Lucia seorang Gadis yang sangat mencintai Abraham bahkan ia meminta kedua orangtuanya untuk menetap di indonesia selama beberapa tahun, hingga akhirnya mereka bertunangan, di saat Lucia merasa Abraham akan jadi miliknya, ada satu kenyataan pahit yang Lucia terima saat itu, Abraham tidak menganggapnya sebagai seorang wanita melainkan Lucia di mata Abraham sudah seperti adik kandung.
Hal itu membuat Lucia kesal sekaligus marah, terlebih lagi Abraham mencintai orang lain.
Ia pada akhirnya menyerah pada takdirnya yang tidak bisa bersama Abraham, Lucia tidak ingin memaksa Abraham untuk bersama dengannya karena setiap manusia berhak untuk bahagia dengan pilihannya sendiri.
" Kak Abraham jangan pernah berpikir untuk mendapatkan cinta dariku lagi perasaanku kepadamu sudah hilang di telan waktu,"
"Kau selamanya Milikku Luc, jangan berpikiran untuk menikah dengan orang lain selain denganku, maaf telah melukai perasaanmu selama ini," ucap Abraham sambil menggendong tubuh lucia menuju kamar hotel.
Selamat membaca.
Salam dari Author alay & gila. 😎
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ChanHun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
"Kesepakatan"
Abraham kini tengah mencari keberadaan keluarga dari Lucia namun usahanya tidak membuahkan hasil sama sekali, nomor ponsel Lucia sudah tidak bisa terdeteksi.
" Aarrrrgggg Aku harus bagaimana lagi"
Abraham merasa frustasi tidak bisa melacak nomor Lucia padahal sebelumnya nomornya masih bisa di hubungi dan sekarang apa lagi.
Siang harinya Donio sudah berada di rumahnya dan mengajak keponakannya itu ke perusahaan milik dari Diana sebelumnya.
Donio tau kedatangan Abraham ke london untuk mencari dan mendapatkan Lucia kembali namun terlebih dahulu Abraham harus juga mengurus perusahaannya karena Donio akan mengudurkan di sebagai CEO.
" Abraham paman tau kau pasti sedang mencari keberadaan Lucia saat ini.. Aku akan membantumu tapi ada syaratnya"
Ujar Donio serius, ia juga merasa sangat kasihan melihat tampang Abraham yang sangat kacau.
" Apa syaratnya paman. Akan kulakukan apapun agar bisa bertemu dengannya"
Abraham menujukan ekspresi wajah sedikit bahagia namun juga bingung entah syarat apa yang di minta oleh pamannya.
Donio tersenyum melihat keseriusan Abraham.
"Kau pasti tau kan bahwa perusahaan di sini dibangun oleh siapa..? "
Tanya Donio.
"Iya... Mama kan"
Jawab Abraham singkat ia tau bahwa perusahaan yang di london adalah milik mamanya.
"Nah.. Itulah syaratnya Abraham. Kau harus menggantikan posisi ku sekarang dan mengurus segala permasalahan di sana"
"Apa!!, paman cuma bercanda kan.. "
Ujar Abraham tidak percaya.
" Kapan kau melihatku bercanda! Aku serius Abraham itu sudah kewajibanmu sebagai anak tertua dari keluarga, jika kau tidak setuju kau tidak akan pernah mengetahui keberadaan Lucia dan keluarganya"
Donio tersenyum licik ia tau Abraham akan mau menggantikannya jika menggunakan Lucia sebagai alasan.
" Paman Curang.."
Ucap dalam hati Abraham pasrah.
Pada akhirnya Abraham mau menuruti keinginan dari pamannya awalnya Abraham tidak mau mengurus perusahaan mamanya yang dilondon ia lebih suka berada di perusahaan milik papanya. Namun demi mendapatkan alamat Lucia ia rela melakukan apa saja.
***
Di sebuah rumah bernuasa Eropa Abraham mengetikan laju mobilnya ia di temani oleh sepupunya Yunia sebagai petunjuk jalan.
"Apa Lucia tinggal disini...? "
Tanya Abraham ke Yunia.
"Iya mereka tinggal disini.. Tapi aku tidak tau pasti apa kita akan di biarkan masuk"
Jawab Yunia melihat banyak penjaga rumah di rumah Paman David.
Abraham menyetujui ucapan dari Yunia ia juga melihat banyak sekali penjaga rumah bertubuh tinggi dan besar.
"Huh.. Bagaimana caranya kita masuk"
Guman Abraham.
"Aku tidak tau kakak.. "
Sebelum melajutkan ucapannya Yunia melihat dari kejauhan ada seorang wanita hendak masuk ke pekarangan rumah tersebut .
"Kak.. Seperti ya itu.. Lucia"
Ucap Yunia membuat Abraham menoleh ke arah pandang Yunia.
Disana Lucia sedang tersenyum lebar dan bercanda dengan dua orang pria yang tidak lain adalah Leon dan Tom.
Abraham memandang mereka dengan tatapan sulit terbaca, namun Yunia tau betul bahwa Abraham kini merasa sangat sakit hati dan juga menyesali perbuatannya. Abraham hendak menghampiri mereka namun ditahan oleh Yunia.
"Kak biarkan dulu Lucia, jangan mengganggunya dulu"
Ujar Yunia memegang tangan Abraham yang hendak membuka pintu mobil.
"Huh.. Iya sepertinya Lucia sangat bahagia saat ini aku tidak akan mengganggu,, tapi nanti aku akan segera menemuinya"
Kata Abraham dengan wajah seduhnya, hatinya terasa sangat hangat ketika melihat Lucia bahagia.
"Ayo kita pulang"
Ajak Abraham lalu melajukan mobil kembali ke rumah, ia merasa cukup mengetahui alamat dan juga Lucia yang tampak bahagia.
.
.
.
.
Tbc...!!!