Beautiful girl dan Handsome boy
dua geng yang selalu mendapatkan perhatian dari para murid SMA Nusantara.
#####
Beautiful girl adalah geng yang terdiri dari 6 gadis cantik yaitu :
( Dinda, Fanya, Maya, Aulia, Cika, jesika )
Mereka ini adalah murid baru dari SMA Nusantara, karna sebuah tantangan mereka harus berpenampilan cupu dan mereka juga harus menyembunyikan identitas mereka.
Geng ini juga geng yang memiliki anggota yang sangat jahil, mereka selalu memiliki ide cerdik di kepala cantik mereka untuk menjahili seseorang.
Bawahannya saja jahil apa lagi pemimpinnya?
#####
Handsome boy adalah geng yang terdiri dari 6 laki-laki tampan yaitu :
( Hendri, Fandi, Dafit, Dafa, Faris, Marsel )
Mereka adalah murid laki-laki SMA Nusantara yang sangat di idam-idamkan oleh para murid perempuan disana.
#####
Namun bukan hanya geng disekolah saja, kedua geng ini juga masuk ke dalam geng mafia yang sangat terkenal di dunia bawah.
Dan jangan lupakan dengan kejahilan-kejahilan yang akan mereka buat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Suara Marsel
Maaf ya semuanya, sebenarnya kemarin aku mau up tapi karena tangan aku lagi sakit dan gak bisa buat ngetik jadi gak jadi.
Sekali lagi maaf ya.
Selamat membaca.
_______
Setelah menunggu sekitar 10 menit ahirnya makan pesanan mereka datang, dan tak berselang lama Dinda dan Hendri juga baru kembali dari luar, yang sedang berjalan menghampiri mereka.
"Dari mana aja sih, lo berdua?" tanya Marsel yang penasaran saat Dinda dan Hendri sedang duduk di bangku mereka semula.
"Kepao banget deh kakak." Yang menjawab bukan Dinda, melainkan Fanya yang menjawab pertanyaan Marsel dengan nada yang kesal.
"Bener tuh apa kata Fanya. Kakak kepo banget deh, nanti kakak juga bakal tau," ucap Maya yang menyetujui ucapan Fanya.
"Din, sebenarnya kenap lo suruh kita buat ke sini?" tanya Dafa yang tidak berani memangil Dinda dengan sebutan adik, karen takut semua murid yang lainnya curiga.
Dafa dibuat dingung oleh Dinda, tadi saat bel istirahat berbunyi Dinda mengirim pesan kepada Dafa, untuk meminta dia dan para sahabatnya untuk datang ke kantin dan duduk bersama mereka.
Bahkan Dinda yang menyuruh untuk para lelaki duduk di samping sahabat-sahabatnya.
"Udah lah kak, nanti juga kakak tau. Kita hanya perlu menunggu kedatangan pemeran utamanya saja," ucap Dinda dengan senyuman manisnya.
Tepat saat Dinda selesai mengucapkan ucapanya, geng 3S yang Sasa, Sinta, dan Salsa datang menghampiri meja mereka.
Permainan seru akan segera di mulai, batin Dinda bersorak ria.
"Sayang, kamu kok mau sih? duduk sama cewek nerd kayak mereka?" ucap Sasa sambil memegang pundak sedekah kiri Hendri sambil berucap dengan Maja.
"Ya emang kenapa? kita kan juga manusia?" ucap Aulia dengan pandangan yang tidak suka, menatap Sasa dan ke-dua temanya dengan tajam.
"Mereka, juga manusia. Punya rasa punya hati, Jangan samakan dengan kalian cabe.
Mereka, juga manusia. Punya rasa punya hati, Jangan samakan dengan kalian cabe," nyanyi Marsel dengan meng-cover lagu rocker juga manusia, yang malah membuat semua orang yang ada di kantin tertawa karena nyanyian Marsel yang sangat keras.
"Hahahaha. Woy, lagi ngelawak ya Lo? hahahaha," ucap Fandi di sela-sela tawanya.
Ampun deh gilanya kakak gue. Gak lagi-lagi dah, gue ngaku dia kakak gue. Malu banget woy, batin Maya yang merasa malu melihat kelakuan kakaknya.
"Hahaha. Bagus'kan suara gue?" ucap Marsel dengan bangga sambil menepuk-nepuk dadanya.
Sinta yang berdiri di sampingnya Sasa pun tersenyum manis kepada Marsel. "Iya, bebeb suaranya bagus banget. Kalau seandainya bebeb ikut Udisi yanyi pasi menang" ucap Sinta dengan manja karna dari tadi geng 3S itu tidak ada yang sadar kalau sebaiknya mereka lah yang di singgung oleh Marsel, dan mereka malah ikut-ikutan tertawa dengan lawakan yang marsel buat.
"Wahahaha, yang disindir gak ngerasa guys. hahaha," tawa Fandi sambil memegangi perutnya karena keram kebanyakan tertawa.
"Hahaha tadi lo bilang apa? Marsel yang punya suara kayak curut kecepit lo bilang bakal bisa lulus Udisi yanyi? hahahaha halus ya lo?" ucap Faris dengan tawa.
"Ris jagan gitu lah, yang di omongin sinta bener loh. Kalau seandainya Marsel ikut audisi nyanyi pasti bakal menang, tapi harus di lihat dulu siapa lawan ya" ucap Hendri yang membela Marsel.
"Gini-nih temen yang baik, yang gak menghina sahabatnya sendiri" ucap Marsel dengan bangga kepada Hendri.
"Eh, bentar deh. Kalua di denger ucapan lo ada yang kurang pas deh?" ucap Faris.
"Apa?" tanya Hendri dengan menahan tawanya yang akan meledak lagi.
"Lo tadi bilang, si curut ini bisa menang kalua gelihat lawanya. Gue tau maksud lo pasti lawanya para curut kan? hahahaha," ucap Faris dengan tawanya.
"Bukan, bukan curut," ucap Hendri yang membuat Faris dan yang lainya menghentikan tawanya.
"Lah terus apa? lawanya sama siap?" tanya Faris.
"Sama bebek, kembarannya Marsel. Hahaha," jawab Hendri yang membuat semuanya tertawa kembali.
"Eh iya, bener banget tuh. Tadi kan di sinta mangil Marsel bebeb, itu pasti persetan dari bebek kan? hahahaha" ucap Faris dengan tawa sambil ber-tos ria dengan Hendri yang ada di sampingnya dengan Cika yang duduk di antara mereka.
tempat duduknya itu Faris, Cika, Hendri, Dinda, Fandi, dan Fanya sedang kan di hadapan mereka ada Dafa, Aulia, Dafit, Maya, Marsel, dan Jesika sedangkan Salsa, Sasa, dan Sinta derdiri di belakang Dinda dan Hendri.
"Eh, bunuh temen yang laknat sama sahabatnya sendiri dapet pahala gak sih?" ucap Masela dengan kesal.
"Jangan bilang gitu kakak, nanti kalau gak ada mereka kakak kangen loh," ucap Maya menggoda Marsel.
"Paling mereka bertiga kalau sehari gak ketemu bakal kangen" goda Dafa.
"Najis banget gue kangen sama mereka" ucap Marsel, Hendri, dan Faris dengan kompak.
"Cik elah, jodoh banget deh. Ngomong aja sampek kompak gitu" ucap Maya yang membuat ke tiga cowok tersebut ber-ekspresi seperti orang yang sedang muntah.
"Udah-udah jangan pada berantem," rerai Dinda yang saat ini sudah bisa mengkontrol tawanya. "Kak Hendri mau ini gak?" ucap Dinda menyodorkan sebuah kotak yang berisikan permen kepada Hendri.