NovelToon NovelToon
My Psychopaths CEO

My Psychopaths CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Misteri / Contest
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ika SR

Lana, freshgraduated dari salah satu kampus kecil di pinggir kota akhirnya diterima kerja di sebuah perusahaan ternama di kota besar. Itulah awal mula Lana bertemu dengan Cleo, CEO muda pemilik perusahaan tersebut.
Sayangnya, keberuntungan berjalan berdampingan dengan nasib buruk.
Cloe yang selalu bersikap arogan dan dingin merasa tertarik pada Lana. Perlahan Lana mulai mengetahui rahasia besar yang bersembunyi dibalik sosok yang dingin itu. Begitu semuanya terungkap, Lana tak tahu lagi harus berlari ke mana. Karena pria itu selalu bisa menemukannya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika SR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 29 : Dilema

MY Psychopaths CEO

Bagian 29 : Dilema

By Ika SR

Lana berjalan tergesa-gesa menyusuri lorong rumah sakit.

Tangan kanannya menenteng berbagai macam roti maupun air mineral untuk berjaga-jaga jika ia merasa lapar atau haus sehingga ia tidak perlu pergi keluar untuk mencari makanan lagi dan membuatnya meninggalkan Cleo barang sejenak.

Ini sudah sore, malam sebentar lagi menjelang.

Ia merasa sangat was-was dan tidak tenang meskipun baru pergi sebentar untuk mandi dan mengganti baju serta membeli makanan.

Tadi, siang ia sudah mengabari Roy. Asisten pribadi Cleo. Hanya pria itu yang bisa ia hubungi.

Ia belum mengenal Cleo lama dan setahunya, Cleo juga yatim piatu sama seperti dirinya.

Perasaan Lana semakin tidak tenang, begitu ia telah dekat dengan kamar Cleo. Ada sebuah perasaan buruk yang menghampirinya. Ada apa ini?

Semoga saja, kondisi Cleo tidak semakin buruk.

Begitu Lana membuka pintu, kamarnya telah kosong. Beberapa perawat sibuk membereskan ranjang. Cleo tidak ada di sana. Air mata lana jatuh berlelehan.

Semoga saja, ini tidak seperti yang tengah dipikirkannya.

“Sus, dimana pasien yang ada di kamar ini?” tanya Lana dengan perasaan yang bercampur aduk.

Suster cantik yang tengah merapikan selimut tersenyum manis pada Lana. “Oh, pasien itu baru saja dipindahkan.”

Ucapan suster itu memberikan jeda sejenak bagi Lana untuk menarik nafas dengan leluasa. Sebelum  ia mulai mengkhawatirkan hal lainnya.

“Dipindahkan kemana, Sus?”

“Maaf, kalau itu saya kurang tahu.”

“Kalau begitu siapa yang memindahkannya?”

“Saya rasa seorang pria berumur sekitaran 30 tahunan. Untuk informasi lebih jelasnya, lebih baik Anda tanyakan saja pada bagian Administrasi.”

Tanpa bertanya lagi pun, Lana sudah bisa menebak siapa yang dimaksud suster itu. Hanya ada satu orang. Roy.

Lana segera beranjak keluar. Mengambil ponsel dan menghubungi Roy.

Tut! Tut!

Tidak diangkat. Baru setelah dering ponsel yang ketiga, ada sebuah suara yang menyahut panggilan Lana.

“Halo?”

“Ya,” jawab Roy.

“Apa yang Anda lakukan?”

“Ya? Nona Lana? Ada yang bisa saya bantu?”

“Dimana Cleo? Kenapa Anda memindahkannya?”

Hening, butuh waktu lama bagi Roy untuk menjawab pertanyaan Lana.

“Dimana Cleo sekarang?”

“Pak Cleo sedang menjalani perawatan yang lebih intensif di rumah sakit yang lebih baik. Anda tidak perlu khawatir.”

“Tapi, mengapa Anda tidak mengatakan hal itu pada saya!” protes Lana.

“Jujur, saya merasa kecewa dengan Anda. Nona Lana.”

Perkataan datar Roy menghancurkan hati Lana. Gadis itu terdiam.

“Saya kira dengan bersama Anda Pak Cleo akan baik-baik saja. Nyatanya, hal itu hanya akan membuat Pak Cleo terluka. Saya pikir, Anda bisa menjaga Pak Cleo. Membuatnya tersenyum dan senang. Tapi, saya salah.”

“Maksud Anda?”

“Maafkan saya Nona Lana, saya salah menilai Anda. Anda tidak bisa menjaga Pak Cleo dengan baik. Oleh karena itu saya membawanya.”

“Di mana Cleo sekarang? Aku akan segera menyusulnya!” ucap Lana dengan teguh.

“Anda tidak bisa melakukannya?”

“Kenapa?”

“Saya membawa Pak Cleo ke Singapura.”

“Apa?” Lana tidak percaya dengan hal yang barusan didengarnya. Singapura? Itu terlalu jauh bagi Lana. Meskipun, negara itu tidak jauh lebih besar dari Kota Jakarta. Tapi, memutari seluruh negara untuk mencari keberadaan Cleo adalah hal yang sangat konyol.

“Katakan, rumah sakit mana. Saya akan segera kesana?”

“Maaf. Hanya itu yang bisa saya katakan pada Anda!”

Tut! Tut!

Roy memutus panggilan telepon.

“Ta, tapi. Halo...”

Hening. Sudah tidak ada jawaban lagi dari pria itu.

Lana mengacak rambutnya yang telah tersisir rapi dengan frustasi. Ia begitu menyesal, seharusnya ia tidak meninggalkan Cleo barang sedetik pun. Tidak! Harusnya, ia tidak memberi tahu Roy tentang hal ini.

Sekarang, ia kehilangan pria itu.

“Cleo? Di mana kamu sekarang?” Lana berlutut, menangis. Kedua kakinya bahkan terasa tak mampu untuk menopang segala kesedihan yang melandanya.

“Maafkan aku.”

 

 

***

Roy memandang Cleo yang masih terbaring lemas. “Maafkan saya, Pak. Ini yang terbaik untuk Anda saat ini,” ucapnya sembari menaikkan selimut yang menutupi tubuh Cleo sampai dada.

“Cepat! Masukkan!” perintahnya pada beberapa petugas medis yang segera memasukkan Cleo dengan perlahan ke dalam helikopter pribadi milik Cleo untuk segera diberangkatkan ke Singapura.

Helikopter itu mendarat di rooftop rumah sakit yang memang dirancang untuk pendaratan serupa. Mereka, Lana dan Cleo masih ada di gedung yang sama. Tanpa gadis itu sadari.

***

Lana berjalan dengan gontai, menaiki undakan tangga menuju rumahnya. Matanya masih sembab oleh air mata. Langkahnya terasa berat. Beberapa hari ini dia kurang tidur.

Kemarin, ia begadang menunggu Cleo.

Tapi, rasanya itu lebih baik daripada hari ini. Lana tidak yakin, ia akan bisa tidur malam ini karena memikirkan keberadaan Cleo.

Ia tidak bisa tidur untuk pria yang sama. Namun, dengan kekhawatiran yang berbeda.

Diam-diam dari balik tembok pagar, Reno memandang Lana dengan sendu. Ia tahu, Lana sedang terluka. Ingin ia duduk dan membiarkan gadis itu bersandar pada bahunya.

Namun, apa dayanya. Keberadaannya sekarang justru membuat suasana hati Lana semakin buruk.

Reno berdiri bersandar pada tembok.

Ia memandang langit yang kelam, sekelam hati dan perasaannya sekarang.

Ia merindukan masa lalu. Di mana ia dan Lana selalu bersama.

Ternyata, rasanya sesakit ini. Mencintai seorang wanita yang cintanya telah direnggut seluruhnya oleh pria lainnya.

Rasanya, lebih menyesakkan dada karena selama ini Reno menyangka ia akan bisa menjalani kehidupan rumah tangga yang bahagia dengan Lana kelak.

Namun, sekarang Lana menganggapnya sebagai musuhnya.

Reno berjongkok, menangis dalam diam.

Seharusnya, ia merelakan Lana hidup bahagia bersama pria lain. Tapi, ternyata itu sulit. Rasanya sakit. Mungkin ini terdengar egois.

Tapi, Reno ingin Lana menjadi miliknya. Toh, Cleo belum tentu lebih baik darinya untuk Lana.

Reno bangkit berdiri, memandang rumah Lana dari kejauhan.

“Meskipun sekarang hati dan cintamu terpaut pada orang lain, Lana. Tapi, aku tidak akan menyerah. Aku pasti bisa membuatmu jatuh cinta padaku. Akan kutebus semua ketakutan dan waktu yang telah kusia-siakan untuk mengungkapkan rasaku yang sebenarnya padamu. Aku mencintaimu dan aku tidak sanggup melihatmu bersanding dengan pria lain di depan mataku. Meskipun, kau membenciku. Aku akan tetap ada untuk menjagamu. Terutama, di saat Cleo menghilang dari hidupmu saat ini.”

***

Kalau kalian jadi Lana. Kalian pilih bertemu dengan orang seperti Cleo yang membunuh sebagai pelampiasan atau Dave yang membunuh wanita untuk bersenang senang dan demi memenuhi hasrat seksualnya? Atau malah pilih Reno yang selalu care dan ada buat Lana?

Comment dong.

Biar ngak sepi... Hehe...

1
hanum ratna
aku lebih suka visualnya si Roy
Pangas Tuti
Keren banget ceritanya...thor...lanjut...semoga thor seht sll..aamiin.
Pangas Tuti
Keren thor...lanjut😊
Pangas Tuti
Terima cinta cleo krn setiap org punya masa lalu...jika mau bertobat...
Pangas Tuti
mamtap lana
Pangas Tuti
Sungguh mulia hati seorang wanita jika sudah mencintai seseorg di+lg seseorg trsbt jg membls cintanya..serasa dunia milik berdua😁
Karin marianka
aku team Cleo lah...
Reno kelihatan nya aja care tapi aku antang lihat cewek ditampar sama cowok apapun salahnya. kalo nanti Reno nikah sm lana dikit2 main tampar.. lbh ngeri dr Cleo
HAN
Kasar kali lah Abang ini
HAN
😨😱
AdZkia Nahda RafaNda
kenapa tidak dr dulu siihhhh😭😭😭
putia salim
begitulah hukum,tumpul keatas,tp tajam kebawah🤦‍♀️
Ocha Lanuru
thor kpn up lagi?????
pdhl ini slh satu novel yg sering q tunggu² up nya ...
sayang sekali klw crta nya gk diteruskan ...
pdhl jln crta nya sangat bgs ...
apapun kesibukan author skrng,smga ntk bisa lagi y ....
Ocha Lanuru
pdhl tu kmrn sempat up bbrpa part ..
seneng bgt pas dpt notif nya ..
berharap nya seh,smga novel nya msh diterusin crta nya ...
pengen tau endingnya gmn ...
gmn nasipnya cleo ..
Cindy Khairunnisa
uuuuppp lagi ka
Retno
semangat jg Kak Othor
Ochy Maranda
akhirnya up jg ..
semangat thor
Maulida Zamrud
jangan jangan Dante ini pria misterius yg membunuh ibunya Cleo ..
Ochy Maranda
lanjuttttt
Retno
Sering2 Up ya Kakak Othor. jangan Kabur lg ya...
ika sitirahayu: Siap kak,
total 1 replies
IWA
kencan tu gak perlu yg newah dan mahal. yg pntg dr kencan tu apakah kdua pasangan menikmati waktu berdua. lau aku sih lebih suka ngedate smbil menikmati pemandangan alam yg menyegarkan mata. smbil bercerita dr hati ke hati. drpda dtmpt keramaian tp sbuk melihat orang banyak.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!