NovelToon NovelToon
Ketika Bosku Mencari Cinta

Ketika Bosku Mencari Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nana Curly

Galas Pribadi Sae, seorang pengusaha muda yang sukses namun sedikit perhitungan masalah uang. Menginginkan seorang istri idaman, seorang wanita yang sempurna luar dan dalam.

Gayung Andara, seorang anak dukun yang manis, memiliki kenangan tak menyenangkan di masa remajanya.

Ikuti kisahnya yah ... Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Curly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

POV GAYUNG

Kak Galas sialan!

Aku bahkan sudah begitu fasih mengumpatinya sekarang. Meskipun hanya berani didalam hati saja. Ini sudah seminggu lebih dan dia tidak memberiku kabar sama sekali. Otakku menduga-duga, apa dia sudah bosan padaku? Atau apakah kemarin itu kita sedang bermain kencan-kencanan seperti dulu atau apa? Tolong jelaskan padaku! Ingin rasanya aku berteriak sekencang mungkin.

Aku menangis. Apakah aku terlalu cengeng? Biarlah, jika memang iya, aku tidak peduli. Aku tak peduli Kak Sasya melihatku seperti ini. Aku galau, marah, kesal tapi aku juga merindukannya. Aku merasa seperti sedang dicampakkan. Namun aku butuh penjelasan jika memang benar aku dibuang. Aku merutuki kelemahanku, aku tidak berani menghubunginya lebih dulu. Aku tidak mau terlihat seperti mengemis cintanya. Aku takut Kak Galas terganggu dengan sikapku dan membenciku nantinya. Seperti Adi yang merasa terganggu denganku dahulu.

"An, makan yang pedas-pedas yuk." Aku tahu Kak Sasya berusaha menghiburku. Ia tahu suasana hatiku sedikit membaik setelah makan sesuatu yang pedas.

"Ayo," kataku setelah menyeka air mataku dengan tisu.

"Tapi aku mau ke toilet dulu ding," ucapnya. "Kayanya aku sembelit, deh, gara-gara sering nahan pup kalau dikantor. Kalau kaya gini terus lama-lama bisa ambeian aku." Kak Sasya mendumel, sebelum bergegas meninggalkanku ke kamar mandi.

Aku keluar dari kamar, menunggunya dibalkon sambil menikmati semilir angin yang menyejukkan. Menatap para pemuda-pemudi penghuni kosan bawah yang sedang bermain gitar dan bernyanyi bersama. Entah perasaanku saja atau bagaimana, aku merasa salah satu diantara mereka menatapku. Mata kami saling bertemu, dan aku dapat melihat dengan jelas ia melemparkan senyuman ke arahku. Namun aku tak membalasnya, aku tak mengenalnya dan aku terlalu sibuk memikirkan Galas sampai untuk tersenyum pun rasanya susah sekali.

Laki-laki itu kemudian mengambil alih gitar dari tangan temannya dan mulai memetiknya, menyanyikan sebuah lagu lama yang cukup terkenal kala itu.

Lama sudah tak ku lihat

Kau yang dulu ku mau

Kadang ingat kadang tidak

Bagaimana dirimu

Kau cantik hari ini

Dan aku suka

Kau lain sekali

Dan aku suka

Entah ada angin apa

Kau berdiri disana

Berhenti aliran darahku

Kau menatap mataku

Kau cantik hari ini

Dan aku suka

Kau lain sekali

Dan aku suka

Takkan ku biarkan lagi

Kau menghilang dari kehidupanku

....

Sebuah lagu dari Lobow ia nyanyikan begitu merdu. Aku sedikit risih, entah kenapa aku merasa ia menyanyikan lagu itu untukku. Awalnya aku mengira aku terlalu percaya diri, tapi ia kembali melemparkan senyumnya kepadaku. Teman-temannya ikut mengikuti pandangan laki-laki itu, mereka semua kini menatapku yang mulai berdiri dengan salah tingkah. Aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan, apakah aku harus membalas senyuman mereka atau tidak. Akhirnya aku memilih kembali ke kamar dan kembali merebahkan diriku dikasur empukku kembali. Kak Sasya lama sekali, batinku.

Sebuah dering telepon menghentikan aktivitasku berseluncur didunia maya. Bapak menelponku.

"Halo, Assalamuallaikum."

"Wallaikumsalam," jawab Bapak di seberang telpon. "Belum tidur, Nduk?

"Belum, Pak."

"Sehat, kan disana? Tumben lama ndak telpon Bapak?"

"Sehat, Pak. Gayung sibuk ...." Sibuk memikirkan Kak Galas maksudku.

"Sibuk pacaran sama Galas," ledek Bapakku. Aku terbangun dari gaya rebahanku. Dalam hatiku bertanya-tanya, darimana Bapak tahu tentang Kak Galas. Karena aku belum bercerita sama sekali tentang hubungan kami.

"Bapak tahu dari mana?"

"Ya dari Galas, dia datang ke sini ...."

"Kak Galas main ke rumah?" Tiba-tiba perasaanku menghangat mendengarnya.

"Iya ... dia mau melamar kamu."

Melamar??? Perasaan bahagia membuncah seketika dalam dadaku. Aku ingin menangis karena dugaan-dugaan yang sempat kutakutkan ternyata tidak benar terjadi.

"Terus ... bagaimana?" Aku ingin tahu kelanjutannya. Bapak pasti setuju kan?

"Bapak sih, sebenarnya setuju-setuju saja. Cuma ...." Bapak menahan kalimatnya, membuatku tak sabar ingin mendengar selanjutnya.

"Cuma apa Pak?"

"Cuma ... kamu tahu, kan, Nduk. Kalian berbeda keyakinan, kalian tidak bisa menikah." Rasa bahagia yang menyelimutiku sebelumnya sirna sudah. Berbeda keyakinan? Aku tidak tahu tentang itu. Apa artinya tidak ada harapan untuk kami bersatu?

"Bukankah Inge muslim?"

"Inge mualaf, setelah sembuh dulu, ia masuk Islam. Bu Mira yang membimbingnya, kalian sering mengaji bersama, kan?" Ya, kami memang mengaji bersama di masjid. Tapi aku tidak tahu kalau ia seorang mualaf.

"Kak Galas bilang apa?" Keyakinan memang tidak bisa dipaksa, tapi salahkah aku bersikap egois dengan berharap Kak Galas akan mengikuti keyakinanku. Aku melipat bibirku, menahan suaraku yang mulai bergetar. Air mataku jatuh satu per satu dan aku tidak mau Bapak tahu itu. Kak Sasya yang baru saja keluar dari kamar mandi, menghampiriku penuh rasa ingin tahu. Ia berjongkok disampingku, menungguku selesai dengan panggilan telepon.

"Kamu tahu, kan, Nduk. Keyakinan itu tidak bisa dipaksa." Bapak sepertinya tahu apa yang ku pikirkan. Dan aku juga tahu arti dari kalimat yang Bapak ucapkan. Aku segera mengakhiri pembicaraanku dengan Bapak dengan alasan aku ingin menghubungi Kak Galas untuk membicarakan masalah kami. Namun pada kenyataannya, aku hanya ingin menangis saja. Aku tidak berani menghubunginya, aku takut Kak Galas merasa aku memaksakan kehendak.

Bagiku cinta itu magic. Ketika dua orang manusia memiliki perasaan yang sama, saling mencintai, saling menyayangi, saling menginginkan. Itu sungguh luar biasa, karena aku belum pernah mengalaminya sebelum bertemu dengan Kak Galas. Cinta pertamaku bertepuk sebelah tangan. Beberapa kali aku mendapatkan pernyataan cinta, tapi aku tidak memiliki cinta untuk mereka . Lalu kini, disaat aku menemukan orang yang memiliki perasaan yang sama denganku. Cinta kami terhalang perbedaan yang begitu besar.

Tubuhku rasanya lemas dan sesak, aku butuh asupan oksigen untuk membuat nafasku normal kembali. Aku ingin bertemu dengan Kak Galas. Aku ingin memeluknya untuk terakhir kali jika memang kami tidak bisa lagi melanjutkan hubungan ini. Tidak! Aku tidak mau hubungan kami berakhir. Meskipun hubungan kami begitu singkat namun aku merasa bahwa aku tidak bisa hidup tanpanya. Aku ingin menua bersamanya. Apakah aku harus mengalah dan mengikuti keyakinannya? Pikiran itu bercokol sejenak diotakku. Tapi sedetik kemudian, otakku menolaknya. Aku tidak bisa melakukan itu.

"An, kenapa?" Kak Sasya merangkul pundakku, melihat aku yang melamun setelah menerima panggilan dari Bapak.

"Aku pengen keluar, cari angin," kataku dengan mata masih memerah. Kak Sasya tak bertanya, ia menggandengku keluar dari kamar. Saat kami menuruni tangga, seseorang memanggil kami.

"Hei, gabung sini." Seorang gadis cantik yang ku lihat tadi saat dibalkon bersama beberapa lelaki yang sedang bermain gitar, meminta kami bergabung.

"Boleh, Kak?" tanya Kak Sasya antusias. Ia memang sempat bercerita kemarin, bahwa ada salah satu dari mereka yang membuat jantungnya berdebar-debar. Dan mendapatkan tawaran ini, jelas kesempatan bagus buat Kak Sasya mengenal pria yang dia taksir itu.

Mataku dan mata laki-laki yang menyanyikan lagu" kau cantik hari ini" tadi kembali bertemu. Dia tersenyum lagi dan sekali lagi maafkan bibirku yang tidak bisa diajak tersenyum. Dia cukup tampan dan muda, mungkin lebih sedikit diatasku usianya. Tapi jelas Kak Galasku lebih tampan meski sudah berumur. Aku menghela nafas berat, Galas benar-benar menguasai otak dan hatiku. Aku sangat merindukan sikap manisnya kepadaku.

Aku sesungguhnya tak ingin bergabung dengan mereka, tapi aku tak boleh egois. Sementara Kak Sasya begitu menanti kesempatan ini datang.

"Bolehlah, ayo duduk." Salah satu pria menggeser duduknya, memberi tempat padaku dan Kak Sasya.

Kami berkenalan dan sekedar mengobrol ini itu. Lebih tepatnya Kak Sasya yang lebih banyak bicara, sedang mulutku terlalu malas untuk bergerak. Aku hanya menjawab singkat-singkat saja.

"Sorry, ya, temanku lagi galau soalnya," beber Kak Sasya, aku memelototinya. Aku tidak suka orang tahu kondisiku, meski sudah terlihat jelas pada wajah kusutku.

"Daripada galau, mending kita bernyanyi saja. Mau request lagu apa?" tanya laki-laki yang terus tersenyum kearahku tadi, siap dengan gitar ditangannya. Teman-temannya langsung menggodanya dan aku merasa risih dengan hal itu.

"Apa saja," jawabku datar. Mungkin mereka semua menganggapku jutek dan sombong sekarang. Tapi aku tidak bisa bersikap manis dan beramah tamah sekarang. Maafkan aku ...

Aven, nama laki-laki itu. Ia nampak bingung mau menyanyikan lagu apa. Karena terlalu lama, teman disampingnya merebutnya dan mulai memetik gitar.

"Aku wakilin dia, Mbak." Dia memanggilku mbak sembari menyenggol lengan Aven dengan senyum jahil dan mulai menyanyikan lagu lama milik St 12. Suaranya tak seenak Aven, tapi masih layak untuk didengarkan.

Kau gadisku yang cantik

Coba lihat aku disini

Disini ada aku yang cinta padamu

Kau gadisku yang manis

Coba lihat aku disini

Disini ada aku yang sayang padamu

Walau ku tahu bahwa dirimu

Sudah ada yang punya

Namun kan ku tunggu sampai kau mau

...

***

Yah ... pokoknya begitulah ...

Authornya lagi gak ada ide ...

Hehehe ...

Jangan lupa like&komen ... salam sehat selalu

1
Ersa
Luar biasa
Safitri Agus
yg ini sudah dibaca duluan, Alex dan Pandan 👍
Safitri Agus
udah tamat ya Thor,, keren ini novel nya suka banget dgn jln critanya,dan like always,happy ending,👍 terimakasih kak Nana curly 🙏🥰
Safitri Agus
ehh Jio ga jd sama Sasya,, kasian.
Safitri Agus
ini yg lahir pertama ya,kakaknya si Alex nih,calon dukun juga kyk mbahnya 🤭😁😁
Safitri Agus
Tiara kena San**t bini nya Jay,,,mungkin.
Safitri Agus
wah Gayung banyak maunya nih,🤭
Safitri Agus
heh langsung cuss aja mandi dulu dong,ini sepertinya gayung hamil,Galas lg ngidam 🤭
Safitri Agus
Sasya sama jio aja biar saling belajar,😁,ditutorin sama Safa,,astaga mak² satu ini dah losdol ga ada rem nya,😭🤣
Safitri Agus
yg wajar dan standar ok,tp jg terlalu ekstrim,🤭🤣
Safitri Agus
cocok visualnya,suka😍
Safitri Agus
kayaknya si Sasya ini othor ya 😂🤭
Safitri Agus
gayung utk mandi,Galas utk minum,sama2 bikin adem 😊
Safitri Agus
Jay dan Tiara,,teman makan teman
Safitri Agus
check up kesehatan mungkin sekalian di khitan 🤭
Safitri Agus
lah aku kok baru ngeh ya, jd ingat part brp itu,,,kukira dia suka nunda² waktu ibadah,,wah kalo gini berat rintangan ,, akidahnya harus sama ya pak bos
Safitri Agus
waahh dpt rejeki nomplok 😂🤭
Safitri Agus
Galas ketemu Gayung,, peralatan dapur, cocok, segeralah kalian membina rumah tangga ☺️
Safitri Agus
kisah Galas en Gayung,,duluan baca kisah anaknya si Alex😊
M Yuliono
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!