NovelToon NovelToon
Sekeping Asa Dalam Sebuah Rasa

Sekeping Asa Dalam Sebuah Rasa

Status: tamat
Genre:Contest / Cintamanis / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:320.5k
Nilai: 5
Nama Author: Gresya Salsabila

Salsabylla Dela Vinci, wanita keturunan Indo-Prancis, memutuskan untuk melabuhkan hatinya pada Ghani Alghibrani, lelaki bijak yang hidup dalam kesederhanaan.
Lelaki itu datang di saat Bylla sedang rapuh. Sikapnya yang tulus berhasil meluluhkan hati Bylla.

Namun, belum sempat mereka menjalin cinta, keadaan memaksa Ghani untuk pergi. Ia meninggalkan Bylla demi merintis karier.
Seiring waktu yang terus berjalan, Ghani berhasil menjadi bintang, banyak yang mengagumi dan bahkan mengidolakan.

Jurang terjal mulai terbentang di antara mereka, kedudukan yang setara malah membuat keduanya berada di titik terjauh. Ketika tak ada lagi jalan untuk bersama, sedangkan hati masih menyimpan rasa yang senada, keduanya hanya menggantungkan asa pada takdir dan kuasa Tuhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gresya Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semakin Dekat

"Ghani!" panggil Bylla, setelah lelaki itu menyelesaikan petikan terakhirnya.

Ghani mengangkat wajahnya, dan menatap Bylla. Meskipun tidak ada suara yang keluar dari mulutnya, namun ia mengulas senyuman lebar.

"Suaramu sangat merdu, kamu sangat meresapi setiap liriknya," puji Bylla sambil tersenyum.

"Kamu suka?" tanya Ghani.

"Iya," jawab Bylla seraya menganggukkan kepalanya.

"Syukurlah jika kamu suka, karena lagu itu memang untukmu." Ucap Ghani dengan pelan.

Butuh usaha yang cukup keras untuk melontarkan kalimat itu, mati-matian ia melawan rasa gugup yang sedari tadi menyusup dalam dirinya. Usai mengatakan kalimat itu, jantungnya berdetak dengan lebih cepat, bahkan keringat pula mulai membasahi kening dan pelipisnya.

"Wah rasanya aku sangat senang," kata Bylla sambil tertawa renyah.

"Aku senang jika kamu senang." Jawab Ghani.

"Tapi kenapa kamu memilih lagu itu?" tanya Bylla dengan tiba-tiba.

"Lagu itu melukiskan perasaan seseorang yang sedang jatuh cinta. Cinta dalam diam yang belum tersampaikan, mungkinkah Ghani juga dalam posisi yang demikian," batin Bylla sambil menilik wajah Ghani. Mencoba mengartikan setiap mimiknya.

"Karena aku, aku___" Ghani menggantungkan kalimatnya, lidahnya terasa kelu dan tak mampu mengucapkan kata 'karena aku mencintaimu'

"Lihat, ada pedagang ice cream! Kau mau?" tanya Ghani dengan cepat, sambil menunjuk ke tepi jalan, di mana pedagang ice cream sedang menghentikan motornya.

"Boleh." Jawab Bylla.

"Kamu mau rasa apa?" tanya Ghani seraya beranjak dari duduknya.

"Coklat saja."

"Oke, tunggu sebentar, ya!" ucap Ghani sambil melangkah pergi meninggalkan Bylla.

Ghani bernapas lega, jantungnya sedikit rileks saat jaraknya dengan Bylla semakin jauh.

Namun Ghani kembali gelisah, kala tiba di dekat pedagang ice cream. Ia merogoh beberapa recehan yang ia dapat hari ini, tidak terlalu banyak.

"Satu berapa, Bang?" tanya Ghani.

"Sepuluh ribu saja," jawab pedagang itu sambil tersenyum.

Ghani menimang-nimang recehan yang ada dalam genggamannya. Untuk makan nanti malam, untuk besok, tidak akan cukup jika ia membeli dua. Hari ini, Arron sedang tidak enak badan, ia tidak bisa membantunya mencari recehan.

"Satu saja Bang, rasa coklat ya," kata Ghani sambil tersenyum.

"Baik, Mas."

Tak lama kemudian, Ghani sudah kembali ke tempat Bylla. Ia menyodorkan ice cream yang baru saja dibelinya.

"Punyamu mana?" tanya Bylla sambil meraih ice cream yang diberikan oleh Ghani.

"Gigiku sensitif, aku tidak bisa makan yang dingin-dingin," jawab Ghani sembari duduk di bangku.

"Oh begitu, mmm makasih ya," ucap Bylla seraya mengulas senyuman manis di bibir ranumnya.

"Hanya ice cream, tidak perlu berterima kasih. Oh ya, kamu mau cerita apa?" tanya Ghani.

"Ini tentang kakiku, Papa sudah menemukan dokter ahli untuk menyembuhkan aku. Beberapa hari kedepan orangnya akan datang ke sini," ucap Bylla dengan riang.

"Syukurlah, aku ikut senang mendengarnya." Jawab Ghani.

"Iya. Tapi, ada sedikit hal yang membuatku kurang nyaman." Ucap Bylla dengan pelan.

"Apa itu?" tanya Ghani.

"Menurut rencana, dokter itu akan tinggal di sini. Tapi, jika kakiku membutuhkan perawatan yang lebih, aku yang harus datang ke Paris, karena di sana alatnya lebih lengkap. Sebenarnya aku tidak ingin meninggalkan negara ini," jawab Bylla sambil menghela napas panjang.

Ghani menatap Bylla lekat-lekat, "serahkan semuanya kepada Allah, kamu masih percaya kan, kalau takdir itu selalu indah."

"Iya, aku percaya." Jawab Bylla dengan senyuman lebar.

***

Kerlip bintang berpendar indah di langit tinggi. Mega kelabu berarak pelan mengikuti kemana angin membawanya. Ghani duduk di atas tikar, di sebelah Arron yang sedang berbaring. Ghani menatap suasana malam, lewat jendela kamar yang dibuka lebar. Ia memetik senar gitar yang setia menemani setiap harinya.

Setitik asa bersemi

Menjadi melodi dalam sanubari

Bayang dirimu yang menjelma dalam rindu

Laksana harmoni dalam alunan laguku

"Trenyuh banget Bang liriknya, lagunya siapa?" tanya Arron sambil melirik Ghani sekilas. Wajahnya hanya tampak samar-samar di tengah keremangan malam.

"Laguku dong," jawab Ghani sambil tertawa renyah.

"Hmmm, yang hubungannya makin dekat," cibir Arron ikut tertawa.

"Belum juga," sahut Ghani.

"Pepet terus Bang, cepat dihalalin. Biar nanti aku punya keponakan yang matanya biru," ucap Arron.

"Apa bedanya biru dan hitam?"

"Biar kelihatan impor Bang," jawab Arron dengan asal.

"Ada-ada saja kau ini. Bagaimana keadaanmu, masih pusing?" tanya Ghani.

"Sudah mendingan Bang, hanya saja masih sedikit lemas." Jawab Arron.

"Ya sudah istirahat saja, biar besok cepat membaik," kata Ghani sambil beranjak dari duduknya. Ia melangkahkan kakinya, hendak keluar dari kamar.

"Ke mana Bang?" teriak Arron.

"Kamar mandi," jawab Ghani sambil meneruskan langkahnya.

Malam semakin larut, dan terus beranjak hingga dini hari. Jarum jam menunjukkan tepat pukul 01.00 pagi, Ghani baru saja terjaga dari tidurnya.

Ghani menggeliat pelan, lalu bangun, dan bergegas menuju ke kamar mandi.

Tak lama kemudian, Ghani kembali ke kamar. Ia mengganti bajunya, dan menggelar sajadah kusam miliknya. Ghani bersiap untuk menghadap Sang Pencipta, memohon petunjuk atas jalan hidupnya.

Di tengah sepinya malam, hanya deru nafas Arron yang terdengar samar-samar. Ghani melaksanakan shalat tahajjud dengan begitu khidmat. Kendati dalam kesederhanaan, Ghani selalu berusaha untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Seusai shalat, Ghani duduk bersimpuh sambil mengucapkan dzikir. Setelah itu, ia menengadahkan tangan, bibirnya bergerak pelan melantunkan doa-doa.

"Ya Allah ampunilah semua dosa orang tua hamba, berikanlah tempat yang indah untuk mereka. Juga ampuni dosa-dosa hamba, tuntun hamba dalam menempuh jalan hidup yang telah Engkau gariskan." Ucap Ghani.

"Ya Allah, berikanlah petunjuk atas hubungan hamba dengan Bylla. Engkau yang maha tahu bagaimana perasaan hamba padanya, berikan jalan agar semua ini tidak menjadi dosa, Ya Allah." Sambung Ghani dengan suara yang pelan.

Ia sadar, hubungannya dengan Bylla kini semakin dekat, namun ia masih ragu untuk mengutarakan perasaannya. Terlepas dari Bylla akan menerimanya atau tidak, Ghani merasa dirinya masih belum pantas untuk mengatakan kalimat itu.

Walaupun Bylla adalah orang kaya, yang segala sesuatunya pasti sudah tercukupi. Namun sebagai lelaki, Ghani juga ingin bertanggungjawab, terlebih lagi jika ia sudah menyandang status suami.

Hal inilah yang membuat Ghani berada dalam dilema, terlalu dekat tanpa hubungan yang jelas, itu akan menjadi dosa. Namun mengajaknya menjalin hubungan yang jelas, ia juga merasa belum pantas.

Ghani menghela napas panjang, berharap semoga Tuhan segera menjawab keraguannya.

***

Sang surya semakin condong ke arah barat, sinarnya yang hangat berpadu dengan semilir angin yang berhembus perlahan. Ghani berjalan di antara debu-debu yang beterbangan, menyusuri jalanan beraspal tanpa mengenal lelah.

Dalam saku celananya, sudah terkumpul beberapa recehan, yang belum ia ketahui berapa jumlahnya. Ghani mengusap wajahnya yang berkeringat, demi anak-anak, itulah satu kalimat yang membuat semangatnya tetap membara. Meskipun lelah, letih, ia terus berusaha, demi mencukupi kebutuhan mereka.

Keadaan Arron sudah lebih baik, namun Ghani masih menyuruhnya beristirahat, tunggu benar-benar sehat baru ikut mencari recehan.

Ghani menghentikan langkahnya di depan pedagang kaki lima. Kebetulan kala itu, banyak orang yang berkerumun di sana. Ghani mulai memetik senar gitarnya, dan melantunkan lirik lagu, seirama dengan melodi yang dialunkan. Kali ini, ia menyanyikan lagu milik Astrid yang berjudul Tentang Rasa.

Tentang cinta yang datang perlahan

Membuatku takut kehilangan

Kutitipkan cahaya terang

Tak padam didera goda dan masa

Dapatkah selamanya kita bersama

Menyatukan perasaan kau dan aku

Semoga cinta kita kekal abadi

Sesampainya akhir nanti

Tuk selamanya

Seusai Ghani menyelesaikan petikan terakhirnya, satu persatu dari mereka mulai memasukkan uang ke dalam plastik yang Ghani genggam. Ghani tersenyum sambil mengucapkan banyak terima kasih, meskipun hanya recehan, namun itu sangat berarti baginya.

Disaat Ghani hendak beranjak dari tempatnya, tiba-tiba seorang pria dewasa datang menghampirinya. Tubuhnya tegap dan kekar, wajahnya sedikit berewokan, namun kulitnya putih dan bersih.

"Tunggu!" teriak pria itu sambil melangkah lebih mendekati Ghani.

Ghani menghentikan langkahnya, dan menilik wajah pria itu. Siapa gerangan, dan ada perlu apa kiranya?

"Siapa namamu?" tanya pria itu saat sudah tiba di hadapannya.

"Ghani." Jawab Ghani.

"Aku ingin berbicara denganmu, apakah kau punya waktu?" tanya pria itu dengan serius.

Bersambung....

1
S IE YU
bagai mana dengan kbr andra?
gaby
Halah Melani omong doang, nyatain cinta tapi Ghani beli soto mbayar, kasih gratis dong kalo emang cinta. Lagian kan itung2 amal sm anak2 terlantar di panti. Melani pelit, pantesnya pny jodoh org pelit jg.
MFay
ayo berakhir bahagia semua Thor
Lulu Nais
thor,,semua karyamu sudah aku baca..ad brp yg ku baca membuatku menangis..
karya mu thor lain dari yg lain.keren n bgus😘😘😘😘
IG👉Salsabilagresya: Terima kasih banyak kakak🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Dewi Sariyanti
sebenernya reymond itu baik, dasarnya aja kena pengaruh orang tua yg jahat
Dewi Sariyanti
Kamu kan nyarinya yg fisiknya sempurna rey, udah dapet kan plus dapet bonus anaknya 😁
Dewi Sariyanti
pasti cuplikan yg awal itu pas ghani hilang kabar, bylla mau nikah sama ruben
Dewi Sariyanti
Aq gemes bgt pengen nonjok reymond. Dr awal waktu muncul sania pas jemput bylla yg mau pesta ulang tahun, aq kyak udah ada firasat, sania ini sahabat yg bakal menghianati bylla, ternyata benar kan.
Dewi Sariyanti
Si mika ini egois dan bermuka dua, di depan orang tua bilang takut kakaknya khawatir, tp dlm hati sebenarnya gk mau kalo kakaknya ada kasih sayang orang tua di bagi, ya namanya sama2 anaknya ya harusnya adil, bylla anaknya mama papa mu jg kok mika.
Dewi Sariyanti
Aku rasa si mika ini punya penyakit parah, trus ngelarang orang tua nya buat kasih tau bylla.
Jong Nyuk Tjen
terimakasih thor , bnyk kalimat2 yg sangat bermakna d bab ini .
Jong Nyuk Tjen
ceritanya bagus thor , beda am cerita yang lain. Biasanya yg tajir itu s cowok tp kali ini yg tajir s cewekny .
Jong Nyuk Tjen
tlng tny thor , buku2 ny ad d NT ga ya ?
IG👉Salsabilagresya: nggak ada kak, hanya ada buku cetaknya aja. Kapan hari ada beberapa sampel bab di sini, tapi sekarang udah kuhapus
total 1 replies
Rini Haryati
keren dan mantap
Bundanya Robby
mampir ya Thor semangat 💪💪💪
IG👉Salsabilagresya: mkasih banyak kakak
total 1 replies
Mega
haisss,,, maaf thor aku jd ngk suka sm tokoh utama perempuannya,kesannya kayak perempuan gampangan,gampang bgt pindah2 ke hati laki2,apa segitu ngk lakunya atau gimana ya,perempuan itu HARUS punya rasa gensi dan egois walau pun dikit,tp di sini ngk ada sama se x,yg ada mlh kayak ngk laku jd mau sm laki ini sm laki itu,,, haisssss,,,,
Mega
mika org yg tdk mau bersyukur,begitu banyak yg menyayangi dia,tp dia berfikir picik,pengen semua di ambil tp ngk sadar diri,maaf bukan mendoa kan tp kl udh tau dia punya penyakit buat apa di bikin kacau semua,,,, pdhl mereka pd sayang sm mika tp kelakuannya tdk sadar,,, dgn berbuat bgni yg ada malah bencu karna sengaja memisah kan kasih sayang org2 terdekat dia,,,,
🌻Ruby Kejora
Sukses ya buat kk😍... Ga nambah karya baru, kk...
IG👉Salsabilagresya: Terima kasih banyak, Kak. Insha Allah bulan depan, Kak, sekarang masih namatin yg noda
total 1 replies
Siti Fatimah Fatimah
sweet banget 😊😊😊😊
Siti Fatimah Fatimah
bayi impor nih🤭🤭🤭
IG👉Salsabilagresya: hehehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!