NovelToon NovelToon
MENIKAHI MUSUH KERAJAANKU (Seson 1 & 2)

MENIKAHI MUSUH KERAJAANKU (Seson 1 & 2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Action / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:623.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ekouchi Aya

Apa?!! Menikahi Musuhku? Apa itu mungkin?... Namaku adalah Demian Wulfric, yaitu raja dari kerajaan Endom, kerajaan terkuat di belahan bumi Eropa. Aku disebut sebagai raja dari kayangan, karena parasku yang sangat rupawan dan sifatku yang sangat dingin.

Selama hidupku, aku menanggung amarah yang amat dalam kepada musuh yang telah membunuh orang tuaku dan memporak-porandakan rakyat serta kerajaanku.

Namun, takdir berkata lain, aku terpaksa harus menikahi putri dari musuhku, yaitu putri dari kerajaan Alamore yang bernama Putri Aurora Delacour. Ia adalah putri yang sangat cantik jelita yang memiliki 'Mutiara Abadi' di dalam tubuhnya. Mutiara yang membuatku sangat bergantung kepadanya dan aku harus menahan rasa cinta yang mendalam kepadanya, hanya karena masa lalu yang sangat menyakitkan di antara kami.

Bagaimana kisah perjalanan cinta kami selanjutnya? Jangan lewatkan kisah kami ya...

Jangan lupa like, komen & dukung cerita ini dengan 5 Vote yaah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekouchi Aya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merasa Bersalah

Selama aku mengenal bibi Luis, aku tak pernah melihatnya semarah itu. Mungkin aku telah melakukan kesalahan karena telah membawa Aurora untuk menemuinya. Tapi, apa yang telah disampaikan bibi Luis pun membuat hatiku tersayat ketika mendengarnya.

Sedangkan, Clara yang waktu itu telah mendengar semua perkataan kami, ia langsung berlari menemui Kai dan Ken di ruang bermain anak-anak. Clara merasa dirinya sangat marah, ia berusaha untuk tidak mempercayai semua perkataan bibi Luis, sehingga ia ingin memastikan kembali informasi yang masih ia ragukan.

"Kai ...!, cepat katakan semuanya tentang si wanita itu!" seru Clara kepada Kai dengan berlinang air mata.

"Ada apa Clara?" tanya Ken yang sedang bermain dengan anak-anak yatim di ruangan itu.

"Kai ..., Ken ..., apakah, Aurora adalah seorang Putri Alamore?" tanya Clara membuat Kai dan Ken tercengang bingung akan jawaban pertanyaan itu

Ken dan Kai hanya terdiam atas pertanyaan Clara.

"Kenapa kalian diam saja!!?, aku yakin pasti ada sesuatu yang kalian sembunyikan dariku!" saut Clara dengan memukul badan Kai.

"Tenanglah Clara, kumohon tenanglah," saut Ken yang menghentikan tangan Clara yang terus menyakiti badan Kai.

Clara menangis terseduh-seduh membuat Kai dan Ken serba salah. Mereka berdua pun mengajak Clara ke kamarnya dan menceritakan semua yang telah terjadi kepada Clara.

"Jadi semua yang dikatakan bibi Luis benar adanya?" tanya Clara.

"Hhmmm," jawab Ken yang berdiri tepat di depan Clara.

"Tapi, semua yang terjadi dua puluh lima tahun silam, tak ada hubungannya dengan Putri Aurora," tutur Kai yang duduk di sampung Clara.

"Bahkan, dia tidak tahu apa-apa, sepertinya keluarganya tidak pernah menyinggung apa pun mengenai masalah peperangan kepada Putri Aurora," jelas Ken menambahi.

Semua yang telah dijelaskan oleh Kai dan Ken kepada Clara, sama sekali tak digubris olehnya. Clara tetap mulai membenci Aurora karena alasan Aurora adalah putri dari kerajaan yang telah merebut orang tuanya.

* * *

Setelah Aurora mendengar apa yang dikatakan oleh bibi Luis, ia sangat sedih dan terpukul. Aurora menyesali apa yang telah kerajaannya perbuat kepada kerajaan Endom.

"Aku sama sekali tak mengerti kejadian di masa lalu, yang kutahu hanyalah, ketika Anda menyerang kerajaanku," tutur Aurora yang saat itu hendak kuantarkan untuk kembali ke kamarnya.

"Aku tak ingin membahasnya denganmu, kembalilah ke kamarmu untuk istirahat," sautku yang kemudian meninggalkan Aurora sendiri.

Rasa dendamku merasa memuncak ketika memasuki kamar bibi Luis. Rasanya dadaku terasa sesak, rasa marah, sedih, penyesalan bercampur jadi satu. Luka yang dirasakan banyak orang membuatku merasa sakit karena tak bisa melakukan apa-apa. Tapi, aku malah menjadikan seorang Putri Delacour menjadi istriku.

Keesokan harinya adalah hari terakhir bagi kami untuk menginap di rumah bibi Luis. Waktu itu Mia dan Aurora sengaja mulai mengemasi barang-barangnya.

Di kamar yang terlihat sedikit berantakan itu, Aurora dan Mia mulai menata kembali barang-barang di dalam tasnya. Akan tetapi ketika berkemas, Aurora kehilangan parfum lavender kesukaannya.

"Mia, kau tak lihat parfum yang biasa aku pakai?" tanya Aurora mulai khawatir parfumnya menghilang.

"Apakah, parfum pemberian Raja Stiven untuk Anda itu?" timpal Mia

"Mia, aku serius ..., parfumnya tidak ada di dalam tasku," seru Aurora bertambah panik.

"Tenang Tuan Putri, nanti juga ketemu," tutur Mia menenangkan Aurora.

"Tidak bisa, pokoknya harus temukan parfum itu," kata Aurora sambil terus mencari.

Aurora dan Mia berusaha menemukan parfum lavender itu sampai melupakan waktu makan siang. Sehingga Clara pun masuk kamar dan menjemput mereka.

"Tok ... Tok ... Tok ..." suara ketuk pintu kamar Aurora.

"Silahkan masuk," saut Mia.

Clara pun terkaget melihat kamar yang sangat berantakan akibat Aurora yang sibuk mencari parfumnya.

"Kenapa berantakan sekali?" kata Clara dengan ketus.

"Maaf, kami masih harus merapikan semuanya," terang Aurora.

"Semua orang telah menunggu kalian berdua untuk makan siang, cepatlah jangan suka bikin orang menunggu !" seru Clara membuat Mia selalu geram menghadapinya.

"Iya baik," timpal Aurora.

Clara pun kembali meninggalkan Aurora dan Mia menuju ruang makan.

"Entah mengapa saya ingin sekali marah jika berurusan dengan dia, Tuan Putri," saut Mia dengan mengatur nafasnya.

"Sudahlah, mari kita makan siang dulu, semua sudah menunggu kita Mia," tutur Aurora meninggalkan kamarnya.

* * *

Seperti biasa, siang itu terlihat menu makanan yang tertata rapi di atas meja makan. Aurora dan Mia datang terlambat karena sibuk mencari parfum lavender yang biasa Aurora gunakan. Ketika kami mulai menikmati makanan di meja makan, tiba-tiba datanglah salah satu anak laki-laki yang berteriak meminta tolong.

"Tolong ... tolong ..., Issabelle asmanya kambuh lagi !!!" teriak bocah lelaki itu.

Kami pun terkejut dan langsung beranjak dari tempat makan.

"Di mana Issabelle sekarang?!" seruku dengan penuh kekhawatiran.

"Di kamarnya kak, ayo cepat !!!" seru bocah lelaki itu.

"Issabelle? anak manis itu?" tanya Aurora.

"Iya, ayo kita kesana," suara Kai dengan cepat.

Kami semua menuju kamar Issabelle. Terlihat Issabelle yang terisak tangis kecil karena merasakan sakit di bagian dadanya. Dia juga susah bernafas karena penyakit asma yang ia derita semenjak masih bayi. Kejadian kali ini pun sangat mengejutkan. Ketika Clara mengalami asma, di samping tubuhnya ditemukan sebuah botol parfum yang tak pernah ada sebelumnya.

"Panggilkan dokter, cepat!!!" teriakku yang mulai kebingungan karena melihat Issabelle yang terus kesakitan.

"Apa ini?!" saut Kai menemukan benda yang ada di samping badan Issabelle.

"Ini, bau lavender bukan?" cetus Kai lagi.

"Issabelle alergi dengan bau lavender, jika ia mencium bau lavender asmanya akan muncul dengan cepat," terang Clara saat itu.

"Lalu, kenapa parfum ini ada di sini?" tanyaku penasaran.

"Lavender? itu adalah milikku, kenapa ada di samping Issabelle," jelas Aurora kepada kami semua.

"Tuan Putri, bukankah parfum itu yang seharian kita cari?, tapi kenapa bisa ada di kamar ini?" tanya Mia begitu heran.

"Ini parfum milikmu!?" tanyaku yang tak sanggup lagi mengontrol emosi.

"Iya, ta ...pi, kenapa ...." saut Aurora yang kemudian kutarik tangannya dengan cepat.

"Ikut denganku!" sautku membawa Aurora keluar dari ruangan itu.

"Jelaskan padaku, kenapa parfum lavender itu ada di kamar Issabelle?" tanyaku sambil menahan rasa emosi.

"Saya pun tak tahu," jawab Aurora.

"Kau tak tahu?, kenapa dalam semua situasi seperti ini kau selalu bilang 'tidak tahu'?, gara-gara kerajaanmu kami semua kehilangan orang tua, dan sekarang kau juga mau merenggut nyawa gadis kecil itu? dan kau sekarang pun mengatakan tidak tahu?!, apa ini? apa maksudmu?!" sentakku mulai tak terkendali.

"Maafkan saya, saya betul-betul tak mengerti kenapa parfum itu ada di kamar Issabelle?" tutur Aurora penuh penyesalan.

"Kau dan keluargamu sangat luar biasa Aurora, kalian selalu merenggut semua milik kami," dengan cepat aku meninggalkan Aurora.

"Tuan Putri, Anda baik-baik saja?" saut Mia yang berlari mendatangi Aurora.

"Aku memang tak mengerti semuanya," kata Aurora dengan meneteskan air matanya.

1
snaaflh_desu
mangat thor
Fetry Nokas
aa terharu banget 🥲
Fetry Nokas
aurora cantik banget raja damian juga 👑🤩
Fetry Nokas
Raja Nuel ko gatel banget yah
seorang raja ko sifatnya seperti itu menyebalkan
Fetry Nokas
ftonya ratu aurora dong
Ika Fitri
the best
Ika Fitri
semangat up Thor
Ika Fitri
like so much
Ika Fitri
aku padamu Thor
Ika Fitri
lanjut
Ika Fitri
seru abiss
Ika Fitri
vote ku untukmu thor
Ika Fitri
up
Ika Fitri
bagus karyamu Thor
Ika Fitri
seru banget
Ika Fitri
aku mendukungmu Thor
Ika Fitri
wow bintang Korea semua Thor
Ika Fitri
lucu thor
Ika Fitri
musuh dalam selimut
Ika Fitri
like like like
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!