Arhan si tukang panggul harus menelan pahitnya hidup, rumahnya terbakar, ia mengalami luka bakar, anaknya pincang karena tertimpa kayu dan istrinya menceraikannya.
Naasnya ia mati di lindas 3 mobil sekaligus. Tapi siapa sangka jika hidupnya berubah saat ia mendapat sistem.
Sistem mengubah hidupnya dan membuat mantan istrinya menyesal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
...Happy Reading...
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
Malam itu, keheningan yang damai menyelimuti seluruh ruangan. Untuk pertama kalinya dalam hidup mereka, Arhan dan Arka bisa tidur dengan tenang tanpa gangguan.
Tidak ada lagi suara tetesan air hujan yang dari atap yang bocor. Tidak ada lagi angin malam yang masuk melalui celah-celah jendela reyot.
Suasana di dalam kamar tidur utama yang megah ini terasa begitu sejuk, tenang, dan sangat aman, seolah dunia luar tidak ada apa-apanya dibandingkan surga kecil ini.
Arhan berbaring menyamping, menatap wajah polos putranya yang sudah tertidur pulas di sampingnya. Tangannya masih memeluk bahu anak itu erat-erat.
Pikirannya melayang mengingat semua kejadian ajaib hari ini. Dari seorang pria miskin yang diremehkan, kini ia berubah menjadi pemilik rumah mewah ini.
Yang paling membuat hatinya hangat adalah melihat Arka bisa tidur di atas kasur empuk seluas lapangan, memeluk bantal-bantal lembut yang selama ini hanya bisa ia impikan, bukan lagi tidur di lantai dingin yang keras.
"Papa janji, Nak... Papa janji akan membuat kamu bahagia selamanya. Tidak akan ada lagi air mata, tidak akan ada lagi lapar dan dingin. Papa akan berusaha sekuat tenaga untukmu," bisik Arhan lirih, suaranya bergetar penuh tekad.
Ia menunduk perlahan dan mengecup kening anaknya dengan penuh kasih sayang
Ting!
Tiba-tiba sebuah suara sistem terdengar jelas di kepalanya. Layar biru transparan muncul tepat di hadapannya.
[MISI BARU TERSEDIA!]
Nama Misi: Penyelamatan Malam
Deskripsi: Selamatkan seorang wanita yang sedang ditawan oleh musuh di lokasi terdekat. Nyawanya berada dalam bahaya besar.
Status: SEDANG BERLANGSUNG - BATAS WAKTU SANGAT SEMPIT!
Mata Arhan terbelalak. Ia langsung duduk tegak dengan gerakan cepat namun tetap berusaha tidak berisik.
"Ada misi? Dan harus segera dilakukan?" gumamnya cepat.
Ia siap untuk pergi, tapi saat ia menoleh ke samping, melihat wajah Arka yang tidur sangat nyenyak, langkahnya terhenti. Hatinya terasa berat dan tidak tega.
"Tapi... bagaimana dengan Arka? Aku tidak bisa meninggalkannya sendirian di rumah ini. Kalau dia bangun dan tidak melihatku, dia pasti akan takut dan menangis. Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi," batinnya bertanya bingung.
Dengan perasaan cemas, Arhan mencoba berkomunikasi dengan sistem.
"Sistem, aku nggak bisa pergi meninggalkan anakku sendirian di sini. Dia masih kecil dan butuh pendampingan," kata Arhan dalam hati.
Jawaban sistem datang seketika dengan tenang:
[Tenang saja Tuan. Jangan khawatir.]
[Saya akan memproyeksikan dan menciptakan Robot Replika yang 100% identik dengan Tuan. Tidak ada satu pun perbedaan. Robot ini akan tidur di sini menemani Tuan Muda Arka sampai misi Tuan selesai nanti.]
[Sementara itu, sistem keamanan dan pengawasan rumah akan bekerja maksimal memastikan tidak ada bahaya yang masuk.]
Mendengar itu, beban di dada Arhan terangkat.
"Ah, baiklah kalau begitu. Terima kasih Sistem," ucapnya lega.
Perlahan dan dengan sangat hati-hati, Arhan melepaskan genggaman tangannya dari tangan anaknya. Ia menggeser tubuhnya pelan-pelan menjauh.
"Papa pergi sebentar ya Sayang. Papa akan cepat kembali," bisiknya sekali lagi sebelum benar-benar bangkit dari tempat tidur.
Swoosh!
Dalam sekejap, cahaya menyala dan sebuah sosok tubuh muncul begitu saja di samping tempat tidur. Itu adalah Robot Replika!
Wajahnya, rambutnya, pakaiannya, bahkan cara bernapasnya persis sama persis dengan Arhan. Tidak ada bedanya sedikit pun!
Robot itu dengan gerakan natural berbaring di tempat Arhan tadi, tepat di samping Arka, dan memeluk anak itu dengan posisi yang sama persis. Seolah-olah Arhan tidak pernah pergi sama sekali.
Setelah memastikan robot replikanya sudah berada di posisi yang tepat dan terlihat sangat natural, Arhan pun berbalik badan. Dengan langkah ringan dan hati-hati, ia menyelinap keluar dari kamar megah itu.
Pintu kamar tertutup perlahan tanpa suara.
Arhan tidak perlu menyalakan lampu. Matanya kini terbiasa melihat dalam gelap berkat kemampuan yang diberikan sistem. Ia berjalan menuju pintu belakang rumah, dan di sana, sebuah motor sport hitam legam yang gagah sudah siap menanti, disediakan khusus oleh sistem untuk mobilitasnya.
Brummm...
Mesin motor menderum halus namun bertenaga. Arhan melaju keluar dari gerbang rumah yang tertutup otomatis, menyelinap ke dalam kegelapan malam menuju lokasi yang ditunjukkan oleh peta sistem.
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...