NovelToon NovelToon
ADITYA CINTANYA SUCI

ADITYA CINTANYA SUCI

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: sischa cintara

Aditya adalah seorang pewaris tunggal dari perusahaan terkenal dan terbesar di Indonesia, suatu hari Aditya di pinta kedua orang tuanya untuk menikah karena usianya sudah mendekati kepala tiga, Aditya terus di desak agar cepat menikah oleh kedua orang tuanya. sampai akhirnya Aditya menjalankan penyamarannya dan bertemu dengan seorang gadis sederhana dan cantik yang menolongnya memberikan makanan dan minuman pada saat masa penyamarannya mencari pendamping hidup yang benar-benar mencintai dan menerima dia apa adanya tidak hanya memandang kemewahan dan kekayaan.

Apakah gadis cantik tersebut adalah pilihan Aditya? atau Aditya lebih memilih gadis cantik yang lain?

yuk kepo-in novel saya yang kedua...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sischa cintara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ACS 28

Pagi pagi sekali sebelum orang kampung melakukan aktivitasnya sehari hari di mana aditya mengontrak, Yoga datang dengan berjalan kaki, seperti biasa mobil jauh diparkir di ujung jalan, dengan cepat cepat dia setengah berlari menuju rumah Aditya dengan membawa pesanan Aditya beberapa potong pakaian anak laki laki sekitar umur sepuluh tahun.

Dengan pelan Yoga mengetuk pintu rumah kontrakan Aditya.

Aditya yang sudah terbangun dari tadi langsung membukan pintu rumahnya tersebut.

" Waduh, pagi amat kamu Ga?" Ucap Aditya.

" Kalau nggak pagi pagi separti ini Ntar ketahuan lho" ucapnya langsung masuk kedalam.

Aditya langsung menutup pintu tersebut dan mereka duduk di lantai ubin kayu yang beralaskan karpet.

" Sekarang ceritakan siapa anak yang kamu temukan itu, sambil Yoga mendandani wajah Aditya kembali.

" Dia Bayu namanya, dia sama kerjaan nya mulung kaya aku, tapi bedanya dia mulung beneran dan aku hanya main main demi menjalankan misi Cinta ku" ucapnya.

" Wah, kalau berhasil jadi sebutannya Aditya Cintanya Suci," ucap Yoga tersenyum.

" Ya iyalah Cinta Aditya hanya Suci seorang" ucapnya tersenyum dengan rasa bangga.

" Belum seleasi kali" ucap Yoga terkekeh.

" Trus orang tua anak itu di mana?" Tanya Yoga lagi

"Orang tua anak itu tidak tahu entah dimana, dia ditinggalkan begitu aja, ya aku bawa kesini itung itung jadi teman aku lah dirumah ini." Ucap Aditya.

" Dia tahu nggak kalau kamu mulung bohongan?" Tanya Yoga lagi pada Aditya.

Aditya menggeleng...

" Baguslah kalau dia belum tahu, sekarang sudah selesai..." Ucap Yoga senang.

" Ya udah aku pamit dulu ya, besok aku datang lagi" ucapnya kemudian keluar dari rumah kontrakan Aditya setelah berpamitan dengan Aditya.

" Terlambat bang, Bayu udah keburu tau, tapi itu bukan urusan Bayu bang, itu urusan orang dewasa" gumamnya sambil pura pura tidur sampai Aditya pasti akan membangunkannya.

Sebenarnya Bayu sudah bangun saat mendengar Aditya dan Yoga berbicara, namun Bayu hanya berdiam diri saja tanpa suara, Bayu terus mendengarkan dengan seksama cerita orang dewasa yang ada di luar kamar tersebut.

Tapi bagi Bayu, biarpun dia sudah mengetahui kalau Aditya sebenarnya bukan lah pemulung asli sepertinya dirinya, Tapi Bayu tidak ingin bertanya lebih jauh kenapa sampai Aditya rela menjadi pemulung hanya karena menjalankan Misi mengejar Cinta.

Bayu juga tidak mau tahu tentang urusan cinta yang di jalani oleh orang Dewasa tersebut termasuk Aditya, bagi dirinya sudah syukur sudah di tampung Aditya tinggal di rumah kontrakannya tersebut.

Kemudian badan Bayu terasa di goyang goyankan pelan oleh Aditya untuk membangunkan dirinya, karena sudah waktunya untuk bekerja memulung barang bekas di tempat yang sudah di tentukan yaitu tempat sampah dan dipinggir jalan.

" Hey...ayo bangun Bay..,sudah pagi, buruan mandi gih sana, terus kita berangkat " ujarnya membangunkan Bayu, yang sebenar nya sudah bangun dari tadi.

" Udah pagi ya bang? Tanyanya.

Di anggukkan oleh Aditya.

Bayu bergegas menuju kamar mandi yang ada di samping dapur rumah tersebut.

*****

Dirumah pak ustadz Somad Suci sudah bersiap siap mau berangkat ketempat kerja.

Suci masih berangkat sendiri karena Wati belum bisa masuk kerja. Setelah berpamitan dengan orang rumah, Suci membawa sepeda motor nya dengan melalui jalan seperti biasanya akhirnya suci sampai di tempat kerjanya.

" Alhamdulillah sudah sampai" ucapnya bergegas menuju ketempat absen kehadiran di restauran tersebut.

Suci langsung mengerjakan tugas tugasnya.

" Udah datang si wanita kampung" ucap sarah sambil menyenggol tubuh Suci.

Namun Suci tidak menanggapinya dia terus saja bekerja dengan tugas tugas yang sudah di tentukan untuknya.

" Hilang nyali kamu hah..! Wanita kampung!" Ujarnya lagi.

Lagi lagi Suci tidak memperdulikan mereka Suci lebih memilih diam dan meninggalkan nenek lampir dan anak buahnya tersebut.

" Kenapa sih kalian ini sukanya gangguin Suci mulu, masih banyak noh kerjaan di sana yang harus di beresin dari pada gangguin Suci yang lagi kerja" ucap Irma.

" Apaan sih ir, kami kan tidak ganggu kami, ngapain juga kamu ngikut ngikut" ucapnya lagi.

" Jelaslah aku ikut karena sikap kalian sudah di luar batas dengan karyawan di sini" ucap irma.

" Hey,..kunyuk,!! kita sama sama makan gajih di sini nggak usah kamu sok sok belain si kampung itu! " Ucap indah.

" Indah..! Seharusnya kamu tuh sadar dan malu dengan nama mu sendiri, ini nggak ada indah indahnya malah berlaku sangat jahat sekali" ucap Irma sinis.

" Apa urusan mu hah..! Itu hak aku cuy!, bukan hak kamu, mau aku indah kek, bagus kek, tidak ada urusannya dengan mu! Kaya Restauran ini milik kamu aja, belagu amat" ucap Indah sedikit emosi.

" Udah Ndah, kita lanjutin aja kerja kita dari pada ngeladenin orang nggak beres kaya dia" ucap Sarah mengajak Indah pergi dari hadapan Irma.

Mereka sebenarnya tidak tahu kalau sesungguhnya Irma adalah keponakan nya pak Topan, jadi sewaktu waktu Irma akan membuat kedua wanita yang sudah sering mengganggu wanita yang dekat dengan om nya tersebut selalu keluar dari restauran ini.

" Liat aja nanti aku akan laporkan kepada om Topan karena sudah sangat keterlaluan tuh dua wanita, gangguin mulu orang yang benar benar ingin bekerja" ucapnya.

Irma sudah jenuh dengan sikap kedua wanita yang selalu ingin menang sendiri, dan seakan akan menguasai tempat dia bekerja.

Awalnya Irma tidak ingin ikut campur dengan urusan mereka, tapi ini sudah kesekian kalinya dia berusaha membuat masalah lagi.

*****

Setelah makan siang semua tamu sudah pada pergi dan sudah semuanya beres akhirnya Suci bisa istirahat dia duduk di samping restauran sambil membawa sebungkus Roti dan sebotol air mineral seraya bersandar di dinding restauran Suci menatap jauh kearah jalanan dimana banyak hilir mudik kendaraan berlalu lalang.

" Sering sekali aku merasa cape dengan semua hal yang ku hadapi, kadang merasa lelah dengan masalah yang menerpaku, tapi terpaksa harus tetap di hadapi karena memang harus di jalani, aku hanya lelah, bukan untuk menyerah, ya Allah kuatkan hati hamba ini ya Allah agar bisa menggapai indahnya kebahagiaan dan bisa membahagiakan orang orang terkasih hamba ya Allah" ucap Batinnya.

Ingin rasanya Dia menagis dan berteriak sekuat tenaga, tapi suaranya tidak bisa dia keluarkan, yang hanya bisa dia lakukan adalah berdiam diri dan mengerjakan pekerjaan nya sekarang ini.

Suci di kejutkan oleh suara yang menegurnya.

" Siang mbak..." Ucap Aditya.

Suci terkejut dan menatap kearah Aditya, tiba tiba debaran jantungnya berdegup dengan kencang.

" Mas pemulung?" Sapanya.

Aditya tersenyum, Suci memandang wajah kusam Aditya, dia merasa menemukan kedamaian yang nyata, dan terasa tenang di hatinya menatap wajah tersebut.

" Boleh saya numpang istirahat di sini mbak?" Ujarnya lagi.

" Oh...boleh mas, silahkan... mas sudah makan?" Tanya suci.

Aditya menggeleng, tidak di pungkiri dia memang benar belum makan.

Suci kemudian menyerahkan roti dan air mineral yang ada di sampingnya.

" Nih, makan lah mas, " ujarnya sambil memberikan sebungkus Roti dan air mineral jatahnya pada Aditya.

" Makasih mbak, mbak sendiri tidak makan?" Tanya Aditya seraya mengambil pemberian Suci.

Suci menggeleng dan tersenyum...

" Saya udah makan mas, ambil aja buat mas" ucapnya.

Aditya tahu kalau Suci belum makan, dan dia juga tahu kalau dua orang teman kerjanya selalu mengganggunya.

" Boleh tahu nggak mbak nama nya siapa?" Tanya Aditya, sebenarnya Aditya sudah tahu nama Suci tapi dia hanya berpura pura tidak tahu.

"Saya Suci mas," jawabnya tersenyum.

" Mas sendiri siapa?" Suci balik nanya

" Nama saya Aditya" ucapnya.

Saat mereka sedang asyik berbicara tiba tiba sarah datang.

" Eh...di sini rupanya kamu ya wanita kampung,!! Lagi pacaran ya sama pemulung ini, cocok banget kalau kamu pacaran sama pemulung ini, selevel hahahah" ujar sarah sambil menatap Suci sinis.

" Dasar kampungan, jauh jauh dari kampung dapat jodohnya pemulung juga akhirnya" ucap Indah lagi tersenyum sinis pada Suci dan Aditya.

" Kurang ajar juga tuh mulut, perlu di beri pelajaran mulut ember kaya gitu" gumam Aditya menatap dua wanita yang berbicara tidak ada sopan santunnya itu.

" Eh..!! Mbak bisa di jaga nggak tuh mulut, kalau omongan mu tidak di jaga ntar ku sobek juga tuh mulut dengan alat mulung ku ini" ucap Aditya emosi melihat ulah kedua wanita yang ada di hadapannya.

" Udah mas Adit, lebih baik mas pergi aja dari sini, nggak usah meladeni kedua mak lampir ini" ucap Suci.

Aditya mengangguk kan kepalanya.

" Liat aja nanti aku akan membalas kalian berdua" ucap Aditya sebelum pergi dari hadapan mereka.

" Silahkan balas aja, dasar pemulung rombeng!" Teriak Sarah tertawa.

Setelah kepergian aditya Suci langsung melangkah masuk kedalam restouran tersebut.

" Hey... kampung!!, tuh banyak cucian di belakang, cepatan di bereskan !!" ucap Sarah lagi.

Suci menoleh pada kedua wanita yang sering mengganggunya.

" Cuci piring? Nggak salah tuh, bukan kah itu urusan kalian bukan urusan aku, karena aku bukan urusan piring, paham kalian!" ucap suci sambil terus berjalan ke arah meja Irma yang sedang duduk di belakang meja kasir.

" Iihhh...!! sialan tuh anak, !!" Ucapnya lagi sambil menatap Suci dengan penuh emosi.

" Kurang aja benar tuh cewek! mentang mentang aku mulung gini, mereka seenaknya menghina hina aku, belum tahu ya siapa aku, ntar aku kasih pelajaran dua wanita tersebut." Gerutu Aditya sambil menuju arah tempat dia beristirahat di warung yang tidak terpakai tersebut.

1
Merianna Nainggolan
Lumayan
QuensToon
memang pavorit banget kak sischa cintara nih, ceritanya mantul banget berakhir dengan ending yang memuaskan🥰🥰🥰🥰
jhon teyeng
yh kok selesai sih,
jhon teyeng
power mak2 😜🤣🤣🤣🤣
jhon teyeng
bagus alurnya nggak berbelit2 sederhana, cerita tdk membicarakan walaupun konfliknya ringan tp tdk kluar dr alur👍👍👍👍👍
jhon teyeng: sama2 trs bikin karya yg bagus lagi ya😁
total 2 replies
jhon teyeng
sdh tinggal jenak aja itu bapak sm anak, ngeri juga sih kl sdh tetobsesi bgtu
jhon teyeng
😁 feeling ibu mng selalu benar
jhon teyeng
feeling ibu,
jhon teyeng
🙄🤔😳😒
jhon teyeng
parsidi ini bikin ulah sama anaknya, fira sdhlah jadiin satu aja mereka di jeruji besi
jhon teyeng
topan ini laki2 normal gak ya
jhon teyeng
parah ini topan, gampang jatuh. kl ada kambing dibedakin masak ya lgsg tertarik🙄
jhon teyeng
knp takut ya,
jhon teyeng
adem
jhon teyeng
wah kak spt teka teki silang aja
jhon teyeng
gentleman jg dia
jhon teyeng
nah kan
jhon teyeng
sptnya biar fira aja yg dimakan habis sm handoko
jhon teyeng
bagus cerita dan alurnya sederhana lugas dan tdk berbelit, kl ada kurangnya wajar. dr bab 1 smpai skg msh bgs tdk berbelit👍👍👍👍
jhon teyeng
wah kl punya istri kaya gt enak nih tegas, gak macem2 dekat sm Allah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!