Setelah menerima donor mata dari kakak nya, Kanaya terpaksa harus menikah dengan laki-laki yang seharusnya menjadi kakak ipar nya sendiri, karena sang kakak meningal akibat kecelakaan yang di sebabkan oleh nya.
Kanaya adalah seorang gadis buta yang berusia dua puluh dua tahun, sejak kecil dia hanya tinggal dengan ibu dan kakak nya, "Aurel" sementara ayah nya sudah meninggal sejak Kanaya masih kecil.
Aurel yang seminggu lagi hendak melangsungkan pernikahan malah meningal karena menyelamatkan Kanaya adik nya yang hampir tertabrak mobil saat hendak menyebrang jalan.
Samuel yang kecewa terpaksa menikahi Kanaya atas permintaan terakhir Aurel, meskipun dia cukup membenci Kanaya karena Kanaya adalah penyebab meningal nya Aurel.
Bagaimana kisah Kanaya dan Samuel yang menikah karena unsur keterpaksaan? Bagaimana perlakuan Samuel kepada Kanaya wanita yang sangat dia benci ini? Ayo baca kisah mereka di sini bersama author Nadia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
"Kapan dia akan menatap ku dengan tatapan lembut dan teduh? Yang aku lihat hanya lah sebuah kebencian, sudah hampir sebulan menikah, tapi tidak ada hasil sedikit pun, dia masih saja tetap membenci aku," batin Naya yang kini terduduk di lantai sudut kamar.
Naya terlihat sangat sedih akan situasi yang tidak pernah berubah ini, Samuel masih saja tetap membencinya meskipun dia sudah banyak berusaha, Samuel hanya baik jika suasana hatinya baik, namun dia akan melampiaskan semua amarah dan kebencian itu kapanpun dia mau.
Naya sempat berfikir kalau Samuel mungkin cemburu dengan kedekatan nya dan Azka, namun ternyata ini hanya lah sebuah teguran untuk menjaga nama baik Samuel saja, bukan karena dia cemburu.
"Semua usaha sia-sia," batin Naya yang kemudian memeluk kedua lututnya menyembuhkan hati yang sudah benar-benar remuk.
Sementara itu di kamar mandi.
"Apa yang aku pikirkan? Mengapa bayangan saat Naya selalu muncul tidur di pundak Azka selalu terlintas di benak ku? Perasaan apa ini?"
Jangankan Naya, Samuel sendiri bahkan tidak tau kalau dia saat ini sedang cemburu, mungkin sudah tumbuh benih-benih cinta yang dia juga tidak menyadari nya.
Lama di kamar mandi untuk menenangkan diri nya sendiri, dia juga tak ingin terus-menerus marah karena sedang menangani sebuah masalah yang seharusnya dia selesaikan di kota X.
Sekitar dua puluh menit kemudian, Samuel pun kembali keluar dari kamar mandi dan melihat Naya yang sedang merapikan sofa yang ada di dalam kamar hotel tersebut.
"Mandi," ucap Samuel singkat sambil melirik sekilas ke arah Naya.
"Baik tuan," ucap Naya tak kalah singkat dan kemudian berjalan mengambil sebuah handuk dan sepasang piyama di dalam koper nya dan kemudian berjalan cepat ke kamar mandi.
"Dia bawa handuk?" batin Samuel yang rasanya ingin sekali tertawa dengan tingkah Naya yang sangat teliti dengan segala keperluan nya.
Hal ini pun membuat Samuel penasaran, apa saja yang dibawa Naya, dia menghampiri koper Naya yang masih dalam keadaan separuh terbuka. Rasa penasaran ini pun membuat Samuel membuka koper tersebut dan melihat-lihat apa saja yang ada di dalam koper itu.
Dari awal Samuel melihat, itu semua normal, baju-baju dan celana serta ada beberapa pakaian dalam juga.
"Ukuran nya sebesar itu?" ucap Samuel yang memegang bra berwarna hitam milik Naya.
Bisa-bisa nya Samuel membayangkan benda itu di benak nya.
"Astaga kebodohan apa yang sudah aku lakukan," ucap Samuel yang kemudian melepaskan bra tersebut dan lanjut mengobrak-abrik isi koper Naya.
Ini lah sisi gelap seorang Samuel yang para pembaca tidak tau, dia begitu banyak rasa ingin tau dan juga semena-mena.
Lama mengobrak-abrik isi koper Naya, Samuel pun menemukan sebuah gantungan kunci boneka babi kecil berwarna pink.
"Ini kan?" ucap Samuel kaget melihat benda yang seperti nya sangat tidak asing baginya.
"Tuan apa yang kau lakukan?" ucap Naya yang baru saja selesai mandi. Dia menghampiri Samuel dan buru-buru mengambil gantungan kunci boneka babi tersebut dan menyembunyikan ke dalam handuk nya yang masih basah.
"Ak ... Aku, memang nya kenapa? Tidak boleh aku memeriksa koper mu? Aku khawatir kau bawa barang-barang aneh," ujar Samuel yang berdiri dan menatap Naya dengan tatapan sinis nya.
"Jangan gitu tuan, ini kan privasi ku, minggir," ucap Naya yang kemudian buru-buru menutup koper dan tak lupa juga menyimpan handuk nya di dalam koper itu kembali.
"Kau marah?" tanya Samuel menatap Naya yang seperti nya baru kali ini terlihat sangat marah dengan nya.
Naya tidak menjawab ucapan Samuel. Setelah mengemasi koper nya dia berjalan ke arah kasur dan mengambil bantal dan kemudian berjalan ke arah sofa dan meletakkan bantal tersebut di atas sofa lalu merebahkan tubuh nya.
"Baguslah kalau kau tau diri, memang seharusnya kau tidur di sana," ucap Samuel yang kemudian naik ke atas ranjang dan kemudian berbaring.
Sementara itu Naya memilih untuk memejamkan mata nya dan tetap diam. Dia juga menahan rasa laparnya karena ingin makan malam dia tidak mungkin minta dengan Samuel, itu terlalu menimbulkan masalah bagi Naya.
Sementara Samuel masih menatap Naya yang tidur di sofa dengan membelakangi ranjang nya.
"Cuma membuka koper saja, aku tidak merampok barang-barang nya, mengapa dia semarah itu?" batin Samuel sejenak lupa akan gantungan kunci boneka babi yang tadi dia pegang sempat dirampas Naya.
Karena lelah keduanya pun akhirnya sama-sama ketiduran, baik Samuel maupun Naya melupakan makan malam dan melupakan rasa lapar.
Mereka pun akhirnya tertidur pulas sampai pagi di hotel tersebut.
Keesokan harinya.
Pukul 07.12 pagi.
"Kita berangkat ke perusahaan XX sekarang tuan muda?" tanya Azka kepada Samuel.
Saat ini Azka sedang berdiri di depan pintu kamar Samuel, ia menunggu Samuel untuk siap-siap pergi ke perusahaan XX untuk menyelesaikan urusan mereka.
"Iya, tunggu apa lagi," jawab Samuel sambil merapikan dasi nya.
"Nona muda?" ucap Azka menunjuk Naya yang masih tidur di atas sofa dengan keadaan urak-urakan, seperti orang kesetrum saja, rambut nya bahkan mengimbal.
"Biar kan saja," jawab Samuel sekilas melirik Naya dan kemudian berjalan keluar dari kamar lalu menutup pintu, tak ingin rasanya membiarkan Azka lama-lama melihat Naya.
"Dia tidur seperti singa ya, tuan muda," ucap Azka sambil menahan tawa.
"Mengapa? Kau suka?" tanya Samuel sambil melirik tajam Azka.
"Upss, bukan begitu, ayo tuan muda kita berangkat sekarang," jelas Azka berupaya mengalihkan pembicaraan mereka.
Samuel berjalan mendahului Azka, dia terlihat cukup kesal dengan Azka jika mengingat kejadian di pesawat kemarin. Namun biar bagaimanapun itu Azka adalah asisten hebat nya, dia tidak ingin ada kesalahpahaman dengan Azka sedikit pun.
Sementara itu Naya barusan saja membuka mata nya.
"Huaaam," dia menguap dan melihat sekeliling, terutama ranjang.
Sudah tidak ada Samuel di atas ranjang itu, Naya pun perlahan meregangkan otot-otot tubuh dan kemudian berdiri lalu berjalan ke kamar mandi. Bukan untuk langsung mandi, namun mendengarkan apakah saat ini Samuel sedang mandi.
Setelah memastikan tidak ada suara air di kamar mandi tersebut, Naya pun membuka nya, dan benar saja, tidak ada Samuel juga di dalam nya.
Bersambung ....
benci nya loe sama Bina ya ada lah kata kata bijak bisa buat panutan jangan sableng tiap kata mengandung racun dunia haduuuhhh jadi bini loe rugi bandar Coyyyu suweerrr,,,salam waras muel,,
💪💪✌️
ga sekalian peluk nay si Aska 🤭
lama lagi pasti bisikin Naya pokonya kepedean loe ,,muel
ingat muel untuk menggeser kedudukan molen loe harus punya Anak dari wanita itu loe tau Nayla itu gadis baik,,,cuma saja sejak kecil tidak di perlakukan baik oleh orang tua nya apa mungkin Naya Anak tertukar ketika melahirkan atau Anak Adopsi,,, kenapa perbedaan nya jauh banget,,,Anak pertama di Anak mas kan tetapi Allah lebih paham keliatan nya maka cepat di ambil. tinggal lah Anak yang selalu di sisihkan sekarang punya suami rada sableng semoga muel berubah jadi satria baja hitam 😂😂😄😄gemes abis,,