Cinta, gadis yang berusia 18 tahun, jatuh cinta pada pria dewasa yang sudah merawat dirinya dari usia 7 tahun.
Dimas, pria dewasa berusia 40 tahun, juga memiliki perasaan yang sama dengan Cinta, anak yang telah diasuhnya sendiri selama 11 tahun ini.
Apakah kisah cinta mereka bisa menyatu dan berlabuh ke pernikahan ?
Ini revisi dari novel yang sudah terbit sebelumnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Omku Suamiku Part. 27
Dimas pulang ke apartement menjelang petang, memasuki kamar di lihatnya Cinta sudah dalam balutan mukena menunggu masuk waktu sholat magrib.
Lelaki itu langsung memasuki kamar mandi buat membersihkan diri.
Setelah makan malam, Dimas menaiki lantai dua menuju balkon, tanpa duduk di sofa nonton tyv terlebih dahulu seperti biasa.
Cinta yang menyadari kemurungan Dimas cepat menyusul langkah kaki suaminya, dilihatnya suaminya berdiri menatap kehidupan kota dimalam hari dari atas,memasukkan kedua telapak tangannya dalam saku celana berbahan katun sebatas lutut.
Cinta memeluk suaminya dari belakang, Dimas langsung membalikkan badannya , membalas pelukan istrinya dengan erat, menyadarkan dagunya pada puncak kepala Cinta .
" Sayang, apakah kamu menyesal menikah dengan diriku dan terkungkung dalam hidup yang monoton ? Beberapa bulan kedepannya bakal terus repot menjadi seorang ibu yang akan menjerat tubuh dan jiwamu sepanjang hidupmu ? "
Ada kesedihan pada kata yang Dimas ucapkan
" Sementara, teman temanmu , masih dengan bebasnya mengepakkan sayap masa muda untuk menikmati indahnya hidup " terlintas bayangan kebersamaan yg teman teman Cinta tadi saat menunggu di lampu merah.
Cinta mendongakkan wajahnya menatap raut muka Dimas yang berada diatas kepalanya.
" Enggak Bie, Cinta tidak pernah menyesal menikah dalam usia yang masih mudah "
" Tetapi usia kita berbeda begitu jauh, kamu lebih pantas jadi putriku, harusnya aku tidak mengedepankan perasaan aku punya "
" Kita tidak memiliki kuasa atas hati kita pada siapa cinta itu akan berlabuh, sepertinya kamu yang menyesal ya Bie " bibir Cinta cemberut melepaskan pelukannya, lebih memilih berbaring pada ayunan jaring.
Dimas terkekeh.
" Itu konyol kalau aku yang menyesal, sebahagian lelaki pasti senang pada yang muda, cantik dan segar, apa lagi seimut kamu " rayu Dimas yang ikut naik pada ayunan jaring.
" Kamu genit ternyata ya Bie " tangan Cinta mencubit pinggang Dimas.
" Cuma dengan kamu genitnya, percaya pada suamimu ! " ucap Dimas sambil memejamkan matanya memeluk Cinta dengan berbaring menyamping.
" Bie...Andai kita dipertemukan di kehidupan berikutnya, Cinta tetap akan menginginkan kamu yang akan menjadi suami Cinta " Cinta mengatakannya pelan hampir seperti berbisik.
Tidak ada jawaban dari suaminya , yang ada justru suara napas yang terdengar teratur keluar dari hidung Dimas.
Buah delima, apa kabarmu ?
...*****...
Perjuangan ke empat pemuda itu tidak sia sia, Yoyok dengan senang hati memberikan beberapa buah delima yang manis rasanya, tanpa menunggu esok hari seperti perintah Dimas, malam itu juga mereka langsung mengantarkannya kedepan pintu apartement, tetapi Roy dan Andra hanya menunggu di parkiran, Clara dan Maya yang naik keatas
Duduk di sofa depan TV, Cinta langsung memakannya dengan wajah berbinar, dia melupakan jika malam kian larut, Dimas terus tersenyum memperhatikan sang istri yang asyik makan tanpa basa basi menawarkan pada Clara maupun Maya yang masih berdiri mematung.
"Ekhem "
Maya berdehem , Cinta mendongakkan wajahnya baru sadar.
" Hehe...maaf ya , untuk yang ini ,tidak ada yang boleh merasakannya tanpa terkecuali " tukasnya menyembunyikan kantung plastik yang berisi buah delima dibelakang punggungnya.
" Neng, kami yang mencarinya jauh lho, 1 buah saja kami bisa berbagi " Maya memelas.
" No " Cinta menggelang cepat.
" Tega banget kamu neng, itu ada lima buah ,bagi satu saja neng ! Masa' gak boleh sih dasar bumil pelit " Clara nimpalin dengan cemberut.
Dimas hanya terkekeh,keduanya akhirnya pamit pulang , Dimas
mengantarkan kedua sahabat istrinya sampai didepan pintu.
" Terimakasih banyak ya May, Ra, sampaikan juga pada kedua pemuda itu "
" Iya pak sama sama, kami permisi pulang Pak " ucap Clara sopan.
" Eh.... Pak...." Maya ragu melanjutkan ucapannya.
" Kenapa ? Roy ? Jangan di pikirkan lagi, dan katakan juga padanya , jangan mengulangi kesalahan yang sama " ucap Dimas tahu apa yang akan Maya ungkapkan.
Keduanya pun menghilang masuk ke dalam lift.
Waktu terus berjalan , usia kehamilan Cinta sudah memasuki 12 Minggu , rasa mual mualnya juga tidak terlalu sering ,hanya muncul sekali dua kali jika Cinta mencium aroma wangi parfum . janin dalam kandungannya benar benar tidak merepotkan ibunya, seolah tahu jika usia ibunya masih muda, jadi tidak ingin menyusahkan
kalau untuk aroma shampoo, sabun mandi atau lotion tidak memiliki dampak apa apa .
Justru kebalikannya dengan Dimas , dimasa kehamilan Cinta, rasa cemburu Dimas memasuki level memprihatinkan .
Cinta tidak boleh tersenyum pada makhluk yang namanya laki laki.
Kalau ada lelaki yang tidak sengaja berpapasan muka dan memberikan senyumnya ,Dimas akan langsung memasang tatapan tajam.
Hidup bersosial , dengan ciri khas masyarakat Indonesia yang saling sapa, ramah tamah dan memberikan senyum ,samat menyulitkan Cinta .
apa lagi kehidupan kampus yang pasti berinteraksi dengan banyaknya teman, baik laki laki dan perempuan, membuat Cinta frustasi dengan kecembuaruan Dimas yang tinggi .
Status Cinta yang sudah bersuami dan sedang mengandung tidak bisa lagi di sembunyikan .
Dimas sebagai suaminya, otomatis juga sudah diketahui seantero kampus.
Bagaimana tidak menjadi buah bibir, begitu memasuki area kampus , kalau masih ada jeda waktu sebelum kelas dimulai. Cinta langsung di bawa keruangan kantor Dimas, begitu juga kalau jam pembelajaran sudah usai, Dimas sudah menunggu didepan kelas lima atau sepuluh menit mendahului.
Semua penghuni kampus hanya bisa berbisik bisik dibelakang ,karena jika diketahui Dimas mereka bergosip , nilai mereka menjadi taruhannya, atau mereka akan diberikan tugas yang menyulitkan bagi mereka.
Sesama rekan dosen, beragam tanggapannya, ada yang cuma menggeleng kepala dan no koment, ada yang merasa lucu dengan kebucinan Dimas dan bagi dosen wanita yang masih lajang, mereka iri dengan posisi Cinta yang dicemburui suami sampai sebegitunya,yang artinya cinta Dimas begitu besar pada istrinya.
Kedua temannya , Clara dan Maya ? mereka hanya bisa menggaruk tengkuk yang tidak gatal tidak tahu harus mengatakan apa.
seperti siang ini, begitu pelajaran dari Pak Eko selesai, Dimas sudah bersandar di tepi pintu luar menunggu Cinta.
" Sayang, kita langsung pulang saja ya ! Aku lelah, mau cepat istirahat " ucap Dimas tidak tahu malu
Pak Eko nyengir melihat kelakuan Dimas, karena pada saat itu beliau belum pergi dari kelas, sedang membereskan beberapa materi pelajaran yang sedikit berantakan diatas mejanya .
Teman teman sekelas Cinta pada melongo menyaksikan drama percintaan secara life.
" Tutup mulut kalian semua, nanti kalau dimasuki lalat baru kalian menyesal dan diam jangan ada yang berceloteh, itu bawaan orok ,mengerti ? " ucap Pak Eko pura pura galak.dengan wajah jenaka
Wajah Cinta Semerah tomat menahan malu, Dimas terus menggandeng tangan Cinta sampai memasuki mobil .
" Bie...." Cinta sudah ingin menangis.
" Kenapa ? Masih malu aku menjemput kamu didepan kelas ? " suara Dimas sudah tidak enak didengar dengan wajah masam.
Cinta menggeleng tidak berdaya
" Lantas ? "
" Bukan gitu Bie " Cinta menghembuskan napasnya pelan ,agar tidak ikutan emosi " Cinta bisa langsung ke mobil, kamu gak perlu repot repot menunggu Cinta didepan kelas "
" Enggak , ntar cowok cowok genit itu ngeliatin kamu, apa lagi si Ujang itu, cih "
Dahi Cinta berkerut " Ujang siapa ? "
" Yang nganterin kamu ke dokter "
" Hehehe....masih cemburu nich ceritanya " Cinta melingkarkan tangannya kepinggang Dimas.
Wajah Dimas tetap datar.
" Bie...mereka kan punya mata buat melihat, memangnya Cinta ini siapa Bie, sehingga mereka tidak boleh melihat cyinta, artis bukan, anak sultan ? apa lagi " menyandarkan kepala pada bahu Dimas .
" Kamu istriku , dan tidak boleh ada lelaki lain menggodai kamu, apalagi sejak kamu mengandung, kamu itu semakin sexy tau gak ? " ucap Dimas lalu mengecup bibir Cinta.
" Gombal "
...🌻🌻🌻🌻🌻...
suka bnget sama ceritanya 😍😍😍😍