NovelToon NovelToon
Aku Menjadi Nenek

Aku Menjadi Nenek

Status: tamat
Genre:Sistem / Ibu Tiri / TimeTravel / Menjadi Pengusaha / Bertani / Tamat
Popularitas:210.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: samsuryati

Dinda tidak sadar sudah meninggal sampai dia berubah menjadi wanita tua dengan empat anak dan dua menantu perempuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

Dengan jumlah orang dan jumlah daging yang tidak setara, aduh 5 hari untuk keluarga ini mengolah sebuah jam menjadi makanan yang bisa diawetkan.

Dalam lima hari kemudian barulah mereka bisa bernafas dengan lega.

Sebenarnya memiliki bentuk makanan banyak adalah sebuah siksaan.

Memakan daging setiap hari tanpa jeda sebenarnya juga bisa memuakkan loh.

Buktinya keluarga ini yang dalam waktu ini selalu memakan sup tulang daging yang disertai kacang-kacangan dan ubi jalar.

Mereka tidak sempat memasak secara khusus

Jadi mereka hanya perlu memutar otak agar bisa makan dalam kondisi terlelah.

Misalnya Adinda memerintahkan mereka memasak sup dalam jumlah yang besar. Letakkan saja tulang yang berserakan itu di dalam panci setelah mereka ditumis.

Kemudian buang airnya dan rebus kembali bersama kacang-kacangan dan ubi jalar.

Proses perebusan dua kali ini sangat penting untuk membuang bau amis darah.

Setelah merebus sebanyak itu mereka meletakkan panci itu dalam kolam air panas. Tindakan ini sebenarnya tidak perlu namun cukup bagus untuk mengisolasi panas sepanjang waktu.

Dengan cara ini mereka tidak perlu menghabiskan waktu dan tenaga untuk memanaskan makanan jika mereka ingin makan.

Irit memang tapi siapapun bisa jemu dengan memakan barang yang sama dalam waktu lima hari.

Dalam kurun waktu itu, ratusan kilogram sosis dengan usus besar Tergantung di langit-langit gua. Ada juga daging yang sudah diasapin sebelumnya. Mereka juga digantungkan di langit-langit gua tepat di atas api unggun.

Jumlah mereka cukup banyak sehingga gua hanya tercium bau daging tidak memiliki bau apapun selain daripada itu.

Ada juga daging cincang dengan beberapa bumbu yang khas terutama cabai merah.

Adinda harus memutar otak dan membeli buku masakan untuk mengawetkan semua barang-barang ini agar tidak mubazir.

Untunglah pada hari kelima semuanya sudah selesai jika tidak mungkin Adinda tidak mau bergerak untuk mengambil sumpitnya.

Jika orang luar mengetahui kelompok ini sudah jemu makan daging mungkin mereka akan marah.

Bagaimana tidak ketika keluarga ding Yang sedang muak dengan begitu banyaknya daging, para pengungsi malah kelaparan sampai tubuh mereka terus kering tinggal tulang.

Bulan misalnya, ketika dia melihat pekerjaan ini sudah selesai. Tiba-tiba saja bulan menangis.

Ibu mertua Adinda heran dan dia bertanya,"Bulan Kenapa kamu menangis Apakah kamu capek?"

Bulan menggelengkan kepala tidak nenek, aku menangis bahagia sekaligus sedih. Jika saja orang tuaku berpikir untuk tinggal di desa alih-alih menjadi pengunci mungkin mereka masih bisa hidup dan makan di kaki kita"

Aku....

Kata-katanya tidak bisa di selesaikan, tapi semua sudah mengerti apa yang dia maksudkan. Diam-diam mereka juga bersimpati dan berpikir bagaimana kondisi kepala desa Ding saat ini.

Pasti kehidupan mereka sangat sulit di jalanan.

"Ibu hari ini kupikir aku tidak ingin bergerak dari kamarku. Tulangku semuanya sudah patah"

Ami adalah orang yang lebih santai dibandingkan dengan yang lain. Mungkin karena berpikir dia sedang hamil tidak ada yang memaksanya untuk bekerja. Bahkan ibu mertua Adinda juga meminta dia lebih banyak istirahat di malam hari dibandingkan mengolah daging seperti yang dilakukan oleh yang lain.

Sementara Adinda tidak memiliki rasa menjadi ibu mertua. Jadi dia tidak memiliki pengaturan ketat dalam keluarganya.

Lagi pula meskipun dia tidak pernah hamil , Adinda juga pernah membaca beberapa artikel mengenai bagaimana sulitnya wanita itu dalam kondisi hamil.

Ami sangat malam tapi sebenarnya adalah wanita hamil paling beruntung di waktu sekarang.

"Ibu mertua,aku akan mempersiapkan air mandimu"Kata Ami terlebih dahulu.

Adinda tidak menolak dan perawatan ini meskipun menantu perempuannya dalam kondisi berat dengan teori-teori membuncit itu tidak menghalangi dia dalam bekerja.

Orang-orang di era ini berbeda dengan orang modern yang sedikit manja ketika mereka hamil.

Adinda mengerti dan melakukan kepala kemudian dia masuk ke dalam kamarnya. lama untuk kami datang bersama arui mengantarkan air panas ke dalam bak mandi.

"Ibu sekarang pekerjaan mengolah daging sudah selesai. Ada juga beras dan biji-bijian di gudang. jika kita perlu tinggal di gua dalam lima atau enam bulan kupikir tidak terjadi masalah" kata Arui bahagia. dalam seumur hidup hari-hari yang mereka habis ini dalam gua adalah hari-hari terbaik.

Mereka cukup makan dan pakaian di sini dan itu adalah hal yang paling dia sukai.

Jika saja kehidupan hebat ini tidak akan berakhir.

"Menurutmu apa bagusnya kita tinggal di sini selama lima atau enam bulan tanpa keluar dari goa?" tanya Adinda balik.

"Entahlah" jawab Arui.

Bukankah mereka berinisiatif untuk tinggal dan menunggu suasana reda. Jadi ada baiknya mereka tidak keluar dari goa sama sekali. Sementara apapun sudah tersedia di sini yang baik makanan dan pakaian.

"Hem, artinya kok masih belum dewasa putraku "kata Adinda.

"Dalam beberapa bulan lagi kau akan memiliki anak sendiri. karena itu kau harus memiliki pandangan jauh ke depan. Anggap saja kita berhasil tinggal di goa ini sampai kondisi lebih nyaman.tapi setelah kondisi stabil,apa kita masih tinggal di desa dan menjadi petani seperti dulu benar?" tanyanya lagi dengan santai.

Arui bingung "iya Ibu bukankah memang seperti itu?"

Adinda entah harus sedih atau senang karena putranya yang naif,tapi sebagai ibu dia merasa memiliki tanggung jawab untuk mencerahkan putranya.

"Arui sebagai seorang ayah seharusnya kau memiliki ambisi untuk mengubah cara hidup demi anak-anak. Setiap orang harus berpikir untuk maju bukan berjalan di tempat"

"loh maksud ibu apa?" tanya Ami yang langsung merasa bingung dengan topik pembicaraan Ibu mertuanya. mereka terlahir dari keluarga petani yang pasti akan menjalani hidup seperti seorang petani.

Tapi apa masalahnya.

Adinda memiliki banyak pemikiran di dalam benaknya karena dia tidak ingin terpaku hanya di dalam sebuah desa kecil. Tapi keluarga Ding adalah kelompok orang yang sederhana. Mereka hanya ingin hidup tanpa mengalami masalah apapun.

"Arui istirahatlah dalam dua hari ini tapi setelah itu Ibu ingin pergi ke kota. Mari mencari bocoran lagi" katanya dengan nada serius

"tapi bu untuk apa?"

"putraku, kau begitu sederhana tapi ibu tidak "

Ami berpikir keras sebelum dia teringat dengan apa yang sebutkan oleh ibu mertuanya sebelum ini.

"aku ingat jika Ibu berkata ingin membeli rumah dan ladang. Inikah tujuan ibu untuk mencari bocoran?"

Adinda merasa menantu perempuannya lebih pintar dibandingkan dengan putranya yang naif. Dia mengangukan kepala dan berkata ,"itu yang aku maksudkan"

Arui ingin menyebutkan beberapa hal lagi tapi istrinya menghalangi dengan menggelengkan kepala. Mungkin suami istri ini perlu berbicara lebih banyak.

Arui sudah sangat puas dengan kehidupan sekarang tapi Ami berbeda. Dia sudah tercerahkan setiap kali Ibu mertuanya berbicara.

Setiap kesulitan ada kemudahan.

Ini benar bukan.

Adinda mulai meminta keduanya keluar sementara dia berendam di bak mandinya sambil bersenang-senang. Untuk beberapa waktu Adinda kelelahan , dia tertidur di bak mandinya sampai air hangat itu menjadi dingin.

Dua hari kemudian kelompok ini benar-benar berdiam diri tanpa melakukan pergerakan apapun di dalam gua.

Bagi mereka yang ambisius ini sudah nyaman tapi bagi anak-anak yang memang memiliki energi berlebih mereka sudah merasa bosan.

Aan misalnya.

Dia datang kepada Adinda dan mengeluh."Ibu kapan kita bisa keluar dari Gua aku sudah bosan di dalamnya.

Adinda menatap Putra bungsunya yang dia pikir sangat imut tapi sudah lebih dewasa dibandingkan dengan usianya.

"ibu akan keluar besok apa kau mau ikut?" tanyanya.

"aku ,benarkah?" tanya Aan menunjuk pada dirinya sendiri.

Sudah berapa kali dia melihat saudara laki-lakinya dan para sepupu turun ke kota tapi dia belum pernah sekalipun diizinkan pergi.

Sekarang ibu menyebutkan hal yang sama mengapa dia tidak menginginkannya.

"Aku mau bu ,aku mau"katanya dengan mata yang berbinar-binar.

"Oke kalau begitu istirahat yang banyak karena besok mungkin kau memerlukan begitu banyak tenaga untuk turun ke kota. Jadi ingat kau harus selalu di dekat ibu dan saudara laki-lakimu jangan sampai terpisah. Jika pun terpisah kau harus selalu ingat dengan jalan kembali, Ok"

"Hem"

Isi pembicaraan itu sangat singkat tapi sebenarnya dengan cepat menyebar diantara keluarga.

Apa yang dikatakan Aan sebenarnya memicu kecemburuan dari sepupu nya Aceng.

Sama seperti Aan dia juga belum pernah ke kota.

Dia juga kepengen pergi untuk mencari bocoran.

Kamarnya masih perlu beberapa aspek lagi.

Kali ini saudara ipar kedua , setuju untuk turun.

Setelah menyelesaikan daging dia tidak istirahat seperti Adinda melainkan selalu berpatroli di luar sana untuk melihat kondisi.

Ada sekelompok serigala liar yang entah kenapa menyasar di pinggir jurang. Jika mereka nekat untuk melompat sedikit saja di pintu gua mungkin mereka bisa menembus nya.

Tapi Zhangkai dan yang lain berinisiatif meletakkan beberapa bambu yang diruncingkan dengan tujuan mengecoh para serigala. Jika pun mereka nekat untuk melompat hal pertama yang ditemuinya adalah bambu runcing ini.

Mungkin para serigala ini sudah menjadi serigala yang spiritual. Melihat pergerakan itu mereka tidak lantas terjun ke Gua tapi berniat untuk menunggu.

Hanya saja pekerjaan mengolah daging di dalam gua membuat kelompok ini tidak keluar ruangan sama sekali.

Akibatnya para serigala ini sudah lelah menunggu dan mereka bubar dengan sendirinya setelah menunggu berhari-hari.

Ini yang disebutkan oleh Zhangkai .

Lalu dia mulai menyadari,semakin ke sini semakin sedikit orang luar yang masuk ke gunung terdalam. Ini bagus tapi dia sangat menyayangkan karena tidak menemukan bocoran apapun.

Dalam benaknya dia juga ingin menemukan bocoran yang sudah ditemukan oleh Adinda.

Jadi dia memohon izin kepada pastor Ding dengan berkata,"Ayah aku akan membawa mereka turun. siapapun bisa pergi untuk mencari pengalaman"

"Jangan pergi, masih banyak pengungsi. Aku khawatir akan terjadi bencana jika kalian pergi"

"Iya bukankah nyaman tinggal di gua?"kata ibu mertua Adinda gelisah.

"Tapi Bu, anak-anak harus diberi pengajaran melalui pengalaman. Hidup itu keras , mereka tidak harus tahu bagaimana bertahan hidup dalam kondisi itu. Kita orang dewasa tidak akan selalu ada di samping mereka"

Dia melakukan ini bukan untuk keegoisannya semata-mata. Rapi dia ingin anak-anak akan selalu mawas diri dan berwaspada. Jangan pernah tertipu dengan bujuk rayu apa lagi para dengan para gadis yang lugu.

Wajah yang tampan justru terkadang menyimpan racunnya.

Inilah yang di maksud kan.

Perbincangan hangat mereka membuat anak-anak tertarik. Sudah beberapa kali mereka mendapati kisah petualangan para pengungsi.

Mereka tahu itu berbahaya tapi mereka tetap ingin merasakannya.

Aqing dan Alian juga pernah mendengar kengerian ini, tapi jika mereka hanya turun untuk mengalami sedikit mungkin tidak masalah. lagi pula mereka akan ditemani dengan saudara dan juga Paman dan ayahnya.

Jadi ini bagus.

Sudah di putus kan begitu.

Ketika Adinda keluar dari kamarnya dengan memakai pakaian compang-camping, dia terkejut karena ada banyak orang yang ingin ikut.

"Ada apa? tanyanya.

"ibu mertua Mereka ingin ikut dan merasakan pengalaman untuk mencari bocoran"kata Ami .

Sebagai wanita hamil dia tidak diperbolehkan ikut. Di sini dia tidak iri sama sekali tapi malah bersyukur.

"Ayu di kota rentan dengan masalah apa kau benar-benar ingin ikut?" tanya Adinda menatap ayu dengan bingung.

Mereka akan menemukan banyak kesulitan ketika pergi ke kota.Apa di kira, pergi ke kota untuk wisata.

Heran.

"Ya Bu, Aku sudah lama ingin ikut tapi belum ada kesempatan" kata Ayu dengan serius. "Yakinlah Bu aku tidak akan membuat masalah, aku akan selalu berada di sisimu"

Adinda tidak bisa tersenyum lagi.

Gadis kecil ini nekat untuk mengikutinya tanpa meninggalkan dia sedikitpun. Jika sudah begitu bagaimana dia bisa mengambil kebocoran.

Niatnya berbeda dengan yang lain.

Jika orang lain ingin menemukan kebocoran untuk tujuan menyimpannya di masa depan. Tapi Adinda menemukan kebocoran itu untuk dijual secara langsung ke dalam sistemnya.

Sudah beberapa hari dia tidak keluar dari Gowa dan pada saat itu juga dia tidak bisa menemukan sesuatu yang bisa dijual.

Sistemnya menjadi sampah dengan tiba-tiba.

"Tidak ayu,ibu melarang mu" kata Adinda.

Ayu segera murung, padahal dia sudah memakai compang camping.Tapi along segera menjamin,"Aku akan mengawasi nya Bu,kata paman ini bagus untuk pengalaman ayu dan para gadis"

Eh..

Apa bagus nya?

Setelah bertukar kata beberapa kali pada akhirnya Adinda tidak memiliki alasan untuk menahan semua orang agar tidak pergi.

Jadi pagi hari setelah sarapan semua orang berangkat meninggalkan gua.Dua lansia , Ami dan Anak ke dua yang tinggal untuk menjaga rumah.

Sisa nya turun ke kota .

1
Ayu Rahayu
/Tongue//Angry//Angry/
Kustri
kalimat'a kdg ada yg membingungkan
Alfa Kristanti
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mahrita Sartika
anak - anak yang menyusahkan 😤
Pattun Paulinus
Nggak sabar nunggu kelanjutannya
Pattun Paulinus
buku ini keren sekali menurutku 👍👍
-Y- *P*
sy suka
Nur Lela
luar biasa
Ulufi Dewi
karena baguss banget ceritanya kukirim vote dan kembang...
Ulufi Dewi
bagus banget ceritanya tidak membosankan dan banyak kejutan diluar nurul 👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Suhana Sulaiman
kenapa ruang loker x diguna... tambah besarkanlah... simpan brg utk kegunaan sendiri...
Aisyah Suyuti
bagus
Nadira ST
beberkan tebakanku kalau jendral muda adalah suami adinda daebak
Nadira ST
mimpi apa adinda udah seneng mau salt dan guling2 karna tidak memiliki suami eh eh suaminya masih hidup
Ririn Santi
dah sekian purnama terlewati. apa author gak berkeinginan menambah bab lg yg spesial ?
Linda Agustina Wardhana
ibu nya suka mkn enk sndri di sistem gk bagi² ama ank² nya /Joyful/
Me Ta
/Sob//Cry//Cry/
Nona Vemilia
bikin dinda cerdas dkit lh thor... kya pasrah gitu sihh
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut
karisma
selalu suka dgn cerita kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!