NovelToon NovelToon
SANG MANTAN Arti Cinta

SANG MANTAN Arti Cinta

Status: tamat
Genre:Single Mom / Penyesalan Suami / Romansa / Berbaikan / Tamat
Popularitas:103.9k
Nilai: 5
Nama Author: Chayahuda

Apakah tujuan dari sebuah pernikahan?
Hidup bersama atau hanya sekedar tinggal bersama.

Ayana adalah seorang istri yang telah tinggal bersama sang suami selama dua tahun, namun ia merasa jika suaminya tidak mencintai dirinya sepenuh hati. Sebagai seorang istri, Ayana bukan hanya membutuhkan sentuhan namun ia juga membutuhkan pengakuan dari sang suami, pengakuan yang tegas jika dirinya merupakan teman hidup bukan hanya sekedar teman tidur untuk suaminya.

Dapatkah Ayana bertahan dalam kehidupan pernikahannya di kala prahara mulai datang menerpa hingga menggoyahkan hatinya.

Apa yang akan Ayana pilih, bertahan atau justru berpisah?
Mampukah ia menghapus jejak sang suami sementara hatinya telah terbelenggu cinta yang mendalam?

Ikuti sekuel
SANG MANTAN 2 ~Arti Cinta.

Semoga kalian semua menyukainya
Happy Reading,,,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chayahuda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PUTRIKU

Ayana bergegas ingin keluar dari ruangan tersebut namun langkahnya terhenti ketika Alex menahan tangannya dan menarik tubuhnya dengan kuat hingga tanpa sengaja tubuh keduanya saling bertubruk. Alex mengunci tatapan Ayana dengan matanya kemudian ia menarik pinggang Ayana agar semakin rapat dengannya.

Ayana kaget saat menyadari perbuatan Alex, ia mencoba untuk melepaskan diri dan melangkah mundur namun Alex terus melangkah maju hingga menyudutkan Ayana ke dinding dan menguncinya hingga sulit untuk melepaskan diri.

"Apa yang kamu lakukan? Kamu mau apa? Lepaskan aku. Menjauhlah dariku?" Sergah Ayana yang mulai tersulut emosi.

"Aku hanya ingin menatap mantan istriku dari dekat. Apa tidak boleh?".

"Tidak. Kamu tidak berhak melakukan itu" Sahut Ayana.

"Jangan terlalu galak, Ay. Aku tidak suka melihatmu marah- marah".

"Kalau begitu lepaskan aku dan biarkan aku pergi" Ucap Ayana.

"Melepaskanmu! Hahaha,,,!" Alex tertawa lebar mendengar ucapan Ayana.

"Bertahun- tahun aku mencarimu hingga hampir membuatku gi la, tapi sekarang dengan gampangnya kamu memintaku untuk melepaskanmu setelah aku menemukanmu! Hah! Tidak semudah itu, Ay! Aku tidak bisa melepaskanmu begitu saja" Ucap Alex sembari menggertakkan gigi menahan amarah.

"Lantas apa mau mu? Apa lagi yang kamu inginkan dariku? Hubungan kita sudah selesai bertahun- tahun yang lalu. Tidak bisakah kamu melepaskanku dan membiarkan aku pergi dari tempat ini?" Balas Ayana.

"Kenapa kamu ingin pergi? Apa kamu takut jika suamimu tahu tentang ini?" Tanya Alex.

"Kamu tidak perlu khawatir, suamimu tidak akan tahu tentang kejadian hari ini. Dia tidak akan tahu apapun meski aku menyentuhmu" Ucapnya seraya mengelus wajah Ayana.

"Lepaskan aku Alex" Sergah Ayana seraya mencoba melepaskan diri.

Alex mendekatkan wajahnya hingga ia mampu mendengar hembusan nafas Ayana yang memburu cepat karena menahan amarah.

"Kenapa kamu terlihat begitu gugup saat berada di dekatku? Apa kamu takut padaku? Kenapa kamu harus takut. Bukankah kita pernah lebih dekat dari ini sebelumnya. Bahkan ruangan ini dan kamar itu menjadi saksi jika kita pernah berbagi udara yang sama dan menyatu dalam gair ah bi r ahi yang,,,,!".

"Cukup,,,,!" Sergah Ayana.

"Hentikan semua omong kosong ini, Alex. Jangan pernah mengungkit masa lalu yang telah lama aku lupakan. Kita sudah selesai. Hubungan kita telah usai" Tegasnya dengan penuh penekanan.

Alex menyeringai, kemarahan Ayana tidak membuatnya gentar sedikitpun. Bukannya takut, Alex justru semakin berani menggoda mantan istrinya itu.

"Ya, ucapanmu memang benar. Hubungan kita memang sudah usai tapi bukan aku yang menyelesaikannya melainkan kamu. Kamu menyelesaikan hubungan kita tanpa persetujuan dariku. Camkan itu!".

Ayana terdiam. Keduanya terdiam beberapa saat hingga akhirnya Alex kembali bersuara.

"Kamu terlihat semakin cantik, Ay! Sepertinya suami barumu mengurusmu dengan cukup baik" Ucapnya dengan hati pedih.

"Ya, kamu benar. Mas Romi memang memperlakukanku dengan sangat baik" Balas Ayana dengan nada angkuh.

"Hah! Syukurlah. Aku lega mendengarnya" Lirih Alex.

"Apa kamu bahagia?" Alex kembali bertanya.

Ayana tidak langsung menjawab, ia justru memilih memalingkan wajahnya karena sulit untuk menjawabnya. Berat sekali rasanya jika ia harus menjawab pertanyaan itu sambil menatap wajah Alex.

"Jawab aku, Ay. Apa kamu bahagia bersama suami barumu?" Alex kembali mengajukan pertanyaan yang sama.

"Ya, aku bahagia" Sahut Ayana lantang.

"Hidupku jauh lebih bahagia sejak bersama mas Romi" Dustanya. Arumi sengaja ingin menunjukkan jika hidupnya lebih bahagia bersama Romi di bandingkan bersama pria itu padahal itu hanya kebohongan semata.

Alex tersenyum pilu mendengar jawaban Ayana yang mampu menusuk langsung ke jantungnya. Pedih sekali rasanya mendengar wanita- nya hidup bahagia bersama pria lain sementara hidupnya justru hancur berantakan.

"Aku senang melihatmu hidup bahagia bersama laki- laki itu" Ucapnya penuh dusta.

"Semoga kamu bahagia selamanya".

"Haruskah aku mengikhlaskan mu, Ay! Mampukah aku melakukan itu sementara hingga detik ini aku tidak bisa melupakanmu".

"Terima kasih" Ucap Ayana.

"Sekarang lepaskan aku dan biarkan aku pergi" Pintanya.

Alex mundur perlahan dan mulai melonggarkan kukungannya, sudah saatnya ia sadar dan harus tahu diri jika Ayana bukanlah miliknya, lagi. Ayana lega karena akhirnya Alex melepaskannya, ia bisa membebaskan diri dan pergi menjauh dari pria itu.

"Alea mirip kamu, Ay! Dia sangat cantik, persis seperti dirimu" Ucap Alex sebelum Ayana melangkah keluar.

"Ya, aku tahu. Alea memang mirip dengan ku karena dia adalah putriku" Sahut Ayana.

"Bolehkah aku berharap Alea juga putriku Ay! Apakah itu mungkin?" Lirihnya.

"Ya kamu benar, Alea adalah putrimu" Sahutnya dengan hati pilu.

"Baguslah jika kamu tahu itu. Maka dari itu aku minta padamu untuk tidak mendekati putriku lagi. Aku tidak ingin mas Romi salah paham padaku" Ucap Ayana.

"Baiklah. Jika itu mau mu" Sahut Alex.

Ayana membuka pintu lalu bergegas keluar meninggalkan Alex dan semua kenangan yang pernah mereka ukir bersama. Ayana berjalan cepat karena ia khawatir Alex akan kembali mengejarnya dan begitu sampai di dalam lift, air matanya langsung tumpah tanpa bisa di bendung lagi.

"Maafkan aku, Al!" Lirihnya.

"Maafkan mommy sayang. Maafkan mommy".

Ayana merasa bersalah karena harus membohongi Alex dan juga putrinya dengan menutupi kebenaran yang sebenarnya. Ayana tidak sanggup untuk berkata jujur karena khawatir sang putri akan kecewa jika nanti Alex menolak kehadirannya. Hingga kini Ayana masih berpikir jika Alex tidak akan menerima kehadiran Alea dan tidak mau Alea sebagai mengakui putrinya.

Selepas kepergian Ayana, Alex hanya terdiam tanpa kata, semua memory indah tentang istrinya terpaksa harus di kubur dalam- dalam. Tidak ada gunanya menyimpan kenangan itu karena hal itu justru semakin membuatnya terluka. Seandainya bisa, ingin rasanya Alex menghapus semua ingatannya dan terlahir sebagai Alex yang baru. Alex yang lebih baik dari sebelumnya.

"Tidak. Aku tidak boleh berpikir seperti itu. Aku tidak bisa melupakan Ayana dan aku juga tidak ingin melakukannya. Aku,,, aku harus melakukan sesuatu. Ya, aku harus melakukan sesuatu" Alex terus mengulangi kata- kata yang sama hingga berkali- kali seperti orang linglung.

"Alea,,,!" Tiba- tiba Alex teringat pada Alea.

"Bagaimana kabar Alea? Apa dia baik- baik saja? Kenapa tiba- tiba aku merasa begitu merindukan nya. Aku ingin bertemu dengannya".

Alex tidak bisa tenang, perasaannya terus gelisah memikirkan Alea, gadis kecil yang telah mencuri hatinya. Selama ini Alex tidak pernah dekat dengan anak kecil, ia hanya dekat dengan Vero dan itu pun terjadi karena mereka sering bertemu di kantornya. Tapi Alea lain, bocah itu langsung menarik perhatian Alex sejak pertama kali mereka bertemu dan Alex tidak bisa menyingkirkan wajah gadis itu dari pikirannya.

"Aku harus bertemu dengan Alea" Ucap Alex seraya bangkit dan melangkah pergi.

Tak ingin membiarkan hatinya terus menerus di dera rasa rindu, Akhirnya Alex memutuskan untuk mendatangi sekolah Alea, ia ingin melihat gadis kecil itu secara langsung. Tidak mengapa jika ia tidak bisa bertemu Alea secara langsung tapi setidaknya ia masih bisa melihat gadis kecil itu dari jauh untuk mengobati rasa rindunya.

♥︎♥︎♥︎

1
Si Memeh
Luar biasa
Nur Nuy
Terima kasih author sehat selalu kita semua
Nur Nuy: sama sama
total 2 replies
Ika
luar biasa
Nazwa Azka
akhirnya yg ditunggu
Nazwa Azka
nungguin tiap hari
Nazwa Azka
thor kpn up lg?????
Nur Nuy
lanjutkan
Nur Nuy
lanjutkan semangat
Nazwa Azka
up lg ka.aku nungguin nih tiap hari
Dewi Yanti
jangan" alex bkn anak kandung mama nya itu
Nora Julhim
terbaik
Chayahuda: Makasih
total 1 replies
Nur Nuy
lanjut yang banyak up nya
Nur Nuy
lanjutkan
Nur Nuy
lanjut Thor lama banget baru up
Arty Sari
lanjutkan...
Sri Watigustami
mona gendeng masa nyuruh suami nikah lg.
Nur Nuy
lawan terus jorokin tuh lampir ama anaknya ke jurang ayana
Nur Nuy
😭😭😭😭😭🤫🤫🤫
Nur Nuy
emang baiknya begitu si mak lampir ama anaknya gausah ada di rumah sakit
Nazwa Azka
thor ko nga up ya?
Chayahuda: Otw, hhhh!!!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!