Rahasia Suamiku
Sinopsis
Anindita (35 thn) dan Niko (37 thn) adalah pasangan yang romantis dan di lengkapi seorang anak laki-laki Angga (12 thn) pasangan yang telah 10 tahun menikah apakah bisa bertahan dengan Rahasia dari suaminya.
Rahasia yang tidak terduga yang diketahui oleh Dita membuatnya memutuskan berpisah dari keluarga maupun sahabatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfiah Anggini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keberhasilan yang semu
Dini bergegas mengambil beberapa baju untuk dirinya dan Niko.
Dan Niko hanya melihat Dini yang mondar-mandir di depan nya tanpa membantu nya sedikit pun.
'' Kalau kamu tau keberadaan Dita, kenapa kamu harus begitu terburu-buru''.
'' Jika kamu tidak membantu ku, setidaknya jangan menyusahkan ku dan membuat ku emosi''.
Tiba-tiba suasana sejenak menjadi hening karena kemarahan Dini.
Niko hanya mengabaikan nya dan melanjutkan memainkan game online di handphone nya.
'' Apa yang kau tunggu, kita akan berangkat sekarang dan tolong lah untuk berhenti hanya bermain game saja. Sepanjang hari tidak melakukan apapun kecuali bermain game saja''.
Dini terus mengomel hingga mereka masuk ke dalam mobil.
Niko yang sudah tidak tahan dengan ocehan Dini iya pun bergumam membandingkan sifat Dita dan Dini.
'' Dita tidak pernah mengomel padaku seperti sekarang''.
Dini yang mendengar nya tambah emosi karena Niko terus membanding-bandingkan dirinya dengan Dita.
Dini berusaha meredam kemarahan nya dan fokus ke tujuan nya, karena iya harus menyetir mobil ke tempat Dita.
Sepanjang perjalanan mereka berdua tidak berbicara sedikit pun.
Karena Niko begitu penasaran kemana tujuan nya, dia mencoba bertanya ke Dini.
'' Sampai kapan kamu akan diam dan tidak memberitahu ku tempat tujuan kita sekarang''.
'' Kita akan ke rumah orang tua ku, Aku yakin Dita ada di sana bersama Angga''.
'' Apa? Rumah orang tua kamu masih ada sampai sekarang?''.
'' Iya karena Dita tidak ingin menjual nya dan dia menyewa seorang membersihkan dan menjaga rumah itu''.
'' Benarkah? Aku tidak tahu itu, lama ku menikah dengan Dita dan aku tidak pernah tahu soal rumah itu''.
'' Kamu juga tidak pernah ke makam orang tua ku?''.
'' Pernah, hanya sekali itupun pas awal masa pernikahan kami. Dita benar-benar tidak memberitahu ku hingga sekarang''.
'' Sudah lah mengenang masa-masa pernikahan mu dengan Dita, sadarlah kalau kamu sudah bercerai dengan nya. Dan hargai lah diriku''.
'' Baiklah sayang, tujuan kita hanya Angga dan kita akan hidup bahagia nanti nya''.
Mendengar perkataan Niko secara drastis mengubah suasana hati Dini yang sebelumnya emosi menjadi senang.
'' Tapi kau tidak akan membunuh Dita bukan?''.
'' Tidak, aku hanya akan berbicara dengan nya''.
'' Apa kau bilang itu rencana? Aku juga bisa melakukan itu jika hanya berbicara dengan nya''.
'' Aku akan berbicara alasan ku diam saat di apartemen dulu''.
'' Malam pas iya mencekik mu, memang nya kenapa kamu diam?''.
'' Tonton dan lihat lah, mungkin kamu juga akan tersentuh dan tidak akan pernah meninggalkan kan ku''.
'' Apa maksud mu, terserah yang akan kamu lakukan, yang penting besok sudah ada hasil kita pergi sejauh ini''.
'' Baiklah''.
Dini berhenti sejenak di tepi jalan dan mencoba mencari nomor telepon orang yang selalu membersihkan rumah orang tua nya.
Nomor nya pun iya temukan dan langsung mencoba menelfon nya sambil menyetir.
Sedari tadi iya terus menelfon nya masuk tapi tidak di angkat.
Dini pun langsung emosi di buat nya di tambah apalagi Niko dari tadi tertidur di samping Dini dan tidak pernah mengajukan diri untuk mengganti kan Dini menyetir.
Karena sudah sampai di kota tempat tinggal nya dulu, Dini mencari hotel yang dekat dari rumah orang tua nya.
Tanpa membangun kan Niko, Dini meraih saku celana Niko dan mengambil dompet nya.
Dini turun dari mobil dan meregang kan badan nya.
'' Kota ku''.
Sambil memperhatikan setiap sudut kota tempat masa kecil nya dulu dengan Dita.
Dini kembali membuka pintu mobil mengambil tas nya dan tidak membangun kan Niko.
Dini masuk ke dalam hotel memesan kamar untuk dua orang dan membayar nya menggunakan kartu ATM Niko.
Dini langsung masuk ke kamar iya pesan, dia langsung mandi dan berganti baju.
Handphone nya berdering kencang mengagetkan dirinya.
Dini langsung meraih nya yang iya kira penjaga rumah nya dan ternyata Niko yang sudah bangun dan iya tinggal di parkiran.
'' Naiklah, di Kamar No. 77''.
Dini mengabaikan Niko yang sedang marah-marah di telfon dan langsung menutup telepon nya dan melemparkannya di kasur.
Niko yang datang langsung marah dan melempar kan tas nya ke lantai.
'' Tega nya kau meninggalkanku di parkiran tanpa membangun kan ku dan kamu hanya enak-enakan tidur di kasur''.
'' Kamu tidak berhak marah padaku, apa kamu juga membantu ku menyetir tadi padahal perjalanan ke sini hampir 6 jam dan kamu hanya tidur di samping ku tidak berniat mengganti kan ku menyetir''.
Niko yang sebelumnya marah-marah terdiam karena mendengar suara Dini yang lebih marah dari nya.
'' Pergi lah mandi lah dan kembali tidur jangan membuat ku emosi''.
Niko memungut kembali tas nya dan bergegas mandi dan kembali untuk tidur di samping Dini yang sudah tertidur duluan.
Di lain sisi.
Ternyata penjaga rumah orang tua nya sengaja tidak mengangkat telepon dari Dini karena di suruh oleh Dita.
Untuk tidak memberitahu kan keberadaan oleh siapapun termasuk Dini adik nya.
Alasan nya iya tidak tahu tapi iya hanya mendengarkan perkataan Dita.
Dita yang sudah tahu kalau Dini mencoba mencari nya langsung mengantispasi dengan apa yang akan terjadi.
Dita tetap berada di rumah orang tua nya dan tidak berniat untuk pergi.
Tapi Dita keheranan di buat nya Kenapa Dini yang mencari nya padahal Niko sudah bercerai dengan nya dan sudah menjadi miliknya.
'' Apalagi iya ingin kan dan akan dia perbuat lagi?''.
Dita berpikir keras hingga membuat nya tidak bisa tidur.
Dita terus mondar-mandir di samping kasur yang terlihat Angga sudah tertidur duluan.
Dita terus menatap foto orang tua nya sambil memikirkan sesuatu.
'' Tenang lah Dita, kamu pasti bisa. Kamu sudah sejauh ini jangan takut sampai akhir hidup pun kamu harus kuat demi Angga''.
Dita meyakinkan dirinya dengan tekad yang kuat untuk anak nya.
Dita berusaha untuk tetap tenang dan mencoba untuk tidur. Menyiapkan dirinya untuk besok yang entah apa yang akan terjadi.
.
.
.
Keesokan pagi nya Dita terbangun dahulu.
Langsung mencuci muka dan menyiapkan Angga sarapan.
'' Pagi ma''.
Angga yang terbangun langsung mencari Dita dan langsung memeluk dan menyapa nya
'' Pagi sayang, bagaimana perasaan mu tidur mu di rumah ini untuk pertama kalinya, kamu suka sayang ?''
'' Iya mah, tidak bisakah kita tinggal di sini saja Angga rela untuk pindah sekolah demi rumah ini''.
'' Benarkah? kalau kamu menginginkan nya kita akan benar-benar menetap di sini''.
Angga yang mendengar nya berteriak kencang karena sangat senang.
'' Kamu ingat kan kita mau ke mana hari ini''.
'' Ingat dong mah, kita kan mau Ziarah kubur Nenek sama kakek''.
'' Kalau begitu duduk dan sarapan lah kita akan pergi kalau kita sudah makan''.
'' Iya mah''.
Sementara Angga bersiap-siap.
Dita memanas kan mobil nya dan menutup pintu dan langsung berangkat saat Angga sudah siap.
Terlihat di belakang mobil mereka di ikuti oleh mobil lain yang ternyata sedari tadi Dini dan Niko sudah menunggu Dita di luar rumah dan mengikuti nya pergi.