Di sekolah, semua orang mengenal keano sebagai “Ice Prince”—cowok paling dingin, pendiam, dan hampir tidak pernah tersenyum. Tidak ada yang berani mendekatinya… kecuali naura, cewek ekspresif yang terlalu ceria untuk cowok sedingin dia.
Awalnya hanya sekadar penasaran, tapi semakin naura mencoba mendekati keano, semakin ia sadar bahwa cowok itu menyimpan banyak rahasia di balik sikap dinginnya. Meski keano selalu bersikap cuek dan berusaha menjauh, naura justru tidak pernah menyerah mengejarnya.
Di antara kejadian konyol, momen manis, dan rahasia yang perlahan terungkap, satu pertanyaan mulai muncul di hati naura:
apakah mungkin seorang “Ice Prince” akhirnya akan mencair… atau justru dia yang akan terluka karena terlalu keras mengejar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ilikematchaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 28
Pagi ini, naura datang ke sekolah dengan suasana hati yang jauh lebih baik.
Pesan kean semalam terus teringat di kepalanya.
"Kalau ada yang bikin kamu ragu, tanya langsung ke aku "
Kalimat sederhana itu berhasil membuat naura merasa lebih tenang.
Sesampainya di kelas, viona langsung menghampirinya.
"Wah gilasi senyum lo balik lagi, angker banget sial "
mendengar itu naura tersenyum malu.
"Emangnya kemarin ilang?" tanyanya.
"Ilang banget " ucap viona.
Mereka berdua tertawa kecil hingga bel masuk berbunyi.
Jam pelajaran berlalu dengan cepat.
Saat bel pulang akhirnya berbunyi, para siswa mulai berkemas.
naura baru saja memasukkan buku ke dalam tas lalu tiba-tiba seseorang berdiri di samping mejanya dengan tas dipundaknya.
kean.
Ya, itu adalah kean! Ntah dari kapan laki laki tampan itu tiba.
" eh itu kean bukan sih? "
" mau ngapain ya dia ? "
" kayaknya mau jemput naura deh, tumben banget gasih?"
" cocok banget sama naura "
" gk lah, cocoknya sama gue "
begitu lah kira kira ucapan dari teman temannya naura, & ucapan itu dihadiahi tatapan sinis oleh sahabatnya, yaitu viona.
" diem ya lo semua, pada bacot aja kerjaan lo !" ucap viona.
" naura "
naura mengenali suara itu, lalu ia menoleh kearah kean sambil tersenyum.
" eh ada pacar gue ! Ada apa sayang? " ucap naura. Ia sengaja bicara seperti itu dihadapan viona & sambil menunggu respon viona ia menggandeng tangan kean.
" iyuhhhh, apaansih jijik banget " ucap viona.
Mendengar ucapan viona, naura pun tertawa untuk meledeknya.
" iri aja lo setan "
" gk ya "
" udalah gue mau cabut, byee !"
" awas jangan diapa apain temen gue " ucap viona mengancam kean.
namun ekspresi kean tetap sama saja. DATAR.
"Ada waktu?"
naura mengangguk.
"Kenapa?"
kean terlihat sedikit gugup. Ia menggaruk tekuknya yang tidak gatal. sesuatu yang jarang sekali ia lakukan.
"g-gue... mau ngajak lo makan" ucap kean gugup.
mendengar itu naura langsung membeku.
"Hah?"
kean menarik napas pelan.
" gue gk akan ulang ucapan gue "
Beberapa detik naura hanya menatap kean. Lalu senyum lebar perlahan muncul di wajahnya.
"Ini... lo lagi ngajak gue makan?"
"Iya"
"Kita berdua?"
"Iya"
"Berarti ini kayak... kencan?"
mendengar itu kean sedikit salah tingkah.
" hmm....."
naura langsung menutup mulutnya sendiri karena terlalu bahagia. Ia tidak menyangka ternyata pacar kulkasnya ini mengajaknya & itu tumben sekali.
"Ya ampun..."
Melihat reaksi naura, kean tanpa sadar ikut tersenyum tipis.
" so?...... gimana ?
naura mengangguk cepat.
"Mau!"
Jawabannya terlalu semangat sampai beberapa teman sekelas menoleh ke arah mereka.
naura langsung menunduk malu, Begitupun kean.
"Hehe..."
kean terkekeh pelan & langsung mengelus puncak kepala naura.
"Oke, gue tunggu diparkiran "
Beberapa menit kemudian, naura menghampiri kean diparkiran karna pacarnya itu sudah menunggunya.
" hai " ucap naura & disambut senyuman hangat oleh kean.
disebrang sana viona memperhatikan mereka sambil memakan makanannya & sambil tersenyum geli.
"Nah, gitu dong"
" gue kadang kasian sama temen gue, bisa bisanya dia mau pacaran sama cwo kulkas kaya kean"
" sedikit geli tapi selagi temen gue baik baik aja gue gk masalah "
ucap viona bermonolog sendiri.
Sementara dari kejauhan, Keysa melihat kean dan naura pergi bersama menaiki motor sport milik kean.
dan ekspresinya langsung berubah.
"Mereka mau ke mana?" tanya keysa.
Temannya menjawab, "Kayaknya mau makan"
Kesya mengepalkan tangannya pelan. namun kali ini ia memilih diam.
Tatapannya mengikuti kean dan naura hingga mereka menghilang dari gerbang sekolah.
Di perjalanan, naura sesekali melirik kean. suasananya sangat canggung !
" lo kok diem?"
"gue lagi mikir"
"Mikir apa?"
"Takut lo bosen"
naura langsung tertawa pelan.
"gue justru seneng lo ngajak gue "
kean menoleh sekilas.
"Serius?" tanya kean memastikan.
"Iya"
naura tersenyum hangat.
"Selama ini gue yang selalu ngajak lo"
"Nah, sekarang gantian"
Mendengar itu, naura tidak bisa menyembunyikan senyumnya. Hubungan mereka memang masih baru. Masih banyak yang harus dipelajari.
Namun satu hal yang naura sadari... Kean sedang berusaha.
Dan usaha kecil itu sudah cukup membuatnya bahagia.
Tak lama kemudian, mereka tiba di sebuah kafe yang nyaman.
kean membuka pintu lebih dulu dan mempersilakan naura masuk.
"Silakan"
naura tersenyum.
"Makasih"
Mereka pun masuk bersama, tanpa menyadari bahwa dari seberang jalan...seseorang diam-diam memperhatikan mereka.
Kesya.
Tatapannya tajam, sementara sebuah rencana baru mulai terbentuk di kepalanya.
Suasana kafe sore itu terasa hangat.
naura duduk di depan kean sambil melihat-lihat menu dengan senyum yang sejak tadi tidak hilang dari wajahnya cantiknya.
"gue bingung pilih yang mana" gumam naura.
kean menatap menu sebentar.
"lo suka makanan pedas?" tanya kean.
"Iya"
"Kalau gitu coba yang ini"
naura tersenyum.
"lo hafal selera gue?"
kean mengangguk pelan.
"Sedikit"
Jawaban itu membuat pipi naura memerah.
"Ternyata lo selama ini merhatiin gue ?" tanya naura.
kean hanya tersenyum tipis. Sebenarnya ia tahu informasi ini dari viona, karna waktu itu ia tak sengaja bertanya apa kesukaan naura & viona akan menjawabnya jika kean memberikan tips untuk informasi penting ini, lalu kean tanpa basa basi memberikan tips untuknya.
Tak lama kemudian, pesanan mereka datang.
Mereka mulai mengobrol tentang sekolah, pelajaran, hingga cerita-cerita lucu yang membuat kean beberapa kali tertawa. Sebenarnya memang naura saja yang bercerita & kean hanya mendengarkan pacarnya ini.
"gue baru sadar" kata naura.
"Hm?"
"Kalau sebenarnya lo itu gak sedingin yang gue kira"
kean menatapnya.
"Cuma ke orang tertentu" jawab kean. Mendengar itu naura pun mengangkat alis.
"Berarti gue spesial?"
kean mengangguk pelan.
"Iya"
Jantung naura kembali berdebar.
Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama.
Tiba-tiba terdengar suara seseorang dari belakang.
"kean?"
Mereka berdua menoleh bersamaan. keysa berdiri di dekat meja mereka. Wajahnya tampak terkejut, seolah tidak menyangka akan bertemu mereka.
"Eh... ternyata benar kalian di sini," ucap keysa sambil tersenyum tipis.
Senyum itu terlihat ramah.
Namun naura merasa ada sesuatu yang tidak tulus.
kean langsung memasang ekspresi datar.
" kalo mau cari masalah jangan disini "
Kesya mengangkat bahu.
"gue cuma kebetulan lewat."
Lalu ia menatap naura.
"Wah, kalian lagi makan berdua ya"
naura hanya menatap keysa dengan tatapan tidak suka.
" menurut lo? "
Kesya kemudian memandang kean.
"kean, gue boleh ngomong sebentar?"
Belum sempat kean menjawab, naura lebih dulu berkata.
"Kalau emang penting, di sini aja gue juga mau denger "
keysa tersenyum.
"Ini urusan pribadi."
Suasana langsung berubah canggung, kean menghela napas pelan.
"gue gamau basa basi"
keysa melangkah sedikit lebih dekat.
"gue cuma mau minta maaf atas semua yang terjadi"
naura memperhatikan mereka bergantian.
kean tetap diam. Keysa melanjutkan.
"gue tahu gue pernah bikin kalian salah paham"
"Tapi gue gak mau kita saling musuhan terus"
kean akhirnya menjawab,
"Kalau cuma itu, gue udah denger"
Kesya mengangguk pelan.
"Oke"
Ia tersenyum, lalu menoleh ke arah naura.
"Jaga kean baik-baik, ya"
Kalimat itu terdengar biasa.
Namun tatapan keysa membuat naura merasa tidak nyaman.
Setelah itu, keysa pergi meninggalkan mereka..beberapa detik suasana menjadi hening.
naura menatap kean.
"lo percaya dia?"
kean menggeleng.
"Belum tentu"
naura menghela napas pelan.
"gue juga"
kean menggenggam gelas minumnya.
"Kita hati-hati aja"
naura mengangguk.
"Iya"
Di sisi lain...
keysa yang sudah keluar dari kafe berhenti sejenak. Ia mengeluarkan ponselnya dan tersenyum tipis.
"Baru permulaan..."
Ia mulai mengetik sebuah pesan kepada seseorang yang belum terlihat identitasnya.
Sementara itu, naura dan kean belum menyadari bahwa pertemuan di kafe tadi bukanlah sebuah kebetulan.
Kesya sengaja datang.
Dan rencana berikutnya sudah mulai berjalan.