yang lalu Moza menitipkan adiknya di tempat ini, dari Moza lah ia tau jika Tiara sudah bersuami.

Tiara sudah berbaring di tempat tidur, bidan baru saja memeriksa dan memberikan beberapa vitamin untuk memperkuat janinnya.

Tiara merapa perutnya yang masih rata, ia menangis saat teringat ucapan Daniel yang tidak menginginkan anaknya. Tiara sudah pernah melakukan dosa dan kini meskipun ia tidak menginginkan kehamilan ini, tetapi Tiara tidak akan melakukan dosa lagi untuk menggugurkan kandungannya.

"Kasian kamu belum lahir ke dunia tetapi ayahmu sudah menolak kehadiranmu, kamu yang kuat ya ada mama di sini yang sayang sama kamu." Tiara sudah memutuskan untuk mempertahankan dan merawat anaknya seorang diri.

Satu minggu sudah berlalu, namun Daniel belum juga menemukan Tiara, ia sudah menyebar beberapa orang untuk mencarinya, namun ahasilnya tetap sama.

"Di mana Tiara?" Mata Daniel sudah sayu dan hampir kehilangan kesadarannya, setelah Tiara pergi ia mencoba mengalihkan perhatiannya memilih meresapi minuman keras di sembarangan tempat. "Tiara ...pulanglah!"

Daniel melemparkan gelas yang sudah kosong itu sampai membentur dinding hingga pecah serpihan kaca itu berceceran di lantai.

"Andre! Cepat cari Tiara!" teriakan Daniel menggema di ruang kerjanya.

Readers sayang, lope lopeku! Jangan lupa

...LIKE...

...KOMEN...

...VOTE hahahah...

...SHARE...

...Biar otor rajin update lagi...

...Terima Kasih...

1
rahmawaty
𝒌𝒖𝒅𝒂𝒏𝒊𝒍 𝒈𝒂 𝒕𝒖𝒉😂😂
Kasmawati S. Smaroni
adek kakak sama2 stres
Inooy
jangankan novel yg ciptaan manusia kaa,,kehidupan aj yg skenario nya ciptaan Allah terkadang sama satu dengan yg lain nya...

semangat teroos kaa,,karena bagi aq skalipun ada kemiripan dengan novel yg lain nya aq akan tetap stay..asalkan cerita nya seru, alur nya bagus dn minim typo plus g ada kata2 ato kalimat2 yg rancu...💪💪
Reni Rusdan
👍👍👍👍👍
I like it...
Siti Fatonah
Daniel titisan setan kejam bgtt getokk kepalanya pake palu udah paling enteng
Siti Fatonah
bagusss thorr gak bosenin cerita mu blm aku skipp
Wahyu Kasep: cerita garing

memang lagi trend di kalangan kekinian

ipar adalah maut
total 1 replies
Siti Fatonah
lanjuttt
Siti Fatonah
wawww awal yg bguus
Ika Rosmawati
Luar biasa
Novi idrus
ini ko ngeri ngeliat cover visual cowok 'y
Enung Samsiah
knpa ngasih tau danil,, knpa nggk 5 th berlalu saja,,,
Enung Samsiah
aahh,, jdi rumit bngett pdhl sbnrnya danil bucin cinta mati ke tiara dan tiara juga deal,,,
Enung Samsiah
hrsnya airnya di siram ke kpka Regina terus embernya masukin tuh ke kepala danil,, gregettt daaa
Enung Samsiah
danil jdi pendendam karna ayahnya,, pantesan,,, wajarlah ayahnya jahat, terus mamanya kmn?
Enung Samsiah
sipat danil dah egois ,aplgi cemburu di tmbh cerita masalalu mnyedihkan,,, lngsung mmbaraaaa
Enung Samsiah
si danil luknut kasih kopi campur sianida aja tiara,,, biar mmpusss
Monica Chang
mantap thor dan terus berkarya
Satria Devi
Luar biasa
Unhy Irsyad
menarik
betriz mom
suka banget dengan cerita mu Thor
😍😍😍😍😍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!