NovelToon NovelToon
Pejuang Move On

Pejuang Move On

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: zzahh

Berusaha untuk melupakan seseorang yang sangat kita cintai memang akan sangat susah, dan bahkan butuh usaha yang sungguh2 jika kita ingin sekali melupakan orang yang pernah mengisi hati kita.

Ini dia pejuang cinta, seorang pria yang berusaha melupakan wanita yang pernah singgah di hati nya dengan meminta bantuan dari seorang wanita yang karakter nya berbanding terbalik dari wanita yang ada di hati nya, Akankah dia bisa membuka hati dan mencintai wanita yang hadir dalam hidup nya dan telah membantu nya itu.. langsung ikuti cerita nya aja yuk ...

Alangkah baiknya sebelum membaca novel ini, silahkan kunjungi terlebih dahulu novel berjudul "Romisa kehidupan" karena karakter utama novel ini di ambil dari cerita romisa kehidupan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zzahh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kambuh

Tidak berselang lama, Egi keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang telah segar dan mengganti pakaian nya yang semula tuxedo hitam menjadi baju tidur.

Egi berjalan mematikan lampu ruangan sehingga kamar tampak gelap temaram hanya lampu tidur berwarna biru gelap yang menerangi ruangan. Egi melangkah mendekati ranjang, dan ketika kaki Egi belum sempat menaiki kasur tiba tiba Annisa dengan kasar menarik kaki Egi.

Dugh..brukk. Tubuh Egi terpelanting ke bawah dan terbaring di samping Annisa.

"Hey..," teriak Egi kaget karena di tarik tiba tiba, lalu melirik Annisa yang menarik sebelah lengan nya.

Namun, ada gumam an kecil dari bibir Annisa.

"Tolong nyalakan lampu nya, aku takut. Sangat takut," gumam Annisa sambil menelungkup dan memeluk erat lengan Egi.

Alis Egi terangkat sebelah dan menghela napas panjang."Kau jangan becanda brandal, bukannya kau wanita pembangkang tak takut apa pun, hanya lampu mati saja kau takut," tutur Egi menarik lengan nya dari pegangan Annisa.

Menarik dan memeluk kuat lengan Egi hingga mengkeratkan gigi karena merasakan rasa takut dalam diri nya."Aku mohon, nyalakan lampu nya. A..ku mohon," gumam Annisa pelan dan terbata.

Tersenyum mengejek."Segitunya kau ingin mendekati ku, benar benar kau brandal. Lepaskan lengan ku, berani sekali kau menyentuh tubuh ku," tegas Egi dengan suara cukup tinggi.

Napas Annisa mulai sesak, jantung nya pun berdegup kencang membuat Annisa semakin mempererat pelukan nya di lengan Egi.

Egi semakin geram dengan kelakuan Annisa yang menurut nya sangat berani.

"Apa kau mau menggoda ku, mau kau goda aku seperti apa pun aku tidak akan tergoda oleh wanita seperti mu, cepat lepaskan lengan ku," tegas Egi menarik kasar lengan nya dan hendak bangkit namun karena Annisa yang begitu kuat memegang juga menekan pundak Egi, sehingga membuat nya tidak bisa bergerak.

"Kau sudah gila, hanya demi ingin menjadi istriku kau sampai melakukan hal rendah seperti ini. Membuat ku semakin muak, dan jijik terhadap mu, lepaskan lengan ku wanita gila. Jangan biarkan aku melakukan hal kasar terhadap mu," teriak Egi dengan nada kasar.

Tubuh Annisa bergetar hebat, napas nya mulai tersendat sendat, dan tanpa Egi sadari perlahan tubuh Annisa lemas kehilangan kesadaran, cekalan di lengan Egi mulai terlepas dan lunglai.

"Kau takut aku berlaku kasar. Penurut juga kau, tapi meskipun kau bersikap penurut dengan perintah ku. Tidak akan merubah aku untuk mau jadi suami mu. Kau dengar itu, brandal jadi jangan coba coba kau mendekati ku apalagi menyentuh ku seperti ini lagi," tegas Egi lalu bangkit dari tiduran nya dan hendak naik ke atas ranjang.

Egi duduk di sisi ranjang dan mengusap lengan juga pundak nya yang sempat di tekan oleh Annisa.

Melirik Annisa yang tidak bergerak atau berkata.

Biasanya wanita ini selalu menentang ucapan ku, atau memberontak. Tapi kenapa sekarang dia diam saja, apa dia sudah tertidur. Secepat itukah dia tertidur.

Mencolek colek kaki Annisa dengan kaki nya."Hey, kau sudah tidur?" tanya Egi melihat wajah Annisa yang tertutupi rambut nya.

Meskipun gelap temaram, tp Egi masih bisa melihat wajah Annisa dari lampu tidur berwarna kebiru biruan gelap.

"Kenapa kau diam saja, aku tanya kau sudah tertidur?" tanya Egi kembali sambil menggoyangkan kaki Annisa yang tidak tertutup selimut dengan kaki nya.

Dan Annisa masih saja terdiam tak bergerak atau bergumam sama sekali.

Kenapa dia diam saja, ada yang aneh dengan nya.

Karena penasaran Egi berjalan menyalakan kembali lampu ruangan, dan melihat Annisa yang terpejam dengan napas tersendat sendat memegangi dada nya.

Egi mendekati dan duduk di dekat Annisa.

"Hey, kau sedang memainkan peran apalagi wanita brandal," ucap Egi mengejek sambil menatap wajah Annisa yang sedikit tertutup poni.

Lagi lagi Annisa tidak menjawab ucapan Egi karena napas Annisa masih sesak juga jantung nya masih berdetak cepat.

Menelisik wajah Annisa yang sudah terlihat jelas, Egi tersadar ada yang berubah dari raut wajah Annisa yang memperlihatkan jika Annisa tengah menahan sakit dan seketika itu Egi merasa panik.

"Hey, kau jangan bercanda. Apa kau sedang sakit?" tanya Egi mendorong sebelah bahu Annisa agar tidur terlentang.

Benar saja, Annisa tengah merasakan sesak napas dengan keringat bercucuran di dahi nya, dan wajah pucat.

Apa dia punya fobia gelap, kenapa setelah aku mematikan lampu ruangan kamar dia langsung seperti ini. Ternyata, wanita brandal seperti nya juga punya fobia dan bahkan fobia kegelapan.

"Obat," gumam Annisa pelan, namun jelas terdengar oleh Egi yang saat itu jarak nya cukup dekat dengan Annisa.

Alis Egi berkerut bingung."Obat, maksud mu apa, dan dimana obat yang kau inginkan itu?" tanya Egi.

"Tas," ucap Annisa pelan dan lemah.

Tas!! maksud nya di tas dia, tapi dimana tas yang di maksud wanita ini.

Egi mengedarkan pandangan nya ke segala penjuru kamar, dan pandangan mata Egi terhenti ke sebuah sofa tunggal dan melihat ada sebuah tas gendong yang asing di mata nya.

Egi berjalan ke arah sofa itu, dan meraih tas gendong Annisa untuk mengobrak abrik isi nya. Dan akhirnya Egi menemukan sebuah botol obat, yang entah obat apa itu, Egi hanya langsung membawa nya untuk di berikan ke Annisa.

"Apakah ini obat nya?" tanya Egi sambil menyodorkan botol obat ke Annisa.

Annisa membuka mata nya dan melirik botol obat di pegangan tangan Egi, lalu mengangguk mengiyakan.

Annisa menengadahkan sebelah tangan agar Egi mau membuka botol itu untuk mengeluarkan satu kapsul.

"Air," pinta Annisa masih dengan suara lemah, setelah mendapati satu kapsul obat di tangan nya.

Segera Egi menyambar gelas berisi air putih yang ada di atas meja nakas, lalu menyodorkan ke arah Annisa."Minumlah obat nya," ucap Egi.

Dengan gerakan tertatih dan pelan Annisa bangkit dari tidur nya, lalu meminum obat dengan di dorong oleh air yang di sodorkan Egi pada nya, hingga air itu habis setengah nya.

Setelah terlihat Annisa meminum obatnya dan tidak bernapas sesak lagi, Egi menaruh kembali gelas itu ke atas nakas. Dan menatap Annisa yang sudah merebahkan tubuh nya kembali.

"Apakah masih sesak?" tanya Egi menatap Annisa.

Menggeleng pelan lalu menarik selimut dan memejamkan mata sambil membelakangi Egi.

Menghembuskan napas kasar lalu bangkit dan menaiki ranjang.

"Jangan kau merasa GR dan menganggap ku telah menerima mu, aku menolong mu hanya karena sebatas kemanusiaan yang harus saling menolong kala ada seseorang yang sedang sekarat kesusahan menahan sakit, dan aku bukanlah orang yang tidak punya hati. Jadi sudah sewajarnya saja jika aku menolong mu yang tampak sekarat," tutur Egi lalu menyelimuti diri nya dan ikutan berbalik memunggungi Annisa.

Annisa hanya menanggapi nya dengan helaan napas panjang, dan kembali memejamkan mata nya untuk bersiap siap tidur.

Aku tahu Egi, karena kamu tidak menerima ku sebagai istrimu. Tapi meskipun begitu, karena sekarang aku sudah terikat dalam tali pernikahan. Aku sebagai tanggung jawab yang status nya sebagai istri mu, aku akan tetap berusaha untuk tetap taat dan menjadi istri yang baik. Karena hubungan pernikahan bukanlah untuk di bawa becanda dan main main. Dan aku hanya ingin menikah satu kali seumur hidupku.

BERSAMBUNG...

Jangan lupa tekan LIKE dan Komen nya yaa.😊

1
Daylily
Saya mampir, Thor 🙌🏽🙌🏽🙌🏽
Baimil Amin
kayak nya si Egi Terpesona nanti nya sama Annisa hehehehe🤭🥰
Desih
thor...buat kelanjutan cerita anak2 mereka donh thor😎
Desih
bikin cerita tetang anak2 mereka dong Thor..seru dech pasti
•.¸♡ 🌹𝓡o𝔰𝔢💖 ♡¸.•
💪💪💪
Kris Wanti
asli gemes pengen tak nikah kan mereka
Kris Wanti
Jhon nikmati karmamu nanti ya😏😏😏
Ratna diaayuu
lanjut dong thor ceritanya bagus
Butterfly Frost
kwkwkwkw
Butterfly Frost
apa artinya pikasebelen
Butterfly Frost
😒gw mlz
*Adell syancikk*
mulut s Ray nerocot muluk , dah berapa kali Egi suruh diam , mulut si Ray kayak ibuk" rempong,🤣🤣
*Adell syancikk*
sekretaris tang ting tong 🤣🤣🤣
*Adell syancikk*
an an
*Adell syancikk*
cakep* kek AQ 🤭🤭🤭🤭✌️✌️✌️
*Adell syancikk*
suka ceritanya thor
*Adell syancikk*
😍😍
*Adell syancikk*
seru Thor . rajin* promo biar banyak yang baca 😍
Tita Riski Anindita Listiyani
dimana
Tita Riski Anindita Listiyani
dimana atuh. sekarang ga ada yang baru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!