NovelToon NovelToon
Fy Unig

Fy Unig

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di mata tetangga apartemennya di Los Angeles, Faelynn Yosephine (26) hanyalah "perawan tua" pengangguran.

Namun, di balik pintu kamar, ia adalah penulis novel romantis papan atas yang memikat jutaan pembaca.

Dunia tenangnya terusik saat Kingsley Emerson (29 tahun), seorang agen elit CIA yang menyamar sebagai diplomat, mulai mengirim pesan misterius dengan nama akun Son_Roger.

Kingsley, yang baru saja kembali dari misi berdarah di luar negeri, terobsesi dengan detail taktik dalam tulisan Faelynn yang terlalu akurat.

Berawal dari debat teknis hingga gombalan tak terduga, Kingsley mulai memasuki hidup Faelynn, membawa bahaya nyata yang selama ini hanya Faelynn tulis di Novelnya.
.
.
Happy reading dear 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Suasana sore di koridor apartemen terasa lebih menyesakkan dari biasanya. Faelynn baru saja kembali dari membuang sampah ketika langkahnya tertahan oleh pemandangan yang membuat dadanya mencelos.

Di ujung lorong, dekat lift, ia melihat sesosok pria yang sangat ia kenal—Ibner. Pria itu sedang menggandeng seorang balita berusia sekitar tiga tahun, sementara di sampingnya, seorang wanita cantik dengan pakaian kantor yang modis merangkul lengannya mesra.

Bisik-bisik tetangga yang sedang berkumpul di dekat tangga darurat langsung menyambar indra pendengaran Faelynn seperti kilat.

"Itu kan Ibner, mantannya Faelynn. Lihat, anaknya sudah besar, gagah sekali," bisik Mrs. Miller dengan volume yang sengaja bisa didengar.

"Iya, istrinya cantik ya, berkelas. Katanya mereka baru pindah ke unit di lantai lima. Wah, satu gedung dengan mantan? Apa tidak canggung ya?" sahut Mrs. Higgins sambil melirik Faelynn dengan tatapan menghakimi.

Faelynn tetap terdiam. Ia menarik napas dalam, memaksakan sebuah senyum tipis yang terlihat begitu tenang meski di dalamnya ia sedang berperang. Ia berjalan melewati mereka tanpa kata, menunduk sedikit sebagai tanda kesopanan yang hampa.

Rupanya si pengkhianat itu berani tinggal di sekitarku, batin Faelynn dengan tangan mengepal di saku Cardigannya.

Begitu sampai di dalam rumah, Faelynn membanting pintu sedikit terlalu keras. Melinda yang sedang melipat baju di ruang tengah tersentak.

"Ada apa, Fae? Wajahmu ditekuk begitu?" tanya ibunya khawatir.

Faelynn tidak menjawab. Ia hanya menggeleng cepat dan langsung masuk ke kamarnya, mengunci pintu dengan perasaan jengkel yang meluap-luap. Harga dirinya terasa baru saja diinjak-injak di depan umum.

Ia merebahkan tubuh di ranjang, mencoba mengatur napas. Untuk mengalihkan pikirannya, ia meraih ponsel. Di sana, deretan notifikasi dari nomor tak dikenal—yang kini ia tahu milik Kingsley—sudah menumpuk selama seminggu terakhir tanpa ia balas.

Kingsley: Hey, gadis 160. Apa kau benar-benar tidak punya waktu sedikit pun untukku?

Lalu sebuah pesan masuk lagi tepat saat ia sedang membaca.

Kingsley: Apa kau sudah memutuskan ingin memanggilku dengan nama yang mana dari kartu-kartu itu?

Faelynn yang sedang diliputi kekesalan pada Ibner, tiba-tiba merasa membutuhkan pengalih perhatian. Ia ingin tahu, sejauh mana pria ini akan membuktikan dirinya.

"Aku ingin identitas yang asli. Kalau paspor itu ternyata palsu, aku akan memblokir mu selamanya," balas Faelynn ketus.

Tak sampai sedetik, balasan masuk.

Kingsley: Wah, kau garang sekali sore ini.

Kingsley: Apa kau pikir aku pria tua menyebalkan yang memakai filter di foto profil agar terlihat tampan?

"Bisa jadi, kan? Di dunia internet, semuanya bisa dipalsukan," balas Faelynn menantang.

Tiba-tiba, layar ponselnya berubah. Ikon panggilan video muncul. Faelynn tertegun. Entah karena dorongan emosi akibat melihat Ibner tadi atau karena rasa penasaran yang sudah di ubung-ubung, untuk pertama kalinya, ia menekan tombol hijau.

Layar terhubung.

Wajah Kingsley Emerson muncul dengan sangat jelas. Ia tampak sedang duduk di sebuah ruangan dengan pencahayaan yang hangat. Ia mengenakan kaus polos abu-abu, rahangnya yang tegas terlihat nyata, dan ada sedikit bintik luka kecil di dahi yang tidak terlihat di foto. Ia mendekatkan wajahnya ke kamera, menyeringai tipis.

"Apa ini terlihat seperti filter, hm?" suara Kingsley terdengar rendah dan bergetar lewat speaker ponsel.

Faelynn terdiam. Ia mendadak merasa sangat malu karena ia sedang memakai kaus rumahannya dan rambutnya hanya diikat asal-asalan. Kingsley jauh lebih tampan di video daripada di foto. Ada aura maskulin yang sangat kuat yang membuat Faelynn merasa mungil.

"Iya, iya... kau muda. Bukan pria tua," gumam Faelynn sambil membuang muka, mencoba menyembunyikan pipinya yang mulai memanas.

Kingsley tertawa kecil, suara tawa yang membuat perut Faelynn terasa geli. Akhirnya, obrolan mereka mengalir. Faelynn yang awalnya skeptis, mulai merasa nyaman.

"Kenapa kau tidak di hutan?" tanya Faelynn tiba-tiba.

"Hutan?" Kingsley mengernyitkan dahi.

"Bukannya kau seorang agen? Biasanya di film-film kalian ada di tengah hutan, memanjat tebing, atau bersembunyi di lumpur."

Kingsley menyandarkan punggungnya ke kursi, menatap Faelynn dengan pandangan jenaka. "Apa aku harus ke hutan untuk sebuah penyamaran? Tidak juga. Kadang penyamaran terbaik adalah menjadi pria membosankan yang duduk di balkon sambil digoda oleh penulis novel romantis."

Faelynn tersenyum, kali ini tulus. "Apa menjadi agen sesenang itu?"

Raut wajah Kingsley berubah sedikit lebih serius, meski senyumnya masih ada. "Tidak sama sekali. Karena setiap kali aku melangkah keluar untuk misi, kaki kananku sudah disiapkan peti mati, Faelynn. Risiko itu nyata."

Senyum Faelynn perlahan memudar, berganti dengan rasa kagum yang aneh. "Kau konyol."

"Itu kenyataannya. Itulah kenapa aku jarang bicara jujur pada orang lain. Tapi entah kenapa, padamu aku ingin terlihat asli," ucap Kingsley, suaranya melembut.

Mereka terus mengobrol. Faelynn menceritakan tentang kejengkelannya tanpa menyebut nama Ibner secara spesifik, dan Kingsley mendengarkan dengan penuh perhatian—sebuah perhatian yang sudah lama tidak Faelynn dapatkan dari laki-laki mana pun. Tak terasa, dua jam telah berlalu.

"Kau mengantuk? Mau tidur siang?" tanya Kingsley lembut saat melihat Faelynn menguap kecil.

"Mungkin sedikit," jawab Faelynn pelan. "Lagipula, aku harus melanjutkan bab selanjutnya. Penulis 'pengangguran' ini punya deadline, kau tahu?"

Kingsley terkekeh. "Tidurlah. Aku tidak akan mengganggumu... untuk beberapa jam ke depan. Selamat istirahat, Faelynn."

Saat sambungan terputus, Faelynn menatap layar ponselnya yang kini mati. Rasa jengkelnya pada Ibner entah bagaimana menguap begitu saja, digantikan oleh debaran aneh yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Kingsley Emerson bukan sekadar karakter dalam novelnya; dia adalah badai yang mulai meruntuhkan dinding pertahanan Faelynn.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
ren_iren
kembalikan king dan faelynn😂
Ros 🍂: maafkan author Buntu 😭🤣🙏🏼
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍
ren_iren
dan tetiba king and faelyn berubah jd gadis angkat jemuran... dirimu kak, ada2 aja.... 😂😂😂
Ros 🍂: Nanti saya revisi kak, biar masuk cerita nya, Makasih Kak 🫶🙏🥰
total 3 replies
winpar
lnjut thorrr
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍👍
Ros 🍂: ma'aciww kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!