Hai readers kesayangan.
Kembali lagi bersama Author
kali ini cerita nya tentang anak sekolah ya
yang bernama Freya dan Gardan .
ikuti terus gimana kisah cinta dua pasangan muda mudi ini.
No Wa.082187884540
ig : Nr_trisyaae21
jangan lupa follow ya
and SV no WA nya Trisya
jangan lupa follow akun ig gue ya @nrtrisyaae21
jangan lupa vote ya guasy
***
jangan lupa vote dan komen ya
salken
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nr_trisyaae 21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cie Yang Jadian
**Happy reading......
Jangan lupa tinggalkan jejak ❤️
...Nr_Trisyaae**...
💙💙💙
Gardan menyeret tangan Freya hingga sampai di parkiran. Ia menggeram kesal saat baru menyadari pakaian yang Freya kenakan saat ini terbuka, menampilkan bahu dan juga paha mulus Milik Gadis itu. Buru-buru Gardan melepaskan jaketnya lalu mengikatnya di pinggang Freya, menutupi paha Freya.
Tiba-tiba Gavin datang menarik tangan Freya lalu memeluk pinggangnya. Ia menatap ke arah Gardan dengan wajah songong nya, hasil didikan David Emang. Saat Gardan akan menarik Freya, Gavin menahannya membuat Gardan naik darah.
BUGH
Satu pukulan mendarat di wajah Gavin sehingga Gavin tersungkur di tanah. Pelukannya pada Freya pun terlepas. Bukannya membantu Gavin, Freya malah tertawa terbahak-bahak seraya memegangi perutnya.
Contoh adik laknat, tidak boleh ditiru. Hanya dilakukan oleh profesional.
Tanpa sepatah katapun Gardan menarik tangan Freya menuju motornya berada. Ia memasang helmnya lalu mengintruksikan kepada Freya agar naik ke motornya. Freya hanya pasrah, melihat wajah Gardan yang terlihat marah pun ia tidak bisa menolak.
Gavin Darmawangsa Bagaskara, anak pertama dari David dan Ayunda. Selama ini ia tinggal di Amerika bersama keluarga Bagaskara. la harus kuliah disana dan membantu Vino (Kakek Freya dan Gavin Dari David) mengurus perusahaan Bagaskara yang sedang bermasalah dan hampir bangkrut di sana (Ya memang sih sedari Dulu tuh Engk ada yang urus).
Setelah lulus kuliah dan perusahaan milik Vino kembali normal, Gavin memutuskan balik ke Indonesia dan tinggal bersama keluarganya kembali.
*****
Gavin mencoba berdiri seraya memegangi sudut bibirnya yang berdarah. Gavin menatap ke arah Freya dan juga Gardan yang mulai menjauh. Sepertinya nanti ia akan menginterogasi Adik nya itu saat dirumah.
Freya memeluk pinggang Gardan erat.Pasalnya kali ini Gardan membawa motor sport, bukan vespa. Bahkan ia membawa motornya seperti orang kesetanan.
membuat Freya yang tidak memakai helm pun takut jatuh.
Gardan memberhentikan motornya tepat didepan gerbang mansion Milik Freya. Buru-buru Freya turun dari motor lalu merapihkan rambutnya yang sangat berantakan. Ia menatap kesal ke arah Gardan yang menatapnya datar.
"Sana pulang!" usir Freya dengan ketus.
Gardan melepaskan helmnya lalu menatap Freya tajam. "Jangan deket laki-laki tadi."
Freya terdiam sejenak. la menduga bila Gardan kini tengah cemburu. Sepertinya sedikit menggoda Gardan akan sangat menyenangkan. Balas dendam karena selama ini Karena Gardan selalu cuek pada dirinya.
"Nyadar diri, loh bukan siapa-siapa gw. Gausah ngatur-ngatur hidup gw."
"Lo milik gw!"
Seketika Jantung Freya berdegup kencang. Pipinya pun memanas mendengar ucapan Gardan yang penuh penekanan disetiap katanya.
"Gue milik Gavin!"
Habis sudah kesabaran Gardan. Freya benar-benar harus diberi pelajaran. Gardan pun menarik pinggang Freya lalu menarik tengkuk Freya. Menempelkan bibirnya pada bibir Sexy Milik Freya.
3 kali , Sudah tiga kali.
Gardan melepaskan tautan bibir mereka. Ia menatap intens Freya yang masih diam mematung, ia terlalu terkejut dengan gerakan tiba-tiba dari Gardan.
"Gardan Sialannini udh 3 kali loh ,Cium Gw!!!" pekik Freya seraya meronta-ronta mencoba melepaskan pelukan Gardan.
Seketika tawa Gardan pecah membuat Freya seketika terpesona. Ia baru melihat Gardan tertawa lepas sekarang. Biasanya Gardan selalu memasang wajah datarnya tanpa ekspresi.
Seakan tersadar, Gardan memberhentikan tawanya. la memeluk pinggang Freya erat. Tangan kanannya membelai pipi Freya lembut membuat si empunya merinding.
"Will you be my girlfriend"tanya Gardan dengar suara serak.
"YES!!!"
Refleks Freya dan Gardan melepaskan pelukannya. Bukan Freya yang menjawab, melainkan David yang berdiri seraya memegangi ponsel mengarah ke mereka.
"Da-daddy sejak kapan disitu?" tanya Freya dengan gugup.
"Sejak kamu bilang, sana pulang." jawab David dengan wajah tanpa rasa bersalah .
Astaga, Freya benar-benar malu sekali. Kepergok ciuman dengan Gardan memanglah epic. Ia melirik ke arah Gardan sekilas yang memasang wajah datarnya.
"Yes, i will." bisik Freya pada Gardan .
Setelah mengatakan itu, Freya pun langsung berlari memasuki mansion seraya memegangi pipinya yang memanas. Gardan yang mendengar jawaban Freya pun tersenyum tipis.
Sesudah kepergian Freya,David menghampiri Gardan seraya mengantongi ponselnya ke dalam saku celananya.
"Kamu nembak anak saya?" tanya David. Ia berdiri dihadapan Gardan seraya bersedekap dada. Gardan hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Kamu ga pernah ngomong ya? Saya curiga kamu cacingan." tuduh David ,yang agak sedikit geram. Tidak ada jawaban apapun dari Gardanmembuat david mendengus kesal.
"Dengar baik-baik, sekarang saya berbicara serius sama kamu. lebih baik kamu mundur. Seorang ayah seperti saya menginginkan yang terbaik untuk putrinya," ucap David.
"Cinta saya tulus, tidak main-main atau hanya sekedar ucapan semata," ucap Gardan mantap.
David mengangguk, ia percaya pada Gardan. "Sana pulang, anak laki-laki ga baik pulang terlalu malam. Bisa-bisa diculik tante-tante lagi."
Hilang sudah keseriusan diantara mereka. David kembali pada sifat bobroknya. mengangguk, ia berpamitan pada Elang lalu pergi menuju rumahnya.
Setelah kepergian Arthur, Elang masuk ke dalam mansion dengan langkah riang seperti bocah. Ia akan menggoda Freya habis-habisan dengan video yang ia rekam tadi.
Tidak lama pun terdengar suara deru motor membuat David memberhentikan langkahnya. ia menengok ke arah belakang, terlihat Gavin yang sedang melepaskan helmnya.
"Busett lo kenapa tong?" tanya David saat melihat bibir anaknya yang berdarah.
"Dibogem pawangnya Freya dad." jawab Gavin kesal.
"Gardan?" tanya David.
"Daddy kenal?" tanya Gavin balik.
David mengangguk. "Dia calon mantu daddy, tadi baru resmi sepuluh menit yang lalu."
"Sekarang Freya ada dimana? Gavin mau buat perhitungan sama dia." tanya Gavin.
"Kebetulan banget, ayo kita bully Freya. Daddy dapet bahannya nih," ujar David bersemangat seraya menunjukkan video yang ia rekam tadi pada Gavin.
"Serem juga cowoknya, main nyosor aja." komentar Gavin.
"Ayo dah masuk, gausah banyak bacot lo," ucap David seraya menarik tangan Gavin masuk ke dalam mansion.
"Ekhem! Ada yang baru pacaran nih." sindir Gavin seraya duduk disofa diikuti David disebelahnya.
"Malu-malu tapi mau." timpal David.
Freya yang duduk di dekat Ayunda pun menatap kesal ke arah keduanya. Sedangkan Ayunda dibuat bingung oleh ucapan Gavin dan juga David.
"Ci-" belum selesai Gavin berbicara, bantal sofa pun sudah mendarat di wajahnya. Pelakunya Freya yang berlari menaiki tangga menuju kamarnya.
"Freya, TANGGUNG JAWAB LO." teriak Gavin kesal.
Bersambung 😈
Jangan Lupa like ,komen ,Vote , Share .
Note : 70 Like 5 komen , Next Part Selanjutnya.
By By Readers kesayangan nya Trsya.
Follow: Nr_Trisyaae21
Sv No WA : 082187884540
See You Sayang ku ,Cinta ku Ya 💙
sayang banget