NovelToon NovelToon
Cinta Seindah Khayalan

Cinta Seindah Khayalan

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Anak Genius / Tamat
Popularitas:94.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dewi Payang

Sizy Caserina, tidak pernah menduga bila dirinya bisa dijebak oleh seorang pria kecil sehingga bisa tidur dengan seorang pria konglomerat yang bernama Clive Mandelson.

Begitulah cara Berry, pria kecil yang jenius yang berusia 5 tahun, memilih seorang wanita cantik untuk menjadi ibunya.

Ikuti kisahnya di Cinta Seindah Khayalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Payang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Jadi Idola Para Orang Tua Murid

Waktu sarapan pagi.

"Bagaimana Sayang? Rasanya enak bukan?" Sizy menatap raut Yuna dengan penuh perhatian.

"Hm," Yuna mengangguk rusuh, wajahnya berbinar, mengunyah dengan semangat sepotong daging yang ada dalam mulutnya.

"Ini sangat enak Bibi. Begitu lezat, seakan membuatku tidak ingin berhenti memakannya. Apa Bibi yang memasak tongseng daging ini?" tanya Yuna, setelah menelan kunyahannya.

"Pamanmu yang memasaknya Sayang," terang Sizy sambil menyendok tumisan brokoli wortel.

"Sekarang buka mulutmu lagi, kamu juga harus memakan sayuran ini supaya nutrisimu seimbang."

"Anak pintar, padahal jarang ada anak-anak yang suka makan sayur," Sizy tersenyum lebar, terlihat sangat bahagia, begitu Yuna menerima suapannya dan mengunyah sayurannya.

"Bibi--, Paman, dan Berry... " Yuna menatap dua pria beda generasi didepannya, yang tengah memperhatikan interaksi dirinya dan Sizy dengan tatapan yang tak terbaca.

"Kalau sayuran ini, yang masak bukan Pamanmu, tapi Bibi, Sayang," Sizy masih fokus pada kegiatannya menyuapi Yuna.

"Bukan itu Bibi, tapi Paman dan Berry, mereka belum makan sesuatu apapun."

Sizy tersentak, atensinya segera beralih pada dua prianya diseberang meja.

"Kenapa kalian berdua belum sarapan sesuatu apapun?" sembari menatap piring kosong yang nganggur didepan keduanya.

"Menunggu giliran. Aku juga mau Ibu suapi," ujar Berry pelan dan datar, dengan raut penuh pengharapan.

"Aku juga," Clive meniru apa yang dilakukan Berry.

Sizy dan Yuna saling berpandangan sesaat dengan fikiran mereka yang berbeda. Yuna merasa tidak nyaman, karena sudah merebut perhatian sang Bibi, sehingga dua pria itu terabaikan. Sedangkan Sizy, wanita itu merasa heran dan aneh. Selama ini, dua prianya tidak pernah minta dilayani, mereka selalu mandiri, tidak seperti pagi ini.

...***...

Di Sekolah Tiga Bahasa.

"Berry, ini untukmu," Felisya, bocah berseragam TK putih biru kotak-kotak berwajah imut itu meletakkan sekotak susu diatas meja Berry.

"Aku tidak mau. Untukmu saja," Berry mendorong kotak susu itu kembali kehadapan pemiliknya.

"Jangan menolaknya, aku sengaja membawanya lebih, dan ini khusus untukmu Berry. Aku ingin kita berteman lebih dekat," ucap bocah perempuan itu lagi, kembali mendorong dan memaksa Berry menerima pemberiannya.

Berry mengernyit aneh, lalu bersikap acuh.

"Pergi sana! Berry tidak menyukai susu pemberianmu," dorong Alina. Walau dengan menggerutu, Felisya akhirnya pergi dengan hati dongkol sambil membawa kotak susunya.

"Berry, Mami aku masak banyak pagi ini, dan memintaku berbagi bekal denganmu. Mamiku mau aku berteman denganmu saja Berry," Alina menyerahkan kotak makanan yang ia ambil dari tasnya dan meletakannya diatas meja Berry.

"Untuk kamu saja Alina. Aku sudah sarapan dari rumahku," Berry kembali menolak.

"Kalau begitu, ambil punyaku saja, ini puding buah kesukaanmu bukan? Ibuku yang membuatnya, juga memintaku membagikannya untukmu Berry," Amanda ikut memberikan bekalnya, sembari menyunggingkan senyum terbaiknya.

"Aku tidak mau semuanya itu." Berry berdiri, dengan acuh meninggalkan mejanya yang dikerubuti para anak perempuan yang bersikap aneh menurutnya.

"Berry, terima saja pemberian gadis-gadis itu. Kalau kamu tidak mau, berikan padaku. Mumpung kamu sekarang jadi idola bagi para orang tua murid disekolah kita."

"Apa maksudmu?" Berry menatap Sean yang menghadang dirinya didepan pintu kelas. Teman sebangkunya itu sedari tadi memang memperhatikan interaksi Berry dengan para murid perempuan yang berusaha mendekatinya.

"Kamu tidak tahu? Tindakan heroikmu pada Yuna beberapa waktu lalu sudah tersebar, dan banyak orang tua murid menginginkan semua anak-anaknya berteman lebih dekat denganmu. Ya... Termasuk orang tuaku," jelas Sean.

"Kalau begitu, berikan bekalmu padaku," todong Berry sembari menadah tangannya didepan wajah Sean. Seketika teman sebangkunya itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan gayanya yang cengengesan.

...***...

Kantor Kalimas Group.

"Sekretaris Divina? Kenapa hari ini mengenakan seragam cleaning service?" heboh dua resepsionis, memandangi penampilan baru Divina yang datang sepagi itu.

"Saya pikir kamu tidak akan datang pagi ini Divina."

Divina yang baru akan membuka mulutnya, berniat memberi penjelasan pada dua resepsionis gegas menoleh pada sumber suara. Wanita itu spontan memutar bola matanya dengan perasaan dongkol saat melihat Yance sudah ada dibelakangnya.

"Dan saya juga tidak mengira manager Yance bisa datang sepagi ini," balas Divina ketus.

"Kalian tidak perlu lagi memanggilnya sekretaris Divina. Karena mulai pagi ini, Divina akan berkerja sebagai salah satu cleaning service di perusahaan ini."

Dua resepsionis spontan membekap mulut mereka masing-masing, kaget akan apa yang mereka dengar.

"Bila tidak ingin bernasib sama seperti dia, taati peraturan perusahaan dan jaga etika. Peraturan dibuat bukan untuk dilanggar," imbuh Yance lagi, menatap kedua resepsionis itu.

"Dan kamu Divina, mulai sekarang ubah panggilanmu itu. Panggil saya Pak dari sekarang, para atasanmu saja yang boleh memanggil saya seperti yang biasa kamu sebutkan dulu," selesai berucap, Yance gegas berlalu.

"Sombong sekali dia! Panggil saya Pak, panggil saya Pak! Dasar si kumis tebal menyebalkan! Huh!" bibir seksi Divina mengerucut mancung saking dongkolnya. Tanpa sadar, gaya rusuhnya menyenggol seseorang yang hendak melintas dibelakangnya, membuat tubuh seksi dan bongsornya seketika limbung dan hampir saja jatuh terlentang dilantai andai tidak ditahan pria itu.

"Akh! Pake mata dong ah! Saya yang sebesar ini masa tidak lihat sih--, hufh! T-tuan Clive, m-maaf. S-saya c-ceroboh," Divina seketik pucat dan kaku.

"Cepat tegakan tubuhmu, atau saya lepas," dingin Clive dengan satu tangannya masih menahan tubuh Divina yang hampir jatuh terlentang dilantai.

"I-iya," Divina refleks menegakan tubuhnya. Tidak ingin yang diancamkan sang majikan benar-benar terjadi pada dirinya.

"T-terima kasih Tuan. Sekali lagi maafkan saya yang begitu ceroboh." Divina merunduk hormat.

"Jika dalam 6 bukan kedepan kamu berlaku tertib dan ber-attitude lebih baik, saya akan mengembalikanmu pada posisimu yang semula."

"I-iya T-tuan, saya akan berusaha," sahut Divina, masih merunduk, tidak berani melihat wajah sang majikan.

Bersambung...✍️

1
Elisabeth Ratna Susanti
top banget 🥰
Dewi Payang: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
kenapa masih saja ada perundungan ya
Dewi Payang: Dari jaman ke jaman tidak pernah punah😭
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍🥰
Zenun
iya benar sekali
Dewi Payang: Cucok👍🏻😁
total 1 replies
Zenun
terimakasih untuk apa nih🤭
Dewi Payang: Untuk segalanyaaa😁
total 1 replies
Oma yeni*🦋
udah tamat dengan akhir yg sangat indah. Makasih karya indahnya 🥰
Dewi Payang: Ma kasih juga kak, udah setia membaca hingga akhir😘😘😘😘
total 1 replies
Oma yeni*🦋
oke thor siaappp makasih sarannya, semoga selalu bahagia dan penuh cinta ❤️🥰
Dewi Payang: Amin Akak🫰🫰😍
total 1 replies
Oma yeni*🦋
dilarang terbang lagi kyknya nih
Dewi Payang: Disuruh netap/Joyful/
total 1 replies
Oma yeni*🦋
si babe sistimnya liberal/Chuckle/
Oma yeni*🦋
yuk makan makan thoorrr
Dewi Payang: Ayuk😅😅
total 1 replies
Oma yeni*🦋
horeee,,,, sah jadi pasangan suami istri...
Dewi Payang: Ehemmmn😅
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
dah hadir... pertama malah/Sneer//Joyful/
Dewi Payang: 😄😄😄iya kak😍😍😍
total 1 replies
neng ade
aku udah hadir disana thor 🙏❤️
Dewi Payang: Iya Kak, terima kasih banyak ya kak😍😍😍
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
wah dikibarkan baju Teletubbies nya 😆
Dewi Payang: Haha😅😅😅😅
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
ciusss end Bun? kok aku nda ikhlas huwwwaaaaa
Dewi Payang: Haha kebanyakan bab na kak😄
total 1 replies
Zenun
sah sah sah🥳
Dewi Payang: Berry-Yunna : 😍😍😍
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
Papay juga kak Dewi... di tunggu karya luar biasa selanjutnyaaa❤️❤️❤️❤️😘😘😘
〈⎳ FT. Zira: sehat selalu juga buat akak🫰🫰🫰... jangan lama lama luncurin karya barunya yaaa.. menanti/Kiss/
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
eeehhh... enddd😳😳😳😳
〈⎳ FT. Zira
jawaban cerdas
Dewi Payang: /Joyful/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
kalo gak berakhir indah.. judulnya bukan cinta seindah khayalan lagi nanti
Dewi Payang: Yuna : 😍😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!