NovelToon NovelToon
Cupu Fake

Cupu Fake

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: nadia

Warning! Tahap revisi

Adinda Kirana Pratama adalah seorang gadis cantik dari keluarga yang bisa di bilang kaya raya, namun ia mengubah hidupnya menjadi seorang gadis biasa bahkan sampai mengubah wajahnya menjadi cupu karena, kejadian masa lalunya

kejadian di mana dirinya hanya di manfaat oleh orang yang mendekati nya, mereka mendekati dia hanya semata mata ingin uang nya,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28,kemarahan bastian

"Bas ambilin ponsel gue tuh! bunyi mulu, di tas, " suruh Lintang.

"Di mana? " tanya Bastian.

"Itu di sana di tas samping lu," kesal Lintang sambil menyetir.

"Iya bentar, " Bastian mengambil ponsel Lintang yang berada di tas Lintang.

"Nih, " Bastian menyodorkan ponsel itu.

"Angkat aja kenapa sih? gue lagi nyetir susah," seru Lintang.

"Ya udah gue angkat aja," Bastian mengangkat telpon nya.

"Siapa yang telpon? " tanya Daniel.

"Si Rere, " balas Bastian.

"Apaan si Re? " tanya Bastian pada orang di sebrang telpon.

"Apa?" kaget Bastian sambil melotot.

"Kenapa luh? " tanya Daniel kebingungan melihat ekspresi Bastian yang terkejut.

Bastian mematikan telpon nya dan langsung menyuruh Lintang menuju kafe yang di bicarakan oleh Rere.

Sementara itu di kafe Dinda dan Adit sudah selesai makan, dan mereka sedang mengobrol seru berduaan.

"Kamu bentar lagi udah mau kenaikan kelas loh, semangat yah belajar nya," Adit menyemangati Dinda.

"Makasih Dit, " balas Dinda sambil meminum jus alpukat.

"Oh iya mau pulang sekarang? " ajak Adit.

"Enggak ah bentar dulu yah," malas Dinda.

"Kenapa? "

"Gak males aja, kan katanya terakhir, gak mau apa lebih lama sama aku, " canda Dinda sambil tertawa kecil.

"Nanti pacar kamu marah loh," balas Adit.

Namun tiba-tiba Bastian datang dan langsung menarik kerah baju milik Adit sampai Adit terbangun.

"Lu ngapain culik pacar gue?" bentak Bastian sambil menatap tajam Adit.

Sementara itu Dinda benar-benar terkejut dengan kedatangan Bastian dengan tiba-tiba.

"yang apaan sih? lepasin! " teriak Dinda yang Berusaha keras melepaskan tangan Bastian di kerah baju Adit.

"Tenang dulu, lu salah paham tau gak," tegas Adit sambil melepas tangan Bastian dengan kasar.

"Apanya yang salah paham coba? " kasar Bastian sambil memukul muka Adit dan membuat Adit tersungkur jatuh.

"Apaan sih Bas? gak boleh gitu tau," bentak Dinda yang kini membantu Adit untuk berdiri.

Saat Bastian kembali akan memukul Adit, Daniel dan Lintang menahan nya.

"Udah gak enak tau gak, di liatin banyak orang," seru Daniel sambil menahan tubuh Bastian yang memberontak.

Adit yang sudah berdiri di bantu Dinda, ia memegangi pelipis nya yang berdarah karena pukulan Bastian.

"Kamu gak papa kan Dit? " tanya Dinda sambil melihat luka Adit.

"Apaan sih din? kok kamu lebih peduli sama dia? " kesal Bastian yang kini sudah mulai tenang dan Daniel dan Lintang pun sudah melepaskan nya.

"Aku cuman kasian sama dia," jelas Dinda.

"Kasian apa, padahal dia udah nyulik kamu loh, " nyinyir Bastian.

"Dia gak nyulik aku, yang nyulik aku itu Wulan sama Rere, Della juga, dia itu cuman di pengaruhin doang, " jelas Dinda.

Dan semua orang kaget ketika tau siapa yang nyulik Dinda, bahkan Lintang tidak percaya dengan ucapan yang di ucapkan oleh Dinda.

"Apa? lu bilang Rere? " Lintang meyakinkan sekali lagi ucapan Dinda.

"Iya kak, kak Rere, " ucap Dinda sekali lagi.

"Bahkan Adit ini yang nolongin aku," sambung Dinda sekali lagi.

"Makannya jangan dulu marah-marah, " ucap Adit sambil masih meringis kesakitan.

Sherly menghampiri Dinda yang sedang bersama Adit dan menyuruh Adit untuk duduk terlebih dahulu.

"Terus gimana ceritanya mereka culik loh?" tanya Bastian yang sudah mulai tenang.

"Ya aku juga gak tau," kesal Dinda.

"Udah lah gak usah di bahas di sini, malu di liatin orang, " ucap Daniel.

"Iya bener tuh, " sahut Lintang.

"Dit kamu gak papa kan? " tanya Dinda sekali lagi ia masih khawatir.

"Gue gak papa Dinda. "

"Ya udah ya Dit, aku mau pulang sama mereka aja, gak papa kan aku tinggalin kamu di sini?" ucap Dinda.

"Ya udah pergi aja gak papa kok, " Jawab Adit.

"Ya udah aku pergi yah, " ucap Dinda sambil menarik Daniel dan Bastian pergi. Sherly dan Lintang mengikuti mereka berjalan keluar.

Dan semua orang di kafe yang memperhatikan mereka kembali melanjutkan aktivitas nya.

"Apaan sih yang? kalian tuh yah marah-marah mulu cepetan masuk aku mau pulang, " suruh Dinda yang menyuruh Daniel dan Bastian masuk ke mobil.

"Iya, " balas mereka serentak.

Mereka masuk ke dalam mobilnya, di ikuti juga oleh Lintang dan Sherly yang duduk di bangku belakang dengan Dinda.

Mereka menjalankan mobilnya menuju rumah, setelah mereka sampai Dinda keluar dari mobil duluan dengan cemberut dan langsung masuk, is duduk di sofa sambil melipat kan tangan nya di dada, dengan kakinya ia silangkan.

Mereka berempat pun ikut masuk dan duduk bersama Dinda.

"Din nanti malam makan malam yuk? bareng si Bastian, " tanya kakak nya membujuk Dinda agar tidak marah lagi.

"Iya, " dingin Dinda sambil menatap kosong ke depan tanpa membalas tatapan Daniel.

"Ok gue juga mau ngajak Sherly yah, " ucap Daniel sambil berbalik menatap Sherly.

Sherly tersipu malu di tatap oleh Daniel bahkan membuat pipinya merona.

"Iya kak, " balas Sherly sedikit gugup.

"Ah pelit lu mah, terus gue sama siapa? " cemberut Lintang.

"Bentar," ucap Daniel sambil mengarahkan tangannya pada muka Lintang yang berada di samping nyam

"Bi, " panggil Daniel pada pembantu nya.

"Iya den, " saut pembantu nya, yang sedang berada di dapur, ia langsung bergegas menghampiri Daniel.

"Ada apa yah? " tanya pembantu nya.

"Bi, bibi kan sendiri yah, " tanya Daniel dengan ekspresi muka yang tidak bisa di prediksi.

"Iya den emangnya ada apa? " bingung pembantu nya.

"Nanti malam ikut kita aja," ucapnya dengan senyuman penuh arti.

"Kemana? "

"Itu tuh bi, nanti malam kan kita mau dinner terus adik gue ini kagak punya temen bi, bibi aja yah yang nemenin dia, " ucapnya dengan tawa jailnya.

"Bangke, " ketus Lintang sambil membanting kan bantal yang ada di sofa pada kakak nya.

Sementara itu Daniel tetap tak kuasa menahan tawa, karena semua orang yang ada di ruangan itu benar-benar serius mendengarkan ucapnya.

"Ih kirain bibi ada apa, yah kalau den Lintang nya gak masalah mah bibi juga mau kok, " balas pembantu nya sambil tertawa kecil sebelum akhirnya kembali ke dapur untuk membawakan mereka minuman.

Bastian, Sherly dan Dinda pun ikut tertawa dengan kelakuan mereka yang kini malah jadi perang bantal.

1
Diah Susanti
garasi thor
Xyvirl
lnjt
IndraAsya
👣👣👣 Jejak 💪💪💪😘😘😘
ᵉˡ̳𝐀𝐘𝐃𝐀⸙ᵍᵏ
🤣🤣🤣🤣 pasti suara cempreng Dinda kaya toa masjid🏃🏃🏃
ᵉˡ̳𝐀𝐘𝐃𝐀⸙ᵍᵏ
etdah Bastian dah gak suka aja ma Dinda ,, kalo lu tau Dinda itu adeknya Daniel 🤭🤭🤭
@🏘⃝𝙰ⁿᵘѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ𝐀⃝🥀🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦
Dingin dingin, penasaran
@🏘⃝𝙰ⁿᵘѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ𝐀⃝🥀🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦
Muda mudah bener bener tulus ya adinda
@🏘⃝𝙰ⁿᵘѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ𝐀⃝🥀🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦
Ips juga puyeng kali, ngitung
@🏘⃝𝙰ⁿᵘѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ𝐀⃝🥀🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦
Apa ya harus yg cupu yg dapat beasiswa
Nayyira
lanjut
Mia Yuliari
kerennn sekali thor.. kisahnya....
kisah dr anak remaja ya... hehehe
re
Next
Ciam Cia Wen
nangis gw ngebayangin dulu gw di tinggal pacar kuliah klr kota
🥀Novie🥀
lanjut yg ke 2,,cus 💃💃💃
Atieks Syaiful Bahri
msh nyimak dl ya thor 🤭
Efan Zega
jd pengen punya kakak cwok,,,gmn gitu
senja:)
karyamu sungguh luar biasa thorr
Arsyi~●☆●~■v■
aku kenal dengan cerita ini,apakah kamu pembuat film gacha yang sama persis dengan ceritanya.😂🙏
Anisa Nisa
😭😭😭😭
Aniek Syifa
tang ting tung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!