Setitik debu mampu melahirkan dunia. Sehelai rumput dapat memutus takdir, hukum, dan karma.
Putra-putri takdir lahir satu per satu, sekte kuno membuka gerbang tersegel, dan para suci kembali mengejar keabadian.
Di sudut dunia yang tak layak dicatat sejarah, seorang pemuda membuka mata dengan ingatan dari dunia lain. Ia tidak menyembah keajaiban, melainkan membedah hukum di baliknya.
Ketika para jenius menunggu anugerah Langit, ia membongkar rahasia bumi. Ketika dunia menyebut keajaiban sebagai takdir, ia menyebutnya hukum yang belum dipahami.
Dengan pengetahuan fana dan bahan langit-bumi, ia menciptakan sesuatu yang mustahil di jalan kultivasi: jari emas buatan manusia.
Sejak ciptaan itu menyatu dengannya, takdir kehilangan jejak. Masa lalunya lenyap. Masa depannya tak terbaca. Bahkan Langit tak mampu melihat jalan yang akan ia tempuh.
Hingga ia mengangkat pandangannya ke Langit dan bertanya: apakah kultivasi anugerah Langit—atau rancangan keberadaan yang lebih tinggi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naevys Presspire, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 24.1: Menyelesaikan misi
Su Dingxuan berbaur dengan keramaian. Ia ikut berseru saat melihat bakat yang bagus, lalu menghela napas saat melihat seseorang gagal. Tidak berbeda dari orang-orang lain yang datang hanya untuk mengamati.
Sekte yang sedang merekrut adalah sekte Core Formation yang berada tidak jauh dari kota. Pemimpin perekrutan mereka seorang Foundation Establishment, ditemani beberapa murid Qi Refining. Setelah merasa cukup berpura-pura menjadi penonton biasa dan menikmati keseruan, Su Dingxuan diam-diam berjalan ke sisi tempat perekrutan, berniat mengakses susunan Formasi Teleportasi.
Namun, meski berusaha menghindar, masalah tetap saja datang. Ia dihentikan oleh tiga orang Qi Refining Awal yang bertugas.
“Berhenti. Kamu tidak bisa masuk ke sini. Kalau ingin bergabung, silakan ikut antrean.”
“Walaupun kamu punya Realm Qi Refining Menengah, bukan berarti kamu bisa seenaknya.”
“Benar. Kembali ke tempatmu. Kalau tidak, kami tidak akan bersikap sopan.”
Su Dingxuan berkedip, menatap orang yang berdiri paling dekat di depannya, lalu melirik dua orang lain yang berada beberapa langkah di belakang.
‘Apakah ini momen ketika aku harus beradu argumen, lalu menunjukkan status Clan Su, membuat mereka malu dan ketakutan sampai memohon maaf, kemudian aku dengan berani menghabisi nyawa mereka? Seperti tuan muda yang pura-pura menjadi domba, padahal sebenarnya harimau?’
Su Dingxuan berpikir begitu, lalu tanpa sadar terkekeh kecil, menyalahkan pikirannya sendiri yang terlalu liar.
Orang yang paling dekat dengannya langsung mengerutkan kening. “Kenapa kamu tersenyum? Apa kamu tidak senang?”
Su Dingxuan menggigit roti di mulutnya, lalu mengambil sebuah token dan memperlihatkannya. Tentu saja, ia sengaja mengatur sudutnya agar orang-orang di sekitar yang sedang mengamati tidak bisa melihat dengan jelas.
Pemuda itu, yang awalnya masih tampak santai, langsung terkejut begitu melihat token tersebut. Ia hampir mundur dan membungkuk, tetapi Su Dingxuan lebih dulu memegangnya erat-erat.
“Jangan menarik perhatian. Aku sedang menjalankan sebuah misi. Kamu mengerti maksudku?”
Pria muda itu segera sadar. Matanya tampak bersemangat, lalu ia mengangguk cepat. “Silakan lewat, Tuan Muda.”
Su Dingxuan tersenyum dan menepuk pundaknya. Gerakan sederhana itu saja sudah membuat pemuda tersebut tampak sangat bahagia.
Semua orang yang memperhatikan adegan itu menatap dengan kebingungan. Bahkan wanita tua Foundation Establishment yang mengawasi perekrutan pun mengerutkan kening. Setelah sekilas melihat tanda pengenal yang dipegang pria muda itu, matanya sedikit melebar dan ia hampir berdiri.
Namun, ia segera menahan diri.
‘Sepertinya dia tidak berniat mengungkapkan kehadirannya. Lebih baik aku tidak mendekat.’
Wanita itu mengangguk pelan, seolah menyetujui pendapatnya sendiri. Mungkin orang lain tidak tahu, tetapi sebagai Elder dari sekte tingkat Core Formation, ia sangat memahami bahwa ada beberapa perbedaan token identitas bagi keturunan Clan Su. Token identitas dengan ukiran emas yang diperlihatkan pria muda itu membuatnya sadar bahwa pemiliknya adalah keturunan utama Clan Su.
Keturunan cabang saja sudah bukan sesuatu yang berani ia singgung, apalagi keturunan utama.
Melihat pemuda itu pergi dengan lancar, dua murid lain tampak tidak senang dan hendak bicara. Namun, mulut mereka segera ditutup oleh kakak seniornya. Mereka hanya bisa diam saat melihat kakak senior itu menggelengkan kepala.
Su Dingxuan berjalan lancar menuju bangunan utama kota. Ketika melihat dua penjaga yang hendak menghentikannya, ia langsung mengeluarkan tanda pengenalnya.
“Aku ingin mengakses Array Teleportasi.”
Keduanya segera membungkuk hormat. “Baik, Tuan Muda. Kami akan mengantar Anda.”
Su Dingxuan mengangguk. Dengan arahan keduanya, ia segera berteleportasi. Biasanya, untuk mengakses teleportasi dibutuhkan biaya dan pendaftaran, tetapi karena ia adalah keturunan Clan Su, ia dapat menggunakannya tanpa biaya dan tanpa kesulitan.
Selain itu, susunan teleportasi ini memang dibangun oleh Clan Su di kota-kota kultivator. Tujuannya agar mereka dapat memindahkan orang dan mencakup wilayah luas milik Clan Su dengan cepat. Tentu saja, pengoperasiannya dilakukan oleh fraksi-fraksi kota, dengan biaya layanan bulanan yang tergabung dalam upeti yang harus dibayarkan kepada Clan Su.
Tepat setelah Su Dingxuan pergi, beberapa orang datang. Mereka adalah para Foundation Establishment, lebih tepatnya para leluhur dari empat Clan yang menguasai kota. Begitu mendengar seorang tuan muda utama Clan Su hadir di kota mereka, mereka bergegas seolah berlomba siapa yang akan tiba lebih dulu.
Tujuan mereka jelas. Mereka ingin membangun koneksi dengan tuan muda ini, berharap keluarga mereka bisa ikut melambung ke langit.
Sayangnya, mereka hanya bisa kembali dengan kekecewaan.
Su Dingxuan tiba di pulau utama dengan cepat. Tanpa menunggu, ia langsung menuju aula misi.
“Oh, Tuan Muda Ke-13. Apakah misi Anda sudah selesai?” Seorang wanita paruh baya tersenyum santai saat melihatnya.
Su Dingxuan mengangguk. “Benar. Saya ingin menyerahkan misi.”
Wanita itu mengambil bukti penyelesaian misi dan mulai memprosesnya tanpa banyak bicara.
Sambil menunggu, Su Dingxuan berpikir, ‘Aku sudah mulai terbiasa dengan panggilan Tuan Muda Ke-13.’
Sebenarnya, angka tiga belas itu menandakan bahwa ia adalah generasi utama paling muda, atau bisa juga disebut yang bungsu. Di dalam Clan Su, orang yang dapat dipanggil tuan muda oleh keturunan Clan adalah seseorang yang ayah, ibu, kakek, atau neneknya merupakan Elder Tingkat Satu, yaitu berada di Realm Core Formation.
Namun, itu baru syarat pertama. Syarat selanjutnya, orang tersebut juga harus memiliki Spirit Root High-Grade ke atas.
Persyaratan inilah yang menentukan status seseorang agar dapat membentuk kelompok di dalam Clan, dengan tujuan memperjuangkan posisi petinggi Clan di masa depan. Jadi, saat ini di Clan Su terdapat tiga belas keturunan langsung Core Formation dengan Spirit Root High-Grade ke atas, termasuk Su Dingxuan.
Sedangkan Su Ya sedikit berbeda. Ia agak unik. Ia memiliki perlakuan dengan status yang sama seperti generasi utama, tetapi juga tidak sepenuhnya sama, karena ia diperhatikan langsung oleh Leluhur. Ditambah dengan Spirit Root tertinggi, ia menjadi harapan berikutnya bagi Clan untuk memiliki Leluhur Ke-7.
Namun, di antara tiga belas orang ini, hanya tujuh yang membentuk kelompok. Sisanya menjadi pendamping kelompok tertentu, atau memilih fokus berkultivasi tanpa terlalu terlibat dalam urusan politik.
Tidak butuh waktu lama, Su Dingxuan menerima pembayaran poin kontribusi. Setelah itu, ia segera kembali ke rumah. Dalam perjalanan, tepat di dekat rumahnya, ia melihat seorang pria muda dengan wibawa yang tidak bisa diabaikan.
Begitu mengenali orang itu, Su Dingxuan buru-buru mendekat.
“Salam, Leluhur Ke-4.”
Leluhur Ke-4 menatap Su Dingxuan sambil tersenyum. “Aku dengar kamu menjalankan misi. Bagaimana? Ada kendala?”
Su Dingxuan tidak menyangka Leluhur Ke-4 akan menanyakan hal biasa seperti ini. Awalnya, ia mengira ada suatu perintah.
“Semuanya berjalan baik. Aku juga sempat singgah di pasar kultivator, lalu menggunakan teleportasi di kota kultivator.”
“Kota yang mana?”
“Kota Quyeun.”
Leluhur Ke-4 mengangguk.
Su Dingxuan memperhatikan dari samping. Ia merasa Leluhur Ke-4 memang berniat mengobrol dengannya. Setelah ragu sebentar, ia pun bicara.
“Aku selalu mendengar bahwa kehidupan Loose Cultivator itu sulit. Setiap hari selalu ada bahaya.”
End Chapter 24.1:
Chapter 7 sampai 11 itu merupakan harga tiket mc untuk masuk kedunia yang lebih besar.
Jdi reset penelitian ini hanya terjadi di chapter awal 7 sampai 11, setelah itu dunia kultivasi akan terbuka.
Dia bukan orang yang di beri jalan oleh langit, jdi dia membuka jalanya sendiri, satu satunya yang bisa dia andalkan hanya lah ingatanya sebagai seorang saintis. Karena memang tidak ada yang bisa dia andalkan selain itu.
Mohon bersabar hingga chapter 11 lewat, karena kemampuan mc tidak jatuh dari langit, atau tibatiba mendapatkan warisan.
Cuman saran aj🙏👍
Itu semua karena gaya penulisan Author, Jdi dari 2013 author selalu baca novel terjemahan, bahkan sampai jalur mechine transate yang bikin kepala pusing (Biasanya di kenal sebagai penyimbangan kultivasi)😅
Apa yang sering dibaca mempengaruhi gaya tulisan. Jadi mohon maaf jika ada yang tidak tebiasa, 🙏
dan terimakasih sudah support novel ini.
Salam dari Naevys Presspire
Ku lihat kingkatan kultivasinya menggunakan standar Xianxia yah, kyk ISSTH, Renegade Immortal RMJI dan kwn².
Bagi yang belum tau, dari bab sejauh ini bab 11 yah, tingkatan Kultivasinya Qi Refining => Foundations Establishment => Core Formatin (Biasanya novel terjemahan menggunakan nama Inti Emas/Golden Core) => Nascent Soul.
Untuk di atasnya, belum terungkap, wkwkw