NovelToon NovelToon
Terjerat Pesona Bujang Lapuk

Terjerat Pesona Bujang Lapuk

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Menikah dengan Kerabat Mantan / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: mama reni

"Kulihat-lihat, Om sudah menua, apakah Om masih sanggup untuk malam pertama?" ucap Haura menatap Kaisar dengan senyum sinis.

Kaisar berjalan ke arah Haura dan menekan gadis itu ke tembok. "Harusnya saya yang nanya, kamu sanggup berapa ronde?"

-

Karena batal menikah dengan William, cucu dari konglomerat terkenal akibat perselingkuhan William. Haura Laudya Zavira, harus menerima dijodohkan dengan anggota keluarga lain yaitu Om dari William, atas dasar kerjasama keluarganya dan keluarga William.

Tapi siapa sangka, laki-laki yang menggantikan William adalah Kaisar Zachary Zaffan—putra bungsu sang konglomerat, pria dewasa yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua Puluh Tujuh

Sinar matahari pagi yang masuk melalui celah jendela membangunkan Haura dari tidurnya. Dia merasa sedikit lelah dan tidak ingin bangun, tapi sinar matahari yang cerah membuatnya tidak bisa tidur lagi. Haura membuka matanya dan melihat ke samping, suaminya Kaisar masih tertidur.

Haura tersenyum dan memandang Kaisar dengan mata yang lembut. Dia melihat wajah Kaisar yang tenang dan damai, dan merasa sedikit bahagia. Haura berpikir bahwa Kaisar pasti sangat lelah setelah bekerja keras kemarin, dan dia tidak ingin membangunkannya.

Haura berdiam diri selama beberapa saat, sambil terus menatap wajah tampan sang suami. Dia merasa sedikit bahagia dan puas karena memiliki suami yang baik dan penyayang seperti Kaisar. Haura kemudian berpikir bahwa dia harus bangun dan memulai hari ini, tapi dia masih tidak ingin meninggalkan Kaisar yang masih tertidur.

Haura lalu tidur menyamping menghadap Kaisar dan memeluk tubuh suaminya. Sejak menikah dia baru tahu kebiasaan suaminya, pria itu selalu tidur dengan telanjang dada. Dia memainkan jemarinya di dada bidang pria itu.

Tanpa Haura sadari, suaminya terjaga dan membuka mata. Melihat sang istri yang asyik bermain di dada, dia menutup mata kembali, berpura-pura tidur. Setelah cukup lama sang istri bermain, Kaisar lalu menarik pinggang sang istri agar merapatkan tubuhnya. Hal itu cukup membuat wanita itu terkejut.

"Sedang apa kamu? Perbuatan kamu ini bisa membangunkan sesuatu di tubuhku," bisik Kaisar sambil mengecup dahi Haura dengan lembut.

Kaisar seperti mendapatkan mainan baru. Haura seperti istri, adik dan anaknya. Dia terkadang bertingkah seperti anak kecil yang lugu dan terkadang wanita dewasa. Hal itu membuat Kaisar mulai mencintainya. Tak Angel yang pernah dekat dengannya, dia mencintai Haura lebih dari rasa yang pernah ada buat mantan kekasihnya itu.

"Mas, sudah bangun? Aku kira masih tidur," ucap Haura malu. Dia lalu bangun dan tersenyum. Wajahnya tampak memerah menahan malu.

"Aku bantu mama buatkan sarapan dulu," ucap Haura. Dia turun dari tempat tidur.

"Sayang, aku mau sarapan roti bakar saja. Tapi kamu bawa ke kamar aja ya," ucap Kaisar.

"Kalau begitu, aku buatkan roti bakarnya dulu. Mas mandilah. Nanti aku bawakan ke kamar sarapannya," jawab Haura.

"Terima kasih, Sayang." Kaisar mengucapnya sambil tersenyum.

Sekitar setengah jam, Haura masuk dengan sepiring roti dan dua gelas susu. Dia melihat sang suami telah selesai mandi dan sedang memasang dasi.

Haura lalu mendekati Kaisar dan membantu memasangkan dasinya. Ketika dia sedang menyimpulkan dasi, suaminya itu melingkarkan tangannya di pinggang sang istri dan mengecup bibirnya.

"Mas, jangan banyak gerak. Nanti dasinya nggak rapi, nih," ujar Haura. Dia sedikit kesulitan karena Kaisar yang terus saja mengecup bibirnya. Wajah Haura memerah karena malu. Dia berusaha menghindari tapi pria itu masih terus mengecupnya.

"Bibirmu sangat menggoda, Sayang," ucap Kaisar. Dia lalu menarik pinggang Haura hingga tubuh mereka makin merapat.

Kaisar langsung mengangkat tubuh Haura dan mendudukkan di meja rias. Pria itu kembali mengecup bibir istri kecilnya itu.

Ciuman yang awalnya lembut berubah menjadi menuntut. Haura lalu melingkarkan tangannya di leher Kaisar. Mereka saat ini saling membelit lidah. Sepertinya Haura sudah mulai bisa membalas apa yang suaminya lakukan.

Kaisar melepaskan tautan dan membuka pakaian Haura. Tampak dua gunung kembarnya yang menantang. Pria itu sedikit menunduk dan menghisap pucuknya, sesekali menggigitnya kecil. Wanita itu tidak bisa menahan suara kenikmatannya lagi.

Kaisar menarik baju Haura kebawah hingga terlepas. Kemudian dia menunduk dan menanggalkan segitiga pengaman sang istri hingga tubuhnya saat ini telah polos.Dengan posisi berdiri, Kaisar mulai memasuki inti tubuh sang istri. Wanita itu melingkarkan kakinya di pinggang sang suami.

"Mungkin masih terasa sakit, tapi nggak sesakit kemarin. Aku akan melakukan dengan pelan," bisik Kaisar dengan suara serak karena menahan hasratnya. Mereka memang baru beberapa kali melakukan hubungan, dan Haura selalu mengeluh sakit setiap habis berhubungan karena masih belum terbiasa. Ini kali ketiga mereka melakukannya.

Ketika akan menggerakkan tubuhnya, Kaisar me'lu'mat bibir Haura untuk meredam rasa sakit yang dirasakan wanita itu. Dia menggerakkan tubuhnya perlahan, dipegangnya pinggang sang istri dan merapatkan tubuh mereka untuk dapat memasuki tubuh Haura semakin dalam.

Kaisar juga tidak dapat meredam suara kenikmatannya. Di kamar itu terdengar suara beradunya dua kulit, dan juga suara kenikmatan yang keluar dari bibir Kaisar dan juga Haura. Keduanya tampak menikmati olah raga paginya.

Haura membenamkan kepalanya di leher Kaisar, menahan rasa sakit dan juga nikmat yang mulai dirasakan. Hingga akhirnya pria itu mencapai puncaknya. Dia memeluk erat tubuh mungil istrinya itu. Dia menggendong wanitanya dengan inti tubuh yang masih menyatu.

Tubuh Haura lalu diturunkan perlahan di atas ranjang. Setelah itu barulah Kaisar melepaskan penyatuan mereka. Dia kembali mengecup bibir istri kecilnya itu..

"Terima kasih, Sayang. Kamu telah memberikan seluruh tubuhmu hanya untukku, suamimu ini," ucap Kaisar pelan.

Kaisar lalu bangun dari atas tubuh sang istri. Kembali memberikan kecupan di dahi wanita itu.

"Masih sakit?" tanya Kaisar selanjutnya.

"Sedikit," ucap Haura pelan. Dia memang hanya merasa sedikit sakit dan sepertinya telah mulai terbiasa.

"Aku mandi dulu, setelah itu baru kamu.Sehabis mandi, tidurlah. Istirahat. Nanti ketika akan jam makan siang saja kamu ke kantor sambil membawakan bekal makan siang kita. Aku mau kita makan siang di kantor saja," ucap Kaisar.

"Aku yang akan memasaknya nanti untuk Mas. Tapi mungkin tak seenak masakan mama," ujar Haura.

"Aku yakin masakanmu tak kalah enak dengan mama," balas Kaisar. Haura tersenyum mendengar jawaban suaminya. Pria itu selalu bisa membuatnya tersanjung.

"Aku mau mandi lagi, apa kamu mau mandi bareng?" tanya Kaisar sambil tersenyum menggoda.

"Mas mandi aja dulu. Jika kita mandi bareng, aku malu. Lagi pula nanti Mas pengin lagi. Masih sakit ...," ucap Haura polos. Hal itu membuat Kaisar tertawa.

Dia lalu masuk ke kamar mandi. Terpaksa mandi lagi setelah permainannya pagi ini. Setelah selesai mandi, Kaisar kembali memakai baju kerjanya.

Dia melihat Haura kembali tidur dengan selimut yang menutupi tubuhnya. Kaisar mendekati dan mengecup dahi Haura, membuat wanita itu terbangun dan membuka matanya.

"Mas mau langsung pergi kerja?" tanya Haura melihat suaminya yang telah berpakaian rapi.

"Iya, kamu tidurlah lagi. Sarapan roti bakar yang kamu buat aku bawa, makan di mobil. Setelah mandi, istirahat saja. Siang nanti aku minta supir menjemputmu. Sekitar jam sebelas," ujar Kaisar.

Haura hanya mengangguk sebagai jawaban. Setelah mengecup dahi dan kedua pipi sang istri, Kaisar beranjak pergi meninggalkan kamarnya.

**

Di tempat lain, Angel juga tampak baru bangun tidur. Dia ingin membuat kejutan dengan mendatangi kantor Kaisar.

"Siang ini aku akan mendatangi Kaisar. Aku ingin buktikan pada istrinya, jika diriku masih bertahta di hati pria itu. Walau dia berstatus istri sah, tapi aku yang ada dalam pikirannya," gumam Angel pada dirinya sendiri.

1
Yuli Yuliati
Bagus cerita ny gak bertele tele
Sumini Ningsih
udah untung di sayang sama oma,eh malah ngelunjak
Sumini Ningsih
sukurin lo kena banget tuh
Sumini Ningsih
mungkin angel udah cerai kali sama suamonya makanya dia ngejar2 kaisar
Sumini Ningsih
perempuane matre, pemburu orang kaya
Sumini Ningsih
gimana yah rasanya bareng serumah sama mantan
Sumini Ningsih
pantesan sipatnya si williqam beda, seperti orang yg tidak bedpendidikan
Sumini Ningsih
mulutnya minta di jahit tuh si melly
Sumini Ningsih
ternyata mama kartini memelihara ular di rumahnya
Sumini Ningsih
uhh dasar yusuf tidak tau diri, mau menguasai hartanya
Sumini Ningsih
alhamduliah haura menang banya deh, ketimbang nikah sama si william
Sumini Ningsih
aduh udah nih thor
Sumini Ningsih
🤣🤣udah ga sabar ya om
Sumini Ningsih
aku suka visualnya ganteng dan cantik
Sumini Ningsih
semoga kaisar baik orangnya
Sumini Ningsih
kenapa sih oma memaksa banget
Sumini Ningsih
ya ketimbang sama william cowo yg tidak punya ahlak
Sumini Ningsih
sekarang pelakor semakin berani ya
Sumini Ningsih
menjijikan, masa si kayla di bilang jalang ga terima
Sumini Ningsih
lagian nantangin om om😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!