Tulisan di karya ini masih acak-acakan ya kak. ini karya pertama saya masih belum tahu antara puebi dll
kehidupan itu bagaikan impian, semuanya butuh perjuangan, kesedihan, penderitaan, keahagiaan semua sudah ada yg mengatur,
kita hidup harus mempunyai prinsip, jika prinsip sudah tidak ada, kegundahan akan menyelimuti, takdirku tak seberuntung mereka , kebhgiannku, masa masa bermainku,semuanya sudah di ramapas dan menghilang bersama kejadian yang menimpa org tuaku,
jika aku bisa memilih, aku akan memilih agar tidak di lahirkan ke dunia ini, tapi aku lercaya, di setiap penderitaan pasti akan ada kebahagiaan,
aku yakin roda akan berputar pada nasibku, saat ini hanya bersabar dan ikhlas yang aku terapkan
aku akan berusaha dan akan selalu berdoa
agar cahaya itu datang di kehidupanku
kepercayaan, adalah kekuatan yg sebenernya, aku percaya ini cobaan dari Tuhan, ikhlas ku menerima kenyataan
ikhlas ku menerima cobaan,
harapanku hanyalah tuhan berikan aku kesempatan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiah MSI probolinggo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Adnan turun tangan
tak berapa lama kemudian bela datang dgn suami nya dan jg anaknya.
"bagaimana dgn nanda...???"
saat bela melihat yg terbaring adalah wanita paruh baya ia langsung mengenali kalau itu pasti bibiknya Nanda
"hallo bibik, saya Bella bagaimana dgn keadaan bibik...."
"baik-baik saja nona Bella"
"Nanda tidak apa-apa kak..."
"hai bibik cantik saya Azril..."
"hai jg anak pintar...."
"oy bibik apakah di dlm perut bibik sudah ada dedek bayi??? krn mama bilang kalau paman sudah buat dedek di perut bibik,"
semua mata tertuju pada Bella ...
"sorry anak ku emang kelewat pintar..... hehhehe"
"sayang .. km mengajari apa saja ke anak kita "(bisik suami Bella )
Adnan melihat ke arah kakaknya,
"bagaimana dgn kakek...???"
"dia sudah membaik,"
"kakek kenapa mas ...."
"kakek tidak apa-apa cuma kesehatannya yg lagi menurun,kakak aku titip Nanda krn Adnan ada sesuatu yg harus Adnan selesaikan,"
"baiklah sana pergi..."
"mas pergi dulu.."
"hati-hati mas..."
"Adit km ikut aku"
"kemana..."
"udah jgn banyak nanya .."
"kak bantu Adit...."
"sudah sana ikut ... Adnan gakkan ngapa-ngapain kamu"
Adit pun mengikuti langkah kaki Adnan saat ada di luar rumah sakit ada seseorang yang
nabrak bahu Adnan dgn suasana hati Adnan yg manahan amarah ia pun menghentikan langkah nya, begitupun dgn pria yg menabraknya,
sekilas Adnan melihat kearah sampingnya, begitupun pria yg td menabraknya, ia jg melihat ke adnan dgn senyuman yg penuh dendam, namun tiba- tiba handphone Adnan berbunyi ternyata dr Rio Adnan pun berlalu tidak menghiraukan pria yg menabrak nya tadi.
"bagaimana..."
"dia enggan buka mulut.."
"baiklah tunggu aku, aku sudah ada dijalan"
"ok"
Adnan dan aditpun mempercepat jalannya dan masuk dlm mobil Adnan, Adit yg melihat kemarahan di wajah Adnan merasa ketakutan dlm hatinya berkata,
*mampus.... mampus lah aku, ke depannya nanti aku gak kan buat masalah dgn iblis ini, wajahnya lembut hanya di depan Nanda*
beberapa saat kemudian mrk sudah ada di depan kantor kepolisian Adnan melangkah kan kakinya yg jenjang, Adit yg mengikuti nya hampir tidak bisa, krn terlalu cepatnya ia berjalan, semua org memberi hormat kepada Adnan, Adnan pun masuk ke dalam salah satu sel, salah satu petugas polisi itu memberikan kursi kepada adnan, Adnan duduk bagaikan kaisar di jaman dulu yg di depannya sudah ada ketua perampok itu, Adnan mengangkat dagu perampok itu dgn kakinya tendagan di wajahnya langsung mendarat,wajah Adnan berubah bagaikan iblis yg baru turun.
"mau berkata atau tidak itu terserah kamu, meskipun km tidak berkata siapa dalang dr semua ini, aku pasti bisa menemukan mereka, tp ingat nyawamu tidak ada harganya tp bagaimana dgn anak-anakmu yg masih kecil haruskah aku membunuh mrk di depan matamu."
"bajingan kamu. .. urusan kita harus kita yg terlibat jgn libatkan keluargaku",
"km yg berkata seperti itu, permusuhan kita dan atasanmu adalah urusan kita, kenapa kalian berani menyentuh keluargaku, bahkan berani menyentuh wanitaku, "teriakan Adnan bersamaan dengan tendangan lagi di bagian wajah perampok itu, membuat Adit yg melihatnya gemetar.
dia benar-benar iblis dia bukan manusia... ( gerutu Adit dlm hatinya)
"masih ingin tutup mulut...."
"sampai matipun aku tidak akan mengatakan apapun kepadamu"
"baiklah, Rio lakukan sesuatu kepada anak-anak nya dan kirim salah satu potongan tubuh anaknya kemari"
saat Rio ingin melangkahkan kakinya ketua rampok itu berteriak
"jangan sentuh mereka... baik .. baik.. aku akan mengatakannya, baik... jgn sentuh mereka"
"saya tidak punya waktu, sebaiknya km langsung katakan selain pak Herlambang, siapa lagi dalang dr semua rencana itu
"dia dia masih muda... dia baru datang dr Australia aku tidak tau namanya ia baru 2 Minggu di kota ini, dia bekerja sama dgn pak herlambang, dia hanya menginginkan kehancuran bisnismu,"
"kehancuran bisnisku hahahaha hahahaha pamanku benar-benar bodoh, jika ingin menghancurkan bisnisku, harus berapa bisnis yg harus ia hancurkan...jika krn hanya bisnis kenapa kalian menyentuh wanitaku, kenapa ......"
teriakan Adnan membuat semua polisi yg berada di sana merasa ketakutan dan gemetar,
"saat kami menemukan wanita itu, kami melaporkan ke pak herlambang dgn tertawa pak herlambang menyuruh kami untuk menodai nya krn pak herlambang tau kalau wanita yg berada di rumah mu pasti bukan wanita biasa krn itu, pak herlambang ingin km hancur, hanya itu yg bisa aku katakan saya mohon lepaskan keluargaku"
"baiklah ... aku tidak akan menghukum mu kali ini, cukup pengadilan yg akan menghukum mu jika ada sesuatu yg km sembunyikan maka km tidak bisa lewat dr hukumanku"
"baik .. baik terimakasih tuan... terimakasih ..."
semua orang tau jika Adnan turun tangan maka seperti HIDUP ENGGAN MATIPUN TAK BISA.
Adnan pun bangun dr duduknya dan meninggalkan penjara itu di ikuti oleh Adit, wajah ketua rampok itu penuh dgn darah, namun ia masih merasa beruntung krn Adnan sudah melepaskannya, Rio mengikuti Adnan dr samping dan berkata
"siapa pria yg ingin bisnismu hancur ini... knp dia punya dendam padamu"
"entahlah aku jg tidak tau, Adit aku ingin km cari informasi tentang seseorang yg baru datang dr Australia 2 Minggu yg lalu kirim data-data nya kalau bisa sertakan dgn foto mereka jgn sampai terlewat satu org pun"
"ba... ba..baiklah"
Adnan tau salah satu teman Adit yg bekerja dy bagian bandara dan ada yg menjadi detektif tersembunyi, maka dr itu Adnan sengaja mengajak Adit ke penjara agar dia melihat kejadian itu.
Adit dgn segera pergi meninggalkan Adnan dgn sibuk ia menelfon semua tmn yg sekiranya bisa memberinya informasi itu, Adit melakukan itu jg demi Nanda krn kejadian itu jg melibatkan keselamatan Nanda wajar Adnan marah sampai begitu mungkin jika Adit ada di posisi nya ia akan melakukan hal serupa meskipun tidak se sadis Adnan.
sedangkan dirumah sakit bibik Adnan pun sudah di perbolehkan pulang tp tidak dengan bik Ijah dan pak Ramli,mrk masih harus di rawat di rumah sakit, keluarga mrk masing-masing sudah datang untuk mengurus mrk, Adnan memenuhi semua kebutuhan mrk serta memberi kompensasi atas kejadian itu.
"tuan jgn begtu, sudah kewajiban bapak untuk melakukan ini, tp maaf bapak gagal menjaga nona muda"
"pak Ramli istirahat yg cukup nnti jika sudah sehat betul pak Ramli bisa kembali kerumah"
"biarkan anak saya yg menggantikan pekerjaan saya tuan, untuk sementara"
"baiklah pak, saya sangat minta maaf atas kejadian itu dan sangat berterimakasih buat pak Ramli, klo begitu saya pamit dulu,"
Adnan pun meninggalkan ruangan itu dan mendatangi ruangan bik ijah, Adnan bagaikan malaikat bagi bik Ijah dan pak Ramli namun bagaikan iblis bagi perampok itu, sepulangnya Adnan dr rumah sakit, ia langsung mencari istrinya.
" sayang bibik kecil kemana....?
"bibik kecil ad di taman sama mama, kenapa?"
"tidak apa-apa hanya saja paman kecil merindukan bibik kecil"
"paman kecil tidak merindukan Azril...???"
"pasti.... paman kecil sangat merindukan Azril tapi sekarang lebih merindukan bibik kcil,"
tiba-tiba dr belakang ada suara yg membuat Adnan malu
"cih ... rindu katanya ... istrimu tidak tinggal jauh darimu.... tp ponaanmu itu tinggal jauh darimu"
"kakak bisa gk, kakak mengajarkan hal-hal yg positif ke Azril ..."
"itu memang sudah kecerdasan Azril tau... "Nanda ada dikamar bibiknya ia memberikan obat ke bibiknya,"
"baiklah Adnan mau ke dia btw kakak ipar kemana???"
"dia mengunjungi pabriknya"
"owh ya sudah Adnan ke Nanda dulu"
Adnan pun melangkahkan kakinya, Bella sangat bahagia melihat adiknya sudah sangat peduli dgn istrinya.
BERSAMBUNG