NovelToon NovelToon
The Thunder'S Love

The Thunder'S Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: ruby kejora

Dastan berasal dari negeri petir terlempar ke bumi untuk menyelamatkan diri dari kejaran The Destroyer dan mengumpulkan serpihan kristal petir. Dalam petualangan nya mengumpulkan serpihan kristal petir, dia dipertemukan dengan Ayesha yang akan membantu nya.

Ayesha merupakan keturunan dari Dewi Sekartaji Kediri. Akankah cinta tumbuh di hati mereka setelah melewati petualangan bersama mengumpulkan serpihan petir, bagaimana dengan misi menyelematkan negeri petir dari serangan destroyer.

Bagaimana kisah kelanjutan cinta mereka?Apakah mereka akan bisa bersatu dan menyelamatkan kan negeri petir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruby kejora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps.28 Perkenalan Dastan Dengan Ayah

Ayesha menunggu balasan pesan dari Ayah, sekarang sudah satu jam berlalu, namun Ayah belum membalasnya juga.

Di kantor Ayah masih ada meeting dengan beberapa klien nya. Tiga puluh menit kemudian meeting di kantor selesai. Ayah kembali ke meja, mengambil ponsel nya dari dalam laci.

Ayah membuka kunci ponsel, kemudian mengecek, ada pesan belum di baca di inbox. Kemudian Ayah membuka, ternyata dari Ayesha, ia membaca nya, dan keluar keringat dingin, lalu meminum segelas air mineral di hadapan nya, nafas nya naik turun membaca pesan sampai akhir.

"Ah, putriku, Ayah belum siap jika kau menikah sekarang, ah tidak ini masih awal belum sampai ke arah sana." kata Ayah gelisah

"Aku balas apa ya..." kata Ayah berpikir

Ayah kemudian membalas pesan Ayesha dan mengirim nya.

"Ah, aku harus kembali bekerja agar cepat selesai dan pulang, nanti aku bicarakan sama Ibu." kata Ayah

Ayesha mendengar nada dering ponsel.

"Itu pasti pesan masuk, mungkin saja dari Ayah," kemudian ia mengambil ponsel dan membuka nya.

Ayesha membaca pesan nya, benar dari Ayah, kemudian dia membaca nya.

"Ayah mau menemui Dastan nanti sore atau malam, aku harus bilang pada Dastan."

"Dastan..."

Dastan muncul di samping Ayesha.

"Dastan, aku sudah bilang pada Ayah, nanti aku akan mengenalkan mu." kata Ayesha ceria

"Aku bingung, bagaimana jika nanti Ayah mu bertanya asal ku, aku tidak pandai bohong..."

"Aku akan membantu mu menjelaskan pada Ayah, nanti."

"Sebenarnya aku gugup jika nanti di tanya, apakah aku serius dengan mu tidak."

"Lalu apa jawab mu..."

"Aku serius dengan mu...hubungan kita serius."

"Lalu apa selanjutnya...

"Aku ingin memperistri mu...tapi tidak sekarang, nanti setelah masalah dengan The Darken selesai."

"Benar kau mau menikahi ku," kata Ayesha tersenyum gembira kemudian mencubit hidung Dastan dengan gemas.

"Kau ini malah senang sekali, menggoda ku di saat seperti ini."

"Baik lah kita latihan bicara sekarang, aku akan menjadi Ayah, dan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mu, kau siap?"

Dastan diam tak menjawab dan mengangguk.

"Jangan tegang gitu Dastan, aku akan memijat leher dan bahu mu agar kau merasa rileks."

Ayesha memijat leher dan bahu Dastan.

"Bahu mu keras sekali," kata Ayesha bercanda.

"Bukan bahuku yang keras, tapi tangan mu yang terlalu lembut." kata Dastan kemudian menarik wajah Ayesha yang duduk di belakangnya, mendekat ke wajah nya, dan mencium pipi nya.

Dastan dan Ayesha berlatih tanya jawab untuk persiapan nanti bertatap muka dengan Ayah.

Ayah pulang kerja, tapi sebelum nya menjemput Ibu dulu. Mereka perjalanan pulang ke rumah.

"Ibu, tadi siang pas Ayah antar pulang Bisma, Ayah melihat diary Ayesha di meja TV, lalu Ayah baca, coba tebak Bu apa yang di tulis putri mu?''

"Langsung saja cerita nya, Yah, biar Ibu tidak penasaran.''

"Puisi cinta, putri kita sedang kasmaran, berarti saat Ayesha bawa bunga edelweiss itu sebenarnya dari cowok, Bu..."

"Bagus kalau begitu Yah, putri kita juga sudah dewasa, sudah waktu nya."

"Ibu malah mendukung nya, bagaimana jika cowok itu mengajak nikah putri Kita?"

"Ah, Ayah mana mungkin mereka akan menikah secepat itu, mungkin masih cinta monyet, Yah." kata Ibu tertawa

"Menurut Ibu lelaki seperti apa yang di bawa Ayesha nanti, Bu ?"

"Pasti pilihan Ayesha itu yang baik dari yang terbaik, Ayah..."

"Jika Ayah tidak menyukai nya gimana, Ayah tidak akan merestui mereka."

"Jika Ayah cocok dengan lelaki pilihan Ayesha gimana selanjut nya?"

"Sama... Ayah tidak akan merestui nya juga."

"Ayah jangan begitu..."

"Maksud Ayah baik Bu, Ayah tidak ingin ada seseorang yang melukai Ayesha. Ayah melakukan nya supaya lelaki itu bisa menjaga nya. Poin nya, jika dia ingin mendapat kan Ayesha, dia harus berjuang dulu. Jika sesuatu sulit di dapat, maka akan sulit juga untuk melepas nya, enak sekali mau membawa putriku pergi dengan mudah."

"Ayah tidak ingin melihat putri Ayah menangis nanti nya setiap putus dengan cowok, Ayah ingin melihat nya tetap tegar menghadapi ujian yang Ayah berikan."

"Ayah, tidak perlu begitu, Ayesha sudah dewasa, sudah tahu mana yang buruk dan mana yang tidak."

"Takut nya, jika Ayesha tidak mengerti maksud Ayah, dia akan sedih karena Ayah tidak merestui nya."

Mobil sudah sampai rumah, Ayah dan Ibu mengakhiri obrolan mereka. Ayah segera memarkir mobil di tempat parkir, dan berjalan cepat untuk melihat Lelaki pilihan putri nya.

"Ayah pulang..."

Ayesha datang menghampiri Ayah.

"Ayah sudah pulang, Ibu di mana, Ayah ?"

Beberapa saat kemudian Ibu masuk rumah.

"Di mana...di mana lelaki yang kau bicarakan, Nak, Ayah ingin melihat nya..."

"Ayah duduk dulu, lemas kan badan Ayah yang kaku dan tegang," kata Ibu melihat Ayah yang tidak sabaran.

"Oh..., itu...dia, dia belum datang Ayah, seperti nya nanti malam.''

"Iya sudah, Ayah mau Ibu bikin kan kopi dulu?" tanya Ibu untuk meredam ketidaksabaran Ayah.

Ayesha kembali ke kamar menunggu malam datang. Dua jam berlalu, dan langit sudah kelihatan gelap. Ayah dan Ibu sedang bersantai di halaman belakang, Ayesha berjalan ke teras, kemudian memanggil Dastan.

Dastan muncul mengenakan kemeja dengan warna gradasi antara biru muda dan biru tua. Malam ini dia kelihatan tampan sekali.

"Ayesha...

"Ayo Dastan, Ayah sudah menunggu mu dari tadi. Ingat jika kau kesulitan menjawab, kita telepati saja, oke ?"

Dastan berjalan di samping Ayesha, lalu menekan tombol bel.

Ayah dan Ibu mendengar suara belakang, kemudian mereka berjalan dan membuka pintu.

"Ibu, Ayah, Dastan sudah datang, kata Ayesha dengan tersenyum.

"Kamu..." kata Ayah terhenti melihat Dastan

"Ayo masuk, kita duduk dulu." kata Ibu mengajak duduk di ruang tamu.

Mereka berempat duduk di kursi, Ayah duduk di sebelah Ibu, Dastan duduk di sebelah Ayah.

"Selamat malam Om, Tante, perkenalkan saya Dastan, kata Dastan menjabat tangan Ayah dan Ibu.

"Al Ghaniy..." kata Ayah

"Sarah..." kata Ibu

"Kalian bisa ngobrol dulu sama Ayah, Ibu akan mengambil air minum dulu," kata Ibu kemudian berjalan ke dapur dengan senyum di wajah nya.

"Dastan, kau yang waktu itu sudah menolongku, Sekali lagi Om ucapkan terima kasih."

"Tidak perlu Om, itu sudah kewajiban saya."

Ayesha melihat Dastan dan Ayah.

"Jadi kalian sudah pernah bertemu ?"

Kenapa tidak pernah cerita padaku." kata Ayesha melihat mereka berdua.

"Oh itu ceritanya panjang, nanti Ayah ceritakan atau Dastan akan menceritakan padamu, sekarang kita lanjut kan ..."

"Jadi Dastan, dari mana asal mu?"

"Saya dari la..."

"Dastan dari Lamongan, Ayah," kata Ayesha menyambung kata Dastan.

"Lalu berapa usia mu..."

"Dua puluh lima tahun Om."

Ibu kembali membawa empat gelas jus buah naga dan menaruh di meja.

"Silahkan di minum, nak Dastan."

"Iya, terima kasih, Tante," kata Dastan kemudian meminum sedikit dan meletakkan nya kembali.

"Lalu bagaimana bisa kenal dengan Ayesha..."

Dastan bingung menjawab nya, kemudian memandang Ayesha.

Ayesha menatap Dastan dan Ayah.

"Kami kenal saat di rumah Kakek Jhon, Ayah, ceritanya panjang," kata Ayesha.

"Apakah kau serius dengan putriku?"

"Serius Om..."

"Jadi kau akan melamar Ayesha sekarang dan membawa nya pergi dari ku ?"

"Ayah, mereka baru memulai hubungan, jangan bahas itu dulu saat ini," kata Ibu menyela.

"Apakah Ayah akan merestui hubungan Kami ?"

"Ayah tidak merestui hubungan kalian."

Ayesha dan Dastan berpandangan, tampak wajah mereka kecewa.

"Ayah perjelas lagi, Ayah mengizinkan kalian berdua jalan, tapi Ayah belum merestui kalian."

"Dastan, pesan Om hanya satu, jagalah Ayesha baik-baik mulai dari sekarang. Om percayakan Ayesha padamu. Jika kau sampai menyakiti nya, jangan pernah kembali ke sini." kata Ayah

"Baik Om, saya berjanji akan menjaga Ayesha."

"Sudah Ayah, kita tinggalkan dulu mereka berdua, kita beri kesempatan untuk mereka mengobrol." kata Ibu berdiri dan menarik tangan Ayah untuk jalan ke belakang.

"Permisi Om, Tante jika diperbolehkan, saya ingin mengajak Ayesha jalan sebentar di dekat sini." kata Dastan berdiri.

Ayah tidak menjawab dan melihat Ibu.

"Iya boleh saja, Nak Dastan, biar Ayesha menemani mu berkeliling, agar tahu daerah sini." kata Ibu merespon

"Terima kasih Tante, Om. Saya akan pergi dulu dengan Ayesha dan akan segera kembali."

Dastan dan Ayesha keluar menuju teras, Ayah dan Ibu mengantar sampai depan pintu, kemudian masuk dan menutup pintu nya.

Ayah dan Ibu, membuka sedikit tirai jendela, lalu mengintip.

Ayesha berjalan menuruni anak tangga, dan terpeleset jatuh karena menginjak kerikil.

"Kau tidak apa-apa, coba aku lihat," kata Dastan berjongkok dan melihat kaki Ayesha.

"Tidak apa-apa, aku yang salah tidak melihat jalan, aku melihat mu."

Dastan membantu Ayesha berdiri.

"Ayahmu belum merestui kita..."

"Ayah merestui kita, aku hafal betul karakter Ayah ku, memang seperti itu orangnya, aku sudah bilang, kita akan berjuang bersama." kata Ayesha menyentuh pipi Dastan.

"Kita mau jalan ke mana ?" tanya Dastan kemudian berjalan merangkul Ayesha

"Kita jalan saja dulu nanti sambil jalan kita pikirkan." kata Ayesha tersenyum melihat Dastan dan balas merangkul nya.

"Ayah lihat kan, putri kita menyukai nya, maksudku mereka saling suka. Ibu rasa Dastan lelaki yang baik, mereka juga serasi, sepintas wajah mereka kelihatan mirip, Ayah tidak menyukai nya?"

"Lelaki itu yang Ayah ceritakan kapan lalu, yang telah menolong Ayah."

"Jadi, Ayah senang pada Dastan ?"

Ayah tidak menjawab Ibu, hanya mengangguk dan tersenyum saja.

1
NLJ
Dia jalan 50 km?
Indah Nihayati
bagus thor
zien
hadir 🌹🌹
zien
hadir 💗💗
zien
hadir 💐💐
Isma Aji
Semangat...., mampir ya ke karya pertama ku🙏
zien
semoga sukses selalu💐💐💗💗🌹🌹
zien
hadir 💗💗🌹🌹
Arafah Diniyah
semangat thor😊
🌻Ruby Kejora: Makasih kk

Jika ada yang request kelanjutan cerita ini
Akan segera di buat season 3 nya ❤️❤️
total 1 replies
ZasNov
Boomlike mendarat lagi ya Kakak..🤗
Mohon maaf lahir dan batin...
Sehat, bahagia dan sukses selalu ya..🥰
Semangat berkarya Kakak ⭐❤️❤️❤️❤️❤️⭐
印尼🇮🇩小姐ᗯ𝐢DYᗩ
semangat up
Navizaa
semangat
Navizaa
like thor
Siti_Mariam
ceritanya bagus semangat Kaka aku udah like, like back ya 😊 salam kenal 🙏
Rosni Lim
30 like semangat
🌻Ruby Kejora: Makasih kk rosni.. Bnyk sekali like nya
total 1 replies
Rosni Lim
Boom 27 like
Nia jeje
semangat buat cerita selanjutnya muach
Dian Anggraeni
lanjuuut
Elisabeth Ratna Susanti
hadir😍
MAHE
hadir..
🌻Ruby Kejora: Makasih bang
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!