Alvero Reynaldi Pewaris Kerajaan bisnis sang daddy sekaligus mewarisi kepemimpinan mafia Black Wolf
Nadila Nurtan Zillia di jual oleh paman nya untuk menanam modal untuk perusahaan Nurtan Group
bagaimana jika mereka tidak sengaja menghabiskan malam bersama yang menumbuhkan benih di rahim nadila
dan bagaimana kisah mereka setelah malam itu!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arn20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AGSM 28
"kamu kembali saja ke mansion paman!" ucap vero
"baik tuan, tapi bagaimana saya kesana nya?", tanya cio
"tuh" sambil menunjuk tasya
"kenapa kakak menunjuk ku?", tanya tasya
"kamu antarkan cio dulu!", ucap vero
"tapi aku akan perusahaan kak!", seru tasya
"ajak saja cio ke perusahaan! dia bisa membantu mu nanti", terang vero dan tasya hanya mendesak kesal
"terima kasih tuan!", ucap cio dan vero hanya tersenyum sambil menganggukan kepala nya
vero mengetahui bahwa cio menyukai tasya jadi vero mencoba mendekatkan mereka berdua
"ayo masuk!" seru vero membuka kan pintu depan untuk nadila sedangkan vino duduk di belakang
tanpa mereka sadari ada seseorang dari kejauhan yang sedang memantau mereka lalu pria itu mulai tersenyum dengan sebuah rencana yang sudah pria itu siap kan
Pria itu bernama Jo, dia adalah mata mata Red Tiger yang di tugaskan memata matai pergerakan vero hingga dia ikut terbang mengikuti vero ke negara I dan dia menemukan sesuatu yang mengejutkan bahwa vero sedang bersama wanita dan seorang anak kecil
kemudian jo melaporkan informasi tersebut pada pemimpin
"kerja bagus jo! lanjutkan penyelidikan mu" ucap pemimpin Red Tiger yang baru
"baik tuan" jawah jo lalu mematikan sambungan telepon
"akhirnya pemimpin Black Wolf punya kelemahan" ucap Dex pemimpin Red Tiger
"kita harus membuat rencana tuan!", seru tangan kanan dex
"aku sudah mempunyai rencana yang bagus!", ucap dex dengan senyum jahat nya
di sisi lain di dalam mobil
"dad tadi di dekat rumah sakit ada yang memperhatikan kita!", seru vino
"wah kamu juga melihat nya son?" tanya vero
"iya dad", jawab vino
"memang nya siapa yang memperhatikan kita?", tanya dila penasaran
"aku tidak tau! asal dia tidak membahayakan kita jadi aku biarkan saja", ucap vero
"sudah tidak khawatir begitu! tenang saja tidak ada yang bisa melukai kalian selagi masih ada aku!", terang vero yang membuat pipi nadila memerah dan vero hanya tersenyum saja melihat dila malu malu seperti itu
"ini bukan jalan ke rumah ku!", seru nadila
"memang bukan", ucap vero
"lalu kamu mau membawa kami kemana?", tanya dila
"lihat saja nanti!", ucap vero
vero membawa dila dan vino ke mansion yang dulu milik orang tua nadila sebelum di rebut oleh paman nya
saat sampai
"kenapa kamu membawa kami kesini?", tanya dila yang mengikuti vero turun
"bukan nya mansion ini milik orang tua mu?", tanya vero
"itu dulu sebelum seseorang merebut nya", terang nadila mengingat dulu sewaktu mansion orang tua nya di rebut oleh paman nya sendiri
"ayo masuk", ajak vero dengan vino yang di gendong nya
lalu mereka pun memasuki mansion
"kemana semua orang? lalu kemana paman dan bibi ku?", tanya dila
"aku sudah membeli mansion ini!", terang vero
"kenapa kamu membeli mansion ini?", tanya dila keheranan
"karena aku mencari mu! aku menyelidiki semua nya tentang dirimu dan aku menemukan fakta tentang mu", terang vero
"son kamu berkeliling saja dulu tapi jangan jauh jauh! daddy ingin berbicara dengan mommy!", ucap vero
"baik dad", jawab vino
"ayo ikut aku!", ajak vero membawa nadila naik ke lantai atas lalu masuk ke kamar nya nadila dan nadila pun tercengang ternyata kamar nya masih sama seperti dulu.