Di harap kan bijak saat membaca.
Menceritakan seorang anak yang berbeda dan
mempunyai kelebihan,
Sejak kecil sudah hidup berdampingan dengan makhluk dunia lain.
Bisa melihat dan merasakan makhluk tak kasat mata, sampai harus berjuang dari kerasnya hidup dan takdir yang sangat kejam.
Mempertahan kan sesuatu yang di berikan oleh pencipta,
akan kan selamanya akan seperti ini,
Jika dia bisa memilih dan di beri kesempatan untuk memilih,
Apa yang akan dia pilih, Memilih Hidup dengan kelebihan, atau membuang kelebihan itu,.
Klik hati untuk mengikuti kisah ini,
dan jangan lupa Rate bintang lima, tinggalkan jejak kalian di colom comentar..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RuQi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch28. PERJALANAN 4
...SELAMAT MEMBACA...
Jam 11 malam pun telah tiba, kita bahkan masih di jalan, aku yang pusing pun meminum lagi obat yang tadi mbak Dina beli,
Semakin dalam kita masuk semakin banyak juga kebun dan rumah rumah yang gelap,
penerangan di sini masih kurang, ada yang hanya menggunakan lampu obor saja,
rumah mereka kebanyakan gubuk dari bambu, jarang sekali melihat rumah tembok seperti di Jakarta Jakarta..
"Mbak ati ati ya, takut tiba tiba ada kucing lewat nanti mbak ga tau.." kata ku
"Iya dek ini juga da ati ati.."
"Kamu tidur aja dek, da malem ini.."
"Ga papa.. aku da biasa kok mbak tidur malem, ini juga lagi baca komik.." kata ku
"Oh.. ya sudah kalo gitu.."
Keheningan pun terjadi.. mbak Dina yang sibuk dengan jalanan, dan aku yang sibuk dengan komik ku..
Selesai membaca komik aku pun merenggakan otot otot tangan dan badan.. leleh mungkin, tapi ga selelah mbak Dina yang harus menyetir seharian..
Ku lihat jalanan mulai terdengar suara jangkrik, kodok, burung, ada juga suara tupai..
Di depan sana sudah jalan raya lagi, aku bersyukur sudah mau sampai berarti..
"Eh.. dek.. lihat dek.. itu ada orang kenapa lari lari.." tanya mbak Dina yang melihat ada perempuan dengan pakai baju kebaya berlari lari di pinggir jalan
Aku melihat arah yang di tuju mbak Dina..
"Astaghfirullah hal azim.. siapa itu mbak.." ucap ku yang melihat perempuan itu juga terus berlari tanpa menoleh
Mobil yang kita laju sudah mau mendekati wanita itu, tapi sepertinya wanita itu tak mau meminta pertolongan,..
Anehnya kenapa ada wanita pake baju kebaya berlari di tengah malam ini, dan di Sawahan yang gelap dan sepi..
"Mbak jangan berhenti.. bunyikan klakson mobil 3 kali.. ayo buru mbak.." kata ku
Mbak Dina mengikuti ucapan ku, wanita itu diam di tempat sesudah itu, dan kami pun terus menjalan kan mobil tanpa menoleh ke arah wanita itu.. Aku punya firasat dia bukan manusia, kebanyakan bangsa jin ingin mereka di hargai sebagai penunggu jalan, makanya mbak Dina aku suruh membunyikan klakson mobil untuk meminta izin pada penunggu jalan..
"Tadi siapa ya dek.." ucap mbak Dina bertanya pada ku
"Mungkin orang lewat mbak.." jelas ku
"Eh.. orang lewat mana pake kebaya malem malem.." aneh mbak Dina
"Ya mbak tanya sana ma orangnya mbak.." jelas ku lagi
"Ihhh kamu ni dek,. kalo bukan orang gimana..?" ucap mbak Dina sambil bergidik ngeri
"Kalo bukan orang ya mbak tinggal lari.. haaaaaa" kata ku sambil tertawa
"Mana bisa lari mbak kalo liat begituan.." ucap mbak Dina
"Padahal mbak Dina baru aja ngeliat, dan bisa bawa ini mobil" ucap ku dalam hati sambil tersenyum
Kita sudah sampai di jalan besar, ternyata perempuan berbaju kebaya itu sudah lebih dulu ada di sana dan melihat mobil kami..
Mbak Dina melotot di buat nya, kaget ingin triak tapi mbak Dina malah tancap gas.. alhasil aku hampir terjungkal kedepan dan hampir membentur mobil..
"Astaghfirullah.. kenapa si mbak.." kagek ku karna mbak Diah tiba tiba tancap gas, untung reflek ku bagus, coba kalo nggak bisa bonyok ni kepala
"Tadi dek.. yang cewek lari lari pake kebaya.. ada di depan jalan dek.." kata mbak Diah gemetar ketakutan..
"Mana ada mbak.. kan kita naik mobil, dia jalan, trus tadi mbak kan tau sendiri kalo cewek tadi di belakang mobil kita, mana bisa dia lari duluin mobil kita.." kata ku
"Bener dek, coba kamu tengok belakang.." kata mbak Dina
Aku menengok ke belakang tapi karna mobil sudah melaju dengan cepat, jadi aku tidak melihatnya..
Tapi kemungkinan emang benar kalo perempuan itu iseng haaaa..
"Mbak kecepetan bawa mobilnya, trus kita juga udah ngelewatin jauh dari jalan tadi," kataku agar mbak Dina tenang karna kita sudah di jalan besar, dan banyak yang berjualan di pinggir jalan
"Alhamdulillah.. syukur deh dek.. mbak takut sampe sampe mbak tancap gas, padahal tadi mau teriak dek.." jelas mbak Dina
"Reflek mbak bagus.. tapi besok besok ati ati.. kalo misalnya kenapa napa gimana.. ga mau kan mbak kenapa napa di sini.." jelas ku
"Ya nggak lah dek.. amit amit.." kata mbak Dyah
"Ya udah berdoa ajah semua baik baik ajah.." kata ku
Mbak Dina hanya menganggukkan kepala tanda mengerti atau iya,
Dan jangan sampai mbak Dina melihat hal hal gaib lagi.. ga siap mati muda.. haaaaa
Sampai sini dulu.. selamat membaca
next siangan.. wassalamu'alaikum..
tour, itu