NovelToon NovelToon
DAO TERLARANG KAISAR SEGALA ELEMEN

DAO TERLARANG KAISAR SEGALA ELEMEN

Status: tamat
Genre:Epik Petualangan / Anak Genius / Fantasi / Tamat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Abai Shaden

Di dunia di mana takdir ditentukan oleh kemurnian akar spiritual, Wang Tian terlahir sebagai kutukan. Memiliki lima elemen dasar yang saling bertabrakan, ia dicap sebagai "sampah abadi" dan dibuang ke Perpustakaan Terlarang yang terlupakan. Namun, di balik debu sejarah, ia menemukan Sutra Kaisar Sembilan Unsur—sebuah teknik terlarang yang mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari kemurnian, melainkan dari kekacauan primordial.

​Demi mengubah nasib, Wang Tian menempuh jalan yang diharamkan: menghancurkan pusat energinya sendiri untuk membangun Pusaran Primordial yang mampu melahap segala elemen alam semesta. Dari murid pelayan yang dihina, ia bangkit menjadi anomali yang mengguncang tatanan langit.

​Perjalanannya penuh darah dan pengkhianatan. Ia harus menyembunyikan kekuatannya dari 12 Klan Kuno yang angkuh dan 4 Sekte Penguasa Arah Angin yang mengincarnya sebagai ancaman dunia. Di tengah pelariannya, ia dipertemukan dengan empat wanita luar biasa—termasuk sang Ratu Kegela

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: Gema dari Dimensi Kelam

Langit di atas Puncak Langit Tertinggi tidak lagi berwarna biru, bahkan tidak juga merah darah seperti saat Wang Zen berkuasa. Lubang hitam yang tercipta dari ledakan nyawa sang Kaisar Darah kini telah meluas, membentuk sebuah pusaran raksasa yang dikenal sebagai Gerbang Kesunyian Abadi. Dari dalam pusaran itu, tidak ada cahaya yang keluar, hanya suara dengungan rendah yang membuat siapa pun yang mendengarnya merasa jiwanya perlahan terkikis.

Wang Tian duduk di singgasana retak yang terbuat dari emas putih. Pedang Dragon's Wrath tertancap di lantai marmer di depannya, tangannya yang bersimbah darah ayahnya kini telah bersih, namun bau besi dari kematian tetap melekat di udara. Di sekelilingnya, para penatua dari sepuluh klan yang tersisa bersujud dengan dahi menyentuh lantai. Mereka bukan lagi penguasa sombong; mereka hanyalah sekumpulan orang tua yang ketakutan, menunggu vonis dari pemuda yang baru saja meruntuhkan dunia mereka.

"Bangun," suara Wang Tian rendah, namun mengguncang pilar-pilar aula.

Para penatua itu gemetar, perlahan mengangkat kepala mereka.

"Kalian membunuh ibuku untuk 'keamanan dunia'. Kalian mengkhianati nurani demi stabilitas klan. Sekarang, ancaman yang kalian takuti telah tiba, dan kalian tidak memiliki apa pun untuk melawannya," Wang Tian menatap mereka satu per satu dengan mata perak hampa. "Aku tidak akan membunuh kalian hari ini. Bukan karena aku memaafkan kalian, tapi karena aku butuh anjing-anjing yang tahu cara menggigit untuk menjaga tembok luar benua ini."

Kemunculan Pertama: Sang Penelan Jiwa

Tiba-tiba, dengungan dari langit berubah menjadi jeritan melengking yang membelah keheningan. Dari pusat Gerbang Kesunyian, sebuah tangan raksasa berwarna abu-abu pucat dengan kuku-kuku hitam yang panjangnya mencapai puluhan meter menjulur keluar. Tangan itu mencengkeram tepi lubang dimensi, seolah-olah ada sesuatu yang sedang berusaha merangkak keluar dari neraka.

"Itu... itu adalah The Great Devourer (Sang Penelan Agung)," bisik Lin Xia, yang muncul di samping singgasana Wang Tian. Wajahnya yang biasanya tidak terbaca kini menunjukkan ketegangan yang nyata. "Mereka adalah entitas dari dimensi Void yang memakan energi primordial dari dunia yang sudah matang. Wang Zen benar tentang satu hal: Benua Tengah adalah makanan bagi mereka."

Sesosok makhluk setinggi gunung akhirnya berhasil keluar. Bentuknya tidak menyerupai hewan atau manusia; tubuhnya terdiri dari ribuan wajah yang terus merintih, dengan mata yang tersebar di sekujur kulitnya yang transparan. Makhluk itu melepaskan gelombang energi hitam yang saat menyentuh tanaman di lereng gunung, langsung mengubahnya menjadi debu abu-abu.

"Long Wei!" Wang Tian berdiri, mencabut pedangnya.

"Aku siap, Kakak!" Long Wei melompat dari balkon, tubuhnya bertransformasi di udara menjadi Naga Emas Hitam sejati. Raungannya menggetarkan awan, menantang kehadiran makhluk dimensi tersebut.

Pertempuran Dua Dimensi

Wang Tian tidak menunggu. Ia menggunakan Langkah Ruang Primordial, muncul tepat di depan wajah utama makhluk itu.

"Hukum Primordial: Bilah Penghancur Dimensi!"

Wang Tian mengayunkan Dragon's Wrath dengan kekuatan penuh. Bilah energi abu-abu sepanjang satu kilometer memotong udara, menghantam dada makhluk itu. Namun, sebuah hal yang mengejutkan terjadi. Bukannya terluka, energi itu justru diserap oleh mata-mata di tubuh makhluk tersebut.

Makhluk itu tertawa dengan suara ribuan orang. "Energi primordial... sangat lezat... berikan lebih banyak... kecil..."

"Dia memakan energi primordial?!" Sui Ren terbelalak dari kejauhan. Ia mencoba mengirimkan badai angin, namun badai itu pun ditelan mentah-mentah.

"Jika dia memakan energi, maka berikan dia sesuatu yang tidak bisa dia cerna," ucap Wang Tian dingin.

Ia menoleh ke arah Lin Xuelan. "Xuelan! Gunakan Es Mutlakmu untuk membekukan aliran energi di sekitarnya, bukan untuk menyerangnya! Mora, masuk ke dalam bayangan makhluk itu dan cari intinya! Dia tidak mungkin hanya sekumpulan energi!"

Mora mengangguk, tubuhnya mencair menjadi bayangan dan menyelinap di bawah kaki raksasa makhluk tersebut. Sementara itu, Lin Xuelan merapalkan mantra tingkat tinggi, menciptakan lingkaran es raksasa yang mengisolasi area pertempuran, mencegah makhluk itu menyerap energi dari tanah Benua Tengah.

Strategi Kehampaan

Wang Tian menyadari bahwa serangan langsung tidak akan berguna. Ia harus menggunakan Kehampaan Sejati—energi yang tidak memiliki substansi untuk dimakan. Ia duduk bersila di udara, di tengah-tengah amukan makhluk dimensi itu.

"Sembilan Segel... Segel Kesepuluh: Anti-Materi!"

Ini adalah teknik terlarang yang baru saja ia temukan di bagian terakhir Kitab Sembilan Segel. Ia mulai memutar Pusaran Primordial-nya dengan arah yang sangat tidak stabil, menciptakan lubang hitam kecil di telapak tangannya.

Makhluk itu merasakan ancaman. Ribuan tangannya mencoba menangkap Wang Tian, namun Long Wei menghalangi dengan menyemburkan api emas hitam yang membakar tangan-tangan tersebut, meski sisik naganya mulai mengelupas karena radiasi hitam dari makhluk itu.

"Tahan sedikit lagi, Long Wei!" teriak Wang Tian.

Saat lubang hitam di tangannya mencapai ukuran bola basket, Wang Tian melepaskannya. Lubang hitam itu melesat lambat, namun semua cahaya dan materi di sekitarnya tersedot masuk. Saat lubang hitam itu menyentuh tubuh makhluk penelan, terjadi reaksi berantai yang mengerikan.

Makhluk itu mulai menjerit kesakitan yang sesungguhnya. Bagian tubuhnya yang tersentuh lubang hitam tidak hancur, melainkan terhapus dari eksistensi. Tidak ada darah, tidak ada sisa; hanya ada kekosongan.

"TIDAK! KEHAMPAAN INI... INI ADALAH RACUN BAGI KAMI!"

Mora yang berada di dalam bayangan makhluk itu melihat sebuah kristal ungu yang berdenyut di tengah ribuan wajah. "Aku menemukannya! Di belakang wajah ketiga di sisi kiri!"

Wang Tian tidak membuang waktu. Ia memusatkan seluruh sisa energinya ke ujung pedang Dragon's Wrath. Ia tidak menyerang dengan energi primordial, melainkan dengan Keinginan Murni (Will).

"Mati!"

Wang Tian melesat seperti anak panah, menembus ribuan wajah dan langsung menghantam kristal ungu tersebut.

KRAAAAA-BOOOOOOOOM!

Ledakan itu tidak memancarkan cahaya, melainkan gelombang kegelapan yang menyapu seluruh Puncak Langit Tertinggi. Makhluk raksasa itu hancur menjadi partikel-partikel debu yang kemudian terhisap kembali ke dalam Gerbang Kesunyian Abadi.

Organisasi Pertahanan Benua Tengah

Pertempuran itu hanya berlangsung satu jam, namun efeknya setara dengan perang sepuluh tahun. Wang Tian mendarat di tanah dengan napas terengah-engah, pedangnya retak di beberapa bagian. Long Wei kembali ke bentuk manusia, tubuhnya penuh luka bakar hitam yang sulit disembuhkan bahkan oleh energi naga.

"Itu baru satu," ucap Lin Xia, menatap ke langit di mana Gerbang Kesunyian masih terbuka lebar. "Dan itu adalah yang terkecil di antara kaum mereka. Wang Tian, kau tidak bisa melakukan ini sendirian setiap kali mereka muncul."

Wang Tian berdiri tegak, menyeka darah dari sudut bibirnya. Ia berbalik menatap para penatua klan yang masih bersujud.

"Mulai hari ini, 12 klan tidak lagi ada. Hanya ada satu faksi di benua ini: Faksi Primordial," suara Wang Tian terdengar mutlak. "Para penatua, kalian akan kembali ke klan kalian. Kalian akan membuka gudang harta karun kalian, membagikan batu roh dan teknik kultivasi kepada siapa pun yang memiliki bakat, tanpa memandang status budak atau bangsawan. Kita butuh tentara, bukan politikus."

"Tapi... Tuanku... itu akan menghancurkan tatanan dunia!" salah satu penatua mencoba memprotes.

Wang Tian muncul di depan penatua itu dalam sekejap, mencekik lehernya dengan satu tangan. "Tatanan dunia sudah hancur saat kota kalian jatuh dari langit. Pilihannya sederhana: kalian memberikan segalanya untuk pertahanan ini, atau aku akan membunuh kalian sekarang dan mengambilnya sendiri."

Penatua itu mengangguk dengan wajah membiru.

"Mora, kau akan memimpin jaringan informasi. Aku ingin tahu setiap retakan kecil yang muncul di benua ini," perintah Wang Tian. "Sui Ren, kau dan Xuelan akan melatih para murid baru di Ruang Waktu Naga. Kita butuh sepuluh ribu master Ranah Fondasi dalam waktu satu bulan."

"Long Wei," Wang Tian menatap saudara angkatnya. "Kau akan menjadi panglima perang. Siapkan mereka untuk bertempur dalam formasi naga."

Malam yang Panjang: Percakapan dengan Lin Xia

Malam itu, di puncak gunung yang kini sunyi, Wang Tian duduk sendirian menatap Gerbang Kesunyian yang berdenyut di langit malam. Lin Xia mendekatinya, membawa sebuah botol arak tua.

"Kau melakukan hal yang benar, tapi kau akan dibenci oleh sejarah," ucap Lin Xia sambil menuangkan arak.

"Sejarah ditulis oleh mereka yang selamat, Lin Xia. Aku tidak peduli jika aku diingat sebagai tiran," jawab Wang Tian. "Aku hanya ingin saat aku mati nanti, aku bisa menatap mata ibuku dan mengatakan bahwa dunia yang dia cintai masih ada."

Lin Xia menghela napas. "Ada satu hal yang tidak kukatakan padamu tentang ibumu. Dia bukan berasal dari benua ini. Dia berasal dari dimensi di balik gerbang itu. Itulah sebabnya darahnya sangat berharga, dan itulah sebabnya kau bisa menguasai energi primordial dengan begitu cepat."

Wang Tian terdiam. Informasi ini menjelaskan segalanya—kenapa klan-klan itu begitu terobsesi, dan kenapa ia merasa sangat akrab dengan energi makhluk penelan tadi.

"Jadi, aku sedang bertarung melawan bangsaku sendiri?" tanya Wang Tian.

"Kau bertarung untuk rumahmu," koreksi Lin Xia. "Dimensi itu tidak mengenal keluarga, hanya konsumsi. Ibumu melarikan diri karena dia ingin kau tumbuh di dunia yang memiliki rasa cinta, bukan hanya rasa lapar."

Wang Tian menggenggam hulu pedangnya yang retak. Kebenaran ini tidak melemahkannya; justru memberinya tujuan baru. Ia bukan hanya ingin bertahan; ia ingin menutup gerbang itu selamanya dari sisi lain.

Serangan Kedua: Armada Bayangan

Ketenangan malam itu tidak berlangsung lama. Tiba-tiba, dari Gerbang Kesunyian, bukan lagi satu makhluk yang keluar, melainkan ribuan bayangan kecil yang menyerupai belalang tempur raksasa. Mereka turun seperti hujan hitam menuju kota-kota di bawah gunung.

"Mereka menyerang warga sipil!" teriak Sui Ren yang baru saja tiba.

Wang Tian berdiri. Matanya memancarkan cahaya perak yang sangat terang hingga menerangi seluruh puncak gunung.

"Faksi Primordial... MAJU!"

Ribuan cahaya terbang dari kaki gunung—para kultivator yang baru saja menyatakan kesetiaan mereka, dipimpin oleh Long Wei yang terbang di depan dengan wujud naga. Pertempuran besar yang sesungguhnya untuk masa depan Benua Tengah baru saja dimulai.

Wang Tian melesat lurus ke arah gerbang, pedangnya memancarkan aura kehampaan yang sanggup membelah malam. Ia tidak lagi mengejar dendam; ia sedang memahat masa depan di atas kanvas kehancuran.

Statistik Bab 25:

Karakter: Wang Tian (Pemimpin Faksi Primordial), Long Wei (Panglima), Lin Xuelan, Sui Ren, Mora, Lin Xia, The Great Devourers (Musuh Baru).

Pencapaian: Membentuk Faksi Primordial, Mengalahkan satu Great Devourer, Mengetahui asal-usul Yue Er.

Status Kultivasi: Wang Tian (Spirit Severing Puncak - Stabil).

Lokasi: Puncak Langit Tertinggi (Markas Faksi Primordial).

Konsekuensi: Benua Tengah secara resmi berada dalam kondisi perang total melawan dimensi Void.

Bab 26 akan menceritakan invasi besar-besaran di berbagai kota dan upaya Wang Tian untuk mencari "Kunci Gerbang" yang tersembunyi di dasar laut utara. Lanjut ga para pembaca...? AUTHOR istirahat dulu ya 3 hari

1
septian arista
ke mana lin sia?
septian arista
cerita pertemuannya dengan naga kok berbeda sama bab yang sebelumnya
Abai Shaden: author lagi pusing,,maaf ya,,,
kurang ngopi
total 2 replies
septian arista
Baru kali ini ada cultivator yang melakukan terobosan di penginapan yang dan menghancurkan penginapan itu karena terobosannya
septian arista
selalu saja ada tuan muda sebuah klan yang bersikap arogan dan sangat angkuh
Abai Shaden
terimakasih masukkan nya
Abai Shaden
nanti di season II nya,,,
jalur kultivasi lebih panjang,adegan baku hantam,,,,tar kita bikin dia berdarah
Joe Maggot Curvanord
terlalu cepat op thor ga ada ber darah2nya
Abai Shaden: kita bikin berdarah nanti di NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL
total 1 replies
Nanik S
Mantap
Nanik S
ikut Tes Lagi
septian arista: cepat banget kenaikan kultivasinya
total 1 replies
Nanik S
Sama sama bermarga Lin
Nanik S
Pertemuan awal
Nanik S
Oky Lanjut
Nanik S
Awal yang bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!