Sequel Perfect Man
Landon Bennington yang terkenal bad boy terlibat masalah dan dihukum oleh sang Mommy untuk menjadi relawan di Yayasan Amal milik Neneknya tanpa memakai identitas aslinya. Saat bekerja ia bertemu seorang wanita yang merupakan anak mantan Walikota yang sering mengikuti kegiatan ibunya saat acara amal.
Luna Rowland yang terbiasa hidup mewah bertemu dengan Landon tanpa sengaja dan membuat mereka menjadi dekat, hingga Luna harus melanggar janjinya untuk tidak jatuh cinta pada siapapun karena penyakit yang di deritanya.
Hingga saat identitas Landon terbongkar membuat Luna sangat membenci pria itu dan menghilang dari hidup Lando tanpa jejak. Apakah Landon bisa menemukan kembali Luna yang sangat dicintainya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Athaya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28
Landon mengambil gelas dan menatap wajah ayahnya yang sama sekali tidak merasa bersalah. Sikap ayahnya sangat memalukan dan hampir membuat Luna kebingungan. Mengapa juga ia harus memberikan jas miliknya kepada wanita itu.
"Sejak tadi kau hanya memegang gelas berisi wine tanpa menyentuh makan siangmu. Apa kau berencana mabuk di siang hari?" Tanya Louise yang jengkel akan sikap putranya. "Jika kau begitu membenci klien kita barusan. Sebaiknya kau menjaga sikap pada klien kita yang akan datang sebentar lagi."
"Pria itu bersikap kurang ajar pada Daddy, tentu saja aku tidak bisa menerimanya. Aku sangat ingin meninju wajah jelek pria itu sejak dulu." Ucap Landon dan membuat Louise tertawa terbahak-bahak. "Mengapa Daddy mencegahku melakukannya?."
Louise tahu kedua putranya memiliki penilaian yang sama mengenai Helion. Pria itu sangat berbahaya dan bisa berbuat hal yang berani kepada kedua putranya. "Kita harus terus mengawasinya. Dia tidak akan menerima begitu saja pemutusan kontrak yang kita lakukan pada perusahaannya."
"Aku tidak takut padanya. Dia yang membuat masalah sendiri sehingga merugikan perusahaan. Seharusnya kita meminta ganti rugi padanya. Mengapa Daddy bersikap begitu baik, hanya karena orang tuanya sangat dekat dengan keluarga kita dulu." Landon berkata dengan kesal dan menuangkan wine di gelasnya yang sudah kosong.
Louise merebut botol wine dari tangan Landon dan meletakkannya jauh dari jangkauan putranya. "Pria itu sudah tidak memiliki apapun untuk mengembalikan kerugiannya pada kita. Perusahaan lain sudah lebih dulu meminta ganti rugi padanya. Dia menghabiskan begitu banyak uang dimeja judi dan bermain-main dengan wanita malam."
"Aku sangat sedih kepada teman lamaku dan mereka pasti akan sangat kecewa jika mengetahui perusahaan yang mereka bangun dengan jerih payah harus hancur ditangan putra mereka." Ucap Louise lagi dengan wajah sedihnya. "Mereka pasangan yang saling mencintai sehingga memutuskan mati bersamaan."
Landon tahu ayahnya mengetahui jika kematian mereka bukan karena kecelakaan. Landon meneguk wine terakhir digelasnya dengan sekali tegukan. Beberapa saat kemudian klien yang mereka tunggu akhirnya datang. Landon dan juga ayahnya dibuat terkejut dengan penampilan pria paruh baya yang masuk dikawal oleh beberapa anak buahnya. Ia sangat yakin pria dengan aura menakutkan ini adalah ketua gengster, melihat tatto dipunggung tangan pria itu ketika mereka berjabat tangan.
Pertemuan dan juga penandatanganan kontrak mereka berjalan dengan sangat lancar. Pria yang usianya hampir sama dengan ayahnya itu tidak banyak bicara dan langsung menyetujui apa yang dijelaskan oleh mereka. Landon tahu ini sangat mencurigakan, dan ia tidak bisa menahan keinginan ayahnya untuk mendapatkan ijin atas akses kepemilikan tanah yang berada di salah satu kota dengan sumber daya alamnya yang sangat indah itu.
Entah mengapa ibunya sangat menginginkan pembangunan rumah sakit dikota tersebut. Dan karena rasa cintanya yang begitu besar kepada ibunya, membuat pria yang sangat tergila-gila pada istrinya itu melakukan segala cara untuk mengabulkan keinginannya. Landon menunggu pria paruh baya itu pulang, akan tetapi sejak tadi ia merasa sering diperhatikan.
"Apakah kau memiliki kekasih, Tuan Landon?" Tanya pria itu kepada Landon dengan suaranya yang berat.
"Aku memiliki wanita yang sangat aku cintai. Jadi jika anda memiliki pemikiran untuk menjodohkan aku dengan putri anda. Sebaiknya anda urungkan, karena aku tidak akan tertarik sedikitpun." Jawab Landon dengan percaya diri.
Pria itu tersenyum dan mengangkat gelas mengajaknya bersulang. "Aku hanya berharap putriku akan membuat anda bertekuk lutut dan kau akan memohon sambil menangis padanya."
"Sepertinya anda sangat percaya diri, Tuan. Jika putri anda bisa membuat seorang pria jatuh cinta sampai seperti itu, pastilah dia wanita yang istimewa." Ucap Landon membalas pria itu dengan mengangkat gelasnya sendiri.
Sembari berdiri, pria itu memakai jasnya dan dibantu oleh anak buahnya. "Aku sangat menantikan hal itu." ucap pria itu kemudian berlalu pergi.
"Wah. Pria itu benar-benar seperti uncle Darren. Dia bisa mengeluarkan aura menakutkan dan mengancam seperti itu." Sahut Landon ketika pria itu menghilang dibalik pintu.
Louise hanya tersenyum ketika menyaksikan apa yang baru saja ia lihat antara klien mereka dan juga putranya. "Ini sangat menarik. Aku bisa langsung tahu pria itu mirip siapa."
"Apa maksud Daddy?" Tanya Landon ketika melihat ayahnya yang bersikap aneh. "Kita baru saja membuang pria brengsek dan sekarang kita berhadapan dengan pria yang lebih menakutkan. Apa Daddy yakin kita bisa bekerja sama dengannya?"
Louise tahu, putranya itu tidak menyadarinya. Mungkin jika itu Leander, situasi akan berbeda. "Kita tidak memiliki pilihan lain. Pria itu adalah pemilik hampir keseluruhan kota C, dengan kata lain dia sangat berkuasa disana."
"Bagaimana bisa mommy menemukan tempat itu? Tanya Landon sembari berusaha merampas botol wine dari tangan ayahnya, kemudian menyerah. "Kota itu bahkan sangat jauh dan juga terpencil."
Louise tersenyum dan memanggil pramusaji untuk membayar pesanan mereka. "Ibumu mungkin memiliki sesuatu yang ia sukai disana. Kurasa akupun akan menyukai tempat itu, begitu juga denganmu nantinya."
"Kalian berdua benar-benar pasangan yang aneh" ucap Landon sembari bangkit dari duduknya. "Aku akan kembali ke perusahaan dengan berjalan kaki, Daddy bisa menggunakan mobilku."
Mereka berdua kemudian meninggalkan restoran. "Bukankah kau bilang akan mengunjungi Summer dan juga bayinya. Apakah kau tidak ingin melihat keponakanmu?" Tanya Louise ketika ia sudah berada didalam mobil.
"Aku akan datang saat makan malam dan menginap dirumah. Aku masih harus menyelesaikan pekerjaan yang Daddy tinggalkan padaku." Jawab Landon dengan wajah kesalnya dan menyuruh asistennya untuk menjalankan mobilnya.
Kemudian Landon berjalan kaki menuju perusahaannya yang tidak begitu jauh dari restoran tempat mereka makan siang. Ia kemudian membuka ponselnya dan menghubungi salah satu teman baiknya yang ia minta untuk mencari tahu mengenai Luna.
"Apa kau menemukan sesuatu?" Tanya Landon, begitu ia terhubung dengan temannya.
"Aku menemukan bahwa kekasihmu itu pernah mengajukan tes DNA saat berusia sepuluh tahun. Sepertinya seseorang yang melakukannya." Ucap Jack temannya.
Landon menghentikan langkahnya. "Apa kau bisa mengetahui hasilnya?"
"Hasilnya sangat diluar dugaan. Ia tidak memiliki kecocokan dengan mantan perdana menteri. Sepertinya gosip jika mereka berselingkuh itu tidak benar." Jawab Jack lagi.
Landon menelan ludahnya dan merasa begitu senang mendengarnya berita itu. "Apa kau sangat yakin? Lalu bagaimana kita bisa mengetahui orang yang mengajukan tes DNA itu. Jika itu ibunya, sangat tidak mungkin wanita itu berdiam diri selama ini."
"Aku tidak bisa menemukannya. Sepertinya orang yang mengajukan ini sangat berpengaruh hingga bisa menutupinya." Ujar Jack. "Apa mungkin orang itu adalah ayah kandung kekasihmu?"
"Ayah Luna?" Tanya Landon. "Mungkin kau benar, Jack. Ada kemungkinan ayah Luna yang melakukannya."
"Aku akan mencari tahu." Ucap Jack sembari menutup teleponnya.
Landon memandang sosok Luna yang sedang membawa dus yang berisi laporan ketika ia tiba di perusahaan. Wanita itu sudah mengganti roknya dengan celana panjang yang terlihat baru. Ia tampak kesulitan menekan tombol lift karena barang bawaannya. Setelah berhasil, Luna memasuki lift dan terkejut ketika melihat sosok Landon berdiri dihadapannya. mereka saling bertatapan dalam diam hingga pintu lift tertutup.