NovelToon NovelToon
Cadar Yang Ternoda Almayira

Cadar Yang Ternoda Almayira

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:139.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ncess Iren

Almayira seorang gadis yang sangat religius, dia tidak pernah melepaskan niqobnya.

Namun di suatu hari ketika dia mengantar temannya, untuk menemui seorang laki_laki justru dirinya yang malah direnggut kehormatannya secara paksa sehingga
menyebabkan dia hamil saat masih sekolah, demi menutupi kehamilannya dia selalu menggunakan jaket.

Bagaimana nasib mayira? Apakah pria itu akan bertanggung jawab?

Penasaran? makanya baca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ncess Iren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bara Marasa Khawatir

   Tidak bisa dipungkiri ada rasa khawatir dalam diri Bara terhadap Mayira,karena mau menyangkal bagaimanapun itu adalah kenyataan.

Bara menundukkan kepalanya melihat ke arah Mayira, yang memejamkan matanya yang bersandar didadanya melihat hal itu rasa khawatir semakin menjadi-jadi.

"Mayira buka mata lo buka gak, kalau lo nggak nurut gue colok mata lo" Bara menghentikan langkahnya, nafasnya memburu pikiran negatif seakan berbondong-bondong menghampirinya.

Bara memacu langkahnya menjadi semakin berlari, tidak menghiraukan Jika dia menabrak beberapa orang yang berada di sekitar koridor.

Mayira lo jangan bercanda baru terus mengambil di sepanjang jalan.

Di sepanjang koridor semua orang memusatkan, perhatian pada Bara yang menggendong Mayira dan terburu-buru.

Brraakk

Murid-murid dan dokter yang sedang bertugas jaga hari ini di UKS, mereka semua terkejut saat mendapati tiba-tiba ada orang yang mendobrak pintu dengan kasar.

Mereka semua sontak menoleh ke arah pintu, bisa mereka lihat seorang laki-laki berdiri gagah di sana. bersama gadis bercadar, dalam gendongannya.

"Apa ada yang bisa dibantu Kak" Tanya salah satu anak PMR, dia menghampiri Bara dengan sedikit ragu.

"Kebanyakan basa-basi, lo nggak punya mata" Ucap Bara sinis, sudah jelas dia ke sini bawa Mayira. Yang tidak tahu mengapa, kenapa Mereka malah bertanya ada yang bisa dibantu?

Bara hanya menatap datar ke arah gadis yang berjalan mendekat, pemuda itu kembali berjalan mengarah ke arah branker yang tersedia di tengah ruangan.

Bara meletakkan pelan-pelan tubuh mungil Mayira di sana, dia tidak ingin ada kesalahan. Jika dia menurunkan dengan kasar, maka akan mempengaruhi janinnya itu yang ada di pikiran Bara.

Dokter yang berjaga menghampiri Bara dan Mayira, dokter itu memperhatikan tubuh seorang gadis yang berbaring di atas brankar.

"Mengapa dia bisa seperti ini? Tanya dokter itu.

Bara mengedikan bahu, "Mana gue tahu, kalau gue tahu ngapain bawa gue bawa dia ke sini" Sahutnya.

Salah dokternya juga masih banyak tanya, bukannya langsung diperiksa pikir bara.

Dokter itu hanya menggeleng pelan, dokter cantik itu tersenyum tipis. Dia mencoba maklum tidak ingin ambil pusing, ia beralih segera memeriksa pasien.

"Saya bertanya untuk keperluan mendiagnosa" Kata dokter tangannya begitu cekatan, yang menampilkan stetoskop di tubuh Mayira.

Zara hanya memperhatikan dia, tepat di samping brangkar segala secara naluriah. Sejak tadi tangan bara tidak pernah berhenti menggenggam tangan Mayira, dan mengusap pelan Mayira Bara sendiri tidak tahu apa kegunaan itu.

"Apa yang sebelumnya dia makan? Tanya dokter itu lagi, kali ini dengan nada yang hati-hati takut Bara menjawabnya dengan sarkas.

"Nasi" Jawab Bara.

Dokter itu tersenyum kecut, tidak salah juga dengan jawaban Bara. Dia beralih memeriksa denyut nadi, yang ada di pergelangan tangan Mayira.

Dokter itu memandang curiga ke arah bara, karena saat ia memeriksa denyut nadi Mayira merasa ada sesuatu yang tidak beres.

Bara membalas tatapan dokter yang bernama Mira dengan malas, sekarang sudah bisa menduga bahwa dokter di hadapannya ini sudah tahu jika Mayira sedang hamil.

Mira menatap para petugas PMR, tiga orang yang masih setia berdiri di sekeliling brangkar.

Mira tersenyum tipis saat ini dia merasa serba salah, dia butuh diagnosa lanjut tapi di sini ada beberapa orang lain.

"Bisakah kalian keluar terlebih dahulu" Pinta Mira pada adik-adik PMR.

Walaupun dengan keadaan bingung, mereka bertiga pun akhirnya keluar dari situ sesuai permintaan dokter.

Sekarang di ruangan UKS itu hanya tinggal Bara, Mayira dan dokter Mira. Suasana sangat hening karena Bara masih fokus menatap Mayira yang masih memejamkan mata.

Mira hanya menatap sekilas Bara dengan perasaan campur aduk, dia tahu jika pemuda di hadapannya ini sedang khawatir pada gadis bercadar di atas brangkar itu.

"Kamu tidak perlu khawatir dia baik-baik saja, hanya kelelahan. Itu wajar saja saat sedang hamil" Jelas Mira tak ada beban saat mengucapkan itu.

Mira tadinya sempat terkejut saat diagnosa pada gadis bercadar itu, sedikit aneh tapi dia mencoba profesional.

Bara mendongak, lalu mengalihkan pandang. Dari Mayira ke dokter bernama Mira, dia menukik alisnya.

"Lo tau dia sedang hamil? Tanya Bara seakan menjadi orang bodoh.

Mira terkekeh geli, "Tentu saja aku tahu, Bibimu ini adalah seorang dokter yang handal" Ujarnya.

Ada sedikit rasa keterkejutan di wajah Bara, salah satu pertanyaan terlintas di otaknya. "Apa maksud dari perkataan wanita itu. Bibi?

Namun setelah beberapa saat wajah Bara kembali seperti semula, dia menepis segala kemungkinan yang ada.

"Apa lo akan melaporkan ini ke pihak sekolah?" Tanya Bara tajam dengan tatapan mengintimidasi.

Mira kembali terkekeh dia menepuk bahu Bara pelan, lalu beranjak kepinggir sesudah itu ia mengunyel-ngunyel pipi Bara.

Sudah sangat gemas dengan keponakan satu-satunya itu.

"Gemes kali aunty sama kamu ini, Mira tidak melepaskan tangan dari pipi Bara membuat bibir pemuda itu monyong.

Bara menatap berang kepada Mira, dia langsung menepis tangan Mira dari wajahnya seakan menunjukkan kesadisannya.

"Lepas, Gue nggak suka disentuh orang asing" Tegas Bara dia kembali fokus kepada Mayira yang masih setia dengan mata tertutupnya.

Mira tersenyum kecut lalu mengeluarkan tangannya, "Baiklah Mari kita berkenalan ulang tuan muda", Mira terkekeh meledak. "Nama saya Amira Putri Brahtama, adik dari Adielson Putra Brahtama.

Bara tertegun di tempat dalam beberapa detik, tatapan matanya menjadi kosong. Namun setelah itu kembali berekspresi seperti semula hal itu ia sudah duga.

Bara menoleh pada Mayira, ujung bibirnya yang sebelah kanan terangkat hingga membentuk senyum smirk.

"Kau rupanya" Desis Bara dengan nada penekanan.

Mira tidak bisa menahan senyumnya, "Kau bener-bener seperti duplikat kakak, luar biasa sekali hari ini kita bisa bertemu kembali secara langsung" Ujar Mira.

Bara mendengus kesal, "Apa setelah kau mengetahui jika gadis ini hamil, kau akan melaporkannya ke pihak sekolah? Bara menunjuk ke arah Mayira.

Mira memandang damai ke wajah Mayira yang masih tertutup cadar, "Ayolah keponakanku jangan bersikap formal seperti ini pada Anuty yang cantik ini"

"Kita orang asing sudah seharusnya formal" Ucap Bara.

Mira mengetuk-ngetuk dagunya dengan telunjuk, "Baiklah aku akan menjawab pertanyaanmu" Mira menarik Bara agar menjauh dari brangkar, dan menyeretnya duduk di salah satu sofa yang ada di sudut.

Bara hanya mengikuti tidak berniat menolak, setelah keduanya duduk Mira baru mulai berkata. "Kamu pikir aunty akan melaporkan keponakan aunty sendiri?

"Gini dokter Citra dan suaminya sudah menceritakan semuanya pada aunty, tapi dulu aunty tidak tahu apa-apa tentang gadis yang kau hancurkan masa depannya itu. Sampai aunty ditugaskan menjadi dokter pengganti sekolah ini, kemarin aunty melihat kamu datang dengannya"

Walaupun Bara menampilkan raut tidak peduli dengan pembicaraannya, tapi telinganya terpasang menyerap semua yang ia dapat dengar. Bara ingin memastikan, apakah si laki-laki itu tahu masalah ini.

"Ah masalah papamu, dia tahu jika kamu sudah melakukan hal itu pada garis baik-baik. Dia sangat marah" Tutur Mira yang memperhatikan, tangan Barat yang mengepal membentuk tinju dari tadi.

Bara menaikkan sebelah alisnya, "Gue nggak peduli"

"Jika kamu tidak peduli, maka Papamu peduli dia marah karena kamu mengecewakan dia dengan melakukan hal itu"

   "Ah sudahlah gue gak mau bahas masalah itu, lagipula apa perduli dia? sok perduli, naif" Bara hendak beranjak berdiri namun di tahan oleh Mira.

"Kenapa kamu tidak bilang, kalau kamu sudah menikah dengan gadis bercadar itu" Tanya Mira. Dia berusaha menahan tangan Bara, karena keponakannya itu hendak menepisnya.

__Jangan baper ya dengan ceritanya ini hanya karangan gak jelas__

1
Fera Damayanti
Luar biasa
we
akhirnya bara jadi juga Sama mayira
Deliz Diaz Dla FM B
Extra part dong
yumi chan
good thor
yumi chan
wdh perperangn akn sgra di mlai..
zhelfa_alfira
siapa yang menjebak siapa ini cerita nya
yumi chan
wdh bara klh stat lh thor..
yumi chan
mungkin maira cuma ksh pljran sm bra ...good jod thor
yumi chan
ku tunguh thor up slnjutnya
Nurul Khomariyah
hadeh nggak asik Thor ceritanya kok gitu
Azzura Shekarningrum
/Smile/
nanik sriharyuniati
Luar biasa
yumi chan
ternyta lbh cerdas astrit..bara oonnn...hhh skrng tingk tugu tgl main dr maiyra..
Ririnri Dayat
baguuuus🥰🥰🥰
Ririnri Dayat
sering up dong thor
Mami Pihri An Nur
Ya kamu nya sj goblog, mau mau nya nemuin cowok yg tdk di kenal
Nurhany Ben Abo
sangat sukakannya
Nurhany Ben Abo
lanjut kak pless 😓😓😓😓
Chandra Dewi
nunggu ep nya banyak dl ya Thor baru lanjut baca ... biar gak penasaran... tp gak setuju sih kalo bara gak sharing baik nya gmn... dgn cara kaya gini malah bikin Mayra marah....
Chandra Dewi
ya ampun gak tau malu banget 😱😨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!