NovelToon NovelToon
Anaknya Disusui, Daddy-nya Yang Terpikat

Anaknya Disusui, Daddy-nya Yang Terpikat

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Janda / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Ibu susu
Popularitas:48.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ita Yulfiana

Firdha diusir dengan kejam oleh Ibu mertuanya 2 hari setelah dia melahirkan bayinya. Dirasa tidak berguna lagi, Firdha diperlakukan seperti sampah.

Di sisi lain, ada Arman yang pusing mencari Ibu Susu untuk bayinya, tak disangka takdir malah mempertemukannya dengan Firdha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Yulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 : Miss You

Mereka bertiga sudah memasuki restoran favorit Firda. Katanya, dia sudah lama ingin sekali makan bakso jamur kesukaannya.

"Aku cari tempat duduk dulu. Kamu pesan saja apa pun yang ingin kamu makan, aku ikut saja," kata Arman ketika mereka sudah memasuki salah satu restoran yang cukup ramai di mall

siang itu.

Firda tersenyum dan mengangguk. "Baik, Tuan." Dia kemudian menuju ke kasir untuk memesan makanan, sementara Arman mencari tempat duduk yang nyaman dengan Akira di gendongan.

"Selamat siang, Kak. Mau pesan apa?" sapa gadis muda di balik meja kasir dengan nada lembut diiringi senyuman ramah.

"Mbak, saya mau pesan—"

"Bakso jamur spesial 3 dan es jeruk 2." Suara familiar yang berat itu tiba-tiba memotong ucapan Firda, membuat wanita itu refleks menoleh ke arah sumber suara. Matanya sontak terbuka lebih lebar. Jantungnya seketika berdegup lebih cepat. "Itu 'kan yang ingin kamu pesan?" tambah orang itu tersenyum manis pada Firda.

Firda tanpa sadar mengangguk pelan—mengiyakan. Dia tak menyangka, rupanya, orang itu tidak pernah lupa dengan menu favorit dan kebiasaannya setelah sekian lama. "Ma–Mas Juna ..." ucapnya lirih, nyaris tanpa suara.

"Kamu sama siapa ke sini?" tanya Arjuna, menoleh sekilas ke arah Arman yang sudah mengambil tempat duduk di salah satu kursi yang kosong bersama Akira.

Seolah tahu dengan maksud pertanyaan Arjuna yang penasaran dengan sosok Arman dan Akira, membuat Firda jadi bingung bagaimana menjawab, karena rasanya tidak mungkin dia mengatakan yang sebenarnya tentang pekerjaannya sebagai ibu susu yang menurut dirinya sendiri agak unik. Jadi, Firda memilih untuk menghindar saja dari pria itu.

"Mas, permisi aku pamit mau ke toilet dulu. Oh ya, terima kasih sudah bantu pesan."

Baru 2 kali kakinya melangkah, langkah Firda sontak terhenti ketika Arjuna menahan pengenalan tangannya. "Tidak perlu menghindar, aku juga tidak akan memaksamu menjawab," kata Arjuna sambil tersenyum tipis. Sorot matanya menatap Firda dengan dalam. Sama sekali tidak ada yang berubah dengan dulu, dan itu membuat Firda canggung dan salah tingkah berada di dekat mantan kekasihnya itu.

"Oh iya, kamu melupakan ini." Arjuna meraih tangan Firda dan meletakkan sesuatu di atas telapak tangan wanita itu. "Kamu tidak akan tahu pesananmu sudah siap kalau kamu tidak membawa pager ini."

(Pager : Alat yang bergetar ketika pesanan sudah siap)

Firda tak mengatakan apa pun lagi. Saking salah tingkahnya bertemu Arjuna, dia sampai melupakan alat itu dan lupa membayar pesanannya. Dia lantas mengarahkan ponselnya ke arah barcode yang terpajang di atas meja kasir, tapi kasir wanita itu langsung berkata sambil tersenyum, "Pesanannya sudah dibayar sama Mas–nya, Kak."

Firda kembali mendongak menatap pria itu. Ekspresi wajahnya tidak enak. "Kenapa Mas Juna melakukannya? Aku bisa membayarnya sendiri."

Pria itu tersenyum. "Loh, bukannya dulu memang selalu seperti ini? Setiap kali kita berdua ke sini, memang selaku aku yang bayar, aku juga yang pesan. Sementara kamu tinggal duduk manis menunggu di meja."

Firda tertunduk. "Mas, pembahasannya tidak usah kemana-mana. Kita berdua sudah lama selesai, jadi aku harap Mas Juna tidak usah membahas soal masa lalu." Firda mengerjap-ngerjapkan kedua matanya. Sebenarnya dia sudah lama melupakan momen itu, tapi ketika dia kembali diingatkan, hatinya terasa direm4s. Apalagi dulu mereka putus bukan karena keinginan masing-masing, tapi desakan orang tua Arjuna.

"Aku akan mengembalikan uang Mas Juna. Tolong tunjukkan kode QR-nya," kata Firda sudah siap dengan ponselnya, ingin memindai kode QR di ponsel milik Arjuna.

Bukanya menunjukkan, pria itu justru melipat kedua tangannya di depan dada. Layar ponsel dalam genggamannya mengarah ke dalam. "3 Porsi bakso jamur dan 2 gelas es jeruk tidak akan membuatku jatuh miskin. Jadi tidak usah kamu kembalikan. Anggap saja itu traktiran dariku karena kita kebetulan bertemu di sini."

"Mas Juna, tolong jangan seperti ini. Dulu dan sekarang jelas jauh beda. Jadi aku akan tetap mengembalikan uangmu," kata Firda bersikeras.

"Kalau kamu benar-benar ingin membayarku, kamu bayar saja dengan memberikan nomor ponsel yang kamu pakai sekarang. Tapi kalau kamu tidak mau, kita anggap semuanya sudah selesai, tidak perlu dibahas lagi."

Dari pada terus memaksa mengembalikan uang pria itu, Firda akhirnya memilih pergi tanpa memperpanjang perdebatan. Menurutnya, daripada memberikan nomor ponsel barunya kepada Arjuna, dia lebih memilih menerima traktiran pria itu. Toh memang benar kata Arjuna, pria itu tidak akan jatuh miskin hanya dengan mentraktirnya makan siang ini. Jangankan 3 porsi bakso jamur dan 2 gelas es jeruk, membeli seisi restoran setiap hari untuk Firda juga tidak akan mampu membuat Arjuna bangkrut.

...****************...

"Kamu kenal dengan pria itu?" tanya Arman pura-pura, ingin melihat kejujuran Firda tentang Arjuna.

Firda menunduk dalam, pura-pura fokus menikmati makanannya suap demi suap. Padahal aslinya, dia tidak benar-benar menikmati karena keberadaan dan kemunculan Arjuna yang tiba-tiba di waktu yang tidak tepat. Ditambah pria itu kini sengaja mengambil tempat duduk tepat di meja sebelahnya. Meski pun Arjuna duduk di belakangnya, tapi Firda merasa tidak enak, rasanya seperti sedang dimata-matai dan diselidiki oleh polisi itu.

Bukannya menjawab pertanyaan Arman, Firda justru pura-pura tidak mendengar pertanyaan daddy Akira tersebut dan malah berbasa-basi soal rasa makanan. "Tuan, bakso jamurnya enak, 'kan? Saya setiap kali ke sini pasti selalu pesan 2 porsi untuk diri sendiri. Untuk Tuan saya hanya memesan 1 porsi takutnya Anda tidak suka." Firda pura-pura tertawa, lalu kembali memasukkan potongan bakso ke dalam mulutnya.

Arman tersenyum dipaksakan. "Iya, baksonya memang enak." Sama halnya seperti Firda yang tidak bisa menikmati makanannya, rupanya Arman pun demikian. Bukannya fokus pada rasa bakso di mangkoknya, dia justru malah fokus pada Arjuna yang sejak tadi tak pernah lepas menatap punggung Firda. Sesekali mantan kekasih Firda itu terlihat senyum-senyum sendiri, membuat Arman jadi gerah melihatnya.

"Ma ... ma ... ba ... ba ...." Akira yang duduk di kursi makan bayi tepat di samping Arman berceletuk.

"Kenapa, Sayang? Kamu mau makan bakso jamur juga?" Firda tersenyum menatap anak itu.

"Mammama ... wawwa."

"Iya, belum boleh, karena kamu masih kecil. Nanti sampai di rumah Bunda buatkan bubur kesukaan kamu, okay?" Firda tersenyum hangat menatap Akira yang juga tersenyum saat diajak bicara. Makin hari anak itu tumbuh semakin pintar.

Mereka akhirnya selesai makan siang, Arman membiarkan Firda berjalan lebih dulu. Niatnya sih mau menjaga Firda dari sang mantan yang terus memantau, tidak tahunya Arjuna malah tetap berani menggenggam tangan Firda meski Arman berjalan tepat di belakang wanita itu, membuat langkah Arman langsung terhenti.

Sementara itu, Firda juga sangat terkejut karena perlakuan mantan kekasihnya. Wanita itu mendongak dengan mata membulat menatap Arjuna, sedangkan Arjuna hanya tersenyum padanya, lalu berjalan mendahului setelah meninggalkan secarik kertas di tangan Firda.

Kejadian yang berlangsung sangat singkat tersebut seperti rem dadakan di kaki Firda. Dia menatap selembar kertas yang ditinggalkan Arjuna dan membaca tulisan tangan pria itu: ~I miss you more than words can say~

1
Samsiah Yuliana
lanjut kak chan ceritanya,,,
semangat untuk up episode nya🙏🙏🙏🥰
Samsiah Yuliana
lanjuuuut🙏🙏🙏
Alissia
/Facepalm//Facepalm/
Alissia
/Joyful//Joyful/
Lisa
Gpp Kak Ita..terimakasih y udh update
Ita Yulfiana: terima kasih kembali Kk Lisa
total 1 replies
Lisa
Nah ini yg ditunggu² 😊 Arman melamar Firda..sipp dech 👍
Lisa
Ada² aj nih Arman..lg caper rupanya 😊
Lisa
Wah Arman pasti cemburu nih klo tau Firda ketemuan sama polisi
Lisa
Ciee Arman langsung menyatakan cintanya nih 😊
vania larasati
lanjut
vania larasati
lanjutt
vania larasati
lanjut
vania larasati
lanjutt
vania larasati
lanjut
Lisa
Ngapain nih si mantan muncul lg 🤭
vania larasati
lanjut
Lisa
Good morning Kak Ita..makasih y utk updatenya..
Lisa: Sama² Kak Ita..Amin..terimakasih juga y Kak..🙏💪
total 2 replies
vania larasati
lanjutt
vania larasati
lanjut
Indry Saleh
bagus karya..
Ita Yulfiana: ulala Kak Indry... thanks sudah jadi orang pertama yang kasih penilaian😍🫰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!