NovelToon NovelToon
SISTEM PILIHAN ANGKA

SISTEM PILIHAN ANGKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Angka bukan sembarangan Angka, Angka yang di pilih semuanya menunjukkan hadiah besar kecilnya yang di dapat.

Tapi jika kamu beruntung, kau akan mendapatkan hadiah besar.

Dan itulah yang di alami oleh Alneo setelah ia mendapatkan penyiksanya oleh ayah jika ia tidak mendapat uang.

Bukan hanya itu, yang membuatnya murka adalah Adik perempuan ingin di jual ayahnya pada rentenir untuk membayar hutang, saat ia mencoba menghalangi, ia malah mendapatkan pukulan berat oleh ayahnya hingga pingsan.

Dan saat itulah, ia mendapatkan sebuah sistem misterius yang mengubah hidupnya.

Ia memenjarakan ayahnya karena sang ayah agar tidak menganggu kehidupan mereka lagi.

Dengan sistem pilihan angka, ia bagaikan menemukan jetpot di hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18 Misi Baru

Keesokan Harinya: Pukul 06.00 WIB

BEEP.

Pintu kapsul terbuka otomatis. Alneo melangkah keluar dan seketika tertegun melihat tubuhnya di cermin besar kamar mandi. Kulitnya yang dulu agak kusam karena kurang tidur kini terlihat bersih dan segar. Postur tubuhnya lebih tegap, dan otot-ototnya tampak lebih padat berisi.

"Gila... ini benar-benar keajaiban," gumam Alneo sambil mengepalkan tangan, merasakan aliran energi yang luar biasa di dalam dirinya.

Saat ia keluar kamar, bau harum nasi goreng mentega langsung menusuk hidungnya. Di dapur kering lantai dua yang super mewah, Riani sudah sibuk membolak-balikkan spatula di atas kompor induksi.

Gadis itu sudah rapi memakai baju barunya, meski matanya masih menyiratkan rasa penasaran yang besar.

"Pagi, Kak! Wah, segar banget mukanya. Efek jadi orang kaya baru ya?" sindir Riani sambil menghidangkan dua piring nasi goreng di atas meja makan marmer.

Alneo duduk sambil tersenyum. "Pagi. Kamu masak apa?"

"Nasi goreng seadanya. Untung di kulkas pintar semalam sudah terisi bahan makanan lengkap otomatis. Robot itu yang kasih tahu aku," kata Riani.

 Ia langsung duduk di hadapan Alneo, menumpu dagunya dengan kedua tangan. "Nah, sekarang jangan menghindar lagi. Jelaskan. Semuanya."

Alneo mengunyah sendokan nasi pertamanya dengan santai, mengulur waktu untuk merangkai kebohongan terbaiknya yang sudah ia siapkan sejak subuh.

"Jadi begini," Alneo berdehem, memasang wajah serius tapi penuh kebohongan.

"Kakak sebenarnya bekerja sama dengan sebuah konsorsium internasional rahasia dari negara Swiss. Mereka sedang mengembangkan proyek Smart-Health Mansion di negara kita. Kakak terpilih sebagai beta-tester dan manajer aset mereka karena salah satu analisis saham yang Kakak buat menarik perhatian mereka."

Riani menyipitkan mata, tampak menimbang-nimbang. "Komputer raksasa itu? Terus alat-alat canggih di bawah itu?"

"Betul.Tugas Kakak adalah menjaga tempat ini, mengoperasikan sistemnya, dan... yah, menikmati fasilitasnya sebagai imbalan. Semua uang dan rumah ini legal, ada kontrak resminya. Kamu tidak perlu khawatir," bohong Alneo dengan rapi.

Riani mengembuskan napas panjang, tampak setengah percaya, namun ia memilih untuk tidak ambil pusing selama mereka tidak melanggar hukum.

"Ya sudahlah, yang penting Kakak tidak pesugihan. Tapi Kak, kalau tempat ini ada banyak peralatan canggih, berarti Kakak bisa mengoperasi dong? Memangnya Kakak bisa?"

Tepat setelah Riani menanyakan hal itu, sebuah alarm darurat berbunyi di dalam kepala Alneo.

 Layar virtual sistemnya mendadak muncul dan berkedip merah dengan intensitas tinggi.

[PERINGATAN DARURAT: Deteksi Ancaman Jiwa]

[Radius: 50 meter dari gerbang utama.]

[Target: Pria paruh baya (Supir taksi semalam). Diagnosis: Serangan Jantung Akut.]

[Misi Diaktifkan: Selamatkan pasien]

Alneo langsung meletakkan sendoknya hingga berdenting keras, membuat Riani terkejut.

"Kak? Kenapa?"

"Bapak supir taksi semalam... dia dalam bahaya," kata Alneo sambil berdiri tergesa-gesa.

"Lho, Kakak tahu dari mana?!"

Alneo tidak menjawab. Ia berlari kencang menuruni tangga, menuju pintu utama.

Alneo melompati tiga anak tangga sekaligus, mengabaikan teriakan Riani yang kebingungan di belakangnya.

Robot asisten yang berada di lobi langsung bergerak cepat membukakan pintu utama begitu mendeteksi pergerakan panik sang pemilik.

[Tuan Alneo, mendeteksi peningkatan hormon adrenalin Anda. Apakah memerlukan bantuan]

"Siapkan tas medis darurat Sekarang!" perintah Alneo lantang sambil terus berlari melewati halaman depan yang luas.

...⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️...

1
Ambu Rinddiany Thea
duuuh ikut degdegan, ka less berasa nonton depan mata ini teh 🤭
less22: anggap aja beneran lihat🤣🤣🤣
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
bakal seru lagi kalo pas d restoran ada manusia oleng lagi yg ngehina s alneo 🤣biiih seru lah
irena
lanjut thor
Wega Luna
bisa nyewa ruko buat food court beli tas 30 juta GK bisa 🤣🤣🤣🤣🤣, dasarnya si Roni itu pelit 🤭🤭🤭🤭,,takut duitnya habis diporotin ,
irena
lanjut thor
Ambu Rinddiany Thea
sekarang ambu yg balik ketawa paling keras ya roni Hahahahahaha, tuh di food court mba d bawah ,🤣🤣🤣🤣
irena
lanjut thor
Ambu Rinddiany Thea
alneooo tunggu ambuu ikut 🤭
Ambu Rinddiany Thea: hooh ih bt kan 😤😩
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
makan tuh jabatan supervisor Kevin,🤣🤣🤣
Wega Luna
adiknya ini terlalu kepo , jadi GK suka aku 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣,
Ambu Rinddiany Thea: /Shhh//Shhh/
total 3 replies
irena
lanjut thor..
irena
banyakin upnya thor.. tak kasih vote nanti
Ambu Rinddiany Thea
gasss pooool ka lessss . makanan nya kan belum d makan masa udh pulng aja itu mana mahal2 iih sayang kaan😩
Ambu Rinddiany Thea
lanjuuut ka leeeessss
Ambu Rinddiany Thea
borong riani borong , awas bawain ambu ya steak nya 😆
Ambu Rinddiany Thea: bialin haratis ini ath ka leesss 😆😆 mumpung ada yg bayalin 🤭
total 2 replies
Night Watcher
heleh Less... kebanyakan cerita yg digarap, jd upnya irit bin pelit wal sakndulittt...🤭🤭
Ambu Rinddiany Thea
hadeeeeeh dasar hama
Ambu Rinddiany Thea
beliin buat ambu juga alneo 1 aja ya , ada ga ukuran jumbo 😩🤣
Ambu Rinddiany Thea: /Grievance/
total 2 replies
irena
iya.. setelah dilunasi peringatkan untuk tidak meminjamkannya lagi.. krn setelah itu sudah bukan urusannya alneo klo ternyata dikasih pinjam lagi.. alneo harus tegas
irena
lanjut thor
less22: siapppp
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!