NovelToon NovelToon
My Secret Romance

My Secret Romance

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / Tamat
Popularitas:368.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: diah mahlipi

Kabur dari rumah agar terhindar dari perjodohan yang tak di inginkan, namun siapa sangka Eliana justru masuk kedalam lubang buaya. Ia harus berurusan dengan seorang lelaki yang super nyebelin menurutnya yang telah mempekerjakan dirinya sebagai seorang pembantu rumah tangga di rumah lelaki itu.

Dan masih banyak lagi kisah cinta pasangan muda mudi yang akan menemani Eliana di setiap episode nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diah mahlipi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Aaron

Satu minggu telah berlalu, El sangat, sangat kesal dengan Aaron. Tak ada kabar darinya, terlebih lagi mengingat Velari yang di kejarnya sampai ke luar Negeri jauh di sana. Lalu untuk apa lagi ia masih tinggal di rumah ini, toh Aaron sudah tidak lagi memerlukan dirinya. Lelaki itu brengs*k berkata manis, sok paling bener saat mengatakan cinta padanya. Lalu untuk apa lagi masih mengejar wanita lain.

"Aaaakkkh, Om Aaron ngeselin, sialan. Dasar laki brengs*k," teriak El membuang bantalnya.

Pikirannya sangat kacau, dan itu semua gara-gara Aaron. Setelah mencari sosok lelaki yang sudah mencuri ciuman pertama selama bertahun-tahun. Ia bahkan berjanji pada dirinya waktu dulu untuk menikah hanya pada lelaki itu. Dan sekarang ia sudah mengetahui siapa lelaki itu, ternyata ada di hadapannya selama ini.

Lalu sekarang apa? Rasa kecewa pada Aaron membuatnya benci, kenapa harus datang jika pada akhirnya pergi. El pun menangis terisak dengan perasaan dadanya yang terasa sesak.

"Halo Dad..." El menelpon Bram.

"Ya Allah, Eliana. Alhamdulillah kamu akhirnya menelpon Daddy, Nak?" Bram sangat seneng, sudah lama dirinya tak mendengar suara anak kesayangannya itu.

"Maafkan El, Dad." lirihnya menahan tangisnya.

"Daddy yang seharusnya minta maaf, apa kamu baik-baik saja?" khawatir Bram mendengar suara anaknya begitu lirih.

El mencoba tersenyum agar tidak menangis."El oke, Dad. Gimana kabar Mommy? Apa dia menangis?"

"Ya begitulah Mommy mu, mana ada seorang ibu jauh dari anak gadisnya. Kami. merindukan mu sayang, kapan kita bisa bertemu?"

El tak. tahan lagi, ia pun pada akhirnya menangis." El juga merindukan kalian Dad, kita pasti bertemu, percayalah."

Bram memejamkan matanya, rasa rindu pada putrinya tak tertahankan. Ingin rasanya saat ini juga ia membawa El kembali ke rumahnya. Tetapi dalam kontrak itu El masih belum bisa bertemu dengan sebelum pernikahan terlaksana. Apa yang harus ia lakukan?

"El, apa kamu baik-baik saja, Nak? Apa dia. menyakiti mu?" Bram sangat khawatir, entah mengapa hatinya mengatakan kalau tangisan Eliana ini bukan rasa rindu pada keluarganya. Melainkan pada kekesalan akan seseorang.

"El baik-baik saja Dad, El hanya rindu."

Bram mengepalkan tangannya kuat, rahang kokohnya mengeras saat ini. Iya tidak akan mengampuni Aaron kalau sampai menyakiti putri kesayangannya itu.

"Baiklah, jaga diri kalian baik-baik ya. El janji pasti menemui kalian.Jangan kasih tau Mommy kalau El telpon, kasihan, nanti dia menangis."

El tak ingin Alisya menangis karena mengingatnya, sebelum bertemu ia tidak berani menghubungi wanita yang telah melahirkan itu.

Bram menghela nafasnya berat." Daddy merindukan mu, hati-hati di sana. Kalau Aaron menyakiti kamu bilang sama Daddy."

"Siap pak bos, assalamualaikum."

"Wa'alaikumsalam!"

El kembali murung, mama mungkin ia menceritakan maslah Aaron pada Daddy nya. Bisa-bisa lelaki itu langsung mendatangi kediaman ini dan mengamuk, membakar habis rumah yang besar dan mewah ini.

Pagi harinya, El menarik koper nya keluar dari kamarnya. Walaupun begitu berat meninggalkan rumah mewah ini. Namun tekat bulatnya telah yakin mengingat Aaron sudah tidak menginginkan dirinya lagi.

"Non Eliana mau kemana?" tanya Baron panik.

"Aku mau pergi," jawab El singkat dengan suara beratnya.

"Tapi kenapa? sebentar lagi Tuan kembali, kalau tau Non akan pergi pasti Tuan mengamuk!" khawatir Baron.

"Untuk apa mengamuk, bukanya dia sudah senang -senang dengan kekasihnya? Lalu untuk apa lagi aku di sini!"

"Tapi, Tuan tidak punya kekasih selain Non Eliana... "

" Sudah lah pak, jangan terus membela dia. Nanti semakin besar kepala dia itu, kalau tidak memiliki kekasih lalu untuk apa dia jauh-jauh menyusul sampai ke luar Negeri sana ... dah lah aku mau pergi."

Sesaat El menyeret koper nya hendak keluar dari rumah, tiba-tiba seseorang berbadan tegak itu datang tepat muncul di hadapannya.

"Kamu mau kemana?" tanya nya.

"Bukan urusan kamu, minggir! Kau menghalangi jalan ku."

"Eliana, tunggu. Aku baru saja datang kenapa kamu malah mau pergi?" cegahnya mencekal pergelangan El.

"Lepas, biarkan aku pergi Om. Untuk apa lagi aku di sini." mata Eliana berkaca -kaca. Rasa kesalnya semakin menjadi melihat sosok wanita ada di belakangnya.

"Aku tidak akan mengizinkan kamu pergi, Eliana," ucapnya dingin tanpa melepaskan tangannya.

Plaaak... El geram, ia menampar wajah Aaron dengan tangan kirinya. Matanya merah menatap kebencian pada lelaki itu.

"Apa kau mencoba menjadikan ku tawanan, hah? Aku bukan mainan mu," bentak El berteriak.

"Maafkan aku, aku tidak pernah menganggap mu tahanan, apalagi mainan. Aku serius mencintai kamu El, aku gak mau kamu pergi meninggalkan aku!"

Lagi -lagi Eliana menampar Aaron. Lelaki itu hanya diam pasrah tanpa marah apa lagi membalas. Andai saja kalau orang lain, mungkin saat ini yang menamparnya itu hanya tinggal nama seketika saat itu juga.

"Apa kau sudah gila! Kau pulang membawa wanita lain, dan masih berani bilang cinta sama aku, bajing*n" teriak Eliana meneteskan air matanya.

Aaron tersentak, matanya terbelalak lebar mendengarnya. Tetapi dalam hatinya begitu senang dan ia tersenyum mendekatkan tubuhnya memeluk Eliana.

"Apa kau marah karena ini? Kau cemburu, sebab itulah mau pergi dari rumah?" bisik Aaron dengan perasaan senang.

"Apa kau gila ... lepaskan aku." El berontak, ia benar-benar kesel dengan Aaron yang tak merasa bersalah sama sekali.

"Apa kau cemburu?" tanya Aaron kembali dengan nada menggoda.

"Siapa yang cemburu, kau gila ya?" elak Eliana dengan wajah merahnya dan mengalihkan pandangannya.

Aaron tersenyum, ia menarik dagu Eliana menghadap kearahnya." Aku senang kamu cemburu, tapi kamu salah paham."

Eliana menaikkan sebelah alisnya menatap dalam Aaron.

"Ayo sini, aku perkenalan kalian berdua." Aaron menarik tangan El lembut dan berjalan mendekat ke arah seorang gadis yang sedari tadi hanya diam memperhatikan.

"Nggak mau!" tolak El.

"Kenapa? Bukanya kau ingin tahu siapa gadis itu? Ayo, jangan malu -malu. Aku yakin, kalian pasti saling menyukai nantinya."

1
Alena Apriliana
nggak ngerti alur nya
Faizah Faizah
Kecewa
Faizah Faizah
Buruk
linda defianti
Luar biasa
Sri Purwanti
oppa farhan dan oma megan di novel yg judulnya apa ya... lupa
Fie Lian
Luar biasa
Jennifer Jatam
Lumayan
Jennifer Jatam
Kecewa
Irma Dea
lajut thor
Faiz Aqillah
up nya thor
asmy128
up dong thor
🎶choowie❤🌹🌚
up donk
Ririn Siska
lanjut
🎶choowie❤🌹🌚
lama😭😭😭
listya
lama bgt ya
Anik Kurniawati
kpn nih lanjutnya.....
Anggianurwulansari 200612
thorrr.dimanakah drimuu...sdah lama tdk up...smga shat sllu..n smngat
tar
galanjut kah?
Yedida Woba
akhirnya sembuhlah....😀👍
Yedida Woba
maju terus😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!