NovelToon NovelToon
Aku Berhak Bahagia

Aku Berhak Bahagia

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Rumah Tangga / Janda
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

"Aku berhak bahagia dan aku bisa hidup tanpamu!"

Mila Rahma akhirnya memilih jalan hidupnya sendiri meskipun orang-orang disekitarnya menolak keputusan yang diambilnya. Mereka sangat kecewa dengan Mila karena berani menggugat cerai. Mila melakukan itu bukan tanpa sebab, selama menikah dirinya selalu mendapatkan penyiksaan dan penghinaan.

Mampukah Mila bertahan hidup dengan menjauh dari orang-orang yang sangat dicintai dan disayanginya?

Apakah Mila menemukan pria yang sangat mencintai dan menghormatinya?

Ikuti ceritanya dan mohon dibaca perlahan setiap episodenya. Terima kasih banyak karena sudah membaca tanpa meloncat episode🙏🏼

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Berhak Bahagia - episode 27

Pagi harinya setelah melaksanakan salat Subuh, pesan singkat dari Hasbi pun masuk. Mila akhirnya dapat bernapas lega. Hasbi pergi karena mendapatkan kabar kakeknya mengalami sakit keras dan ingin bertemu. Sepanjang perjalanan ponselnya mati dan baru diisi daya baterainya malam harinya. Karena kelelahan, Hasbi tak sempat membalas dan meneleponnya.

Selepas bertukar pesan, Mila dapat melanjutkan kegiatannya dengan hati yang riang. Kali ini dia coba berolahraga lari, sebab ia ingin membuktikan kepada Hasbi jika kakinya kuat buat berlari.

Olahraga pagi ini juga Mila kembali bertemu Aldo, mereka pun bersama-sama berlari saling beriringan.

Kurang lebih 30 menit berlari, Mila balik ke kos-kosannya menyiapkan sarapan pagi yang sederhana. Telur 2 butir di orak-arik tanpa garam dan rempah, satu buah apel yang kemarin ia beli ketika pulang kerja dan segelas susu rendah lemak.

Mila duduk di lantai beralaskan karpet plastik, ia lalu menyantapnya dengan hati bahagia.

Selesai sarapan dan mencuci peralatan makan, Mila kemudian mandi dan bersiap-siap hendak berangkat kerja.

Selang 30 menit, Mila telah bersiap pergi. Ponselnya berdering tertera nomor dari sepupunya. Mila pun mengangkat dan menjawabnya, "Assalamualaikum, Laila."

"Waalaikumussalam, Kak Mila."

"Ada apa Laila pagi-pagi menelepon Kakak?" tanya Mila.

"Kak, lima hari lagi aku mau menikah. Kak Mila harus pulang, aku ingin Kakak juga hadir di acara pernikahan ku," jawab Laila.

"Kakak enggak bisa pulang, Laila." Mila menolak permintaan adik sepupunya.

"Kakak harus pulang, ongkos bus aku bayarin!" kata Laila.

"Bukan masalah itu, Laila. Tapi, Kakak enggak mungkin terus izin bekerja," Mila menjelaskan alasannya.

"Isshh....Kakak inilah demi sepupunya masa enggak mau pulang. Ayolah, Kak!" mohon Laila.

"Kakak malas bertemu dengannya!" kata Mila memberikan alasan kedua.

"Enggak usah pedulikan Mas Hardi, Kak. Biarkan aja dia!" ucap Laila. Ya, sepupunya Mila akan menikah dengan anak sepupunya Hardi.

"Kakak enggak bisa, La." Mila terus menolak.

"Ckk..." Laila tampak kecewa.

"Nanti Kakak coba minta izin lagi, siapa tau diberikan izin. Kalau memang bisa, Kakak akan mengabarimu!" kata Mila berjanji.

Laila begitu senang mendengarnya, "Baiklah, Kak. Semoga bos Kakak mau memberikan izin."

-

Malam harinya sepulang kerja, Mila menghubungi Hasbi ponsel pria itu kembali tak dapat di telepon. Mila coba berpikir baik, mungkin lagi kehabisan daya baterai.

Mila lalu menelepon sepupunya dan mengatakan akan pulang buat menghadiri pesta pernikahannya. Laila yang mendengarnya sangat senang, ia pun memberitahu Maya dan Rahman.

Laila, adalah keponakan dari pihaknya Maya. Ia merupakan anaknya dari kakak kandungnya Maya. Hanya keluarga Laila yang berpikir waras. Tak memaksa anak orang lain menikah muda dan tak suka menyindir orang lain yang telah bercerai. Makanya, Mila berusaha mendapatkan izin dari tempat kerjanya buat hadir.

Sebelum tidur, Mila mencoba lagi menelepon Hasbi namun ponselnya tak aktif. Mila tampak kecewa sebab tadi pagi hingga siang hari Hasbi masih mengirimkan pesan singkat.

Mila pun memejamkan matanya, ia berharap Hasbi baik-baik saja.

***

Keesokkan siang harinya, Alan datang menjemput Mila dan mereka berangkat ke rumah orang tuanya Alan.

Sesampainya, Alan mengecup punggung tangan ibunya begitu juga dengan Mila. Ibunya Alan tersenyum tipis lalu mempersilakan Mila masuk ke rumah.

"Alan, tolong ambilkan kue di rumah Bibi Mira. Dia enggak sempat mengantarkannya," kata Ibunya Alan.

"Baiklah, Bu." Alan segera menuju mobilnya dan melesat.

Kini tinggal Mila dan ibunya Alan di ruang tamu. Suasana menjadi mencekam dan tegang, jantung Mila berdetak kencang apalagi wajah Ibunya Alan dari manis berubah ketus. Seakan monster yang ingin menyerang musuhnya.

"Saya sudah tau mengenai kamu dari Alan, Mas Bagas dan istrinya." Ibunya Alan membuka pembicaraan dengan datar.

"Asal kamu tau, saya mencari calon menantu sesuai dengan kriteria saya. Alan itu adalah anak laki-laki pertama saya, sejak ayahnya meninggal dialah yang membiayai saya dan adiknya. Saya tak mau kamu menjadi beban baginya."

Glekk..

"Beban? Maksud Tante, istri adalah beban suaminya?" tanya Mila tanpa menunda.

"Ya. Apalagi kamu hanya seorang pelayan dengan gaji kecil. Pastinya, Alan tak mau membiarkan istrinya hidup dalam kesusahan."

"Memang seharusnya suami seperti itu, Tante. Seorang laki-laki yang sudah berani mengambil anak perempuan dari orang tua lainnya maka dia harus siap bertanggung jawab memenuhi kebutuhan hidupnya," Mila tak mau hanya diam mendengarkan semua ocehan ibunya Alan.

"Aku membesarkan Alan dengan susah payah. Jika kalian menikah, jatah bulanan yang biasanya diberikannya pastinya berkurang karena gajimu sangat kecil."

"Kalau begitu, jangan izinkan Mas Alan menikah!" cetus Mila kesal.

"Kau!!" ibunya Alan yang geram menunjuk wajah Mila dengan telunjuknya.

Mila lantas berdiri dan berkata, "Saya memang bukan wanita berpendidikan tinggi dan saya memang sudah janda. Tapi, saya mempunyai harga diri. Tante adalah seorang wanita, seharusnya lebih paham. Pantas saja sampai sekarang Mas Alan belum menikah, saingannya ternyata sangat berat."

"Jaga mulutmu!!" sentak Ibunya Alan dan berdiri.

"Kenapa harus dijaga, Tante? Bukankah Tante sendiri yang duluan merendahkan saya?" Mila menantang ibunya Alan meskipun jantungnya berdetak tak karuan.

"Wanita yang lebih hebat dari kamu saja banyak saya tolak!" kata Ibunya Alan dengan bangganya.

"Saya juga enggak masalah kalau saya bukan pilihan Mas Alan!!" tegas Mila.

"Kau memang sungguh kurang ajar!!" geram ibunya Alan, tangan kanannya terkepal.

"Terserah Tante menilainya!!" Mila meraih tasnya yang ada disampingnya kemudian berlalu.

Ketika di pagar, Mila berpapasan dengan mobilnya Alan. Ia tak berhenti dan terus berjalan.

Alan memarkirkan mobilnya dan bergegas keluar lalu mengejar. "Mila, tunggu!!" panggilnya.

Mila menghentikan langkahnya dan berbalik badan dengan raut wajah ketat, "Aku mau pulang!!"

"Mila, kita belum makan siang bersama. Kenapa kamu cepat sekali pulangnya?" tanya Alan heran.

"Tanyakan aja pada ibunya Mas Alan!" jawab Mila menahan marah.

"Apa yang dikatakan ibuku kepadamu?" tanya Alan lagi.

"Mungkin ucapan sama yang selalu disampaikan kepada setiap teman wanita Mas Alan yang datang berkunjung!" jawab Mila menyindir.

"Jangan pulang sendiri, biar aku antar!!" kata Alan, ia sudah paham sifat ibunya. Berdebat dengan bakal calon istrinya.

"Enggak usah, Mas. Aku pulang sendiri aja. Jangan pernah dekati aku lagi!!" Mila memberikan peringatan.

"Mila, aku enggak bisa!!" Alan menolak untuk menjauhi wanita dihadapannya.

"Bisa atau enggak, kita gak mungkin dapat bersatu, Mas. Aku mau menikah kalau mendapatkan restu dari ibumu tapi sepertinya itu enggak mungkin terjadi."

"Mila...aku akan bicara kepada ibu!" janji Alan.

"Terlambat, Mas. Aku enggak bisa. Lebih baik Mas cari aja wanita yang sesuai kriteria ibunya Mas Alan!" Mila berbalik badan dan melangkah cepat.

_

Begitu sampai di kos-kosannya, Mila melemparkan tasnya di atas kasurnya dan menghentakkan kakinya sangking kesalnya.

"Aaarggh....."

Ucapan ibunya Alan masih menempel di kepalanya Mila, ia begitu sangat kecewa dan marah. Bisa-bisanya seorang wanita menghina wanita lainnya.

"Ya Allah, apa ini jawaban dari doa-doa ku?" lirihnya.

****

Sudah beberapa hari Hasbi tak memberikan kabar apapun, meskipun tetangga kamarnya bilang kalau barang-barang Hasbi masih ada di kamar.

Mila tetap percaya bahwa dirinya akan bertemu lagi dengan Hasbi karena pria itu pasti kembali.

Sore ini, bus yang membawa Mila berangkat ke kampungnya. Ada perasaan senang, bahagia dan sedih menjadi satu. Ia bahagia dan senang karena berjumpa dengan kedua orang tuanya. Sedih sebab tak berpamitan kepada Hasbi.

Di dalam bus, Mila mencoba lagi menelepon Hasbi tetapi ponsel pria itu tetap tak aktif. "Besok aku telepon lagi!" gumamnya. Ia berharap esok harinya ponsel Hasbi dapat dihubungi.

...----------------...

Alan sudah tak masuk kandidat lagi..

Hasbi juga menghilang...

Masih ada Aldo dan mantan suami.

Kira-kira hati Mila berakhir kepada siapa?

1
Murni Zain
siapapun jodoh untuk mila yg penting bs menerima dia sebagai menantu, semua masalalu mila. 🤗🥰
Dew666
Hasbi nikah sm sepupu mila kali, mila jodoh Aldo aja
Murni Zain
Gass,,, otw halal🤭
Dew666
👑👑👑
Dew666
🍎🍎🍎
Murni Zain
akhirnya bs mengungkapkan kata suka'🥰
Mami AL: walaupun baru cuma dalam hati 🤭
total 1 replies
Murni Zain
Hasbi,, pernah sama² tersakiti. 🤭🤭
seperti saya sm suami... d selingkuh in sm pasangan. 😄😍
Murni Zain
🤗🤗🤗Alhamdulillah msh d ketemu kn sama orang baik ya mbak Mila.
Murni Zain
ehh kenapa Mas Hasbi 🤔🤔🤔 cemburu apa ada trauma???
Dew666
Aldo
Murni Zain
2 laki-laki memcoba dekat sm Mila🤭
Mami AL: kita buat Mila bingung memilih 😅🤭
total 1 replies
Mami AL
kebetulan yang tepat sekali, ya, Kak😄🤭
Murni Zain
ohhh so sweet banget🥰🥰🥰

jd teringat saat bertemu sm suami dl. 🤗
Murni Zain
Hasbi kan🤔🤔🤔

atw sang mantan. 🤔🤔🤔
Murni Zain
semoga jodoh Mila.... Hasbi🤗
Murni Zain
mungkin kn jodoh mila..🤔
Mami AL: kita lihat nanti, ya, Kak🤭
total 1 replies
Murni Zain
Semoga ada kebahagiaan d t4 baru ya mbak.. 🥰😍🤗💪🏼💪🏼💪🏼
Murni Zain
Semangat mbak Mila.. 🥰🤗
Murni Zain
baik bgt nih ibu mertua... klo aku dl sebaliknya😄 tp tu masa lalu q.. yg sekarang sdh terbayar dgn suami yg setia, baik bertanggung jawab sm keluarga. 🤗🥰
Mami AL: Alhamdulillah, Kak.. Bahagia selalu 😊
total 1 replies
Murni Zain
Ternyata mertuanya baik ya.. klo aku dl... seperti enggak d Terima krn aku ank kampung. 🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!