NovelToon NovelToon
Merajut Asa Bersamamu

Merajut Asa Bersamamu

Status: tamat
Genre:Romantis / Chicklit / Tamat
Popularitas:134.6k
Nilai: 5
Nama Author: In Gusman

Tak pernah terbayangkan olehku usaha bapakku bangkrut,sehingga semua yang kami miliki habis dalam sekejap. Bapak terpukul membuat beliau terpuruk dalam keputusasaan,sementara ibu sibuk mengejar ambisinya untuk bisa menjadi seperti dulu lagi.

Aku Raya Anggraini...sebagai anak paling besar,mau tidak mau aku harus mengambil alih tanggungjawab bapak untuk mencari nafkah demi masa depan adik-adikku.
Sementara tunanganku yang kujadikan tempat bersandar justru mengkhianatiku.
Sedangkan ibuku selalu saja menyalahkanku atas putusnya pertunanganku itu,lalu mencoba mencarikan jodoh dari kalangan orang-orang kaya demi melancarkan ambisinya.
Aku merasa dijual oleh ibuku,aku merasa seperti barang dagangan yang ditawarkan kepada pria-pria yang memang sudah mapan secara finansial.

Sanggupkah aku menjalani semua ini?
Kuatkah aku menghadapi tekanan-tekanan dari ibuku?
Dan siapakah akhirnya yang akan menjadi jodohku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon In Gusman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rival

"Ray,hari ini masuk apa kamu?" tanya Mbak Kris

"Siang mbak...kenapa gitu?" kataku balik nanya

"Mau pergi enggak?"

"Kayanya enggak,lagi males keluar... Memang kenapa?"

"Bagus kalo gitu,aku hari ini kan masuk pagi...jadi nanti kalo ada paket buat aku tolong terima ya..." titahnya.

"Ooo...okelah kalo begitu..." ku acungkan jempolku ke arah Mbak Kris.

Mbak Kris tersenyum sambil melihat jam tangan yang melingkar di pergelangannya.

"Ih nggak kerasa udah siang aja...aku berangkat dulu ya...makasih cantik..." ucapnya sambil mencubit pipiku.

"Hmm...kalo ada maunya aja bilang cantik..." gerutuku sambil mengelus-elus pipiku yang dicubitnya.

Ku dengar Mbak Kris tertawa mendengar gerutuanku. Huuh...Mbak Kris...Mbak Kris...dasar usil...

Mbak Kris dan Mas Robert adalah sahabat yang baik. Walaupun mereka berbeda keyakinan denganku,tapi kebaikan mereka melebihi saudaraku sendiri,mereka juga sangat menghormati keyakinanku.

Hari ini anak-anak yang lain semua masuk kerja pagi,hanya aku yang masuk siang sendiri. Ada dua temanku yang libur,tapi mereka pulang ke rumah mereka. Sepi...Kadang suasana seperti ini yang paling ku suka,aku bisa bermalas-malas sendiri tanpa ada yang mengajak bicara. Diam sambil mengingat dan mengenang masa laluku yang penuh liku.

'Ting tong...ting tong...ting tong...'

Suara bel rumah terdengar...Akh kenapa selalu saja begini,disaat aku pingin sendiri...selalu saja ada yang mengganggu.

'Ting tong...ting tong...ting tong...'

Kembali suara bel rumah berbunyi,memaksa kakiku untuk melangkah ke ruang tamu.

"Assalamu'alaikum..."

"Wa'alaikumsalam...ya tunggu sebentar..." teriakku

Begitu pintu ku buka...Astaghfirulloh...aku terkejut bukan kepalang,mendapati Is berdiri dihadapanku dengan baju parlente,rapi sekali.

"Pagi Ray...Kamu sedang nunggu siapa? Kok kaget gitu liat aku datang..."

"Enggak...nggak nunggu siapa-siapa...Cuma kaget aja,kok kamu tau tempat kosku. Aku kan belum pernah ngasih tau...Ayo masuk...silahkan duduk"

"Apa yang nggak ku tau tentang kamu" ucap Is sambil senyum sok manis.

Aku hanya diam dan menjawab ucapannya dengan senyum canggung. Is tidak langsung duduk,dia masih berdiri lalu melangkah melongok kesana kemari,matanya menyapu ruangan mengamati setiap sudut rumah kosanku.

"Kosan ini sebenarnya kurang layak untukmu Raya,aku bisa carikan kos-kosan yang lebih baik dari rumah ini" ucapnya dengan gaya sombong khasnya Is.

"Kamu tak perlu mencarikannya untukku,aku bisa cari sendiri jika aku mau. Tapi kamu tau kan,uangku tak kan cukup untuk mencari kos-kosan yang lebih layak dari rumah ini. Lagi pula,aku cuma butuh tempat untuk berteduh dari panas dan hujan."

"Kalau kamu ingin pindah,aku bisa mengaturnya dan aku akan membayar uang sewa tiap bulannya."

"Trimakasih atas perhatiannya Is..."

Tak lama kami berbincang,terdengar suara motor berhenti lalu diikuti langkah kaki berjalan menuju ke arah kami.

"Assalamu'alaikum..."

"Wa'alaikumsalam..." jawab kami bersamaan.

Astaghfirullah...tak ku sangka,langkah kaki yang mendekat tadi adalah langkah kaki Raka. Aku pun segera bangkit dari tempat dudukku dan berjalan menghampirinya,entah kenapa ada rasa takut dia akan marah melihat kami berdua.

"Kamu masuk pagi kan? Kok bisa kesini...ayo masuk..." kataku dengan nada sedikit merajuk agar Raka tidak marah.

"Kenapa ada dia disini? Untung aku tadi mampir kesini,kalo enggak...kamu nggak mungkin akan cerita kalo ada dia disini" ucap Raka tegas namun sedikit berbisik di telingaku.

"Ayo masuk dulu..."

Aku menggandeng tangan Raka,Raka yang terlihat tidak senang melihat Is pun terpaksa mengikutiku dengan langkah beratnya.

"Is mampir karna ada keperluan di kantor sebelah,sebentar lagi dia juga udah mau pulang...Iya kan Is?"

Is tampak terkejut dan kelabakan dengan penuturanku.

"Oooh...Apa kabar Is? Lama kita nggak ketemu semenjak kau lulus SMA ya..."

"Ah iya...Alhamdulillah baik...kamu sendiri apa kabar? Kerja dimana sekarang?"

"Alhamdulillah baik juga..aku bekerja di sebuah swalayan...kalo kamu?"

"Aku sekarang usaha sendiri dan Alhamdulillah usahaku sukses. Kau tadi lihat ada mobil terparkir di samping gang depan kan? Itu adalah hasil kesuksesanku."

Is terus saja menyombongkan keberhasilannya,sementara kami berdua hanya sebagai pendengar setianya.

"Oya Raka...kamu sama Raya...?"

Is menggantung pertanyaannya sambil melirik tanganku yang masih menggenggam erat tangan Raka. Baru Raka mau menjawab...aku segera menyambar untuk menjawab pertanyaan Is pada Raka.

"Kami berpacaran tapi tak lama lagi kami akan menikah..." ucapku ngasal.

"Aku tanya Raka...Raya...kenapa kamu yang nyamber omongan,gimana Raka..."

"Raya sudah menjawab pertanyaanmu...Jawabanku pun akan sama seperti yang di katakan Raya,saat ini kami pacaran dan sebentar lagi kamu akan melangkah ke jenjang yang lebih serius. Kami tidak ingin berlama-lama pacaran,kami ingin menjalani pacaran halal untuk lebih saling mengenal satu sama yang lain"

"Sudah puaskah dengan jawaban yang kuberikan padamu?" ucap Raka lagi.

Is hanya diam seribu bahasa,wajahnya yang tertunduk terlihat memerah seperti menahan amarah. Is menarik nafas panjang,memejamkan matanya sejenak lalu pamit tanpa menjawab pertanyaan Raka.

"Raya...aku pulang dulu,InsyaAlloh aku akan mampir lagi..."

Is pamit padaku tanpa menghiraukan keberadaan Raka,Raka pun terlihat geram dibuatnya. Dan ketika Is mau melangkah ucapan Raka mampu menghentikan langkah kaki Is.

"Kalau kamu sibuk jangan memaksakan untuk mampir Is...Raya sudah ada aku yang selalu menemani,apalagi nanti kalau kami sudah menikah...santai saja...Mampirlah ke tempat wanita yang belum punya pasangan..." sahut Raka sambil menepuk pundak Is dari belakang.

Ku lihat tangan Is mengepal menahan amarah,Is ingin membalikkan badannya tapi sedikit ragu dan akhirnya dia pun melanjutkan langkahnya keluar kosanku tanpa menghiraukan kata-kata Raka.

"Tolong pertimbangkan kehadiranku Ray..." bisik Is ketika kami berada di luar kosanku sebelum dia benar-benar pergi meninggalkan kami.

"Terimakasih udah mampir ya Is..." teriakku mengusir kecanggungan diantara aku dan Is.

Aku kembali masuk ke tempat kos,ku lihat Raka sudah menungguku dengan jutaan pertanyaan untuk menyidangku.

"Genit amat sih kamu sama dia,pake bilang terimakasih segala...norak tau..."

Busshh...sepertinya ada hawa panas masuk ke ruang tamu kosanku. Raka benar-benar terbakar api cemburu.

"Aku hanya berusaha sopan saja..."

"Itu bukan perilaku sopan,tapi genit tau nggak...?Apa yang dia bisikkan padamu tadi?" ucap Raka masih dengan intonasi yang masih penuh amarah.

"Bukan hal penting...abaikan saja"

"Bukan hal penting buat kamu,tapi teramat penting bagiku. Aku nggak mau kau dan dia menikungku...menusukku dari belakang..."

"Astaghfirullah...jangan suka berburuk sangka Raka...aku tidak sejahat itu...Aku sudah menerimamu menjadi bagian dari hidupku,ku pastikan aku kedepannya akan mempertanggung jawabkan pilihanku" ucapku mulai terpancing emosi,mataku pun mulai berair.

"Jangan menangis Raya...maafkan aku karna sudah berteriak dan marah-marah padamu"

Aku hanya diam sambil mengusap air mata yang lolos menetes di pipiku,terus terang aku begitu kecewa dengan sikap Raka.

.

.

.

.

.

.

.

Lanjut...

1
Eka Widya
ceritanya cukup menarik.sekilas spt permasalahan keluarga pd umumnya tp ada konflik batin seorang ank.yg seharusnya keluarga menjadi tempat berkeluh kesah
Maina Susanti
suka banget nih
Rahma
anak kandung atw apa yaa???
Rahma
raya, suka banget nangis... dikit² nangis...
Rahma
apa yg kurang dr mas bahar, neng??
In Gusman: Mungkin karna terlalu sempurna,jadi membuat berbeda prinsip...😍😍😍

Terimakasih dah mampir...🙏🙏🙏
total 1 replies
Happys
alur ceritanya bagus Kaka
g lebay...sesuai realita di masyarakat
buat lanjutannya ya Kaka
kita tunggu lho..
In Gusman: Terimakasih sudah mampir...semoga manfaat
InsyaAlloh besok di lanjut lagi...
total 1 replies
Ari Libry
Raka..bucin wkwkwk
Ari Libry
Raka baik bgt seeh..
Wildan
lanjut yg ke dua nya thor..
In Gusman: insyaAlloh...
total 1 replies
Indah Wirdianingsih
Al FATIHAH untuk Aipda jenni Antok
semangat terus thor trus berkarya ya ❤❤❤
In Gusman: Terimakasih...😍😍😍
total 1 replies
RSDP💖
AL FATIHAH.....semangat trus thor
aku suka critanya😊
In Gusman: Terimakasih...🙏🙏🙏😍😍😍
total 1 replies
RSDP💖
lhaaaaahhh kok tamat....
lanjut dong thor😢😢
In Gusman: Maaf untuk sementara segitu dulu...semoga lain waktu bisa terinspirasi untuk melanjutkannya lagi
total 1 replies
Indah Wirdianingsih
selamat buat rska dan raya, kok udah tamat aja thor
Indah Wirdianingsih: di lnjut ya thor jngan sampai ngak ceritain kehidupan raya dan raka setelah menikah thor😍😍
total 2 replies
IG @zmling_
hai aku mampir nih

mampir juga yuk di Mr. mafia or Mr. Psychopath?

Salam semangat
In Gusman: Terimakasih yaaa...

Salam semangat juga...
total 1 replies
Indah Wirdianingsih
alhamdulilah Next thor
Suadah Al Asy'ari
lanjut
saya nyimak terus
In Gusman: makasih yaaa..,
total 1 replies
Moh Haryadi Haron
aku pdamu thooorrr
Indah Wirdianingsih
raka bucin sama raya
Moh Haryadi Haron
lanjut thorrr
Moh Haryadi Haron
visualnya dong thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!