Sepanjang perjalanan Alton tak henti mengingat wajah cantik serta senyum manis Selena. Memang Selena bukan type gadis yang Alton inginkan. Tetapi saat mengasuh Austin, mendadak perasaan nya menjadi lain.
Aku memang membutuhkan pengganti Alice, tapi baru tiga bulan kepergian nya. Aku tidak mungkin juga memilih nya sebagai pengganti Alice. Itu sangat tidak adil untuk Selena. Menatap wajah kecil Austin dan memikirkan hal ini sepanjang perjalanan pulang. Hai Alton, kamu jangan gila! Dia adik ipar nya, jangan karena dia mirip dengan Alice lalu kamu egois ingin memiliki nya juga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mey Insta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Benih Cinta
Melangkah masuk ke dalam gedung hotel dan menuju ke ruang pertemuan yang sudah di sepakati. Seorang pelayan hotel menuntun langah Alton bersama Tom.
"Silahkan, Tuan." ucap pelayan tersebut
Tatapan Alton yang semula biasa mendadak tajam ke sosok yang baru saja dilihat nya sedang duduk dengan satu orang dengan tubuh tinggi dan kekar di samping nya.
'Kenapa bukan Oscar.' Batin Alton
Brian lalu bangkit berdiri menyambut kedatangan Alton. "Selamat siang dan selamat datang." ucap Brian seraya menyodorkan tangan nya.
Bukan membalas nya, Alton malah membawa tubuh nya duduk di atas kursi sofa di seberang duduk Brian. Wajah ketus dan dingin Alton tampak jelas di raut wajah nya.
Brian lalu menarik tangan nya lalu kembali duduk di kursi nya, "Jelaskan pada nya." bisik Alton pada Tom
Alton lalu membawa turun kacamata hitam yang semula dia letakkan di atas kepala dan membuat nya menutupi kedua mata nya kini.
Brian sangat tahu hal itu dia lakukan hanya untuk memperhatikan dirinya dari balik kacamata hitam nya.
Tom mejelaskan beberapa hal tentang kerja sama bisnis berlian milik Alton pada nya. "Saya hanya ingin menambah pengambilan barang dari mu, tidak menginginkan hal lain."
Brian menyela saat Tom hendak menjelaskan nya secara detail.
'Sombong sekali dia.' batin Tom
Menghentikan bicara nya lalu memberikan selembar kertas berisi syarat untuk melakukan kerja sama dengan jumlah besar.
Brian membiarkan nya tergeletak di atas meja tanpa menyentuh nya, "Dimana putra mu?"
Dengan berani Brian mengatakan nya. "Kita tidak melakukan pertemuan untuk membahas hal pribadi, Tuan." ucap Tom
Alton tersenyum simpul, 'Bocah kemarin sore mau coba sombong pada ku, sudah besar nyali mu rupa nya.'
"Saya akan segera mengirimkan undangan pernikahan ku dengan Selena pada mu, Tuan Brian." ucap Alton dengan nada mengejek
Brian mendadak mengepalkan tangan nya setelah Alton mengatakan nya, menatap emosi ke arah Alton dan Brian sangat ingin mendaratkan kepalan tangan nya ke wajah Alton dan meninggalkan bekas luka karena tinju nya.
Ton terkejut dengan ucapan spontan Alton. Menatap tidak percaya ke arah nya. 'Apa dia sadar dengan ucapan nya.'
Kemudian Alton bangkit berdiri dan memutar tubuh nya dan hendak melangkah meninggalkan ruang pertemuan namun Brian dengan cepat bangkit berdiri dan berdiri di belakang Alton.
"Jika kau melukai nya, aku lah orang pertama yang akan mengambil nya dari sisi mu!" teriak Brian
Alton lalu melanjutkan langkah nya dengan tersenyum senang meninggalkan ruang pertemuan di ikuti Tom.
***
"Tunggu di sini!" perintah Alton saat Tom menghentikan laju mobil nya di depan pintu utama Mulia Perkasa
Alton menekan angka kode pintu kantor dan membuka nya lalu menutup nya.
Menatap kosong kursi kantor nya, lalu melangkah menghampiri pintu kamar mencari keberadaan Selena dan Austin. Alton membuka pintu kamar perlahan, tatapan nya menghangat saat melihat Selena tengah terlelap bersama Austin.
Alton melangkah perlahan mendekat ke tempat tidur, duduk di tepi tempat tidur. Menatap wajah cantik Selena membuat hasrat nya kembali naik.
'Aku pastikan kau akan menjadi milik ku segera.'
Selena yang merasa terusik tidur nya perlahan membuka kedua mata nya, membuat kelopak mata nya berkedip berulang kali. Menatap dengan seksama sosok di hadapan nya, sontak membuat Selena terkejut. Menarik tubuh nya dan membawa nya dalam posisi duduk.
Alton yang merasa mereka sudah baikan memberanikan diri nya mendaratkan kecupan nya kembali. Kali ini ke kening Selena.
Selena memejamkan kedua mata nya, dan membiarkan Alton melakukan nya. 'Apa ini salah, apa aku mulai..'
Suara itu menggema di dalam pikiran nya. Tidak sampai di situ Alton kembali membawa...
untuk selena istri murahan
cerita novelis menunjukkan karakter novelisnya
suami atau lelaki egois memuja pelakor dan melaknat pebinor
istri atau wanita egois memuja pebinor dan melaknat pelakor
alton lebih baik cari istri lain ndak usah cari istri yang kalau ada masalah dengan suami pergi dan tinggal berduaan dengan lelaki lain
Semakin menarik 🤗🤗🤗