PENGUMUMAN
Judul novel ini semulanya berjudul Perjodohan Sejak "SMP" dan kini berganti menjadi Lion Cave: Jodoh, Rahasia, dan Dua Dunia.
"Jadi niat kita kesini adalah, bahwa kita akan menjodohkan kalian." seru wanita tersebut.
"Apah? Perjodohan? Maksudnya gimana ini? Aku dan dia dijodohkan gitu? T-ttap...tapi kita masih SMP, dan aku tidak kenal dengan dia. Aku tidak mau dijodohkan!" seru Aluna kaget.
Siapa sangka hidup Aluna berubah total hanya karena satu keputusan dari orang tuanya: perjodohan. Masih duduk di bangku SMP, Aluna merasa perjodohan dengan Alana adalah hal paling absurd yang pernah terjadi dalam hidupnya. Mereka sering cekcok, saling ejek, bahkan nyaris tak pernah akur.
Tapi takdir punya cara unik mempertemukan dua orang yang bertolak belakang. Dari hubungan yang awalnya dipenuhi penolakan, Aluna dan Alana justru mulai saling mengenal—dan perlahan tumbuh rasa yang tak bisa mereka tolak.
Bersama sahabat-sahabat terdekat mereka, Alana dan Aluna membentuk sebuah geng motor bernama Lion Cave. Bukan sekadar geng, tapi sebuah keluarga kecil tempat mereka belajar tentang kesetiaan, keberanian, dan arti pertemanan sejati. Lion Cave—sebuah wadah kebersamaan yang penuh petualangan, loyalitas, dan keberanian.
Namun di balik kekompakan geng itu, ada rahasia besar yang hanya diketahui oleh Aluna dan para sahabat wanitanya. Rahasia yang mereka sembunyikan rapat-rapat dari sahabat cowok mereka dan dari seluruh anggota Lion Cave.
Apa sebenarnya yang disembunyikan Aluna dan geng ceweknya? Mengapa mereka tak bisa mengungkapkannya, bahkan pada orang-orang yang paling mereka percaya? Dan apa yang akan terjadi saat rahasia itu mulai terancam terbongkar?
Sebuah kisah tentang cinta remaja, persahabatan yang rumit, dan rahasia yang bisa menghancurkan segalanya.
Apakah perjodohan ini akan berakhir bahagia? Atau justru menjadi awal dari konflik yang belum pernah mereka bayangkan?
~Terima kasih atas dukungan kalian semua. Ini adalah novel pertamaku, semoga kalian menyukainya dan ikut jatuh cinta pada setiap tokohnya.
~Arigato💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnia Rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SOSOK YANG DI RINDUKAN
"E...ELOOO!" kaget Aluna.
Sedangkan Aluna yang masih terkejut dan tidak percaya dengan seseorang yang ada di hadapannya itu, malahan orang tersebut hanya
menatapnya datar tanpa ekspresi apa pun.
"Ngapain lo di sini?" sewot Aluna.
"Bukan urusan lo" ketus Alana, lalu menggeser badan Aluna yang menghalangi jalannya dan melangkah pergi begitu saja menuruni tangga.
"Nyebelinnn loooo" teriak Aluna dan langsung masuk ke dalam kamar dengan menutup pintunya sangat keras.
Sesampainya Alana di bawah, dia langsung bergabung bersama orang tuanya Aluna untuk makan malam.
"Kenapa dia?" tanya Papah Willi.
"Gatau pah" jawab Alana.
"Oh iya Lan, kata Pak Panji tim basket kalian dua hari lagi akan tanding?" tanya Papa Willi sebelum makan malamnya di mulai.
"Iya pah" singkat Alana.
"Lawan sekolah mana, ganteng?" tanya Mama Zia sambil mengelus lembut kepala Alana.
"SMP NUSA BANGSA, mah" sahut Alana dengan senyuman langkanya.
"Oh, sekolahan Mila dong ya pah?" tanya Mama Zia dan di angguki Papa Willi.
Setelah bercakap-cakap, mereka pun langsung memulai makan malamnya dengan khidmat tanpa obrolan.
Setelah selesai makan malam, mereka bertiga memutuskan untuk mengobrol di ruang keluarga tanpa kehadiran Aluna, karena dari tadi dia tidak ada niatan untuk keluar kamar sama sekali.
"Lan, kamu masih belum baikan sama Luna?" tanya Papa Willi dengan wajah seriusnya.
"Emm, iya pah maaf ini salah Lana yang udah salah paham ke dia" jawab Alana sambil menundukkan kepalanya.
"Tau kan dalam islam kita sesama manusia ga boleh bermusuhan lebih dari tiga hari?" tanya Papa Willi lagi sambil menepuk pelan bahu Alana.
"Iya pah, Lana tau ko" seru Alana sambil menatap wajah Papa Willi yang sedang tersenyum.
"Nah, kalau sudah tau kenapa kalian ga baikan ajah dan saling memaafkan?" sekali lagi Papa Willi bertanya.
"Nanti Alana bakal duluan minta maaf ke Aluna biar masalahnya bisa cepet selesai." seru Alana.
"Nah bagus itu, baru ini yang namanya anak Ayah Reza dan Papa William." seru Papa Willi sambil memeluk Alana.
"Oh iya, Aluna ikut tanding juga ga?" tanya Mama Zia yang sedari tadi hanya diam saja.
"Lana kurang tau mah, soalnya kan dia waktu eskul basket di ujian pertama kemarin dia kurang konsen mainnya dan di tegur abis-abisan sama Rika cees, mungkin dia emosi jadi dia memutuskan keluar dari tim basket." jelas Alana.
"Oh gitu ya, kenapa ya dia jadi gampang emosian banget sekarang?" heran Mama Zia.
"Biasalah mah ga dapet perhatian dari ayang nya, hahaha" sindir Papa Willi.
"Hahaha, iya bisa jadi tuh pah" tawa Mama Zia yang ikut menyindir Alana, sedangkan Alana yang sudah malu memutuskan untuk ke kamar duluan.
"Ekhemm, emm,, mah pah Lana ke kamar duluan ya" pamit Alana yang di angguki keduanya.
Setelah Alana pergi ke lantai atas menuju kamarnya, kedua orang tua ini asik menertawai Alana yang tadi di buat malu oleh dirinya.
...^^^***^^^...
~Kamar Aluna
Setelah Aluna mandi, dia memutuskan untuk tiduran sambil memainkan ponselnya yang sedang rame dengan chat grup tim basket yang sedang membahas rencana latihan basket besok pagi.
"Ngapain ya tu orang ada di sini" guma Aluna bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
"Terus apa dia udah pulang ya?" tanya Aluna lagi.
"Keluar kali ya, kita cari cemilan di bawah haha" ucap Aluna lagi yang tidak menyadari keadaannya sekarang yang hanya memakai celana pendek, kaos oversize, dan tanpa menggunakan hijab itu lah kebiasaan dirinya kalau lagi di dalam kamar.
Tanpa di sengaja, saat Aluna keluar kamar dia bertemu kembali dengan Alana yang akan ke bawah juga.
"Apaan lo liat-liat?" sewot Aluna yang belum menyadari keadaanya sekarang yang membuat Alana syok dan langsung memalingkan wajahnya ke arah lain karena enggan melihat aurat Aluna.
"Ga malu lo?" tanya Alana tanpa melirik Aluna sedikit pun.
"Malu? emang kenapa gue harus malu? ada yang salah?" heran Aluna yang masih belum sadar juga.
"Lo ga salah make pakaian kaya gitu?" sindir Alana yang masih belum meliriknya sedikit pun.
Dan seketika Aluna pun tersadar, betapa malunya dia malam ini. Lebih memalukan mana Aluna, yang tiba-tiba saja Alana masuk kamar mu saat kamu baru beres mandi di villa waktu liburan keluarga saat itu? agrhhh pasti malu kan? ga bisa bayakin betapa malunya kamu saat itu dan saat ini, hoho malang sekali nasib mu:(
"Oh iya gue lupa, astagfirullah" teriak Aluna saat menyadari ke adaannya, dan tidak tahu kalau Alana masih ada di rumahnya.
"Yaudah gue ganti baju dulu" heboh Aluna yang langsung masuk kamarnya dengan terburu-buru.
Sedangkan Alana di luar kamar, hanya memasang sedikit senyuman saja saat melihat tingkah Aluna.
"Ada-ada ajah tuh anak" seru Alana sambil menggelengkan kepalannya, lalu segera melangkah ke tangga untuk turun ke lantai bawah menuju taman di belakang rumah Aluna.
Sedangkan Aluna yang berada di dalam kamar, dia sedang mengganti pakaiannya sambil terus cerocos meratapi kebodohannya.
"Aduh, Lunaaa ko bisa siiiiii agrhhhhh" teriak Aluna sambil memakai baju tidurnya yang lebih tertutup.
"Dahlahh, gue mau cari cemilan ajah kaga jadi-jadi dahh" seru Aluna lagi, lalu keluar kamar sambil mengenakan hijabnya.
"Lagian ko dia masih ada di sini si?, terus sekarang kemana lagi orangnya?" gerutu Aluna di sepanjang perjalanan menuju dapur.
Setelah mengambil beberapa cemilan, Aluna memutuskan untuk nongkrong sebentar di taman belakang rumahnya.
Saat Aluna sedang menuju ayunan untuk di duduki, tiba-tiba dia di kagetkan oleh suara seseorang di pinggir kolam renang yang tak jauh dari posisi Aluna berdiri sekarang.
"Sthhhh, ngapain lo?" tanya Alana saat melihat Aluna yang belum tidur, keluar rumah sambil membawa beberapa cemilan di tangannya.
"Bukan urusan lo" ketus Aluna lalu melanjutkan jalannya menuju ayunan yang sangat nyaman.
"Udah malem woy" seru Alana.
"Ya tau, siapa bilang sekarang siang." jawab Aluna dengan santainya sambil memainkan ponsel miliknya.
"Tidurr sanahh" seru Alana lagi.
"Iya nanti, lu sendiri ngapain ada di rumah gue?" tanya Aluna dengan mulut penuh makanan.
"Kalau makan jangan sambil ngomong" tegur Alana menatap tajam Aluna.
"Ya, sorry" singkatnya.
"Jadi, lu ngapain di rumah gue?" ucap Aluna mengulang pertanyaannya.
"Gue nginep di sini" jawab Alana lalu bangkit dari duduknya karena dia berniat untuk segera masuk ke dalam rumah kembali namun di tahan oleh teriakan Aluna.
"Mau kemana looo?" teriak Aluna saat melihat Alana sudah berjalan menjauh darinya.
"Masuk" singkat Alana.
"Ihkkk, tungguin donggggg, takuttt gue sendirian giniii" heboh Aluna dengan segera langsung membereskan semua cemilan yang tadi dia taruh di ayunan lalu di bawa kembali ke dalam rumah.
"Lama" sindir Alana yang mulai berjalan lagi.
"Ihkkkk tungguinnn" teriak Aluna lalu segera menyusul Alana yang baru masuk ke dalam rumah.
"Gue duluan, lu yang kunci pintu belakang" seru Aluna langsung berlari ke kamarnya meninggalkan Alana sendirian.
Aluna pun masuk ke kamarnya, lalu terduduk di pinggir tempat tidurnya sambil melamun.
"Gilaaa, gue kangen banget becanda bareng sama si tembok" ucap Aluna pada dirinya sendiri.
"Apa gue yang harus minta maaf lagi?" tanya Aluna lagi.
"Kalau emang gue yang harus minta maaf duluan, oke deh tar bakalan minta maaf lagi ke dia" seru Aluna lalu segera berbaring di tempat tidurnya sambil menonton film yang dia suka dan juga di temani dengan beberapa cemilan favoritenya.
Beberapa menit kemudian, Aluna pun sudah mengantuk mungkin kecapean karena tadi habis main bersama teman-temannya di mol.
Akhirnya, Aluna memutuskan untuk tidur agar besok pagi tidak telat pergi latihan bersama tim basketnya.
...***...
Jangan lupa, like comen vote and rate oke.
~Arigato💕
Jangan lupa mampir di novel ku juga ya.