TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI (Pernikahan dadakan season 2).
Menceritakan tentang kisah asmara dan lika liku kehidupan ketiga anak dari pasangan Farhana Indrayani dan David Prasetyo.
Karena penolakan yang dilakukan oleh ayah dari gadis pujaannya, Akbar yang notabenenya adalah seorang tuan muda rela menjadi santri salah satu pesantren di sebuah kampung. Untungnya ada tuan muda lain yang juga ikut nyantri karena syarat dari calon mertuanya.
Nirmala, anak bungsu dari pasangan Hana dan David bertemu dengan seorang anak pemuda karena membantunya melawan dari pengeroyokan yang tak seimbang. Ternyata pemuda tersebut adalah anak kyai yang menjadi tempat pesantrennya melakukan observasi tugas dari kampusnya.
Siapakah jodoh dari ketiga putra putri Prasetyo ini? Temukan jawabannya di novel ini.
Keseruan kisah mereka bertiga akan ada disini. Foto atau gambar diambil dari google. Hak cipta tetap pada pemilik foto, bukan pada author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zainuri I, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERTEMUAN 3
TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI – 26
Hari telah berganti pagi. Azam sedang sarapan bersama Abah dan Uminya di restoran hotel. Menunya sederhana namun pas dilidah mereka. Dengan hikmat mereka menikmati rejeki pagi hari. Apalagi mereka tidak perlu memikirkan biaya selama mereka tinggal di hotel. Mereka hanya perlu menikmatinya karena hotel yang mereka gunakan adalah hotel teman Abah yang akan mereka kunjungi nanti malam.
“Bah, bisakah Azam membatalkan perjodohan yang abah buat dengan teman abah itu?” tanya Azam ragu-ragu.
“Kenapa?” tanya Abah lembut.
“Emm, maafkan Azam. Azam tidak bisa menjaga mata dan hati. Mata Azam telah melihat keindahan ciptaan Allah melalui gadis dengan senyum yang sangat manis. Dan hati Azam telah terpaut oleh dia, bah” terang Azam. Abah dan Umi hanya tersenyum.
“Siapa gadis itu Le?” tanya Umi dengan lembut tanpa berniat mengintrogasi.
“Dia adalah gadis yang kemarin menolong kita, Bah” jawabAzam menunduk.
“Maksud kamu gadis yang bertarung dengan ketua preman itu? Dia benar-benar gadis menarik menurut abah. Berani dan tangguh. Abah tidak masalah. Namun apakah kamu yakin kalau gadis itu jodoh kamu? Maksud abah, bagaimana dengan perasaan gadis itu padamu?” tanya Abah dengan tatapan lembut.
“Azam tidak tahu. Tapi bagaimana jika nanti Azam menyakiti gadis pilihan abah karena hati Azam bukan untuknya?” tanya Azam takut.
“Begini saja. Kita hadiri dulu undangan teman abah dan kamu lihat gadisnya. Tontoni dulu, gitu lo Le. Nah, setelah itu baru kamu putuskan dan kamu harus ngomong sendiri dengan teman abah. Bagaimana?”
“Hem. Baik bah. Tapi keputusan ada di tangan Azam sepenuhnya kan?” tanya Azam dengan senyum mengembang.
“Tentu. Abah dan juga teman abah tidak memaksa. Hanya saja kami berharap kalau kalian berjodoh. Anak teman abah katanya sangat bar-bar dan susah diatur. Makanya beliau meminta kita untuk membimbingnya dengan ketat” jelas Abah.
“Membimbingkan tidak harus menikahi, Bah” sangkal Azam.
“Kamu benar. Tapi jika kamu menikah dengannya, kamu punya hak sepenuhnya atas dia. Dan itu akan lebih mudah bagi kita untuk membimbingnya. Beliau tidak minta macam-macam. Hanya mengarahkan sifat bar-barnya ke yang lebih baik. Dalam artian sifat bar-bar yang bermanfaat dan tidak membuat orang lain pusing” jawab Abah dengan kekehan mengingat bagaimana cerita temannya tentang anak perempuanya itu.
“Apakah dia sungguh begitu, bah?” tanya Azam mulai tertarik.
“Berdasarkan cerita ayahnya, gadis itu sering melanggar aturan darinya dan berbuat ulah dengan kebut-kebutan” jelas abah tertawa mengenang kembali cerita temannya.
“Kebut-kebutan?” tanya Azam terbata dan wajahnya sudah pias. Dia teringat kembali dengan aksi Mala yang membawanya ke hotel dengan gaya ala pembalap.
“Iya. Kenapa? Apa kamu takut Le?” tanya Abah terkekeh melihat wajah putranya yang sudah pias.
“Emm, aku sudah merasakan bagaimana rasanya mengendarai mobil dengan ngebut ala pembalap” ucap Azam menghela napas berat.
“Oh ya? Kapan? Kenapa abah tidak tahu?” tanya Abah penasaran.
“Kemarin saat Mala mengantar Azam dari rumah sakit ke hotel dan hanya memakan waktu kurang dari sepuluh menit. Bisa abah bayangkan bagaimana Mala mengendarai mobilnya?” cerita Azam sudah mulai merasa rileks.
“Sepertinya selaramu tak berbeda jauh dengan anak teman abah. Ada kemiripan dari keduanya. Kebut-kebutan dan tentu saja bar-bar. Bisa kita lihat dari cara dia bertarung kemarin” ucap Abah masih terkekeh.
“Jadi, apakah keputusan masih mutlak di tanganku?” tanya Azam meyakinkan dirinya.
“Tentu saja. kamu jangan khawatir. Abah juga suka dengan Mala. Namun abah juga tidak bisa menjamin kalau dia akan menjadi jodohmu. Jadi berdo’alah pada yang punya dzat agar kamu diberi jodoh yang terbaik untukmu” nasehat Abah dan diamini oleh Azam.
“Terimakasih, Bah. Karena tidak memaksa Azam menerima perjodohannya. Semoga semua sesuai harapan kita dan tidak ada yang tersakiti dari ini. Amin” ucap Azam penuh syukur.
“Amiin” ucap Abah dan Umi.
*****
Hari sudah malam dan keluarga David sudah siap menyambut bakal calon besan. Ada Rafa dan juga Clara serta anak-anaknya.
“Kenapa bakal calon? Tidak calon saja?” tanya Andi pada David yang sudah rapi siap menyambut tamunya.
“Semua keputusan diserahkan pada putranya oleh kyai Mahfudz. Dan untuk Mala, entahlah. Dia juga merasa keberatan dengan perjodohan ini” ucap David biasa saja.
“Kenapa Dedek keberatan?” tanya Rafa penasaran.
“Dia sudah menemukan calon imam masa depannya sendiri. Tapi masih dalam tahap kenal saja. Dia butuh waktu untuk menjadikannya calon imam betulan” jawab David terkekeh mengingat pembicaraannya dengan Mala soal negoisasi waktu yang diminta Mala.
“Bagaimanapun juga, akan sulit jika hati tidak sejalan. Mas David sendiri sudah merasakannya bukan?” tanya Andi dan diangguki David.
“Ya. dan aku tidak ingin membuat Mala mengulang kembali kisahku. Jadi tetap keputusan akhir ada di tangan mereka berdua” ucap David membenarkan.
Ya, meskipun besar harapan David agar bisa berbesan dengan orang alim seperti Kyai Mahfudz, namun inti dari semua harapan adalah kebahagiaan anaknya. Tidak ada yang lebih penting dari pada itu.
“Assalamualaikum” teriak seseorang dari luar.
“Waalaikumsalam. Ayo kita ke depan. Tamunya sudah datang”
David dan yang lainnya menyambut kedatangan Kyai Mahfudz beserta anak dan istrinya dengan senang. Pelukan hangat dan sapaan akrab saling terlontar.
“Kemana anak-anak?” tanya Kyai Mahfudz yang tak melihat anak-anak sama sekali.
“Mereka masih di atas. Masih ngrumpi mungkin. Apalagi kalau sudah kumpul. Jangan ditanya bagaimana hebohnya” jawab David terkekeh.
“Bagaimana dengan bakal calon mantuku?apakah masih sama?” tanya Kyai Mahfudz menggoda.
“Hahaha, anda tahu Kyai. Bahkan kemarin dia mengebut di jalanan. Astaga putri bungsuku” keluh David namun masih bisa tertawa dengan Kyai Mahfudz.
Mereka semua telah duduk di ruang keluarga karena anggotanya banyak malam ini. Camilan juga sudah siap dan mereka mengobrol dengan hangat. Anak-anak masih belum turun juga membuat Azam yang paling muda sedikit bosan. Apalagi pikirannya terbagi dengan Mala dan pertemuan malam ini.
Seperti apa kira-kira anak gadis Om David ini. ~ Azam.
Azam bisa bernapas lebih lega saat melihat bayangan hendak turun ke lantai bawah. Benar saja. Akbar, Adit, Rizki dan Fatih turun menemui tamu David. Akbar dan Adit terkejut saat melihat tamu David ternyata adalah orang yang ditolongnya kemarin.
“Abah, Umi, Mas Azam?” panggil Adit megejutkan semuanya termasuk Hana dan David.
“Nak Adit, Nak Akbar?” panggil Kyai Mahfudz tak kalah terkejut.
Kalau tamu ayah adalah Abah dan Umi, berarti laki-laki yang dijodohkan dengan Dedek adalah Azam. ~ Akbar.
Kalau ada Mas Akbar dan Mas Adit di sini, berarti ada Mala juga pasti. ~ Azam.
Apa gadis yang dimaksud Azam sama dengan gadis yang akan kami jodohkan? ~ Kyai Mahfudz tersenyum penuh arti menatap putranya.
Bagaimana anak-anak bisa mengenal mereka? Bahkan mereka baru kemarin datang ke kota ini. ~ David.
Kak Dedek pasti tidak akan menolak jika tahu laki-laki yang mencuri hatinya adalah laki-laki yang dijodohkan dengannya. ~ Adit.
*****
NEXT
*****
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DENGAN LIKE, KOMENTAR, VOTE, DAN RATING BINTANG LIMANYA YAH? BERI JUGA HADIAH JIKA BERKENAN. TERIMAKASIH!
JANGAN LUPA UNTUK MEMBACA KARYA AUTHOR YANG LAIN. VOTE DAN BERI HADIAH JUGA UNTUK KARYA AUTHOR DENGAN JUDUL PERNIKAHAN DADAKAN DAN OH SUAMIKU. TERIMAKASIH!
ringan, lucu, seru bacanya smbil cengengesan sendiri ini...😅