NovelToon NovelToon
Hati Lunara

Hati Lunara

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:53.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Muf

Perjuangan menggapai sebuah filosofi emosi bernama cinta, untuk hati yang selalu menangisi lingkaran rindu tak berujung di masa kecilnya kepada Ayah Bunda

Sebagaimana puisi yang menyimpan banyak makna dari setiap rangkaian kata
Begitu juga hidup yang menyimpan banyak rahasia dari setiap rangkaian peristiwa

Seorang gadis bernama Lunara yang hidup dengan takdir yang seolah seperti terus mempermainkan hatinya

"Cinta itu anugerah, jika aku tidak bisa mencintaimu sebagai pendamping hidupku, maka aku akan mencintaimu sebagai adikku" - Juan

"Saya bukan pengecut, tapi mencintai dia dalam do'a-do'a saya adalah bukti terbesar cinta saya untuk dia" -Reyhan

"Layaknya puisi... kamu itu ibarat sajak yang membuat kalimat lebih indah, kamu adalah inspirasi yang tidak bisa aku hentikan" -Luna

Ini novel pertamaku
Semoga kalian suka ya 😊
.
.
.
Ig @inrosas_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Sebesar apapun resiko kejujuran, itu selalu lebih baik dari kebohongan...

.

.

.

Dengan cemas yang menyesaki seluruh ruang hatinya Yana terus melihat ke kanan dan kiri dengan gelisah serta tangan yang terus meremas ujung bajunya.

Disampingnya, Luna mengangkat tangannya mendarat ke atas punggung tangan Yana. Untuk menenangkan. Harapnya.

Yana menoleh. Tampak gurat kecemasan dengan jelas di wajahnya.

"Sebesar apapun resiko kejujuran, itu akan selalu lebih baik dari kebohongan"

Luna menasehati adiknya.

Saat ini mereka tengah duduk di pojokan cafe yang masih sepi pelanggan karena baru saja buka dan waktu pun masih sangat pagi.

Tak lama, orang yang mereka tunggu pun hadir. Seorang pria bertubuh tinggi dengan setelan jas rapi berjalan gagah menuju meja Yana, di pasangnya senyum yang cukup manis sampai matanya memicing melihat Luna di samping Yana saat jaraknya sekitar 10 kaki lagi untuk sampai.

Sampai. Ia tarik kursi di meja cafe bundar dengan kapasitas 4 orang itu tepat di hadapan Luna dan Yana.

Pria itu tersenyum ke arah Luna seraya membenahi tempat duduknya agar lebih nyaman. Kemudian dia menoleh pada Yana sedikit lebih lama beberapa detik mengharapkan sebuah penjelasan.

Seolah mengerti, Yana langsung memperkenalkan Luna.

"Ini kak Luna mas..."

Katanya sambil menoleh Luna.

"Ohh Kakak kamu... Maaf saya gak tau. Perkenalkan saya Yudha Pratama, senang berkenalan dengan Anda"

Cukup lama tangan Yudha menganggur di udara untuk menjabat tangan Luna yang tak juga direspon. Yudha dan Yana saling pandang. Namun hanya Yudha yang terlihat heran dan canggung. Wajah Yana jelas menyiratkan ada suatu hal besar yang sedang menguasai pikirannya.

Baru saja Yudha akan menurunkan uluran tangannya, Luna berdiri dan menyambar jabatan tangan itu cepat dengan sorot mata masih mengitimidasi seperti sejak awal Yudha datang.

"Luna"

Jawabnya singkat.

"Silahkan duduk"

Luna mempersilahkan Yudha setelah dia sudah mendahului untuk duduk.

Hening...

Ketiga orang ini hanya duduk diam dengan air muka yang berbeda-beda.

Yana yang lebih banyak menunduk dan terlihat takut.

Luna yang terus menghujani Yudha dengan sorot mata tajam.

Sedangkan Yudha yang kebingungan tak mengerti dengan dua gadis di depannya ini.

Ada apa sebenarnya? Begitu yang Yudha tanyakan dalam hatinya.

Merasa tak akan ada yang mau memulai bicara, akhirnya Luna yang membuka percakapan antara mereka. Menoleh ke arah adiknya

"Mau kamu atau kakak yang ngomong?"

Tanya Luna serius.

Yana terkesiap panik. Lidahnya terasa kelu, keringat yang sejak tadi ia seka pun belum juga kering.

Tak ada jawaban. Luna menghembuskan nafas kasar.

"Yaudah kakak aja... "

"Jangan kak! Biar... Yana a.. aja"

Cegah Yana cepat melihat sang kakak sudah mantap untuk bicara dengan Yudha.

Selepas itu, Yana perlahan memutar tubuh dan matanya tepat menatap Yudha yang tengah memandangnya dengan penuh tanda tanya.

Belum juga terdengar apapun. Luna mulai tidak sabaran.

"Yana hamil!"

Deg!

Yana dan Yudha serentak menoleh pada Luna.

"Anak kamu"

Tambahnya lagi. Yudha sontak mengalihkan matanya yang terbelalak ke arah Yana, namun Yana hanya menunduk ke samping tanpa berani membalas tatapan Yudha.

"Bener itu Yan?"

Tanya Yudha memastikan.

"Ya bener lah, kamu..."

Tak sempat Luna menyelesaikan perkataannya, Yana sudah lebih dulu berdiri kemudian berlari meninggalkan Yudha dan Luna disana. Yudha tampak akan mengejar namun tertahan oleh suara Luna.

"Tunggu!"

"Saya akan tanggung jawab"

Yudha menyambar ucapan Luna dengan yakin. Ya, Luna bisa melihat itu.

Plakk!

Satu tamparan berhasil mendarat di pipi kiri Yudha. Ia tak tampak kaget apalagi marah. Meringis pun tidak. Ia malah mengangguk seolah menyetujui dan membenarkan respon kakak dari kekasihnya itu.

"Maaf"

Kata Luna setelah aksi menamparnya tadi.

Tidak! Itu benar dan pantas saya dapatkan. Yudha kembali menggeleng mendengar kata maaf dari mulut Luna

"Meskipun saat itu Yana tidak menolak, tapi tetap saja apa yang kami lakukan itu salah. Saya sudah melakukan hal buruk pada Yana. Saya tulus mencintai dia. Izinkan saya untuk bertanggung jawab penuh bagi Yana..."

Yudha berhenti sebentar untuk menarik nafas yang terasa berat sejak mendengar dua kata yang menggelegar dihatinya tadi dari mulut Luna "dan anak saya... " Tambahnya lagi.

Luna menyoroti Yudha lekat dengan bibirnya sedikit menyeringai miring dan nyaris tak terlihat.

Apa yang ia takuti tidak terbukti. Mendengar Yana hamil pertama kali sampai membawanya bisa berada disini, dihadapan Ayah bayi sang adik tentu sudah banyak memunculkan spekulasi-spekulasi negatif di pikiran Luna.

Saya gak akan tanggung jawab untuk anak yang belum jelas itu. Siapa tau kalian hanya menjebak saya.

Hamil? Yakin itu anak saya?

Dia aja mau tidur dengan saya. Ada yang bisa menjamin dia tidak begitu dengan orang lain?

Lalu hari ini bayangan perkataan pengecut dalam pikirannya dihapus begitu saja oleh Yudha. Ya, Yudha sepertinya bukan pria seperti itu. Apapun yang terjadi Luna percaya pada Yudha dan akan memperjuangkan mereka di depan kedua orangtuanya, terutama Edi.

Salah? Tentu saja Yudha dan Yana salah. Tapi memisahkan mereka juga salah, apalagi ada bagian dari mereka yang sedang menumpang hidup dalam rahim Yana.

Membantu mereka bahagia bukan berarti Luna membenarkan perbuatan lalu Yana. Selama mereka tau itu salah dan mau berubah, maka tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki semuanya.

Setelah mengatakan itu, Yudha menunggu jawaban Luna yang hanya terdiam melihat ke arah lain.

"Saya permisi ingin mencari Yana"

Yudha sudah siap akan melangkah.

"Yana akan menikah"

Kata Luna yang masih enggan menatap Yudha yang kini langkahnya kembali tertahan.

Sekilas dari ujung matanya Luna dapat melihat Yudha kembali berbalik dan mengangguk, belum sempat ia bicara, Luna kembali berkata

"Tapi bukan dengan kamu"

Yudha membeku di tempatnya.

"Maksudnya? Yana mengandung anak saya, bagaimana bisa dia dinikahkan dengan orang lain?"

Yudha bertanya tak percaya.

"Tentu bisa. Ayah kami percaya pria seperti kamu hanya akan merusak masa depan Yana"

Luna menjawab mantap. Bukan karena dia setuju Yana menikah dengan orang lain, tapi saat ini ia hanya sedang menguji Yudha.

"Saya gak akan biarkan itu terjadi"

Yudha pun menjawab tegas.

"Lalu bagaimana? Apa yang menjamin kamu bisa jadi laki-laki yang baik untuk Yana sementara faktanya saat ini kamu sudah menjerumuskan dia ke dalam situasi yang tidak baik terlebih lagi sebuah dosa besar. Dan bagaimana juga cara kamu mencegah pernikahan itu? Mau ajak dia kawin lari?"

"Tidak. Saya hanya akan menikahi Yana dengan restu dari kalian semua. Saya salah sudah menjerumuskan Yana. Saya berdosa, saya akui itu. Saya ingin menebus semuanya, untuk itu saya tidak akan membawa Yana dari keluarganya dan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya"

Jelas Yudha begitu yakin.

Luna tersenyum.

"Jangan kecewakan saya kalau begitu"

1
Ris Aurora
tau tauu
In rosas: hahahaa
total 2 replies
Mufa Zurea
Haii para pembaca Hati Lunara

Sekarang novel ini udah hadir kembali dalam judul yang sama. udah jalan 7 episode lohhh. yukk rameinn

Search Hati Lunara, atau nama pena Mufa Zurea

penulis nya masih sama kok. cuma ubah nama aja hihii
Mufa Zurea
Heii pembaca setia Hati Lunara

Sekarang ceritanya udah diperbaiki agar lebih menarik dengan nama penampilan berbeda yaitu Mufa Zurea dan tampil dengan judul "Hati"

Bisa di search pake nama pena atau judulnya yaa. Akan up mulai minggu ini
Darah Biru (Bangsawan)
like + rate bintang ⭐⭐⭐⭐⭐😇 saling mendukung ya Thor 👌
Darah Biru (Bangsawan)
like 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
like like
Darah Biru (Bangsawan)
jejak dukungan 😇 salam persahabatan
✪⃟𝔄ʀ sⷡεͬɴͦɢͫᴏͦᴛ ʰᶦᵃᵗ🦈
kok lama lanjutanya
Princess Mellow😭♡
Sorry say, baru mampir lagi ninggalin komentar karena author membaca dulu baru berkomentar xixixixi...

5 rate, like, vote msh menunggu...
SEMANGAT!!
Lia Eka Pratama
lanjut
KangHal76608226
Mampir ninggalin jejakk, bacanya ntar yahh 😊
In rosas: siappp makasih yaa
total 1 replies
Lia Eka Pratama
lanjut
In rosas: on process yaa makasih udah bacaa
total 1 replies
Sylffia Winartie
masih memahami alur thor
Retno Lestari
terjadilah luna dan juan hahah
In rosas: wkwkwkwkw
total 1 replies
Ris Aurora
hamil
Lia Eka Pratama
lanjut
In rosas: on process yaa hihi, soalnyaa 3 hari ini tugas padet bangett 😁
total 1 replies
IG : gaharuwood_
hadir bawa like!
✪⃟𝔄ʀ sⷡεͬɴͦɢͫᴏͦᴛ ʰᶦᵃᵗ🦈
lanjut teruuuuuus
In rosas: siapp
total 1 replies
Cytra Anindia Pratama
kasian Luna Ama Juan,knp harus Ade kakak
Lia Eka Pratama
kebongkar jd ade sama kk...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!