Setelah menikah, Anin banyak menemukan banyak hal yang janggal di rumah mertua nya. Anin sering mendengar ibu mertua nya menangis dan dia juga sering melihat tubuh ibu mertua nya di penuhi oleh lebam.
Hingga suatu hari Anin melihat dengan mata kepala nya sendiri ayah mertua nya sedang melakukan hubungan terlarang dengan ipar nya. Anin bertekad untuk membongkar semua kebusukan mereka di depan semua orang, dan membuat ayah mertua nya dan juga ipar nya mendapat kan hukuman atas perbuatan mereka.
Ikuti kisah kisah selengkap nya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
Anin menarik nafas lega, karena Tika dan pak Johan tidak sempat memergoki nya. Anin membuka kunci layar ponsel nya dan dia melihat video berdurasi 3 menit 50 detik yang berhasil dia ambil tadi.
"Syukur lah aku sempat melarikan diri, jika tidak maka mbak Tika dan bapak pasti menangkap basah diri ku!" Guman Anin sambil mengusap dada nya yang masih berdegup kencang.
"Kasihan ibu dan mas Atar, wajar saja bapak sering membela mbak Tika, ternyata mereka menjalin hubungan secara diam - diam di belakang ibu dan mas Atar. Ini tidak boleh di biar kan, mas Atar dan ibu harus tahu semua ini!" Anin bertekad akan membongkar semua kejahatan mereka semua.
Tapi sebelum memberi tahu Ibu mertua nya dan juga Atar, Anin terlebih dahulu ingin memberi tahu suami nya, Dirga. Dirga harus tahu seperti apa kelakuan bapak dan juga ipar nya.
"Mas Dirga belum pulang, aku akan menunggu nya!" Anin tampak gelisah menunggu suami nya pulang ke rumah.
Jam 9 malam, Dirga pulang dari yasinan dan tahlilan kematian pak Toni. Anin menyambut nya dengan segera.
"Makan dulu mas sebelum tidur!" Anin mengingat kan suami nya.
"Iya dek!" Dirga segera mengganti sarung dan menyimpan peci nya terlebih dahulu.
Anin menemani suami nya makan malam, mereka hanya makan berdua karena bu Ela sudah makam lebih dahulu tadi. Anin ingin sekali memberi tahu Dirga tentang apa yang terjadi tadi, tapi dia tidak mau sampai di dengar orang lain. Jadi itu lah sebab nya, Anin menunggu waktu yang tepat yaitu sebelum mereka tidur nanti.
"Mas duluan ya dek!" Dirga pamit pada Anin setelah dia selesai makan.
"Iya mas, nanti aku menyusul!" Jawab Anin sambil memberes kan sisa makan malam mereka berdua.
Dirga yang sudah sangat lelah seharian bekerja dan sekarang harus ikut tahlilan, lebih dulu masuk ke dalam kamar untuk mengistirahat kan tubuh nya. Sementara Anin mencuci piring terlebih dahulu, Anin tidak pernah membiarkan piring kotor menumpuk apalagi di malam hari seperti ini. Dia pasti akan mencuci nya sebelum dia pergi tidur.
"Alhamdulillah, selesai juga!" Anin lega setelah selesai mencuci piring itu dan menyusun nya kembali di Rak.
Anin bergegas menyusul suami nya yang sudah lebih dahulu masuk ke dalam kamar, dia sudah tidak sabar lagi untuk menunjuk kan video yang sudah berhasil dia ambil tadi. Tapi saat tiba di dalam kamar nya, Anin sedikit kecewa. Karwna saat ini Dirga sudah tertidur pulas, debu nafas nya terdengar teratur.
"Ya udah tidur lagi, padahal kan aku mau menyampaikan hal penting sama mas Dirga!" Anin merasa kecewa karena dia harus menunggu waktu yang tepat lagi agar bisa menceritakan semua nya pada suami nya.
Akhir nya dengan perasaan kecewa, Anin membaringkan tubuh nya di samping sang suami yang sudah tertidur nyenyak. Karena hari sudah cukup larut malam, Anin pun merasa mengantuk dan dia segera menyusul suami nya ke alam mimpi.
Anin dan Dirga sudah tidur nyenyak di kamar mereka, tapi lain hal nya dengan Tika. Dia tidak bisa tidur, dia tampak gelisah. Tika tahu bahwa saat ini ada orang lain yang mengetahui hubungan terlarang nya dengan sang bapak mertua. Tika sangat yakin orang yang sudah mengintip mereka adalah Anin, dia tidak sabar lagi ingin menyingkirkan Anin sebelum dia memberi tahu orang - orang apa yang di ketahui nya.
'Anin, kedatangan mu ke sini membuat aku rugi, kau sudah menguasai semua uang nya Dirga, dan sekarang kau juga mengetahui hubungan ku dengan mas Johan. Lihat saja Anin, aku akan menghancurkan rumah tangga mu dan Dirga dan aku akan membuat mu terusir dari rumah ini!' Guman Tika di dalam hati.
Tika sangat gelisah, tidak henti - henti nya dia membolak - balik kan badan nya ke kiri dan ke kanan.
"Kamu kenapa sih Ma? Dari tadi Papa lihat kamu gelisah banget?" Tanya Atar yang sejak tadi berbaring di sebelah Tika.
"Gak papa Pa, cuma cuaca nya gerah banget, jadi Mama tidak bisa tidur!" Jawab Tika sambil berbohong.
"Kan udah pake kipas angin, masa masih gerah juga!" Atar hanya menggeleng kan kepala nya melihat sikap istri nya.
'Aku sudah tidak sabar lagi menunggu pagi, aku ingin melihat Anin pergi dari rumah itu dengan kepala tertunduk. Anin kau berurusan dengan orang yang salah, aku akan membuat mu di usir tidak hanya dari rumah. Tapi juga dari hidup nya Dirga, kau akan segera menyandang status janda di masa pengantin baru mu Anin, ini lah akibat nya jika kau berani mengusir hidup ku. Dengan begitu aku akan kembali menguasai semua milik nya Dirga!' Tika tersenyum licik membayangkan keberhasilan yang sudah ada di depan mata nya.
Hingga larut malam, Tika tidak bisa tidur. Dia tidak sabar lagi menunggu pagi tiba dan bersiap menjalan kan rencana yang sudah dia susun bersama pak Johan untuk menghancurkan Anin dan membuat nya terusir dari rumah mertua nya.
Hal yang sama juga di alami pak Johan, sejak tadi dia hanya duduk di teras rumah nya sambil menghisap rokok nya. Sejak menyadari jika hubungan terlarang nya dengan Tika sudah di ketahui oleh orang lain, dia menjadi gelisah.
Malam ini dia tidak bisa pergi ke rumah bu Sari, karena malam ini masih banyak tetangga yang berada di rumah bu Sari. Begitu juga dengan kedua anak nya bu Sari, mereka masih tinggal di rumah orang tua nya hingga 3 hari meninggal nya pak Toni.
'Aku sangat yakin, pasti ini ulah nya Anin. Anin lah yang sudah mengintip saat aku dan Tika sedang bersama. Satu- satu nya orang yang curiga pada ku hanyalah Anin, hanya Anin yang sering melihat ku masuk dan keluar rumah Tika lewat pintu belakang!' Guman Pak Johan di dalam hati.
'Ini tidak bisa di biar kan, Anin bisa saja membongkar nya di depan semua orang. Tika benar sekali, kehadiran Anin di rumah ini bisa membahayakan. Aku dan Tika harus bertindak cepat, sebelum Anin mengatakan pada semua orang, dia harus pergi dari sini!' Guman Pak Johan lagi sambil tersenyum licik.
Pak Johan masuk ke dalam rumah, dia memperhatikan seluruh sudut rumah nya. Dia mulai membuat ancang- ancang di mana dia akan menjebak menantu nya besok pagi, mulai dari waktu hingga tempat nya.
Pak Johan segera masuk ke dalam kamar nya, agar tidak ada yang curiga. Sama seperti Tika, saat ini dia pun sudah tidak sabar lagi menunggu pagi dan menjalan kan siasat licik yang sudah mereka rencanakan.