Menceritakan tentang kesedihan seorang istri yang tidak pernah anggap ada. Dan selalu saja di salahkan
_Akankah, Safira mampu bertahan dengan pernikahan yang tanpa cinta ini....???
_Atau mampu kah, Arjuna mempertahankan Safira atau justru melepaskan nya....???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
Sayang, kenapa kau berteriak seperti itu...???"Ucap Juna saat Alira sudah sampai ke kamarnya.."
Ayah,, bunda, bunda ada di bawah yah'.. Dia sedang memasak untuk kita.."Ucap Alira dengan bahagia"..
Ayah kira, hanya Zahra yang ibu bawa, ternyata bunda juga di sini.."Ucap Juna,"
Ia ayah,.. Terus bunda bilang dia akan menginap di sini.."
Alira sayang, kau bisa bantu ayah untuk berdiri, ayah ingin menyapa bunda dulu.."
Baik ayah,..
Namun saat Alira ingin membantu ayah nya pintu kamar terbuka, dan Safira melangkah masuk ke kamar membawa nampan di tangan nya yang berisi makanan..
Mas, Alira.. Dimana Zahra...??? "Ucap Safira, lalu menaruh nampan di atas meja.
Baru saja bi Asri mengambilnya,, kata nya Zahra harus tidur siang dulu.. 'Ucap Juna,,
Alira sayang, ganti baju dulu yah..!! Terus itu Alira makan.. Mau makan sama bunda atau sendiri..???
Alira mau makan sama ade Zahra dan bibi.. Bunda sama ayah saja dulu.."Ucap Alira lalu berjalan keluar kamar.."
Mas, makanan nya di makan dulu, terus obat nya di minum.."Ucap Safira,,"
Safira, bisa minta tolong, kamu suapin aku.."Pinta Juna.,"
Iya mas.. " Lalu Safira mengambil piring dan sendok terus menyuapkan makan ke Juna.." Terjadi keheningan beberapa saat, hingga Juna memecang keheningan tersebut dan memulai berbicara..
Terima kasih Safira karna sudah datang dan mengurusku.."
Tidak masalah mas.. Ouh ya, sejak kapan mas sakit...?????"Tanya Safira,..
Sudah beberapa hari ini,, maaf karna aku tidak sempat menengok Zahra beberapa hari belakangan ini...
Tidak masalah mas, lagaian juga mas kan sakit.."Ou ya, karna makanan nya sudah habis lebih baik mas minum obat terus istirahat.. Kalau begitu saya pamit dulu mas, mau lihat anak anak makan.." Ucap Safira, lalu mencoba melangkah, namun langkah nya terhenti saat Dewa menarik tangan nya..
Terima kasih Safira.. Maaf jika kali ini aku egois,..Safira, mau kah kau kembali tinggal bersama ku.. Agar kita bisa mengurus anak kita bersama sama.."Ucap Juna memohon"...
Ia, mas tapi hanya untuk mengurus anak anak saja.."tegas Safira,."
apakah ini sudah keputusan yang tepat.."Batin Safira."
Terima kasih Safira, itu sudah membuat ku merasa sangat bahagia.."
Ini awal nya Safira,, aku akan betul betul membuat mu untuk memaafkan kesalahan ku dan kembali menjadi milikku..
🍂🍂🍂
Sayang, kenapa kau rewel sekali.."Ucap Safira sambil menggendong Zahra.",,
Bunda, dede Zahra kenapa...???"Tanya Alira yang melihat bunda nya menggendong Zahra yang menangis..
Zahra rewel sayang,, dari tadi bunda gendong tapi tetap saja rewel..
Alira panggil ayah yah'.. Sempat saja ayah bisa membuat Zahra berhenti menangis..
Sayang, tidak usah ayah sedang istirahat ,, kita tidak boleh mengganggunya.."Ucap Safira,, namun pintu kamar Alira sudah terbuka ternyata Juna sudah berada di sana.."
Kenapa Zahra...???"Tanya Juna yang memang mendengar tangisan Zahra.."
Zahra rewel mas..
Sini biar ku gendong.."Ucap Juna lalu mengambil Zahra dan menggendong nya.."
Cup,cup,cup.. Anak ayah kenapa menangis.. Kasihan bunda mau istirahat lo.."Ucap Juna, lalu bermain main dengan Zahra,, seketika Zahra pun tertawa dalan dendongan ayah nya..
Waduh anak ayah, ternyata rindu sama ayah yah... Baik lah malam ini Zahra tidur sama ayah yah.."Ucap Juna,,".
Tapi mas.."Ucap Safira,,"
Malam ini kita tidur bersama,, ber empat di kamar kita.. Ayo, alira ikut ayah ke kamar.."Juna menarik tangan Alira, sambil menggendong Zahra.."
Terima kasih anak anaknya ayah,, setidak nya dengan begini ada alasan untuk ayah mengajak bunda tidur di kamar.."Batin Juna,."
Mau tidak mau, akhirnya Safira melangkah kan kaki nya ke kamar Juna,,.. Kamar yang dulu ia tempati saat menjadi istrinya, meskipun sekarang tetap berstatus sebagai istri Juna, hanya saja Safira merasa ada yang berbeda.. Karna bagaimana pun, dulu Juna memperlakukan Safira dengan sangat berbeda, dengan sekarang..
Safira masuk ke kamar, dan duduk di sofa,, ia pusing harus tidur di mana..Sedangkan Juna, dan ke dua putri nya sudah berbaring mengambil posisi masing masing..
Bunda,, ayo sini.."Ajak Alira,."
Sebentar sayang.."Ucap Alira,."
Bunda,, ayo ade Zahra mau dekat sama bunda.."Ucap Alira kembali.."
Dalam hati Juna terus saja tersenyum,, karna melihat Safira tidak bisa menolak permintaan Alira..
Baik sayang.."Lalu Safira berjalan, dan menaikkan tubuhnya di atas ranjang, kini posisi mereka Safira berada di pinggir, lalu Zahra di samping nya dan Juna dan Alira..
Alira sekarang tidur lah,, bair besok tidak terlambat ke sekolah.."Ucap Safira,"
Siap bunda..
Saat kedua putri nya telah tertidur,, Juna berbalik menghadap Safira, dan kini posisi ke dua nya saling berhadapan,,
Safira, terima kasih, terima kasih karna masih ingin berada di samping ku.."Ucap Juna,.
Tidur lah mas,, semoga besok keadaan mas bisa membaik.."Ucap Safira, dan entah mengapa jantung Safira, serasa berdetak lebih cepat kala memandang wajah Juna,.
Terima kasih Safira,.."Ucap Juna kembali lalu membelai pipi mulus Safira."
Safira memejamkan mata nya, kala tangan Juna menyentuh pipinya..
Maaf, atas kesalahan ku Safira.. Aku berjanji akan mencoba berusahan merebut hatimu.. Tolong beri aku satu kesempatan lagi.."Ucap Juna kembali,."
Safira membuka mata nya lalu tersenyum ke arah Juna,.
"Tidur lah mas,, nanti anak anak akan terbangun dari tidur nya jika mas terus saja berucap.."
Aku mencintai mu Safira.."Ucap Juna lalu refleks mencium kening Safira,,"..
Safira hanya terdiam lalu menutup matanya..