Sesuatu yang bernama CINTA memang selalu membawa HAL BARU dalam kehidupan MAFIA GROUP.
Mengandung unsur kedewasaan 17++
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviRazRhasti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
Sampai dirumah sakit, para perawat membawa Mei ke ruang operasi VVIP, para dokter pun segera melakukan operasi untuk mengeluarkan peluru dari bahu kiri Mei,
Mei memang terkena peluru tapi pada bahu kirinya, karena saat Mei melihat peluru melayang ke arahnya, Mei segera duduk sehingga peluru yang hampir mengenai jantungnya menjadi kena bahu kirinya, Mei pingsan karena rasa shock berat.
Selesai operasi, pimpinan dokter yang memang Bulkrish suruh untuk mengobati Mei keluar dari ruang operasi,
"Bagaimana keadaan Mei??"
"Keadaan Nyonya sekarang sudah baik-baik saja, Nyonya hanya perlu istirahat saja dan Nyonya sudah bisa dipindahkan ke ruang rawat," jelas dokter
"Apa aku boleh menemuinya dok??"
"Tentu saja Tuan, keberadaan Tuan mungkin bisa membuat Nyonya sadar lebih cepat, kalau begitu saya permisi dulu Tuan," Dokter
Dokter itu pergi, sedangkan Bulkrish pergi ke ruang rawat VVIP kelas 1, saat sampai disana, Bulkrish sudah melihat Mei di terbaring diatas ranjang putih cukup besar, Bulkrish duduk disamping Mei,
"Maafkan aku Mei, jika saja aku menurutimu untuk tidak jadi ke pekan raya dan aku datang saat kamu panggil, keadaanmu tak mungkin seperti ini sayang, maafkan aku," lirih Bulkrish,
Bulkrish melihat bahu kiri Mei yang tak tertutup pakaian dan berbalut perban,
"Mei aku berjanji padamu, aku akan menghabisi siapapun orang yang berani melukaimu, aku akan cari orang itu sampai ke ujung neraka sekalipun,"
Bulkrish mencium kening Mei lalu pergi, Bulkrish meninggalkan Mei dengan penjagaan ketat sekali, bahkan didalam ruang rawat Mei ada polwan dan suster untuk menjaga Mei.
.
.
.
Suara tembakan terdengar di seluruh penjuru ruangan, ruangan itu berceceran darah dan nyawa, hal itu terjadi karena Bulkrish sedang mengamuk, dan sisa satu orang lagi yang hidup, orang itulah yang sudah berani menembak Mei,
"Ampuni saya Tuan, saya hanya disuruh,"
"Siapa yang menyuruh kalian!?" amarah Bulkrish yang juga terdengar disuaranya yang dingin membuat siapapun patuh,
"B-Boss kami Tuan, di-dia mafia baru na-namun kekuasaannya sudah mencapai seluruh Asia secara gelap, kami disuruh menyerang anda," ketakutan yang dirasakan orang itu membuat suaranya tergagap
"Siapa namanya?!"
"Na-namanya, akh!!" sebelum orang itu menyebut nama boss nya, pria itu sudah keburu mati,
Saat Bulkrish memeriksa apa yang terjadi pada orang itu,
"Sial!! Orang ini mati karena racun, boss nya pasti sudah memperhitungkan ini, lihat saja aku akan hancurkan orang yang berani membuat Mei celaka,"
Bulkrish menatap bawahannya, "kau, kau sampaikan pesanku kepada Paman Dewa, aku meminta Paman Dewa kembali ke Indonesia secepatnya,"
"Baik Tuan," bawahan Bulkrish
"Jika mereka bisa menguasai Asia dengan cara gelap, akupun akan menggunakan cara yang sama.".
.
.
.
Pukul 02.50 WIB, Bulkrish sudah berada di ruang rawat Mei, Bulkrish masih saja memengangi tangan Mei, Bulkrish belum bisa tidur sampai saat ini, dirinya masih saja terus tersadar untuk menemani Mei,
Tiba-tiba Bulkrish mendengar suara langkah sepatu, Bulkrish mendongak dan melihat ke sisi Mei yang lain, disana Bulkrish melihat Aji berdiri di dekat Mei,
"Mau apa kau kemari?" tanya Bulkrish dengan dingin
"Aku ingin membawa Mei bersamaku, kau tidak becus mengurus Mei," jawab Aji,
"Tidak akan kubiarkan kau membawa Mei semudah itu Aji," Bulkrish
"Jika kau mengurus Mei dengan baik, aku mungkin akan rela, tapi Mei bukan satu atau dua kali terluka karenamu, Mei sudah berkali kali terluka. Kau tidak ingat waktu kau dan aku masih kecil, Mei menyelamatkanmu dari kecelakaan motor sehingga lutut kaki kanannya yang sebelum cedera menjadi luka yang lebih parah, aku tidak akan membiarkan wanita yang kucintai terluka LAGI hanya untuk pria brengsek sepertimu," ujar Aji,
"Kau tau Eka, berita tentang penembakan kepada Mei membuat Dinar hampir mengamuk, dia bisa datang kesini dan membunuhmu karena gak becus menjaga Mei, tapi aku yang menggantikannya untuk menjemput Mei dari sisi pria brengsek sepertimu," lanjut Aji,
Rahang Bulkrish mengeras karena Bulkrish menahan amarahnya untuk tidak menghabisi Aji,
"Aku akan melindungi Mei lebih dari nyawaku sekarang, dan kau tidak bisa membawa Mei, Mei Milikku," Bulkrish berujar dengan penuh penekanan pada katanya
"Hentikan perdebatan kalian,"
Suara lemah yang bahkan tak terlalu terdengar itu bisa membuat ke dua pria itu diam,
"Me-Mei," Aji
"Kamu sudah sadar sayang," Bulkrish
"Hoammmm, kalian menganggu tidurku, pergilah kalian," Mei
Mei menguap lagi,
"Perkataanku mutlak, jadi pergilah," ujar Mei saat melihat kedua keponakan tampannya belum pergi
"Hm baiklah, istirahatlah Mei," ujar Aji lalu mencium kening Mei
Dan itu cukup membuat jiwa pembunuh Bulkrish bangkit, namun Bulkrish masih tahan amarahnya.
Saat mereka sudah keluar dari ruang rawat Mei, dan lebih tepatnya mereka berada di taman rumah sakit,
Bulkrish langsung memberikan satu pukulan keras pada wajah Aji hingga Aji tersungkur ke tanah,
"Beraninya kau menyentuh Mei!" Bulkrish
"Apa itu masalah untukmu, Mei bukan milikmu karena hanya aku yang akan memiliki Mei seutuhnya,"
"Cih! Kau jangan bermimpi mendapatkan Mei, semasih aku hidup tidak akan ada yang bisa memiliki Mei kecuali aku," Bulkrish
"Kau memang rivalku sejak kecil dan sampai saat ini pun sama, tapi sekarang bukan nilai rapot atau benda yang kita perebutkan tapi Mei, dan aku takkan menyerah begitu saja,"
"Bangs*t kau, kau itu gak lebih dari pembawa sial untuk Mei,"
"Ya membawa sial itu kau bukan aku, kau harus mengerti itu, kau memang payah Eka Galung, kau harus ingat, aku akan merebut Mei darimu bagaimana pun juga, aku akan selalu menjadi dinding baja antara kau dan Mei,"
Aji pergi dari taman itu,
"Sial ! Aku gak akan biarkan Mei direbut oleh siapapun,".
.
.
.
Kebesokannya, Bulkrish masih saja terjaga dan hanya memandangi Mei yang masih tertidur,saat Mei terbangun,
"Mei akhirnya kamu bangun juga sayang?" Bulkrish
"Bulkrish, kau kok ada disini??" Mei yang terlihat bingung
"Memangnya aku harus kemana??" Bulkrish
"Bukannya kamu ada rapat sama Presiden," Mei
"Aku ngak akan meninggalkanmu sendirian lagi, aku takut jika kamu celaka lagi,"
"Sudah jangan banyak alasan, kau pokoknya harus datang ke rapat itu titik, jika kau tidak ingin meninggalkanku maka aku yang akan ikut bersamamu,"
"Tapi keadaanmu masih lemah Mei,"
"Bulkrish kau kira aku ini kayak wanita diluar apa hah, aku ini kan Mei, kau ingin pergi kesana bersamaku atau aku akan memotong urat nadiku sendiri,"
Mata Bulkrish terbelakak, "Mei kamu jangan gitu dong, baiklah-baiklah kamu boleh ikut denganku, tapi kumohon jangan lakukan hal bodoh itu,"
"Aku ini pintar bukan bodoh sepertimu Baka," Mei tersenyum lebar,
"Mei-Mei pagi-pagi kayak gini kamu udah bisa tersenyum selebar itu,"
"Masalah untukmu hm, kalau kamu gak suka sama senyumku, baiklah, aku takkan tersenyum lagi,"
"Lebih baik kamu jahit mulutku ini karena sudah mengucapkan hal itu,"
"Tidak tidak aku hanya bercanda. Hm, jadi jam berapa ke Istana Presiden,"
"Jam 2 siang nanti, masih ada waktu kamu istirahatlah,"
"Bulkrish,"
"Hm,"
"Pijitin kakiku dong,"
"Baiklah,"
Bulkrish memijat kaki Mei,
"Baka, kok kau bau darah, kau pasti membunuh orang lagi ya,"
"Bukan orang, tapi sekelompok makhluk sialan yang sudah berani melukaimu;"
"Pokoknya kau harus ikut puasa siwarartri tahun ini kalau kau gak ikut lagi, aku yang akan menghabisimu,"
"Baiklah, aku akan menuruti perkataanmu,"
"Ini baru Bulkrish ku yang manis, kau memang manis Bulkrish,"
"Mei aku ini gak manis, tapi aku terlalu tampan," ujar Bulkrish dengan kepercayaan diri yang tinggi
Mei tertawa, "kau PeDe sekali baka,"
"Kamu sendiri yang mengatakan itu,"
"Hahaha, ya ya kau memang tampan dan malah sangat tampan, sampai rasanya tuh aku mau mencubit pipimu yang dulu, kau tak ingat apa dulu kamu itu tembam, waktu 8 bulan aja kau udah kayak bayi 2 tahun hahaha,"
"Ck tertawalah semaumu karena semua itu adalah masa lalu, kamu lihatlah aku sekarang tinggi dan tampan, dadaku juga bidang dan aku juga memiliki otot otot,"
"Terkadang gunakanlah otakmu payah, kau jangan memuji dirimu sendiri, masih ada Kak Dewa-ku yang tampan,"
"Dan dia sudah memiliki istri sekaligus anak,"
"Yang penting diakan tampan dan juga Kak Dewa kan adalah boss-mu, hahaha kamu kalah Bulkrish,"
"Yaaa baiklah kamu memang selalu menang, bahkan hatiku juga kamu menangkan,"
"Sudahlah,aku lapar, aku mau makan,"
"Aku akan meminta dokter memeriksamu dan menyuruh suster membawakanmu makanan,"
"Baiklah,"
Bulkrish keluar dari ruang rawat itu.
semangt jngn lupa crazy up
ga seru klau hnya stop sampai dsini.
critanya menyayat hati kali thour
Mei harus hidup bersama aji
Baca novelku judulnya 'Cinta sejati'. Tentang dua orang yang menemukan cinta sejatinya serta lika-liku perjalanannya. Klik foto profilku buat baca...
Baca dulu sinopsisnya dan 3 episode awal.
bdw mampir juga ya kak di novel Ku judulnya TERSISIH KARENA MENDUA
bdw mampir juga ya kak di novel Ku judulnya TERSISIH KARENA MENDUA