"Aku tampan dan memiliki banyak harta. Semua wanita akan sangat tertarik pada pria seperti ku. Sebaiknya kamu jangan terlalu curiga dan mengekang ku Adara. Cukup jadi wanita penurut dan tak banyak menuntut!" Ucap Arkan dengan penuh kesombongan. Ia yang tak terima dengan pertanyaan dari sang istri yang meminta kejelasan hubungannya bersama sang sekretaris sekaligus sepupu yang dulu merupakan mantan kekasihnya,mencoba berdalih agar wanita itu diam dan tak lagi bertanya. Namun satu hal yang tak ia sadari,bahwa perkataan nya itu justru menjadi sebuah motivasi bagi Adara untuk kembali bangkit menjadi wanita yang cerdas serta kembali terjun ke dunia bisnis. Adara diam-diam menyusun rencana untuk membalas dendam pada Arkan sang suami yang selama ini selalu mempermainkannya.
Karya ini sangat menarik,bagi readers yang menginginkan hiburan yang tak membosankan,silahkan simak cerita ini hingga selesai. Terima kasih and happy reading 🤗🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kinly Secret, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28 Baju Pengantin
Adara kini memiliki hidup yang semakin baik. Segala kebutuhannya lebih dari kata cukup. Perusahaan Luxury membayar mahal atas kinerjanya sebagai designer yang terus melahirkan karya-karya baru. Ia akhirnya memiliki sebuah rumah yang nyaman dan tentunya lebih megah dari rumah sebelumnya bersama sang mantan suami.
Semenjak kejadian dirinya diculik dan diselamatkan oleh orang kepercayaan Devan,Adara memilih untuk meninggalkan rumah kontrakannya serta memboyong ART kepercayaannya untuk tinggal bersama di rumah baru agar Kelly beserta Nora tak curiga dengan rencana yang telah di susun oleh Adara.
"Bagaimana,target telah melihat postingan terbaru Luxury ?" Saat ini Adara sedang berbicara via telpon dengan seseorang yang telah di sewanya untuk menjalankan rencananya.
"Sudah Mbak. Dan bahkan ia terus melihat postingan tersebut hingga berkali-kali." Lapor suara di seberang telpon.
"Bagus." Terima kasih atas kerjasamanya. Jalankan rencana selanjutnya." Perintah Adara dan segera memutuskan panggilan telpon.
"Semuanya akan dimulai dari hal-hal sepele,kemudian menjadi hal yang besar Mas Arkan. Aku akan membuat kalian membayar semuanya. Pria bodoh seperti mu memang harus ku bantu agar bisa sadar." Gumam Adara. Ia kembali tersenyum dan mulai menikmati secangkir coklat hangat kesukaannya. Saat ini ia sedang bersantai di lantai dua balkon rumahnya sambil menatap senja yang indah.
...****************...
Pagi-pagi sekali Kelly telah bangun untuk mandi. Dirinya harus segera dirias oleh MUA yang terkenal sangat bagus di daerah mereka sesuai dengan permintaanya. Dan sang MUA telah tiba tepat waktu,seorang wanita yang masih cukup muda. Ia datang bersama dua orang Asistennya.
"Apa sudah siap untuk dirias ?" Tanya sang MUA saat melihat calon pengantin wanita tampak panik.
"Ah,iya mbak. Tunggu sebentar ya saya panggilkan pengantinnya." Kali ini Nora yang menjawab karena Kelly keluar dari kamar. Nora pun segera bergegas memanggil putrinya tersebut.
sang MUA hanya bisa mengangguk penuh pengertian. Beruntungnya ia hanya memiliki satu pekerjaan hari ini sehingga tak perlu buru-buru.
"Key,ngapain kamu ? Itu MUA nya sudah nungguin dari tadi." Panggil Nora. Ia merasa kesal dengan putrinya.
"Lagi nyari handpone Bu." Jawab Nora sambil membongkar selimut dan bantal hingga berantakan.
"Astaga,cuma perkara handpone. Ya sudah sana kamu temui MUA nya biar cepet di rias. Ibu saja yang cari handpone mu."
Akhirnya Kelly pun menurut dan membiarkan sang ibu yang mencari. Ia pun keluar dari kamar menuju sebuah ruangan yang telah disiapkan khusus untuk calon pengantin menyiapkan diri.
"Ayok Mbak. Sudah pukul lima pagi. Saya takut nanti nggak keburu riasnya." Ucap sang MUA memberitahu Kelly.
"Iya Mbak. silahkan." jawab Kelly dan langsung duduk. MUA segera merias wajah Kelly dibantu oleh kedua asistennya. Beruntung waktunya tak begitu mendesak sehingga sang MUA masih bisa merias wajah calon pengantin tak perlu terburu-buru.
"Selesai." Ucap sang MUA dan mulai merapikan peralatan make up dibantu para asistennya. Kelly pun langsung membuka matanya. Memandang wajahnya yang kini tampak cantik.
"Wow .... Hasilnya sungguh luar biasa. Aku sangat suka Mbak. Terima kasih." Ucap Kelly dengan perasaan yang sangat bahagia. Wajahnya memang terlihat sangat cantik dengan hasil riasan sang MUA tersebut. Ia pun di buat sangat takjub.
"Sama-sama... kami sangat senang jika pengantin suka dengan riasan kami." Ucap MUA dengan perasaan bangga.
"Baiklah,sekarang waktunya untuk menggunakan gaun pengantin. Biar kami bantu sekalian untuk menyesuaikan jika masih ada riasan yang harus kami tambahkan." Ujar sang MUA menawarkan diri. Demi hasil yang maksimal,MUA tersebut berinisiatif untuk membantu calon pengantin menggunakan gaun.
"Oh,terima kasih Mbak. Gaunnya ada di sebelah sana." Tunjuk Kelly pada sebuah meja besar yang memang terlihat gaun putih bersih lengkap dengan tas bening pembungkusnya.
salah satu asisten MUA tersebut bergegas mengambil gaun tersebut dan membukanya. Kelly sibuk memandangi wajahnya yang cantik dan tak jemu-jemu memuji hasil riasan di wajahnya tersebut.
"Mbak,apa benar ini gaun pengantinnya ?" Tanya sang MUA tak percaya.
Kelly segera menoleh dan menatap MUA tersebut dengan rasa tak suka. Ia merasa tersinggung karena pertanyaan yang baru saja di dengarnya seolah-olah sedang meremehkan pilihannya. Apalagi gaun pengantin tersebut memang adalah pilihannya sendiri.
"Ada apa ? Ada yang salah dengan gaun itu ?" Tanya Kelly dengan nada kesal.
"Bukan begitu Mbak ...hanya saja ....gaunnya ini sobek-sobek... Apa mbak yakin akan menggunakan gaun ini untuk menikah ?"
"Apa?! Sobek ?" Kelly segera merampas gaun putih dari tangan asisten MUA.
"Tidak mungkin...Gaun ini....kenapa bisa begini ? Siapa yang melakukan ini semua ...?" Air mata Kelly langsung berlinang. Hatinya begitu sakit melihat gaun pengantin pilihannya sobek di mana-mana. Rasa terkejut,kecewa serta marah bercampur jadi satu. Seketika ia menjadi bingung dan menghentikan tangisnya. Waktu tinggal beberapa jam lagi pernikahannya akan segera dilaksanakan. Ia pun segera mencari ibunya. Sedangkan para MUA hanya menatapnya dengan tatapan bingung bercampur rasa iba.
"Bu ....ibu ...." Kelly berlari keluar kamar sambil membawa gaun pengantinnya.
Nora yang sedang dirias di ruangannya yang berbeda pun langsung keluar ketika mendengar suara panik sang putri.
"Ada apa key ? Kenapa kamu teriak-teriak ?" Tanya Nora dengan sedikit rasa kesal karena malu putrinya berteriak.
"Bu,gaun ku ...coba lihat ini. Siapa yang melakukan ini ? huhuhu ....." Kelly pun kembali menangis.
"Hah?! Kok bisa seperti ini key ? Kapan semuanya jadi begini ?" Tanya Nora lebih kebingungan.
"Aku nggak tahu Bu. Trus sekarang kita gimana Bu ? Apa aku nggak jadi nikah ?" Tanya Kelly dengan air mata yang berlinang. Riasannya yang tadinya terlihat sangat bagus,akhirnya harus rusak karena terkena air mata.
"Ada apa key ? Dan... Apa yang terjadi dengan gaun itu ?" Tiba-tiba Ratih muncul. Ia sudah siap dengan riasan yang cantik di wajahnya beserta baju yang serasi dengan Nora sang besan.
"Tante... Aku harus gimana ? Aku nggak tahu siapa yang melakukan ini semua." Ucap Kelly mengadu pada calon ibu mertuanya tersebut. Ia tampak bingung dan putus asa dengan keadaannya saat ini.
"Kamu tenang sayang,sebentar Tante hubungi Arkan. Siapa tahu dia punya kenalan yang bisa segera menyiapkan gaun pengantin .
"Iya Tante ..." Jawab Kelly sambil mengusap wajahnya yang sembab. Sementara itu Ratih terlihat sedang menghubungi putranya.
"Bu,handpone ku di mana ?" Tanya Kelly disela-sela tangisnya. Ia pun berniat ingin menghubungi Arkan yang saat ini sedang bersiap di kamar yang berbeda dengannya.
"Ini handpone mu." Jawab Nora menyodorkan handpone milik putrinya tersebut.
Kelly menerima handponenya dan terkejut mendapati sebuah pesan baru dari nomor yang tak dikenal.
"Hay,bagaimana pernikahan mu ? Apakah menyenangkan ? Bagaimana rasanya menggunakan gaun yang sobek ? Aku harap kamu sangat bahagia dengan kejutan dari ku itu.
Oya,satu pesan ku untuk mu Kelly Clarkson....Tak ada pernikahan yang bahagia dari hasil merebut dan menghancurkan pernikahan wanita lain. Ingat...ini baru permulaan. Bersiaplah untuk kejutan yang lebih besar!" Bunyi pesan dari nomor yang tak di kenal.
Kelly sangat geram membaca pesan tersebut. Ia pun membalas,namun tak lagi terkirim.
Kok lama tidak up Thoor, jangan berhenti, sayang ceritanya bagus, jika diputus di tengah jalan
mrk tinggal serumah Kan?